Indonesia
NovelToon NovelToon
Switch Body, Yuk Nikah!

Switch Body, Yuk Nikah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Nikahmuda / Komedi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Apa jadinya kalau dua orang yang bahkan tidak saling menyukai tiba-tiba terbangun dalam tubuh masing-masing?

Itulah yang dialami Daffa dan Dinda setelah sebuah kejadian aneh membuat roh mereka tertukar. Kekacauan pun dimulai. Daffa harus menjalani kehidupan sebagai perempuan, sementara Dinda terpaksa menghadapi dunia sebagai laki-laki.

Awalnya mereka berusaha menjalani situasi yang rumit itu. Namun semakin lama, mereka justru menemukan sisi lain satu sama lain yang selama ini tidak pernah terlihat.

Masalahnya, pertukaran roh itu ternyata memiliki satu syarat aneh untuk bisa berakhir. Mereka harus menikah!

Antara kekacauan, pertengkaran, dan perasaan yang perlahan tumbuh, mungkinkah pernikahan yang awalnya hanya sebuah solusi berubah menjadi kisah cinta sungguhan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Daffa Cool Is Back

BAB 30

Daffa Cool Is Back

Daffa menapaki jalan di kampusnya dengan wajah datar tanpa mempedulikan pandangan sekitar yang memandangi dirinya. Ada yang melambaikan tangan sambil memanggil dirinya, ada juga yang tersenyum manis padanya. Namun tidak satupun yang direspon oleh Daffa sehingga wajah-wajah yang tadinya sumringah dan bahagia berangsur memudar berubah menjadi kesal.

Daffa memutuskan main ke kampus setelah mengantar Dinda ke sekolah. Ia tidak mungkin kembali ke rumah, karena orang tuanya tidak mengetahui ia sedang mengambil cuti kuliah.

Ia memutuskan duduk di taman kampus untuk menikmati suasana kampus. Walau terkadang ada lirikan-lirikan kanan kiri yang selalu kagum akan wajah dan penampilan, namun tetap saja tidak merubah seorang Daffa yang sudah kembali pada jari dirinya sendiri.

Hingga perkuliahan hari itu berakhir pada pukul setengah 12 siang. Daffa pun bersiap untuk segera meninggalkan kampusnya untuk menjemput Dinda yang pulang pukul 13.30.

Memang waktu pulang Dinda masih lama. Namun Daffa berencana untuk menunggu Dinda di sebuah Warkop yang tidak jauh dari sekolah Dinda.

"Daff! Ngapain disini? Kangen gue ya?"

Evan menghampiri Daffa begitu melihat sosok laki-laki itu dari kejauhan.

"Woi, Bro. Kelihatan aja gue disini."

"Iya lah. Nyari lu mah gampang. Noh, lihat kanan kiri kasak kusuk semua lihatin lu."

Daffa terkekeh.

"Gue mau cabut dulu."

"Buru-buru amat?!" Evan mengejar langkah Daffa dan berjalan beriringan dengan sahabatnya itu. "Kita dah lama nih, nggak nongkrong bareng. Sombong lu, semenjak punya gebetan."

Langkah kaki Daffa terhenti sejenak. Rasa-rasanya ia tidak pernah cerita soal Dinda kepada siapapun, sehingga tidak ada yang tahu hubungannya dengan Dinda kecuali kedua keluarga yang sepakat menikahkan mereka.

"Lu tahu dari mana?"

Daffa mencoba memancing.

"Yah, dia sendiri yang bilang malah lupa."

Daffa mengerutkan keningnya. Ia mulai berpikir sejenak, sepertinya Dinda telah berkata sesuatu yang sangat penting tapi tidak memberitahukan kepada dirinya.

Dalam hati Daffa tersenyum. Ia tidak menyangka diam-diam Bocilnya bertindak tanpa ia duga.

"Karena itu gue mau cepet balik jemput dia. Dia kalau ngambek, singa juga kalah galaknya dari dia."

"Buset, galak amat! Tp cocok sih, lu yang modelan begini emang harus di galakin."

"Sotoy lu. Dah ah, gue cabut!"

"Daff?! Daffa...?!"

Begitu berpamitan dengan Evan, dari jauh Tiwi berteriak memanggil Daffa. Bukannya menghentikan langkahnya, Daffa malah hanya melirik sekilas dan mengangkat tangannya tinggi sebagai ucapan pamit dari jauhnya kepada Tiwi.

Tiwi kesal dan cemberut begitu dirinya sampai di dekat Evan. Hanya punggung Daffa yang mulai menjauh dengan motor gedenya yang dapat di lihat Tiwi untuk meredam rasanya kepada Daffa.

Evan melirik Tiwi yang berada di sampingnya. Dalam hatinya ia sangat berterima kasih pada Daffa, karena sampai detik ini sahabatnya itu masih menjaga hubungan baik mereka.

"Udah kelar mata kuliah hari ini?" Tanya Evan pada Tiwi yang masih berada di sampingnya.

Tiwi menoleh ke arah Evan dengan wajah yang masih di tekuk seribu.

"Makan bakso yuk?! Gue laper."

Evan tersenyum.

"Ya sudah, yuk ..."

Evan dan Tiwi pun berjalan menuju parkiran dimana motor Evan berada. Mereka pun berboncengan dan pergi menuju tempat biasa mereka menikmati menu jajanan yang di sukai berjuta-juta umat itu.

***

Di depan gerbang sekolah, Dinda berdiri sambil sesekali melirik ke arah jalan. Ia sedang menunggu Daffa datang menjemputnya.

Tetapi ternyata bukan hanya Dinda yang menunggu. Beberapa siswi terlihat sengaja berlama-lama di sekitar gerbang. Ada yang berdiri sambil memainkan ponsel, ada yang pura-pura mengobrol dengan temannya, bahkan beberapa di antaranya berkali-kali melirik ke arah jalan seolah sedang menunggu seseorang.

Dan orang yang mereka tunggu tentu saja Daffa. Sejak beberapa waktu terakhir, kehadiran Daffa di sekolah itu memang selalu berhasil menarik perhatian. Penampilannya yang tinggi, wajah tampan, rambut sedikit berantakan yang justru membuatnya terlihat semakin menarik, ditambah sikapnya yang cuek dan jarang memperhatikan orang lain, membuat rasa penasaran para siswi semakin besar.

Mereka ingin melihatnya lagi. Bahkan ada yang sengaja menunggu hanya untuk memastikan seperti apa sebenarnya lelaki yang beberapa hari ini menjadi bahan pembicaraan di antara mereka.

Dinda yang menyadari hal itu hanya bisa menghela napas pelan.

"Heran," gumamnya.

Ia sebenarnya sudah terbiasa melihat Daffa menjadi pusat perhatian. Selama beberapa bulan bertukar tubuh, ia sudah tahu betul bagaimana rasanya diperhatikan para gadis seperti saat di kampus.

Namun, melihat mereka berkumpul hanya karena menunggu Daffa tetap saja membuat Dinda merasa sedikit kesal.

"Emang nggak ada kerjaan lain apa?"

Dinda kembali melirik jam di ponselnya. Daffa belum juga kelihatan. Sementara itu, jumlah siswi di sekitar gerbang justru semakin bertambah. Beberapa bahkan mulai berbisik ketika melihat sebuah motor yang melaju dari kejauhan.

"Itu dia?"

"Kayaknya iya."

"Eh, bener! Itu cowok ganteng itu!"

Seketika beberapa kepala menoleh bersamaan. Dinda ikut mengangkat wajah.

Dari kejauhan, Daffa terlihat mengendarai motornya dengan santai. Seperti biasa, lelaki itu sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan pada tatapan orang-orang yang mengarah kepadanya.

Begitu motor semakin dekat, beberapa siswi langsung tersenyum dan merapikan rambut mereka.

Dinda hanya memutar bola matanya, jengah.

"Mulai lagi..." gerutunya.

Daffa berhenti tepat di depan Dinda.

"Sorry Cil, lama. Tadi dijalan ada kecelakaan, jadi bikin macet."

Daffa memberikan helm kepada Dinda.

"Lain kali kalau Abang mau jemput, jangan pakai motor ini."

"Kenapa?"

Abang jadi pusat perhatian, dan gue nggak suka.

"Aku kan pakai rok Bang, jadi susah naikinnya."

"Dalemnya nggak pake celana pendek Cil?"

"Pake. Tetap aja susah."

Nurut aja kenapa sih, Bang?!

"Ya udah. Besok pakai mobil aja ya?"

Duh, makin menjadi nanti itu cewek-cewek.

"Nggak usah. Pakai motor aku aja."

Dinda segera naik ke motor gede milik Daffa. Kali ini ia sengaja melingkarkan ke dua tanyanya di perut Daffa. Selain karena takut terjatuh, Dinda ternyata memiliki tujuan lain. Ia ingin menunjukkan kepada siapa pun yang melihat mereka bahwa Daffa sudah punya seseorang

Entah kenapa, Dinda mulai merasa terganggu mengetahui para siswi itu mengincar Daffa. Jadi, kalau satu pelukan bisa membuat para gadis itu berhenti heboh setiap kali melihat Daffa, kenapa tidak?

Ia bahkan sengaja merapatkan tubuhnya sedikit, lalu menahan senyum ketika menyadari beberapa pasang mata yang sejak tadi memperhatikan mereka mulai menunjukkan wajah kecewa.

Dalam hati, Dinda merasa puas.

Biar tahu. Jangan ganggu Daffa lagi!

Namun tanpa Dinda sadari, pelukan itu justru membuat Daffa terdiam sesaat. Lelaki itu menunduk sedikit, memperhatikan tangan Dinda yang melingkar erat di pinggangnya.

Tumben.

Daffa tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi dia bisa menebak apa yang ada di pikiran Dinda saat ini.

Daffa tersenyum tipis. Kemudian menyalakan motornya.

"Pegangan yang benar, Cil," ucapnya singkat.

Dinda mendengus pelan.

"Memangnya gue nggak pegangan?"

"Pegangannya belum erat."

Dinda meremas setiap sisi jaket yang di gunakan Daffa."

"Udah."

"Salah, bukan gitu caranya."

"Ih, gimana?"

Daffa menarik ke duanya tangan Dinda hingga keduanya saling bertemu dan berpegangan satu sama lain.

"Gini yang bener."

Daffa melirik sekilas dari kaca spion. Meski terlihat sedikit kesal, namun Dinda juga tampak canggung dan malu-malu.

Sementara itu, beberapa gadis yang masih berdiri di dekat gerbang hanya bisa memandangi mereka dengan tatapan kecewa sebelum satu per satu mulai bubar.

*

*

*

Bersambung...

Jangan lupa like dan komen ya, terima kasih 🙏😊

1
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
kasur atas kan maksudnya
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ck.. keluar aja langsung sii
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
awas aja nyosor duluan cil
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ciee ditinggal nikah
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
beruntung bngt km Din dptn Daffa yang cinta nya tulus.
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
Alhamdulillah akhirnya kalian menikah juga
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
dinda udah takut bakal di unboxing duluan ya wkwkwk
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
obrolan kakak dan adik tentang calon mantu 🤣😭
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
kuras semua dompet daffa din 🤣
eh tapi daffa kan belum kerja dan berpenghasilan yakan
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
wah bakal dikasih hadiah apa nih, dinda sama daffa 🤔
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
cap aja di daffa din 🤣🤣🤣🤣 cap kepemilikan, kasih stempel di jidatnya wkwkwk
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
daffa kek ngemong bocil ya 🤣 pantes dia manggilnya cil
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
berasa dikawal sama bodyguard ya Din.wkwkwk
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
garela kan
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ya kali dinda yg pegang
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
kirain mau dirga yg bayarin
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
cocok nih.. calon ipar
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
janji harus ditepati yaa Daffa 🤭
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
sebebas itukah masuk rumah org,, biasanya kan mengucapkan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dulu
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
pasti seneng lah karena skrg kau lulus belajar nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!