Kisah ini berawal dari gadis biasa bernama Nara Aurellia, yang berpacaran dengan pria kaya raya yang merupakan pewaris dari perusahaan keluarga nya, tapi Nara harus merasakan sakit hati saat hubungan nya harus kandas, karena pacar nya itu di jodoh kan dengan wanita yang merupakan sahabat nya sendiri. Apakah Nara bisa move on dan menemukan cinta sejatinya kelak dan bagaimana kah hubungan Nara dengan sahabat nya itu?.
Bukan cuman ini, Nara terpaksa harus menjalani pernikahan kontrak, dengan seorang pria yang selalu menganggap rendah dirinya, yang merupakan adik dari mantan pacarnya.
Penasaran dengan kisah cinta segi empat mereka, siapakah yang akan saling mencintai pada akhirnya. Ayo lanjut baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ita sweet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MALAM PERTAMA
Setelah selesai makan, Mirsa mengisyaratkan pemain biola yang mengiringi mereka makan dan pelayan, untuk pergi.
Para pemain biola dan pelayanan pun berjalan keluar, membuat Mika bingung, “Kok mereka pergi?” tanya Mika.
“Tugas nya sudah selesai” jawab Mirsa sambil berdiri.
Mirsa kemudian menarik tangan Mika untuk berdiri, “Aku akan menunjukkan sesuatu padamu” ucap Mirsa. Mika tidak bertanya, dia hanya mengikuti Mirsa.
Mirsa melihat bintang di langit dan Mika mengikuti apa yang di lihat Mirsa, “Sayang apa kamu ingin, waktu kecil kita pernah melihat bintang di langit bersama dan kamu bercita-cita ingin jadi salah satu bintang yang terang” ucap Mirsa sambil merangkul Mika.
“Kamu masih mengingat yah dan sekarang aku bisa membuktikan nya” timpal Mika.
“Aku juga bisa membuktikan, kalau aku akan kembali dan menjadikan tuan putri, jadi permaisuri ku agar kita bisa hidup bersama” sambung Mirsa.
Mika langsung menoleh melihat Mirsa, “Tapi itu kan hanya kebetulan” balas Mika.
“Tidak ada yang kebetulan di dunia ini Sayang, semuanya sudah di takdirkan” ucap Mirsa.
Mika tertawa, “Hahaha... Sejak kapan kamu percaya takdir?” ledek Mika.
Mirsa tersenyum melihat Mika tertawa, “Aku juga tidak tau, karena aku mengalaminya jadi aku percaya, kalau Mika Maheswari di takdirkan bersama ku” tutur Mirsa.
“Gombal” ujar Mika.
“Yah sudah kalau kamu tidak percaya, sekarang tutup matamu” ucap Mirsa sambil merangkul Mika.
Mika langsung menutup matanya dan Mirsa mengeluarkan kalung dari sakunya.
“Sekarang bukan matamu” ujar Mirsa.
Nara perlahan membuka matanya dan melihat kalung yang di pegang Mirsa, di depan matanya.
“Kamu suka sayang?” tanya Mirsa.
Mika memegang liontin kalung itu, “Ini sangat cantik” jawab Mika dengan mata berkaca-kaca.
Mirsa kemudian berdiri di belakang Mika dan merapikan rambut Mika ke depan, lalu memasang kalung itu.
Mika tersenyum bahagia memegang kalung di lehernya, sementara pandangan Mirsa tertuju pada leher jenjang Mika, membuat nya langsung menegang.
Mirsa tidak bisa menahan diri, dia mencium leher Mika, membuat Mika tersentak kaget.
Mirsa menahan Mika dengan memeluk pinggang nya, lalu berbisik, “Aku mencintaimu Mika”.
Mika tidak bisa berkata apa-apa mendengar pernyataan cinta dari suaminya, yang sudah lama dia nantikan.
Mirsa yang merasakan tidak ada perlawanan dari Mika, membuat tangannya di pinggang Mika, mulai aktif ke mana-mana.
Mika bagai melayan, merasakan sentuhan tangan Mirsa di bagian dadanya.
Mirsa kemudian memutar tubuh Mika, menghadap padanya, lalu menunduk mencium bibir Mika dengan agresif.
“Apa boleh lebih dari ini sayang” tanya Mirsa, Mika hanya mengangguk karena tidak bisa lagi berkata-kata, karena aksi Mirsa.
Mirsa langsung menggendong Mika ala bridal style, berjalan masuk ke dalam dan membaringkan Mika di atas ranjang.
Mirsa melepaskan seluruh pakaiannya dan segera naik ke atas tubuh Mika, dan Mika mengalihkan pandangan nya melihat senjata Mirsa yang sudah menegak.
Mirsa tersenyum tipis melihat sikat malu-malu Mika, karena bagaimana pun Mirsa masih mengira kalau Mika berpengalaman di ranjang, karena profesinya yang sebagai super model, tapi Mirsa sudah menerima Mika apa adanya.
Mirsa kembali melanjutkan aksinya di atas tubuh Nara, hingga membuat Mika semakin melayang dan pakaiannya sudah di lepas oleh Mirsa.
Kedua insan manusia itu sudah sama-sama polos, pada akhirnya nya Mirsa tidak tahan lagi dan mulai melakukan penyatuan.
Mirsa mulai menekan pinggulnya, tapi kesulitan menembus gawan pertahanan Mika.
“Pelan-pelan Mirsa” ucap Mika di tengah aksi Mirsa.
Mirsa kembali menekan pinggulnya, tapi tetap tidak bisa, membuat Mirsa terkejut, “Kamu masih virgin Mika?” tanya Mirsa, Mika mengangguk pelan membenarkan pertanyaan Mirsa.
Mirsa semakin bersemangat dan melakukannya dengan pelan, hingga beberapa percobaan, baru lah bisa menembus gawan pertahanan Mika.
Cukup lama Mirsa melakukan aksinya, pada akhirnya dia tidak bisa menahan larva panas yang ingin keluar dari tubuh nya.
Mirsa melepas senjata nya dan di sertai dara perawan Mika, yang tercecer di seprai warna putih, membuat Mirsa tersenyum bangga, karena itu artinya dirinya lah yang pertama kali menyentuh istrinya.
***
Sementara di apartemen Kenzo, Nara sedang membuat kue untuk Kenzo.
Kenzo menghampiri Nara dan berdiri di depan nya, sambil bersandar di dapur, “Memang kamu bisa bikin kue?” tanya Kenzo, karena dia tidak pernah melihat Nara berada di dapur.
“Kamu bisa menilai nya nanti” jawab Nara fokus membuat adonannya.
“Boleh aku membantu” ujar Kenzo.
Nara memberi Kenzo telur, “Pecahkan ini”.
Kedunya pun membuat kue bersama, sikap usil Kenzo kambuh dan mencoret wajah Nara dengan tepung.
Nara hanya tersenyum melihat kelakuan Kenzo yang tidak ada jaim-jaimnya, tapi itulah yang membuat Nara nyaman padanya.
Setelah beberapa saat, kuenya pun sudah jadi dan mereka menghiasinya, Kenzo menulis tanggal hari itu di atas kue.
“Maksudnya apa, kamu menulis tanggal hari ini” tanya Nara.
“Karena hari ini, adalah hari yang sangat berharga, karena dunia sudah mengetahui hubungan kita” jawab Kenzo, lalu mencium pipi Nara.
Setelah kue selesai di hias, mereka membawa kue itu di atasnya meja, Nara mulai memotong kuenya.
Nara kemudian menyuapi Kenzo, “Coba lah Ken dan beri penilaian”.
Kenzo memakannya dan mencoba merasakan nya, “Hmmm ini sangat enak dan semanis yang membuat nya” puji Kenzo.
“Kamu juga harus mencobanya” ujar Kenzo sambil menyuapi Nara.
Kenzo melihat sisa kue yang melekat di sudut bibir Nara, Nara menyadari sisa kue di bibir nya dan memegang nya.
“Aku ambil tisu dulu” ujar Nara sambil berdiri.
Kenzo segera menahan nya dan mengangkat Nara naik duduk di atas meja, “Tidak perlu memakai tisu” ucap Kenzo dan langsung menjilat sisa kue yang ada di sudut bibir Nara sampai bersih.
Tubuh Nara membeku dengan perlakuan Kenzo padanya, yang secara tiba-tiba.
Kenzo menghentikan jilatanya dan menatap Nara tampa berkedip, sementara Nara tidak bisa berkata apa-apa.
Kenzo kemudian beralih mencium bibir Nara dengan lembut dan semakin memperdalam ciuman.
Nara memejamkan matanya, menikmati ciuman Kenzo dan reflek membalas ciuman Kenzo.
Ciuman Kenzo semakin panas, Kenzo tidak bisa menahan diri nya, dia kemudian menggendong Nara dari depan, berjalan masuk kamar tampa melepas ciuman nya.
Kenzo membaringkan Nara di atas ranjang dan mulai menelusuri leher Nara dan turun ke dua buah kenyalnya.
Tampa di sadari ke duanya, mereka sudah sama-sama polos dan pakaian mereka sudah tercecer di lantai.
Kenzo mulai melakukan penyatuan dan Kenzo merasakan kesulitan menembus gawan pertahanan Nara.
Kenzo langsung menyimpulkan, kalau Nara masih perawan, jadi dia melakukan nya selembut mungkin.
Setelah perjuangan yang cukup keras, baru lah Kenzo berhasil menembus pertahanan Nara.
Selama aksi Kenzo berlangsung, Kenzo tidak pernah berhenti melakukan kontak mata dengan Nara dan menyatukan jemarinya dengan Nara.
Pada akhirnya Kenzo melihat dara perawan Nara dan tersenyum bangga.
Kemudian Kenzo mencium kening Nara dan berbaring di sampingnya, sementara Nara sudah tidak bisa berdaya.
***
Sementara itu di luar negeri, Dario melihat video konfrensi pers putra bungsu nya, yang di kirim Asistennya.
“Sial, anak itu benar-benar tidak bisa di andalkan, apa yang dia lakukan benar-benar keterlaluan” tutur Dario menahan emosi nya.
Dario kemudian menghubungi asistennya, “Siapkan semua nya, saya akan segera pulang dan jangan mengatakan pada kedua putra ku” perintah Dario, lalu mematikan panggilan.