Indonesia
NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Kusam, Kini Aku Jadi Ratu Kemewahan

Dibuang Saat Kusam, Kini Aku Jadi Ratu Kemewahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

"Wanita yang dulu kau buang seperti sampah, kini menjadi Ratu yang tak sanggup kau beli!"
Demi Fandi, Maya rela melepas statusnya sebagai supermodel ternama dan menjadi ibu rumah tangga biasa. Namun, pengorbanannya dibalas penghinaan. Begitu penampilannya tak lagi segar, Fandi menceraikannya demi wanita lain dan mengusirnya tanpa membawa apa pun.
Fandi mengira hidup Maya sudah hancur. Namun, ia salah besar.
Di balik kehancurannya, Maya bangkit merintis kembali kerajaannya. Ketika Maya berdiri di puncak kejayaan sebagai wanita paling berpengaruh, Fandi merangkak dalam penyesalan yang tak bertepi.
Sayangnya... Ratu yang dulu disia-siakannya kini melayang terlalu tinggi untuk kembali.

bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. DSKKR

Lampu utama ballroom perlahan meredup. Alunan musik instrumental etnik modern mulai mengalun lembut, mengisi setiap sudut ruangan yang dipenuhi ribuan mata pengamat fashion terkemuka, kritikus ternama, hingga deretan pengusaha kaya.

Di balik panggung, Maya berdiri menatap para modelnya yang sudah siap di barisan catwalk. Dia mengenakan gaun malam berpotongan tajam warna champagne yang melekat sempurna di tubuhnya. Tubuhnya yang ramping dan kencang, dipadu kulit mulus yang kian cerah, memancarkan aura supermodel internasional yang matang dan berwibawa.

"Tiga detik lagi, Maya," bisik Arch seraya melangkah ke sampingnya. Pria itu tampil amat gagah dalam balutan setelan jas hitam elegan.

Maya mengangguk pelan. Tidak ada rasa gugup di matanya, hanya ada ketenangan seorang wanita yang tahu pasti ke mana arah tujuannya. "Mari kita tunjukkan, Mas Arch."

Ketika tirai utama terbuka, para model mulai melangkah anggun menyusuri runway. Lini 'MAYA' menyajikan gabungan desain yang berani namun tetap memancarkan keanggunan seorang wanita berdaya. Setiap potongan busana memperlihatkan ketelitian, rasa percaya diri, dan keindahan tanpa batas.

Tepuk tangan riuh bertubi-tubi membahana di seluruh ruangan begitu model terakhir menyelesaikan langkahnya. Sang pembawa acara dengan suara lantang memanggil sang perancang utama.

"Dan inilah sang maestro di balik keajaiban malam ini... Maya Kartika!"

Maya melangkah keluar dari balik panggung. Lampu kilat kamera memancar bagai ribuan bintang yang menyambut kehadirannya. Senyumnya mengembang anggun dan dingin, menatap lurus ke arah para penonton yang berdiri memberikan *standing ovation*. Arch menyusul di sampingnya, memberikan penghormatan penuh rasa bangga.

Malam itu, Bali menjadi saksi bisu lahirnya sebuah nama besar yang baru. Maya bukan lagi sekadar mantan model yang dicampakkan, melainkan ikon fashion independen yang tak tersentuh.

"Wah.. gilaa.. ini kalau ku pakai itu cakep banget pasti" Ucap penonton runway.

"Uhh.. pasti.. aku lihat di jakarta katanya laris tau.. yuk ah.. bagus bangett.. takut habis"

Selepas kesuksesan runway mode di bali. Semua tim sukses kini mengadakan jamuan makan malam nanti di hotel bintang lima.

Sedang berbincang dengan tim, Dering ponsel maya terdengar sangat nyaring di tas maya yang di pegang asisten nya.

"Bu.. Ada telpon kayaknya." Ucap Asisten nya maya.

"Keluarkan coba lihat siapa yang telpon, angkat saja" Jawab maya sembari lanjut mengobrol dengan tim lain.

"Bu ini, tidak tau siapa" Ucap Asisten itu lalu menyerahkan ponsel maya pada maya sendiri.

"Loh, nomer tak dikenal, halo.. siapa ini?"

"May.. ini aku may.." Ucap suara laki-laki yang dia kenal.

"Kamu! Untuk apa sih telpon-telpon segala."

"May too.." Sebelum orang itu berbicara ponsel itu maya akhiri dan blokir.

"Indah.. nanti kalau ada nomer tak dikenal seperti tadi jangan di angkat ya." Ucap maya lalu menyerahkan ponselnya kembali pada asisten nya.

"Baik bu.."

Selepas semua acara, maya terbaring di kamar hotel nya lalu teringat dan kesal atas telpon dari fandi.

"Kayaknya aku harus ganti nomer deh.. enggak mau lagi aku di ganggu oleh nya lagi." Gumam maya menatap langit kamar hotel nya yang mewah.

***

Sedangkan yang terjadi di rumah tinggal Fandi dan keluarga, Rupa nya Fandi menelpon maya setelah di desak oleh ibu dan adiknya, apalagi ketika mereka melihat maya yang sekarang bak selebriti papan atas di telivisi tabung yang masih menyala di rumah kosong itu.

"Gimana ndi?" Tanya Ibu Ratna setelah melihat anaknya berbicara namun terhenti.

"Di tutup bu.." Jawab Fandi.

"Coba lagi lah.. maya pasti iba ndi.." Desak ibunya.

Fandi pun menurut lalu lagi-lagi kecewa yang dia dapat. "Engga tersambung bu" Ucap Fandi.

"Ya elah mas.. jelas itu orang udah sombong nya minta ampun.. kemarin aku aja ke mall ketemu kirana, tuntut ganti rugi baju pr*da ku kena noda aja engga dikasih. Pelit banget." Ucap intan nyerocos.

"Kamu ke mall ntan? Duit dari mana kamu?" Tanya Ibu.

"Intan.. intan di traktir kok bu.. Di traktir sama lia. Ibu kan tau lia anak orang kaya" Jawab intan.

"Kamu bilang kamu ketemu kirana? Lalu kamu gimana setelah ketemu kirana?" Tanya ibu lagi.

"Ya tambah lucu, cantik. Emang udah jadi nona muda kan. Mana sekarang pake babysitter lagi. Tapi pelit nya luar biasa. Cuih" Ucap Intan.

"Ya ampun.. ibu kok kangen cucu ya.." Ucap Ibu lagi.

"Sudah lah bu.. engga usah menyesal. Kan dulu ibu juga engga pernah gendong kirana" Ucap Fandi.

Mendengar perkataan itu, ibu ratna terdiam, "Tapi dia tetep cucu ibu ndi, ibu juga berhak ketemu dia dan berhak dia itu buat kasih ibu rejeki." Ucap Ibu Ratna tidak mau kalah.

"Ma.. mama engga ingat? Dulu maya sering ibu marahi dan hina. Sering ada Kirana juga di samping nya, pasti sekarang dia udah takut sama ibu. Dengan ku saja dia berani, apalagi dengan ibu." Seru Fandi kesal.

"Loh engga ada salah nya lah ndi. Gimana sih. Kita itu masih satu darah."

"Aaahh.. pusing kepala fandi bu. Udah.. ibu intropeksi diri aja deh.."

"Eh bang.. bang.. daripada pusing kita engga ada uang, mending abang daftar pinjam pinjol aja bang.." Ucap Intan enteng.

"Pinjol? Kamu bilang pinjol? Mas aja masih punya banyak utang ntan" Ucap Fandi.

"Mas.. utang mas di bank kan pasti udah lunas juga kan karena semua aset mas udah di sita kan? Mas pake pinjol yang engga pake data aja mas, biar cepat acc. Biar kita di sini ada stok bahan makanan mas.. ini intan juga daftar buat tambah-tambah. Gimana mas? Daripada mas luntang-lantung. Ibu juga bu daftar biar nanti uang kita kumpulin. Jadi kita engga khawatir lagi soal makanan bu, mas.."

"Gila kamu ntan! Engga mau lah.." Ucap Fandi pada intan.

"Mas.. percaya sama intan.. pinjol yang engga terdaftar di itu apa namanya tuh engga buat kita ke daftar di catatan bank enggak mas.. plis.. ini sementara kok, setelah uang cair kita buang nomer kita aja.." Ucap Intan memaksa.

"Ya sudah ntan, ini hp ibu, kamu urus data nya aja.. ibu tiap hari nahan laper ndi.. intan kasih ide gini juga buat kita juga." Ucap Ibu Ratna pada Fandi.

Fandi perlahan luluh dan mengikuti rencana adiknya itu. Lalu dalam 3 hp, mereka pun memperoleh lebih dari 20 juta.

"Wahh... Kan... Udah di transfer nih mas.. wah..mas dapat 13 juta... Lumayan kan mas? Ini bisa beli di*r deh eh maksud nya bisa buat beli keperluan kita. Dan sekalian beli perabot juga kan bu?"

"Iya ntan, ide kamu brilian juga" Sambung ibu.

"Ya sudah, bu,.. fandi mau lanjut cari kerja dulu.." Ucap Fandi yang tidak terlalu senang akan hal itu.

"Kan kita udah dapat uang ndi.. besok aja.,. Sekarang kita beli kebutuhan kita dulu" Ucap Ibu Ratna.

"Ya sudah.. beli aja. Fandi cuma engga bisa terus nganggur bu.."

"Ya udah mas,. Tranfer itu tadi ke rekening ku ya.." Sahut intan.

Fandi pun menuruti perkataan adiknya lalu mentransfer uang hasil pinjam pinjol tadi ke adik nya.

"Kok cuma setengah mas?"

"Itu saja dulu jangan boros-boros.." ucap Fandi lalu dia pun pergi meninggalkan adik dan ibunya yang masih senang karena mendapat uang dadakan.

~Bersambung~

1
Heny
Sdh pergi baru nyesal
Heny
Sudah sukses lupa daratan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!