Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjerat Gairah Suami Sahabat

Terjerat Gairah Suami Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Ima susanti

Apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Takdirkan yang akan membawa kita ke jalan yang sudah di gariskan.

Lidia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah setelah kejadian malam itu. Niat ingin membantu malah berakhir jadi hal buruk yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.

Mahkota yang ia jaga di renggut paksa oleh Panca suami sahabatnya sendiri. Semenjak itu ia tak bisa lepas dari jeratan Panca. Sekeras apapun ia menolak ia tak bisa mengelak akan pesona panca yang notabene adalah atasannya sendiri.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah sahabatnya akan mengetahui perbuatan buruknya dan bagaimana kisah anatara dirinya dan panca?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Suara azan dari toa mesjid saling sahut bersahutan membangunkan hambanya untuk segera menghadapnya. Lidia dan buk Sum juga sudah bangun dan bersiap hendak sholat subuh berjamaah berdua di rumah karna di luar hujan jadi mereka tidak bisa ke mesjid untuk sholat berjamaah.

Lidia terpaku di atas sajadahnya berdoa kepada sang pemilik agar semua urusannya dilancarkan. Di beri ketabahan dan kelapangan hati menjalani takdir hidup yang sudah di gariskan.

"Kita berangkat sekarang?" ajak buk Sum setelah mereka selesai sholat dan hujan juga sudah reda.

"Tunggu bentar, buk. Aku mau ambil jaket dulu biar ga masuk angin." Lidia membawa dua buah jaket satu untuk dirinya dan satunya lagi untuk buk Sum.

"Makasih, nak." Buk Sum memakai jaket yang Lidia bawakan. Sebelum berangkat buk Sum memastikan rumah sudah terkunci baru berangkat.

Mereka jalan berdua beriringan, jarak dari pasar ke rumah cuma lima belas menit sehingga mereka memutuskan jalan kaki hitung - hitung olah raga pagi.

Lidia nampak begitu bahagia melihat orang lalu lalang menjajakan dagangannya. Ia mengikuti langkah buk Sum hati - hati.

"Kamu mau beli apa?" tanya buk Sum.

"Aku kepengen bikin seblak ceker, buk. Boleh ga?" tanya Lidia yang tengah membayangkan betapa lezatnya makana yang ia inginkan.

"Boleh, tapi ga boleh terlalu pedes ya. Ingat di perutnya ada kehidupan lain. Ibuk ga mau si dedek kenapa - Kenapa nanti."

"Siap, buk." Lidia membeli ceker ayam sedikit dan bumbu untuk membuat seblak. Selesai berbelanja buk Sum membawa Lidia pulang dengan menaiki becak. Awalnya Lidia menolak karna masih ingin berjalan kaki pulang tapi saat melihat belanjaan yang lumayan banyak mau tak mau ia harus mengikuti kemauan buk Sum.

Tak mungkin ia dan buk Sum menenteng belanjaan sebanyak ini. Udara pagi terasa sejuk, Lidia begitu menikmati perjalan pulang. Udara di kampung tak tercemar sepeti di kota. Asap kendaran tak separah di kota tempat tinggalnya dulu. Hanya satu dua kendaraan yang lalu lalang.

Lidia membantu buk Sum memasak hidangan untuk menyambut kepulangan anaknya. Berbagai macam masakan sudah siap terhidang di meja. Baunya sungguh mengugah selera.

"Sebaiknya kamu mandi nak, biar ini ibuk yang beresin." usir buk Sum. Aroma bau asap bercampur keringat tercium di tubuh Lidia. Ia begitu semangat membantu buk Sum. Bahagianya buk Sum adalah bahagia dia juga.

"Tanggung dikit lagi, buk." tolak Lidia sambil terus mengaduk masakan di pengorengan.

"Udah ga apa - apa, ini tinggal di biarin kering ga perlu di aduk lagi." perintah buk Sum tak bisa di bantah. Lidia terpaksa mengikuti apa yang buk Sum perintah.

Guyuran air terasa sejuk saat menyentuh kulitnya yang mulus. Aroma wangi sabun membuatnya betah berlama - lama di kamar mandi.

"Lidia, sudah belum mandinya nak?" teriak buk Sum dari luar pintu kamar mandi. Ia merasa kwatir karna Lidia tak kunjung keluar dari sana, ia takut terjadi sesuatu pada Wanita itu.

"Iya, buk. ini juga udah mau selesai." jawab Lidia buru - buru menyelesaikan ritual mandinya. Setelah berpakain Lidia kembali ke dapur menemui buk Sum yang juga sudah membersihkan tubuhnya.

"Ibuk udah mandi?" tanya wanita itu.

"Sudah tadi di belakang. Ayo duduk sini, kita coba dulu hasil masakan."

"Nanti aja, bu kalau abang udah datang." tolak Lidia.

"Abangmu masih lama, sebaiknya kita isi dulu perut sedikit, kasihan si dedek pasti kelaparan di dalam sana." Buk Sum menyodorkan sepiring nasi lengkap dengan lauknya dan menyerahkan pada Lidia. Lidia tersenyum melihat perhatian buk Sum yang begitu tulus menyayangi dirinya layaknya anak sendiri.

...****************...

Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 💪😘🙏

1
Ari Sawitri
egois kamu Lidya ...pdhal panca sdh mau melamar resmi dg orang tuanya..klu panca mencintai harusnya kamu berani menghadapi apapun bersama .. jangan cemen dan egois kay. kasian Surya
Ima Susanti: msh ada yg ganjal, makanya ragu😔
total 1 replies
Dessy Lisberita
lagian juga kenapa kita yg punya laki malh nyuruh sahabt kan ga beres jadi nya
Ima Susanti: terlalu percaya🤭🤭
total 1 replies
Siti Maimunah
typo bgd byk tulisan yg ...😄😄😄
Ima Susanti: siap kk👍🙏
total 1 replies
Ima Susanti
/Pray//Pray//Pray//Pray/
Intan Datulangi
makin seru👍
Wirly Pena
karya yang bagus thor , semangat 💪

hallo temen2, jangan lupa mampir dan baca " Aku istrimu, bukan babu mu "

terimakasih 🙏
Intan Datulangi
mantap👍
Ima Susanti: /Pray//Pray//Pray//Pray/
total 2 replies
Intan Datulangi
lanjtu👍
Ima Susanti: ngikut🤭😂🤣
total 1 replies
Intan Datulangi
semakin asyk👍💪
Intan Datulangi
lanjut
Ima Susanti: ayo🤭😊
total 1 replies
Handayani Lilis
bagus skli
Ima Susanti: /Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Intan Datulangi
💪👍
Ima Susanti: /Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Intan Datulangi
lanjut👍
Ima Susanti: /Ok//Good/
total 1 replies
Intan Datulangi
mantap,jangan dulu selesai dong ceritanya👍
Ima Susanti: nyari idenya agak sulit kk😊
total 1 replies
Intan Datulangi
senang rasa mereka bertiga bahagia,bilang sama ortunya kembali lagi ke kampung ajak nikah lidyanya
Ima Susanti: memulai hidup baru tentunya😊
total 1 replies
Intan Datulangi
asyk lanjut
Ima Susanti: /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Intan Datulangi
mantap ceritanya 👍
Ima Susanti: /Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Intan Datulangi
lanjut👍
Ima Susanti: siap kk👍
total 1 replies
Intan Datulangi
makin asyk ceritanya👍
Ima Susanti: /Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
total 1 replies
Intan Datulangi
lanjut
Ima Susanti: kasih ide kk😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!