SEQUEL NEW BEGINNING
Lion Alexander Barnett siap menikahi Angela McKenna seorang model Internasional sekaligus mantan kekasihnya. Mereka bertemu kembali setelah 7 tahun di pesta pernikahan sepupu Lion dan mengakibatkan malam penuh gairah sehingga Angel hamil.
Angela McKenna bingung apakah harus menerima lamaran Lion dan menetap bersama pria itu, atau tetap berkarir di dunia model yang menjadi impiannya sejak kecil. Apalagi mereka putus 7 tahun lalu karena ia memlilih karirnya sebagai model dan meninggalkan Lion.
Mampukah Lion membuat Angel bertahan bersamanya atau melepas wanita itu untuk kedua kalinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athaya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketakutan Angel
Sudah seminggu sepupu Lion berada di rumah sakit dan wanita cantik itu sudah terlihat membaik. Serena sudah kembali ke Rusia setelah memastikan keadaan kakaknya baik-baik saja. Hanya sang kakeklah yang terlihat masih uring-uringan melihat keadaan cucu perempuannya terluka.
Kekasih Lucy tidak pernah terlihat lagi setelah kedatangan Serena dan Kakeknya. Tidak ada pembahasan apapun mengenai pria itu saat mereka sedang berkumpul. Meski begitu Lion berusaha mencari tahu mengenai pria itu melalui orang-orang suruhannya.
Sementara itu Lion yang baru saja keluar dari ruangannya mendapati Angel tengah berada dimeja resepsionis dan bersenda gurau dengan salah satu pria yang merupakan bawahannya.
"Honey, sedang apa kau disini?'' Lion bertanya kepada Angel yang tersenyum ketika melihatnya.
''Aku baru saja akan menemuimu. Tapi aku bertemu teman lamaku. Dia dulu bekerja sebagai asistenku meski hanya beberapa minggu'' balas Angel memperkenalkan Toby yang ternyata bekerja diperusahaan Lion.
Lion melihat pria itu membungkuk dan meminta maaf padanya. "Benarkah? Kau bekerja dibagian apa, Toby?''
''Bagian personalia, Tuan.'' Jawab Toby kemudian pamit undur diri karena takut karena sudah berbicara dengan istri bosnya.
"Sampai jumpa, Toby. Kita akan makan siang saat kau sedang tidak sibuk.'' sahut Angel kemudian merangkul pinggang Lion dan berjalan bersama pria itu.
''Kau yakin dia hanya asistenmu?'' Tanya Lion kepada Angel dan mendapat cubitan dipinggangnya.
''Aku memiliki standar yang cukup tinggi dalam mencari pasangan'' Jawab Angel lalu memandang Lion yang tengah tersenyum lebar.
"Wow?''
Angel mengangguk. "Pasanganku harus melebihi mantan pacarku. Dia harus lebih tampan, lebih kaya dan lebih dalam mencintaiku seperti dirinya mencintaiku''
''Baguslah. Aku sangat tampan, sangat kaya dan juga sangat mencintaimu'' Lion membisikkannya ditelinga Angel dan membuat wanita itu menutup wajahnya yang memerah.
''Selamat siang.'' Sapaan wanita paruh baya menyambut mereka berdua ketika tiba ditempat makan favorit mereka berdua.
Lion meletakkan tangannya dipinggang Angel dan menyapa wanita itu. "Selamat siang."
Kalian berdua datang diwaktu yang tepat. Aku sedang membuat menu baru dan juga spesial. Apa kalian mau mencobanya?'' Wanita itu bertanya dan menunggu dengan senyuman.
Lion dan Angel mengangguk bersamaan. ''Kami kelaparan dan kuharap menu itu bisa mengenyangkan kami dengan segera.'' Angel menjawab dengan antusias dan membuat wanita paruh baya itu tertawa lalu menyiapkan makanan mereka.
Angel tengan menuangkan kopi milik Lion kedalam cangkir ketika ia menyadari perutnya tiba-tiba terasa sakit. Lion melihat gerakannya dan Angel berusaha tersenyum saat Lion bangkit dari duduk dan berpindah berdiri disampingnya.
Seperti adegan lambat wajah Angel memucat dalam hitungan detik dan dirinya menjatuhkan teko kopi. Lion meraih tubuhnya ketika dirinya hampir terjatuh. Angel merasakan akan muntah kemudian melepaskan rangkulan Lion dan berlari kearah toilet.
''Honey. Apa yang terjadi? Apa kau baik-baik saja?'' Tanya Lion dengan khawatir dari balik pintu.
''Tetaplah disitu. Jangan masuk.'' ucap Angel dari dalam toilet.
Lion yang ketakutan memaksa membuka pintu tapi terhalang dengan tubuh Angel. "Aku mencemaskanmu.''
Angel keluar beberapa saat kemudian dan masih terlihat pucat. Lion mencoba memapah tubuh Angel dan mendudukkannya dikursi. Lion duduk disampingnya mengelus pelan punggung Angel.
"Apa sebaiknya kita ke rumah sakit? Kau terlihat pucat'' gumam Lion cemas.
"Aku baik-baik saja. Mungkin karena aku tidak sempat menghabiskan sarapanku pagi tadi dan saat ini aku kelaparan'' jawab Angel menyentuh tangan Lion menenangkan pria itu.
Lion mencium kedua tangan Angel dan mereka berdua melanjutkan makan siang.
****************
Mereka memutuskan untuk kembali ke apartemen Lion karena berada dekat dengan perusahaan. Angel memaksa untuk tidak ikut dirinya ke perusahaan dan lebih memilih untuk berada diapartemen karena merasa tidak enak badan.
Lion harus meninggalkan Angel sendirian karena dirinya memiliki rapat penting hingga malam nanti. Lion memantau Angel melalui ponselnya dan wanita itu hanya tidur sejak Ia antar siang tadi.
Sinar matahari telah berganti gelapnya malam dan cahaya bulan masuk melalui jendela. Angel memandang kearah jendela yang sedikit terbuka dan merasakan udara dingin masuk.
Pelukan tangan Lion dipinggangnya membuat dirinya berpaling dan memandang pria itu. Lion tersenyum dan mencium keningnya dengan lembut.
''Kau tidak apa-apa?'' Tanya Lion lembut sambil mengelus pipi Angel yang masih terlihat pucat.
Angel menjawab dengan menggeleng dan meletakkan kepalanya dilengan pria itu. Angel tahu apa yang sedang terjadi pada tubuhnya dan ia mencoba untuk menahannya. Dirinya belum siap untuk mengatakannya pada Lion.
"Aku akan membuatkan makanan untukmu. Kau belum makan apapun sejak aku mengantarmu siang tadi.'' Lion berdiri tapi langsung ditahan oleh Angel.
"Aku belum lapar. Lagipula aku makan sangat banyak siang tadi'' jawab Angel kemudian masuk kedalam pelukan Lion.
Bunyi ponsel milik Angel memecah kesunyian malam. Lion melihat Angel tertidur sangat nyenyak dan dengan perlahan mengambil ponsel itu. Nama Toby tiba-tiba muncul dan Lion mengerutkan keningnya. Terkejut saat tahu pria itu menghubungi istrinya.
''Sebaiknya ada alasan penting kenapa kau menghubungi istriku tengah malam seperti ini'' Lion menggeram marah ketika berbicara melalui ponsel milik Angel.
"Tuan Lion.'' Ucap pria itu dengan suara yang terdengar gemetar.
''Aku Lion. Ada apa kau menghubungi istriku? Kau mau kupecat?'' Seru Lion kesal.
''Bisakah anda memberikan ponsel itu kepada istri anda? Ada hal yang sangat penting yang harus kami bicarakan'' ucap Toby pelan.
"Istriku sedang tidur dan dia sedang sakit. Pembicaraan apapun itu aku tidak akan membiarkan dirimu mengganggunya.'' Jawab Lion kemudian mematikan ponsel milik Angel dan memblokir nomor pria itu.
Lion kemudian menghubungi asistennya dan meminta untuk mencari informasi mengenai Toby dan mengapa pria itu ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting. Lion juga memeriksa CCTV perusahaan dan melihat interaksi saat Angel bertemu dengan pria itu siang tadi.
Lion mengetahui bahwa pria itu bekerja diperusahaannya selama empat tahun dan latar belakangnya sangat bersih. Tentu saja mengingat perusahaannya tidak mungkin menerima pegawai sembarangan.
Lion menoleh kearah Angel yang bergerak gelisah dalam tidurnya. Wanita itu bangun tiba-tiba sambil menutup mulut dengan tangannya dan berlari menuju kamar mandi. Lion dengan cepat meletakkan laptopnya dan menyusul Angel yang tengah memuntahkan isi perutnya.
''Kita akan kerumah sakit sekarang. Aku tidak bisa melihatmu seperti ini'' ujar Lion cemas dan membantu Angel mengikat rambut panjangnya.
Lion mengangkat tubuh Angel dan mendudukkan wanita itu diatas meja dekat wastafel. Dengan lembut membersihkan wajah Angel dengan handuk bersih.
"Aku ketakutan'' gumam Angel pelan dengan wajahnya yang sayu.
"Apa yang kau takutkan, Honey? Aku akan bersamamu.'' Lion mencium kening wanita itu lembut.
Angel menutup matanya dan menyentuh perutnya. "Bagaimana jika aku hamil?''