Judul sebelumnya 'Sahabatku, Duri Pernikahanku'
Apa wanita ditakdirkan untuk menangis? Apa wanita tidak memiliki kebahagiaan?
Wanita ingin merasa bahagia. Baik istri pertama atau kedua.
Hal apakah yang harus ditangisi oleh wanita? Hal apa yang istimewa?
inilah kisah
Air mata berharga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fatmass, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 30
Mahardika pun melajukan mobilnya dan menuju ke suatu tempat yang merupakan tempat dimana ia sering mencurahkan isi hatinya. Danau dengan air yang sangat jernih dan menenangkan.
Diikuti alunan angin yang berhembus menambah kesah tenang. Tidak banyak orang karena tempatnya di tutup oleh Mahardika.
"Kenapa kita kesini?" Tanya Bella.
"Agar lebih tenang!" Seru Mahardika.
Bella memejamkan matanya. Dirinya dan juga Dhani pernah berjanji jika anaknya telah lahir maka dia akan mengajak Bella dan anaknya pergi ke danau. Namun semua sirna berkeping keping. Dhani yang selingkuh dan anaknya sudah tiada dalam hitungan detik
Bella menangis. Hanya itu yang bisa ia lakukan. Menangis mengingat bayi yang dikandungnya di dalam perutnya. 9 bulan waktu yang cukup lama sampai pada akhirnya Bella berjuang setengah mati agar anaknya bisa bernafas di dunia.
"Aku ingin Adit!" Lirih Bella.
Mahardika menoleh ke arah Bella yang tengah menunduk.Dirinya tau bagaimana hati seorang perempuan saat anaknya tiada. Mahardika pun mengelus puncak rambut Bella dan mengajak Bella turun.
"Teriak lah Bel, Curahkan isi hatimu pada yang kuasa!" Ucap Mahardika.
Bella mengusap air matanya dan menatap lurus ke arah danau. Sungguh berat hari ini untuknya.
"Kenapa? Kenapa harus aku yang mendapatkan semua ini. Aku tidak pernah sekalipun menginginkan hal ini. Aku mencintai suamiku setulus hati. Tapi dia dengan ketulusan hatinya mengkhianati ku dan lebih parahnya kenapa harus sahabatku sendiri? Apa aku kurang baik hati dengannya Hiks hiks!" Teriak Bella.
"Aku tau ini ujian untukku dan suamiku. Tapi suamiku hatinya tidak kuat iman. Aku yang harus jadi korban dan juga anakku. Jika suamiku selingkuh aku bisa ikhlas. Aku akan mencoba melupakannya tapi kenapa anakku juga harus tiada kenapa juga harus meninggalkanku? Apa salah Adit! Hiks aku benci hidupku AAAA!!!" Teriak Bella yang mendudukkan tubuhnya di pasir.
Mahardika masih diam menatap Bella yang sedang mencurahkan hatinya. Namun diamnya berhenti kala Bella berlari akan menuju ke tengah danau.
"Bella!!" Teriak Mahardika mencoba mengejar Bella yang tengah berlari.
"Aku ingin mati saja aku akan menyusul ayah ibu dan juga Adit." Seru Bella.
Mahardika berlari cepat dan memeluk Bella dari belakang. Bella semakin menjadi tangisannya saat Mahardika memeluk erat tubuhnya. Mahardika memeluknya memberi kehangatan dan ketenangan untuk Bella.
"Lepaskan aku tuan! Kenapa kau menghalangiku aku sudah tidak sanggup beban hidupku terlalu berat. Hatiku tidak kuat merasakannya!" Isak Bella di pelukan Mahardika.
"Kau lihat air di danau itu?" Mahardika berkata mencoba membuat Bella mereda dari amarahnya.
"Airnya sangat tenang. Tapi kita tidak tau seberapa besar dan seberapa banyak yang ada di dalam sana. Banyak sekali batu, pasir dan hewan. Namun air itu tetap dengan senang hati mempersilahkan. Apa lagi perahu besar yang melintas. Air akan mencoba menggerakkan kapal itu dan menompanya. Air sangat dibutuhkan sama denganmu Bella.!" Ucap Mahardika menatap air danau dengan keadaan yang masih memeluk Bella dari belakang.
"Air itu ibarat dirimu yang ditimpa banyak masalah namun tetap tegar menjadi air karena ia peduli dengan lingkungan sekitarnya sama denganmu. Jika air itu tercemar maka semua makhluk hidup akan terkena dampaknya!" Seloroh Mahardika.
"Apa aku.bisa menjadi air itu?" Lirih Bella.
"Tentu bisa. Semua hati.bisa setenang air kecuali jika hati itu sudah ternoda karena ulah kita sendiri!" Seru Mahardika.
Mahardika pun membalikkan tubuh Bella menatap intens manik mata Bella begitu juga dengan Bella. Merasa ketenangan saat melihat wajah yang ada di depannya.
Entah siapa yang memulai dan dari dorongan mana mereka menempelkan bibir mereka. Menikmati ciuman diiringi dengan suasana disekitar danau. Bella hatinya berdesir. Sejenak dirinya melupakan masalahnya dan mendapat ketenangan dari ciuman itu.
nnti klo udh nymbung lgii
coba ke avan dlu brgkali udh bnyak up nya