Indonesia
NovelToon NovelToon
Tentara Penjaga Hati

Tentara Penjaga Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Action / Romantis
Popularitas:752.5k
Nilai: 5
Nama Author: Arrum Wijaya

Hakikat cinta sesungguhnya akan terungkap dalam kisah ini. Suka, duka, dan lara menyertai drama yang memeluk manja kisah keduanya. Menjaga hati seorang insan hingga raga meninggalkannya. Berawal dari pertemuan di kereta senja kisah seorang wanita pejuang asa untuk agamanya dan seorang abdi negara disatukan dalam ikatan suci keduanya. Prinsip keduanya mengejar asa tidak luput hingga menemukan cinta, menjalani berjuta cerita penuh makna, pelajaran hidup mereka patut untuk dibagikan terkhusus untuk siapapun yang meremehkan kekuatan cinta dan cinta sejati keberadaannya.

Hakikat cinta sesungguhnya tak hanya beradu ketika bersama,
Namun tetap menjaga mahabbah walau tak bersamanya,
Kekuatan cinta bukanlah ketika saling ada,
Namun tetap menjaga rasa cinta dalam hatinya ketika telah tiada,
Hingga ancala dan anila membawa kerinduan keduanya,
Menjadi saksi bisu kekuatan cinta keduanya,
Ketika tak mampu berjumpa menyapa,
Namun tetap disatukan dalam bait pinta dan do'a,
Mengharap kelak disatukan dalam indahnya surga.


Mari membaca novel author, jangan lupa like, komen, vote, dan jadikan novel ini sebagai novel favorit ya... agar tidak tertinggal runtutan ceritanya 😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrum Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengembalikan Dompet Pak Tentara

waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB butuh waktu kurang lebih 45 menit untuk Aisyah menuju ke jalan Malioboro, akhirnya Aisyah memutuskan berangkat lebih awal dan berpamitan kepada ibunya.

"Ibu, Ais pergi dulu ya sebentar ada urusan penting..." pamit Aisyah kepada ibunya

"Iya nak ibu izinin, tapi mau kemana ? kamu kan baru pulang dari Semarang...apa nda sebaiknya istirahat saja..." tanya ibunya yang khawatir Aisyah kecapean kalau pergi

"Ais mau ngembaliin sesuatu Ibu sama seseorang di Jalan Malioboro, Ais izin ya... Insyaallah pulangnya sorean" pinta Ais pada ibunya untuk meyakinkan

"Ya sudah, hati-hati nak...kalau ada apa-apa kabarin ibu ya..."

"Oke Bu... assalamualaikum"

"Waalaikumussalam warohmatullah..."

*****

Di jalan Malioboro

setelah menempuh perjalanan lumayan jauh Aisyah sampai di jalan Malioboro, kemudian memutuskan untuk menelpon Pak Tentara yang langsung diangkat oleh pak Tentara

"Assalamu'alaikum....pak, saya sudah sampai di sebelah kiri jalan, bapak dimana?"

di seberang sana pak tentara menjawab telepon Aisyah

"Waalaikumussalam...oke jalan ke sebelah kanan jalan saya ada di Kafe X, bagaimana Bingung tidak? kalau bingung saya yang samperin kamu"

karena Aisyah sejak kecil sudah sering ke tempat ini Aisyah pun menjawab dengan penuh keyakinan pertanyaaan pak tentara tersebut

"Iya pak, say tahu.. saya segera ke situ"

*****

Di Kafe X

Aisyah kembali menelpon Pak Tentara sambil melihat pengunjung yang ada di ruangan

"Assalamualaikum...Pak, bapak dimana? saya sudah masuk di kafe X "

di lantai 2 pak Tentara mengangkat telepon Aisyah

"Waalaikumussalam...saya di lantai 2 meja nomor 9"

Aisyah langsung menuju ke lantai 2 dengan telepon yang masih tersambung

"Oke pak ini saya sedang menuju ke situ"

setibanya di lantai 2 Aisyah menengok ke sebelah kanan dan kiri tapi terlihat sangat sepi, akhirnya bertanya kembali lewat sambungan seluler

"Bapak saya sudah sampai di lantai 2 tapi kok sepi sekali pak..."

Dengan nada datar dijawab oleh pak Tentara diseberang sana

"kamu tengok ke kiri, jalan lurus ada saya disini"

Aisyah langsung mematikan teleponnya dan menuju meja yang dimaksud

Pak Tentara yang kali ini tidak mengenakan seragam dinasnya terlihat berbeda namun kegagahan dan ketampanannya jangan ditanyakan lagi, mengenakan kemeja berwarna abu-abu dan celana hitam panjang tak lupa sabuk merek ternama melekat di pinggangnya. Hamdan yang telah menunggu kedatangan Aisyah langsung menyapanya melambaikan tangan "Mba ...saya di sini"

Aisyah pun langsung refleks bertanya dengan penuh keheranan

"Pak Hamdan?" dalam hati Aisyah terpukau dengan pesona Hamdan yang terlihat tampan dan kharismatik 'Ya Allah...ternyata tampan sekali tidak seperti waktu bertemu di kereta waktu itu, Astaghfirullahalaadziim...lindungi aku dari zina mata Ya Allah...' Aisyah langsung menundukkan pandangannya

"Iya benar, silahkan duduk" Hamdan mempersilahkan Aisyah duduk, lalu Aisyah mengangguk dan langsung duduk

tiba-tiba pelayan datang menemui Hamdan dan Aisyah untuk menanyakan menu yang akan dipesan

"Selamat pagi bapak, ibu, ini buku menunya mau pesan apa...?" tanyanya sambil memberikan buku menu

dengan serentak Aisyah dan Hamdan menjawab

"Milkshake Coklat sedikit gula"

pelayan itupun tersenyum kemudian memuji kekompakan Aisyah dan Hamdan, Ia mengira mereka berpacaran

"Emmmm...kompak sekali, memang pasangan yang serasi"

mendengar hal itu Aisyah kaget, kemudian batuk seperti tersedak padahal belum makan apapun, lalu langsung menepisnya

"Maaf mba...kami hanya teman..." dengan nada datar

pelayan itu pun meminta maaf

"Maafkan Saya Pak, Bu, Saya nda tau memang terlihat sangat cocok...oh iya...makannya apa Pak, Bu...?"

mereka tidak dahulu memesan makanan karena ingin fokus ke tujuan awal

"Sementara ini pesan itu dulu mba...nanti gampang makannya menyusul" jawab Aisyah agar tidak terlalu lama di kafe, sedangkan Hamdan hanya mengangguk mengikuti Aisyah.

setelah itu pelayan pun pamit mempersiapkan minuman yang di pesan

"baik ibu, kalau begitu saya permisi mempersiapkan minuman yang ibu pesan"

Aisyah dan Hamdan hanya mengangguk, setelah pelayan pergi Aisyah langsung mengambil dompet pak Tentara di tasnya dan memberikannya kepada Hamdan

"Ini pak dompetnya saya kembalikan. Silahkan dicek isinya"

Hamdan mengambilnya dan langsung mengecek isi dompetnya, dilihatnya isi dompet tersebut masih utuh tidak ada satu pun yang hilang, tapi beberapa saat kemudian Hamdan teringat sesuatu ada satu barang yang tidak ada di dalam dompetnya yaitu sebuah kalung yang dititipkan oleh ibunya sebagai warisan untuk diberikan kepada istri Hamdan kelak.

"Gini mba, semuanya ada tapi ada satu barang yang biasa saya selipkan dalam dompet ini tapi disini tidak ada, bagaimana itu bisa terjadi...?" tanya Hamdan dengan nada masih terlihat tenang

"Mohon maaf pak, apa maksud bapak? barang apa yang tidak ada dalam dompet bapak? Karena saya sudah memasukkan semua yang saya keluarkan waktu mencari informasi tentang pemilik dompetnya ini pak..." terang Aisyah dengan lugas

Hamdan langsung menjawabnya dengan tegas

"begini mba, saya selalu membawa sebuah kalung yang tak masukkan ke sela-sela dompet ini, tapi kenapa bisa ngga ada ..mba kemanakan kalung saya?" tanya Hamdan dengan nada sedikit meninggi dan terlihat penekanan menuduh Aisyah

Aisyah pun menjawab dengan penuh keyakinan dan tidak terima dengan tuduhan tersebut.

"Demi Allah pak, sudah saya masukkan semuanya saya tidak mengambil apapun dari dompet bapak, toh kalo saya pengen kalung saya bisa beli sendiri dan kalau saya menginginkan barang yang bapak miliki pasti saya tidak akan mengembalikan dompet ini pak..." jelas Aisyah dengan nada kecewa dan sedikit marah, Aisyah menyeka bagian bawah pelupuk matanya yang sedari tadi sudah meneteskan air mata. Aisyah sangat terluka dituduh mengambil barang orang lain padahal Aisyah berniat baik. Tanpa pamit Aisyah pun meninggalkan Hamdan sambil menghapus air matanya yang terus menetes.

'hiks..hiks...Ya Allah, aku tidak pernah merasakan sakit hati sampai sesakit ini, aku tidak pernah mencuri dan tidak akan pernah, kenapa orang itu tidak bisa menjaga lisannya, aku sangat terluka. Ternyata benar lidah bisa lebih tajam dari sebuah pedang, astaggfirullahalaadziim...ampuni aku yang sudah berburuk sangka terhadapnya Ya Allah...ampuni Dia juga yang sudah menuduhku Ya Allah...' batin Aisyah yang hancur, sambil berjalan meninggalkan kafe tersebut tanpa sepatah katapun.

Hamdan langsung mengejar Aisyah dalam hatinya terasa sedikit bersalah....

"Aisyah...tunggu aku! Aisyah...! berhenti sebentar... dengarkan penjelasanku dulu..!"

namun Aisyah terus berlari meninggalkan kafe.

1
Neni Djuhaeni
lanjutan nya mana.
Lita Pujiastuti
di sini Aisyah paham ttv legalitas hub sex, tp dikode sm suami gk paham....kok alur cerita gk sinkron sih Thor mm
Lita Pujiastuti
ortu si kembar jg aneh...enak saja nitip, setelah mampu diambil. sama saja mengobrak ngabrik perasan orang tuh
Lita Pujiastuti
Tuh...thor....aisyah bocil bgt. .di awal kukira aisyah dewasa ...ternyata blass ..
apa author gadis...sehingga penggambaran pasutri kurang pas, walau nikah dijodohkan ..tapi gk segitunya jg keles, apa lagi author menggambarkan seorang yg agamis dan keluarga ponpes, harusnya tahu bgmn hub suami dan istri itu. ini belagak gk tahu ....
Lita Pujiastuti
saya juga seorang guru, jika guru mapel. tiap hari keluar masuk kelas yg berbeda sdh hapal materinya lah, gk perlu belajarn kecuali mo bikin persiapan media atau alat oeraga pembelajaran...itu betul...

thor ..coba amati kehidupan guru di sekitarmu ..biar cerita gk terlalu mengarang bebas ..
Lita Pujiastuti
Thor ..bikin karakter Aisyah kebangetan....sudah dewasa tapi kok gk cepet tanggap....
Aisyah jgn terlalu dibik tdk tahu apa² lah ..bikin dewasa dikit kenapa....
Lita Pujiastuti
Aisyah teledor ...
Lita Pujiastuti
Nah lho, tdk tertolong, ngapain jg bawa kucing. cukup dipinggirkan sj. teledor dan gak masuk akal
Lita Pujiastuti
Aneh ....setahu saya dalam kondisi mendesak guru bisa mohon izin tdk berangkat. dan dg alasan kuat pasti diizinkan. anak dlm kondisi gawat kok, ditinggal sm baby sitter ...
Lita Pujiastuti
Ya ampun, Riko .....😄
Lita Pujiastuti
kaciaannn sihh ..Hamdan ....😄
Lita Pujiastuti
Aisyah ini sdh dewasa tp gk mudeng blass ...walau masih gadis, gk prnh pacaran....hrsy ttp paham lah ...kan sdh dewasa....
Lita Pujiastuti
jaga diri baik² selama di sana, Kapten....
Lita Pujiastuti
bikin kegiatan sendiri Hamdan dan Aisyah...😅
Lita Pujiastuti
mbaknya ini calon persit apa ya....detail bgt menulid rincian syaratnya....walaupun yg baca cape.

dan maaf, byk yg saya skip....krn bertele-tele...🙏
Lita Pujiastuti
Aisyah...aisyah....lihat contoh itu yg hidupnya bener...lihat kok yg gagal, jd ikutan trauma....
Lita Pujiastuti
bungkuuuss...
Lita Pujiastuti
usul thor...itu deretan puisinya dibukukan sj khusus antologi puisi..
yg novel, biasa saja...soalnya jadi bertele-tele ....kurang pas kalau dicampur aduk ..
Lita Pujiastuti
Kena batunya aisyah....ngajakin yg pedas²...sdrinya yg gk kuat....😅
Lita Pujiastuti
ini kok ada yg diulang² paragrafnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!