Indonesia
NovelToon NovelToon
Diary Aluna

Diary Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Mengubah Takdir / Chicklit
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Phatel

Aluna adalah gadis yang tumbuh di keluarga sederhana. Kesehariannya kerap kali diwarnai dengan cemoohan dan makian dari keluarganya sendiri.

Bagaimana ia menghabiskan hari-harinya yang penuh air mata?

Semuanya ia luapkan dalam Diary yang ia simpan baik-baik dalam lemari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phatel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wati

Ternyata dugaan nek Siti tidak meleset. Aluna sejak tadi gelisah menahan kencing karena begitu takut untuk ke kamar mandi sendirian. Biasanya ia akan ditemani oleh neneknya kalau sudah malam begini. Bahkan gadis itu meninggalkan sholatnya sejak waktu maghrib tadi. Ia tidak berani sholat jika hanya sendirian karena merasa ada yang selalu mengawasi ketika dia sholat. Alhasil Aluna tidak sholat sama sekali.

Ditengah ketakutannya, tiba-tiba Aluna mendengar heboh-heboh di depan Rumah. Aluna mengintip sebentar dari pintu kamarnya, dari jendela yang gordennya belum ditutup, Aluna melihat om Rahmat dan dua orang sepupu laki-lakinya. "Astaga!" pekik Aluna.

Gegas ia mengambil dompet neneknya yang berisikan uang dan emas, tak lupa ia juga mengambil celengannya dan memasukkannya ke dalam lemari, kemudian menguncinya. Kunci lemari itu ia selipkan di bawah kasur.

Setelah dirasa aman, barulah Aluna keluar kamar dan menghampiri tante Wati dan yang lainnya yang kini telah memasuki rumah.

"Eh tante." sapa Aluna. Disalaminya pasangan suami istri itu.

Wati tersenyum sinis pada Aluna. "Nih." sebuah rantang berisi makanan ia sodorkan pada Aluna. Gadis itu menerimanya dengan wajah berbinar. Memang perutnya sudah terasa lapar sejak tadi. Ditambah pula ia kebelet pipis. Ah benar saja, tiba-tiba rasanya ia sudah tidak tahan lagi.

Buru-buru ia taruh rantang di meja dan berlari ke kamar mandi. Jika sudah ada orang di rumah, setidaknya ia tidak akan terlalu takut.

Begitu ia keluar dari kamar mandi, Aluna melihat om dan kedua kakak sepupunya Ronal dan Revan sedang menonton tv. Sedangkan Wati sedang membereskan tempat tidur di kamar Amel dan membaringkan putri bungsunya, Putri di sana.

Sedangkan di kamar yang Aluna tempati tempati dengan neneknya sudah dikuasai oleh kedua sepupu perempuannya Rina dan Susi.

Wati adalah anak kedua nek Siti yang berprofesi sebagai seorang guru ASN di sebuah SD di kampung suaminya. Ketika baru menyelesaikan kuliahnya, Wati ikut tes CPNS dan beruntungnya ia berhasil lulus di sebuah kampung yang jauh dari kota tempat orang tuanya tinggal.

Disanalah ia bertemu dengan suaminya dan kemudian mereka menikah. Meski ditentang oleh kedua orang tuanya karena pria yang ia cintai adalah seorang pengangguran, Wati tidak peduli dan tetap memaksa untuk menikah dengan lelaki pilihannya. Ia bahkan sampai mengancam akan kawin lari saja jika sampai masih tidak direstui juga.

Hingga akhirnya, mau tidak mau, nek Siti dan suaminya mengalah. Wati lalu menikah dan dikaruniai lima orang anak. Anak pertamanya adalah Ronal, usianya dua tahun lebih muda dari Amel. Yang kedua ada Rina, usianya empat tahun lebih muda dari Ronal. Yang ketiga ada Revan, usianya sepantaran dengan Alia, kakaknya Aluna. Yang ke empat ada Susi, usianya setahun di atas Aluna. Dan yang terakhir ada Putri, saat ini usianya masih enam tahun.

Meskipun dirinya merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil yang bisa dikatakan memiliki gaji tetap dan lumayan. Namun Wati selalu merasa kekurangan karena memang sejak awal pernikahannya hingga sekarang, hanya dirinyalah yang bekerja dan mencari nafkah. Sedangkan sang suami, hanya bisa duduk santai di rumah sambil merokok dan minum kopi. Ketika mereka sudah tidak lagi punya uang sepeserpun, maka Rahmat akan mendatangi rumah orang tuanya dan tanpa malu meminta uang pada mereka.

"Tante sama yang lain sudah makan?" tanya Aluna berbasa basi ketika ia akan membuka rantang yang tadi dibawa oleh tantenya.

"Sudah.Tapi tetap saja, itu makanan jangan kamu habisin! Siapa tau kakak-kakak atau abang-abangmu ada yang masih lapar." jawab Wati dari dalam kamar. Ia tengah sibuk membuka laci dan lemari yang ada di kamar Amel mencari sesuatu.

"Iya tante."

Aluna mengambil piring dan menyauk nasi dari dalam rantang. Lauknya ada rebus sawi putih dan juga ikan panggang yang tidak dibumbui. Dalam rantang yang sama, disebelah ikan bakar tersebut ada sepotong ayam goreng. Aluna pun merasa bimbang harus makan yang mana. Di satu sisi, ia sadar bahwa ia sama sekali tidak bisa makan lauk yang digoreng selama proses pemulihan, namun disisi lain ia juga sangat ingin makan ayam goreng karena itu merupakan makanan kesukaannya. Ia juga berfikir bisa jadi nek Siti sengaja memberikan ayam goreng karena mungkin nek Siti ingin Aluna bisa memakan itu sekali saja. Akhirnya setelah menimbang beberapa saat, Aluna mencomot ayam goreng tersebut dan memakannya. Ia makan dengan lahapnya. Sungguh ia merasa bersyukur karena meskipun neneknya tengah marah, namun sang nenek tetap peduli kepadanya.

"Eh?" Aluna berhenti mengunyah ketika melihat Wati keluar dari kamar Amel dan malah memasuki kamarnya. Terdengar seperti tantenya itu sedang mencari sesuatu karena Aluna mendengar laci meja rias dan juga lemari yang dibuka. Karena ada satu pintu lemari yang dikunci, Wati akhirnya keluar kamar dan menghampiri Aluna yang tengah makan.

"Itu lemari satu kenapa dikunci? Pinjam sini kuncinya sebentar! Tante mau pinjam daster nenek kamu buat baju tidur." pinta Wati menadahkan tangannya di depan Aluna.

Aluna mengerjap. Terdiam beberapa saat mencoba mencari jawaban. "Eemm, kuncinya dibawa nenek tante. Kalau tante mau baju buat tidur, ada kok di lemari satunya lagi, yang gak dikunci. Kalau yang dikunci itu khusus buat baju-baju bagusnya nenek." kata Aluna memberi alasan.

"Ck.Yasudah." Wati kembali ke kamar Amel dan ternyata ia membawa baju ganti miliknya sendiri. Ketika ia kembali keluar kamar dengan mengenakan daster, Aluna sudah selesai makan dan sudah masuk ke kamarnya. Aluna duduk di tepi ranjang menatap kedua sepupunya yang sudah terlelap dengan pose yang sulit digambarkan karena sudah sama sekali tidak ada ruang untuk Aluna tidur.

Wati menghampiri Aluna yang masih diposisinya. "Aluna!" sapa Wati mengejutkan Aluna.

"Iya tante?"

"Tante boleh minta tolong gak sama kamu?"

Aluna menatap tantenya, sebelah alisnya terangkat karena ia merasa bingung mau dimintai tolong apa oleh sang tante.

"Tante lagi butuh uang. Apalagi, uang tante habis untuk ongkos kesini dan juga beli kado buat kakak kamu. Tante boleh pinjam anting kamu dulu gak buat dijual? Nanti kalau uang tante udah keluar, langsung tante ganti." pintanya memelas.

Aluna menyentuh anting di telinga kanannya, matanya terpejam merutuki keteledorannya. 'Aish kampret. Kenapa aku sampai lupa nyimpan anting ini juga? Hhhh matilah aku ini.' kening Aluna mengerut merasa tak rela antingnya akan diambil oleh sang tante.

"Kenapa? Kamu gak mau kasih? Pelit banget sih kamu Aluna." rajuk Wati melipat kedua tangannya di dada.

"Tapi aku takut dimarahi ayah, tante. Nanti ayah gak mau beli aku yang baru lagi kalau alasannya hilang terus." Wati menghela nafas panjang. Memang, selama ini setiap kali ia diam-diam mengambil emas milik Aluna, ia selalu meminta Aluna untuk mengatakan emasnya hilang. Sehingga nenek dan ayahnya selalu memarahinya karena ia tidak bisa menjaga emasnya dengan baik.

Sebenernya, yang selama ini selalu mengambil perhiasan milik Aluna dan nek Siti adalah Wati. Karena wanita ini memiliki semacam ilmu pengasih yang bisa membuat setiap orang yang ia mintai uang atau emas akan memberikannya dengan suka rela. Baru setelah Wati pergi mereka akan merasa menyesal karena telah dibodohi olehnya. Namun, Aris yang memang tidak pernah tau sepak terjang adiknya yang satu ini malah menuduh Nur yang telah mengambil perhiasan nek Siti dan Aluna.

Dalam hati, Aluna merasa bersyukur karena telah menyimpan semua uang dan emas miliknya dan juga milik sang nenek yang tersisa. Sebenarnya, Aluna dulu dibelikan dua buah kalung oleh ayahnya. Namun ia hanya memakai satu dan meminta neneknya menyimpan yang satunya lagi. Sedangkan nek Siti, memang hanya memiliki kalung dan cincin awalnya, namun setiap kali ada uang lebih, beliau menabungnya hingga akhirnya dapat membeli gelang dan cincin baru. Namun nek Siti sengaja menyimpannya saja karena takut kalau Wati melihatnya memakai emas, maka Wati akan kembali meminta emas tersebut.

"Ayolah Aluna. Tante janji gak akan lama kok gantinya. Nanti tante ganti dengan anting yang persis sama seperti ini. Ayo siniin antingnya!" Wati menadahkan tangannya mendesak Aluna untuk segera melepas antingnya untuk kemudian diserahkan pada dirinya.

Dengan berat hati Aluna melepas anting itu dan memberikannya pada sang tante. Hatinya meronta merasa tidak ikhlas, karena ia tau semua yang diucapkan tantenya adalah bualan. Tante Wati tidak akan pernah mengganti anting tersebut. Sama seperti emas-emas Aluna sebelumnya yang telah berhasil ia ambil. Tak ada satupun yang ia ganti sesuai dengan janjinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
shabiraalea [HIATUS]
🥹🥲
sheza
salam kenal autor.
sedih x la novelnya

maaf auotor yang baik hati, kalo bole promosi baca juga donk novel aku judulnya cinta&luka by(Sheza ameera)
🎧✏📖: salam kenal , jika berkenan mampir juga 👋🙏
total 2 replies
Mutiara 123
jadi orang tua kok bego,,pilih kasih yng nyari dwt siapa, yng mkn enak siapa
Hadir kak, bacanya pas lagi makan jadi malah fokus baca gak fokus makan 😂
Mutiara 123
kok papa amel gak hadir harusnya kn jdi wali , lebih di bikin seru papa aluna marah gitu liat anaknya di gituin,,,
Mutiara 123
hla sdh 2 thn kemudian kok si aluna masih ttp kls 5 sd ya thoor,,
Namjoondi: iya kah? Waduhh, makasih ya kak. nnti coba saya revisi lgi
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
baju baru alhamdulillah.. tuk dipakai di hari raya.. 🎶🎶
Namjoondi: fufufufu. Jarang" ini Aluna dpat baju baru loh
total 1 replies
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐
𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐥𝐨𝐡 😭 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐠𝐢𝐧𝐢
Namjoondi: makasih ka udh mampir
total 1 replies
☠️⃝⃟𝑽𝑨𝙊𝙚૨αɳ𝙜𝕻𝖓𝖉𝓐𝔂⃝❥
aku mampir
Namjoondi: makasih kaaa
total 1 replies
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
hallo aris
Namjoondi: Hai kak
total 1 replies
Ig : Author_fanie.liem
pocipan mampir ..
yu slg follow
nanti aku akan masukan kalian ke gc Cmb ya...
yu slg belajar mksh
Namjoondi: makasih kakak
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
rapi.. not bad lah
Namjoondi: Makasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!