Indonesia
NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Penyelamat
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Arif Wicaksono, pewaris ilmu medis kuno dan ketua organisasi rahasia Biro Akasa, turun gunung hanya untuk dihina dan ditolak mentah-mentah saat menagih janji perjodohan dari Keluarga Baskoro. Namun, nasib justru membawanya bertunangan dengan Shinta Liem, gadis bawel berenergi Yin murni penawar racun di tubuhnya, sekaligus memulai perjalanannya membuat orang-orang sombong yang meremehkannya berlutut menangis darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Berita pagi di televisi ruang tengah Keluarga Liem menyala menyiarkan kabar yang menggemparkan seluruh penjuru ibu kota.

Pembawa acara berita melaporkan kehancuran Grup Kusuma yang terjadi hanya dalam waktu satu malam.

Perusahaan properti raksasa itu tiba-tiba digerebek oleh pihak berwajib atas tuduhan korupsi besar-besaran dan pencucian uang mafia.

Bahkan Hermawan Kusuma dan putranya Reyhan dilaporkan sudah ditahan di sel isolasi tingkat tinggi tanpa hak jaminan.

Surya Liem yang sedang meminum teh paginya nyaris tersedak melihat rentetan berita mengerikan tersebut.

Uhuk. Uhuk.

Pria paruh baya itu meletakkan cangkirnya dengan tangan yang sedikit bergetar.

"Ini pasti ulah Tuan Arif semalam," gumam Surya Liem merinding membayangkan kekuatan pemuda itu.

"Menghancurkan keluarga konglomerat yang punya banyak koneksi pejabat dalam semalam bukanlah hal yang bisa dilakukan sembarang orang."

Nana berjalan menghampiri ayahnya membawa tablet berisi laporan bisnis terbaru.

"Ayah benar, saham Grup Kusuma langsung anjlok ke titik nol dan aset mereka disita negara pagi ini," lapor Nana takjub.

"Tuan Arif bukan sekadar tabib sakti, dia sepertinya memiliki pasukan dan jaringan intelijen yang sangat mengerikan."

Surya Liem menganggukkan kepalanya dengan tatapan penuh rasa hormat yang mendalam.

"Kita harus memastikan Keluarga Liem selalu berada di pihaknya Nana, jangan sampai kita membuat kesalahan sekecil apa pun."

"Nyawa Ayah dan masa depan keluarga kita sangat bergantung padanya sekarang," tegas Surya Liem.

Sementara itu di lantai dua kediaman mewah tersebut, suasana terasa jauh lebih tenang dan damai.

Arif baru saja selesai mandi dan sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil.

Tok. Tok. Tok.

Suara ketukan pelan terdengar dari balik pintu kamarnya.

"Masuk saja, pintunya tidak dikunci," ucap Arif sambil memakai kaus hitam santainya.

Cklek.

Pintu terbuka dan menampilkan sosok Shinta yang berjalan masuk membawa nampan berisi sarapan pagi.

Gadis itu memakai kemeja kebesaran berwarna putih dan rambutnya diikat asal-asalan.

Wajahnya masih terlihat sedikit pucat menyisakan trauma akibat kejadian penculikan kemarin sore.

"Kau membawakanku sarapan Nona cerewet? Tumben sekali repot-repot," goda Arif tersenyum melihat kedatangan gadis itu.

Shinta tidak membalas godaan itu dengan omelan judes seperti biasanya.

Dia berjalan pelan dan meletakkan nampan itu di atas meja kecil di sudut kamar.

Lalu tanpa diduga, Shinta langsung duduk di tepi kasur dan memeluk lengan kiri Arif dengan sangat erat.

Grep.

Gadis itu menenggelamkan wajahnya di bahu Arif seolah mencari tempat berlindung yang paling aman di dunia.

Arif sedikit terkejut dengan tindakan tiba-tiba itu, tapi dia tidak menepisnya.

"Ada apa? Kau mimpi buruk semalam?" tanya Arif dengan nada suara yang jauh lebih lembut dari biasanya.

Shinta menganggukkan kepalanya pelan di bahu pemuda itu.

"Aku masih takut udik... semalam rasanya aku hampir mati dibunuh oleh preman-preman itu," ucap Shinta dengan suara bergetar.

"Setiap kali aku menutup mata, aku selalu melihat wajah menyeramkan Reyhan dan ayahnya."

Arif menghela nafas panjang dan membalas pelukan itu dengan mengelus puncak kepala Shinta pelan.

"Mereka sudah membusuk di penjara sekarang, kau tidak perlu memikirkan sampah-sampah itu lagi," ucap Arif menenangkan.

"Aku kan sudah bilang, selama ada aku, tidak akan ada yang bisa menyentuhmu."

Zras.

Aliran energi Yin yang sangat sejuk mengalir dari sentuhan Shinta menetralkan hawa hangat di tubuh Arif.

Tubuh Arif selalu bereaksi seperti itu, secara otomatis menyerap energi murni gadis ini setiap kali mereka bersentuhan.

Shinta memejamkan matanya menikmati usapan lembut di kepalanya, rasa takutnya perlahan-lahan mulai memudar.

Bau aroma sabun mandi dari tubuh Arif entah kenapa membuat perasaannya menjadi sangat tenang.

"Terima kasih udik... kau sudah menyelamatkanku dari neraka itu," gumam Shinta sangat pelan.

"Sama-sama Nona cerewet, tapi kau tahu kan pelukan seperti ini tidak bisa terus-terusan mengobati racunku secara permanen?" goda Arif memecah suasana haru.

Mendengar hal itu, Shinta langsung mengangkat wajahnya dan menatap Arif dengan kening berkerut.

"Maksudmu Racun Api itu masih bisa meledak kapan saja kalau aku tidak di dekatmu?" tanya Shinta cemas.

Arif mengangguk pelan dan menatap lekat-lekat mata gadis cantik di pelukannya itu.

"Racun ini sudah mengakar di meridian utamaku, kontak fisik ringan hanya menidurkannya sementara."

"Untuk menyingkirkannya sampai ke akar, aku harus melakukan penyatuan energi utuh dengan wanita berenergi Yin murni."

Wajah Shinta langsung merona merah padam hingga ke daun telinganya mengingat obrolan mereka waktu itu.

Penyatuan energi utuh adalah bahasa halus dari hubungan suami istri yang sah.

"M-maksudmu... kita harus benar-benar menikah dan... melakukan itu?" tanya Shinta terbata-bata karena gugup luar biasa.

"Tentu saja, memangnya kau siap menjadi istriku seutuhnya?" goda Arif semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Shinta.

Jarak wajah mereka sekarang sangat dekat hingga Shinta bisa merasakan hembusan nafas Arif di pipinya.

Jantung gadis tsundere itu berdegup sangat kencang seperti mau meledak.

"A-aku... aku belum siap menikah sekarang! Aku kan masih kuliah!" bantah Shinta memalingkan wajahnya yang memerah.

Namun anehnya, pelukan kedua tangannya di lengan Arif malah semakin erat.

Arif tertawa kecil melihat tingkah laku gadis yang mulut dan tubuhnya tidak pernah sinkron ini.

"Tidak usah buru-buru, aku juga tidak mau memaksamu melakukan hal itu kalau kau tidak rela," ucap Arif santai.

"Untuk sekarang, jadilah guling hidupku saja setiap kali dadaku terasa panas."

"Enak saja kau memanggilku guling hidup! Memangnya aku ini barang pelukanmu apa?!" omel Shinta refleks memukul dada Arif pelan.

Pluk.

Pukulan itu sama sekali tidak terasa sakit, malah terasa seperti tepukan manja dari seekor anak kucing.

1
Was pray
Shinta itu tipe wanita keras kepala tapi ceroboh dan agak lambat berpikir
Was pray
pemimpin naga hitam jenis biji-bijian kah Thor?
Was pray
gak apa2 Shinta.. anggap aja rekreasi ke pelabuhan tanjung Priok , kamu kan wanita hebat yg gak butuh nasehat orang lain.. 🤭
Was pray
emang Arif dan Shinta kuliahnya di rumah sakit? waduh .. ambil fakultas apaan Arif nanti?
Was pray
kenapa bos preman kalau gak plontos ya botak? gak ada yg ganteng kah si bos preman Thor? 🤭🤭
Was pray
cek cek.... 👎 MC nya kuat sih... tapi mulutnya perlu dipemak ulang
Was pray
kurang didikan Budi pekerti kah Arif?
kayra lubna
Cerita yang sangat unik,ada percintaan,pengobatan,seni bela diri,sangat memuaskan hati untuk dibaca...mantaaaap👍
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!