21 +++
Bijaklah memilih bahan bacaan !!!
Novel Sekuel.
Season 1 (Simpanan Om-om)
Season 2 (Obsesi Diruang Cinta)
Season 3 (My Wife Queen Of Evil)
Sinopsis :
Kaisar Juandra Alvino dipaksa menikah dengan Naysila Evangelista Prabowo, sekretaris sekaligus putri sabahat orangtuanya. Karakter Naysila yang culun dan pendiam membuat Kaisar awalnya menolak keras pernikahan itu namun lambat laun dia jatuh cinta kepada istrinya sendiri. Cinta Kaisar benar-benar dalam.
Di tengah keromantisan dan mimpi indah rumah tangga yang Kaisar dan Naysila jalani, perlahan Kaisar mengetahui rahasia besar yang selama ini istrinya sembunyikan. Ternyata istrinya adalah pribadi yang berbanding terbalik dengan karakter yang Kaisar katahui sejak dulu.
"Kenapa kamu membohongiku sayang? aku sangat mencintaimu tapi ternyata cintamu palsu, kau sudah mematahkan hatiku," teriak Kaisar.
"Kamu pernah mengatakan kalau kamu akan mencintaiku sampai akhir tapi nyatanya kamu percaya dengan bukti nyata yang mengecohkan itu, cintamu lah yang palsu!" Naysila berteriak balik.
"Berapa nyawa yang telah kamu renggut dengan tangan itu? tangan yang selalu membuatku tenang setiap malam tapi ternyata tangan itu sering di lumuri darah, kamu bahkan membohongi kami semua!" Kaisar mulai terisak setelah mengingat keromantisan mereka dulu.
"Maafkan aku karena menjadi jahat!" Naysila tidak bisa bicara lebih lanjut. Ada kebenaran yang harus tetap ia sembunyikan dari semua orang. Kebenaran itu lebih penting dari segalanya.
Kisah percintaan penuh misteri dalam rumah tangga Kaisar dan Naysila juga di bumbui dengan kisah cinta Keisha dan Dika serta Azka dan Olivia.
Tokoh Utama :
1. Naysila Evangelista Prabowo (22 tahun)
2. Kaisar Juandra Alvino (27 tahun)
3. Keisha Inadra Prakasa (27 tahun)
4. Mahardika Adriano Putra (28 tahun)
5. Olivia Elliana Pratama (25 tahun)
6. Attarazka Naufan Prabowo (28 tahun)
Ikuti kisah mereka sampai akhir dalam novel ini !!!
Kisah mereka banyak kejutan loh !!!
Jangan lupa like, komentar dan vote sat mampir ya !!! .🤗.
Novel masih dalam tahap revisi.🙏.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita September, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
“Kei, aku dan dia tidak selingkuh, aku sudah beberapa hari ini menghubungimu tapi kamu tidak mengangkat teleponku, aku ingin kita putus, aku bahagia bersama Olivia, aku ingin bersama wanita yang selalu perhatian padaku, tidak seperti kamu yang selalu sibuk dengan karir dan pendidikan mu!” ucap Azka dengan telak.
Bagai di sambar petir, hati Keisha hancur. Dia tidak menyangka kalau sesempit itu pikiran Azka tentang dirinya.
“Kamu lebih memilih dia karena dia lebih perhatian daripada aku?” Keisha tiba-tiba mnitikkan air matanya juga.
“Iya,” tegas Azka. “Aku sudah mengatakan apa yang mau ku katakan, jadi jangan dekati aku lagi,” titah Azka pada Keisha.
“Olivia, aku akan jelaskan semuanya padamu agar kamu tidak salah paham, ayo ikut aku dulu!” Azka menarik tangan Olivia agar pembicaraan mereka tidak di ganggu oleh Keisha. Azka ingin menjelaskan semua pada Olivia.
Tangis Keisha semakin pecah di tinggalkan begitu saja oleh Azka. Bahkan Azka lebih memilih pergi bersama Olivia.
“Kamu tega kak Azka, kenapa begitu mudah kamu mengatakan putus padahal kamu selalu bilang padaku agar aku semangat mengejar cita-citaku, kenapa sekarang malah kamu menyahkan aku dengan segala kesibukanku, aku benci kamu… hiks…” Keisha terduduk.
Flashback Off
Olivia menangis mengingat kisah cintanya. Kisah itu adalah awal tragedi yang menimpa dirinya. Olivia masih ingat saat Azka lebih memilihnya dari pada Keisha. Hal itu menjadi pemicu segala kerumitan enam tahun yang lalu.
“Aku bahkan bingung siapa yang di salahkan dalam kisah kita, apa aku mati saja?” teriak Olivia sambil menangis keras dalam kamar mandi.
Matahari pagi di Bali lebih dulu tampak dari kota-kota lain. Kaisar sudah lebih dulu bangun tapi dia malas beranjak dari tempat tidur. Dia masih betah memeluk sambil memandangi wajah cantik Naysila. Dia tidak tau kalau wanita yang dia pandang sekarang adalah Ariella. Cinta pertamanya yang sempat membuat dia stress dulu. Dia pikir tidak bisa jatuh cinta lagi setelah Ariella sekaligus anak dalam kandungannya pergi.
Kaisar melihat pelupuk mata Naysila perlahan terbuka.
“Kamu sudah bangun sayang?” ucap Kaisar dengan lembut. Saat membuka matanya, orang pertama yang Naysila lihat adalah Kaisar. Sama seperti enam tahun yang lalu. Naysila membalas senyuman Kaisar.
Cup
Kaisar mencium singkat bibir Naysila.
“Morning kiss honey,” ucap Kaisar lagi. Pipi Naysila bersemu merah. Kaisar gemas melihat pipi merah Naysila. Dia bahkan semakin mengeratkan pelukannya.
“Kai, aku tidak bisa bernafas, jangan terlalu kencang meluknya,” lirih Naysila. Kaisar mengerti, dia langsung melonggarkan pelukannya.
“Sayang, ayo kita mandi bersama,” ajak Kaisar.
Naysila teringat kejadian dulu. Dia tidak mau mandi bersama Kaisar karena jika dia sampai masuk kamar mandi bersama Kaisar, pasti Kaisar kembali menerkamnya.
“Tidak mau, kamu saja mandi duluan!” jawab Naysila.
Lagi-lagi Kaisar tersenyum.
“Kalau dia menolakku begini, dia semakin mirip saja dengan Ariella, tidak papa kan aku jatuh cinta padanya hanya karena melihat diri Ariella di dalam dirinya?” batin Kaisar.
“Tidak mau, aku hanya mau mandi denganmu,” tanpa aba-aba Kaisar langsung menggendong Naysila ke kamar mandi.
“Tidak mau! turunkan aku!” Naysila meronta. Kaisar semakin terkekeh. Tawa kecil Kaisar tidak pudar sejak tadi. Pagi yang indah pikir Kaisar.
“Tidak akan sayang!” Kaisar mendudukan Naysila dalam bathub. Dia mengiri air air dalam bathub. Setelah air terisi penuh, Kaisar juga ikut masuk ke dalam.
“Sini aku mandikan kamu!” ucap Kaisar.
“Tidak mau, aku mau bersuci dan hanya bisa mandi sendiri,” jawab Naysila lagi.
Kaisar kembali tersenyum jail.
“Bersucinya nanti saja! karena setelah ini kita juga kembali melakukan itu!” ternyata apa yang Naysila kwatirkan terjadi.
Kaisar kembali mengerayangi tubuh indah Naysila. Sambil berada didalam air bathub yang hangat, Kaisar kembali menerkam Naysila. Naysila tidak punya tenaga untuk melawan Kaisar. Dia hanya pasrah. Lagipula Naysila sudah terbiasa dengan perlakukan Kaisar yang seperti itu.
Setelah setengah jam lebih Kaisar menerkamnya dalam bathub akhirnya Kaisar puas.
“Dasar hewan buas!” runtuk Naysila pada Kaisar dengan lirih. Naysila sedang duduk di atas tempat tidur, pinggangnya sakit, bahkan area intinya juga sakit. Lututnya bahkan masih lemas. dia baru saja selesai mandi. Dia tengah menunggu Kaisar selesai berganti pakaian di ruang ganti pakaian. Kaisar jugalah yang nanti akan menggantikan pakaian Naysila.
“Gara-gara dia aku tidak bisa berjalan, dia tidak pernah berubah,” wajah Naysila semasih masam. Dia masih duduk dengan lilitan handuk.
“Kak Olivia?” Naysila baru ingat, sudah beberapa hari ini dia tidak memantau Olivia.
“Mudah-mudahan kak Olivia baik-baik saja, jangan sampai dia ingin bunuh diri lagi!” untung ponsel Naysila ada di atas nangkas, jadi Naysila tidak perlu bersusah payah untuk mengambilnya.