Indonesia
NovelToon NovelToon
Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Diam-Diam Cinta
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Fisya Alexander tak pernah menyangka rumah tangga yang ia jaga sepenuh hati justru menjadi awal kehancurannya.

Suaminya, Jason, berselingkuh dengan sahabat yang paling ia percaya namun pengkhianatan itu belum seberapa dibanding rencana keji yang mereka siapkan di ruang bersalin

Saat dua bayi perempuan lahir di hari yang sama, sebuah pertukaran terjadi, mereka yakin telah merebut segalanya dari Fisya.

Sayangnya, mereka tidak pernah sadar bahwa Fisya melihat semuanya

Sejak malam itu, senyum Fisya hanya untuk putrinya, sementara racunnya disiapkan untuk mereka yang telah menghancurkan hidupnya.

Ketika rahasia mulai terungkap, siapa yang sebenarnya sedang menjebak siapa ?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar dan Vote juga ya besty!🫰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan Fisya

Jason keluar dari kamar Kasandra sambil memasukkan ponselnya ke saku celana.

Ia berjalan santai menuju kamar rawat Fisya, di pikirannya, ia ingin memastikan keadaan istrinya sebelum pulang ke rumah.

Selain itu ia juga ingin menjaga agar Fisya tidak curiga sedikit pun namun saat sampai di depan kamar, langkah Jason langsung terhenti.

Pintu kamar terbuka, ruangan itu kosong Jason mengernyitkan dahi lalu masuk ke dalam.

Ranjang rumah sakit sudah rapi, tas dan perlengkapan bayi juga tidak ada.

Jason langsung menoleh ke kanan dan kiri.

“Fisya?” panggilnya pelan.

Namun tidak ada jawaban wajah Jason langsung berubah, ia keluar kamar dengan langkah cepat lalu menghentikan seorang perawat yang sedang lewat.

“Sus.” panggilnya

Perawat itu menoleh.

“Iya Pak?”

“Pasien di kamar ini mana?” tanya Jason

Perawat itu melihat nomor kamar lalu menjawab santai.

“Oh, Bu Fisya sudah pulang siang tadi, Pak.”

Jason langsung membelalak.

“Pulang?”

“Iya Pak.” jawab perawat tersebut

“Kenapa bisa pulang?” tanya Jason lagi

Perawat itu terlihat bingung dengan nada bicara Jason.

“Karena kondisi ibu Fisya sudah sehat.”

Jason langsung kesal.

“Bagaimana bisa dia diperbolehkan pulang sedangkan pasien lain yang di kamar ujung no 7 belum bisa pulang?”

Perawat itu tetap tenang.

“Semua keputusan dari dokter, Pak bukan saya yang buat"

“Tapi istri saya baru kemarin melahirkan!” bentak Jason tidak terima

“Dokter menyatakan kondisi Bu Fisya sudah stabil.” jawab perawat tersebut cepat

Jason mulai emosi.

“Lalu kenapa pasien lain tidak boleh pulang yang melahirkan bareng dengan istri saya?”

Perawat itu mulai merasa tidak nyaman.

“Maksud bapak, ibu Kasandra?

Jason langsung mengangguk

"Ya Kasandra"

"Ibu Kasandra perlu menginap semalam lagi karena kondisinya belum stabil dan kalau bapak keberatan, bapak bisa langsung bertanya dengan dokter.” ucap perawat tersebut dengan tegas

Jason mengepalkan tangannya dan tidak bisa bicara apa-apa lagi

Melihat reaksi Jason perawat itu lalu mengangguk sopan.

“Permisi Pak.”

Perawat itu pergi meninggalkan Jason yang masih berdiri kesal di lorong rumah sakit.

Jason langsung mengusap wajahnya kasar.

“Kenapa kamu tidak memberitahu aku kalau kamu sudah pulang…” gumamnya marah.

Ia mulai merasa ada yang aneh akhir-akhir ini pada Fisya

Fisya tidak menelpon, tidak memberi kabar bahkan pulang diam-diam padahal biasanya wanita itu selalu memberitahunya apa pun.

Jason mulai berpikir macam-macam.

“Aku harus biasa saja, jangan sampai Fisya curiga” gumamnya lagi.

Ia menarik napas panjang mencoba menenangkan diri.

“Nanti setelah sampai rumah baru aku tanya.”

Beberapa detik kemudian matanya membesar Jason langsung menoleh ke arah kamar Kasandra.

“Aku tidak boleh kasih tahu Kasandra kalau Fisya sudah pulang, kalau Kasandra tahu, dia pasti akan marah karena merasa diperlakukan berbeda" gumamnya lagi

Jason langsung kembali berjalan menuju kamar Kasandra.

Saat pintu dibuka, Kasandra terlihat sedang memainkan ponselnya.

Wanita itu langsung mengernyit melihat Jason kembali begitu cepat.

“Loh kok sebentar banget Mas?” tanyanya penasaran.

Jason langsung tersenyum santai seolah tidak terjadi apa-apa.

“Ya dia mau tidur katanya capek dan gak mau diganggu.”

Kasandra mengangguk pelan.

“Fisya ngomong apa lagi? Apakah dia senang dapat anak perempuan"

Jason duduk di samping ranjang Kasandra lalu mendekat sedikit.

“Iya.”

Kasandra tersenyum sinis kecil.

“Kalau dia tahu itu bukan anaknya…”

Jason langsung memotong.

“Sudah. Jangan bahas itu di sini.”

Kasandra tertawa kecil.

“Kamu takut?”

Jason menatap pintu kamar beberapa detik.

“Rumah sakit ini terlalu banyak orang takut ada yang dengar"

Kasandra akhirnya diam dan Jason lalu berdiri.

“Aku pulang dulu.” ucap Jason

Kasandra langsung cemberut.

“Cepat amat?”

“Aku mau ganti pakaian.” jawab Jason

“Kamu gak nginep di sini?” tanya Kasandra

Jason menggeleng.

“Besok aku jemput kamu.”

Kasandra terlihat malas namun akhirnya ia mengangguk.

“Ya sudah.”

Jason tersenyum tipis lalu membelai rambut Kasandra.

“Tidur yang nyenyak.”

Kasandra memegang tangan Jason.

“Mas…”

“Iya?” jawab Jason singkat

“Aku gak sabar lihat wajah Fisya nanti kalau semuanya terbongkar.” ucap Kasandra

Jason tertawa kecil.

“Itu nanti.”

Kasandra ikut tersenyum.

“Pasti seru.”

Jason mengangguk namun entah kenapa, ucapan itu membuat pikirannya kembali tidak tenang.

Fisya pulang tanpa memberitahunya, itu bukan sifat Fisya biasanya.

Jason langsung menepis pikiran itu lagi.

“Mungkin dia cuma capek,” batinnya.

“Sudah kamu tidur ya biar besok diperbolehkan pulang,” ucap Jason.

Kasandra mengangguk malas.

“Iya.”

Jason lalu keluar dari kamar begitu pintu tertutup, wajahnya langsung berubah dingin.

Ia segera berjalan cepat menuju parkiran rumah sakit.

Di perjalanan menuju mobil, pikirannya terus dipenuhi banyak pertanyaan.

Kenapa Fisya pulang diam-diam?

Kenapa tidak menghubunginya sama sekali?

Dan kenapa hatinya mulai merasa tidak tenang?

Jason langsung masuk ke mobil lalu menghidupkan mesin.

Ia mencoba menelpon Fisya namun panggilannya tidak diangkat.

Jason mengernyit, ia mencoba lagi tetap tidak diangkat.

“Ada apa sebenarnya…” gumamnya.

Akhirnya Jason memutuskan langsung pulang ke rumah dan sepanjang perjalanan pikirannya kacau.

***

Sementara itu di rumah… Fisya sedang duduk di kamar bayi sambil memperhatikan putrinya tidur.

Bik Lili berdiri di dekat pintu sambil membawa botol susu.

“Bu…”

Fisya menoleh.

“Iya Bik?”

“Bapak nanti marah kalau tahu ibu pulang tanpa bilang.” ucap Bik Lili

Fisya tersenyum kecil.

“Biar saja.”

Bik Lili terlihat ragu.

“Tapi saya takut…”

Fisya langsung menatap Bik Lili tenang.

“Bik.. mulai sekarang jangan percaya siapapun dirumah ini selain aku"

“Iya Bu?" Jawab bik Lili

Dan Bik Lili langsung terdiam, karena nada bicara Fisya sangat berbeda sekali, lebih dingin dan lebih tegas.

Fisya kembali melihat putrinya.

“Dia pikir aku gak tahu apa-apa.”

Bik Lili menelan ludah.

“Bu…”

“Aku memang diam tapi bukan berarti aku bodoh" lanjut Fisya pelan.

Bik Lili langsung menunduk, ia makin yakin bahwa Fisya memang mengetahui semuanya.

“Untuk sekarang kita pura-pura tidak tahu apa-apa dulu.” ucap Fisya

“Iya Bu.” jawab bik Lili

“Aku mau lihat sampai sejauh mana mereka bermain-main denganku" ucap Fisya

Bik Lili mengangguk pelan.

Tak lama kemudian terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah.

Bik Lili langsung menoleh gugup.

“Kayaknya bapak pulang…”

Fisya tersenyum tipis.

“Biar aku yang hadapi.”

Beberapa detik kemudian langkah kaki Jason terdengar masuk ke dalam rumah.

Pria itu langsung mencari keberadaan Fisya.

“Fisya!” Nada suaranya terdengar cukup keras.

Bik Lili langsung makin gugup sedangkan Fisya tetap duduk tenang di kursi dekat tempat tidur bayi, Jason akhirnya sampai di depan kamar bayi.

Begitu melihat Fisya duduk santai di sana, ia langsung masuk.

“Kamu kenapa pulang gak kasih tahu aku?” tanya Jason cepat.

Fisya menoleh pelan.

“Aku sudah sehat jadi aku sudah diperbolehkan pulang.”

“Tapi kenapa gak bilang?” tanya Jason dengan nada tinggi

Fisya menatap Jason datar.

“Kamu sibuk kan?”

Jason langsung terdiam beberapa detik.

“Aku tetap suami kamu jadi aku harus tahu apapun tentang kamu"

Fisya tersenyum kecil.

“Apapun tentang aku? Bukankah kamu terlalu sibuk dengan urusan mu sendiri dan aku pun tidak pernah tahu urusan mu di belakang ku"

Jawaban itu membuat Jason sulit membalas, ia akhirnya mendekat ke arah bayi.

"Aku tidak mau bertengkar dengan kamu, anak kita sedang tidur?”

Fisya mengangguk dan Jason melihat bayi kecil itu beberapa detik.

Tanpa sadar ia tersenyum puas karena mengira bayi itu anak Kasandra.

Sedangkan Fisya diam-diam memperhatikan ekspresi suaminya.

Tatapannya perlahan berubah dingin.

“Mas senang?” tanya Fisya pelan.

“Tentu, dia pewaris keluarga Alexander kan seperti yang kamu bilang sebelumnya” Jason langsung menjawab cepat.

Fisya tersenyum tipis.

“Iya… aku akan mewarisi semua harta ku untuk anakku setelah ia berusia delapan belas tahun"

Jason duduk di samping Fisya.

“Kamu harus banyak istirahat.”

“Aku baik-baik saja.” ucap Fisya cepat

“Besok jangan kerja dulu.” ucap Jason

Fisya langsung menoleh.

“Kenapa?”

“Kamu baru habis melahirkan biar perusahaan aku yang handle dulu" jawabnya cepat

“Aku cuma mau cek perusahaan saja" ucap Fisya

Jason tersenyum mencoba terlihat tenang.

“Perusahaan sudah aman ditangan ku"

“Bagus kalau begitu.” jawab Fisya cepat

Jason mengangguk.

“Aku bisa urus semuanya.”

Fisya menatap lurus ke depan.

“Makanya aku mau lihat sendiri dulu perusahaan ku"

Jason langsung diam suasana mendadak terasa aneh.

Bik Lili yang masih berdiri di dekat pintu ikut merasa tegang.

Jason akhirnya berdiri.

“Ya sudah yang penting kamu jangan capek.”

Fisya mengangguk pelan, Jason lalu keluar kamar sambil mencoba tetap tenang.

Namun di dalam hatinya… ia mulai merasa ada sesuatu yang berubah dari Fisya

__Bersambung__

1
Zeannisa Qolbiyah
tamat ceritanya hapus dari dftr baca😄
sunaryati jarum
Masa rumah sakit ada kekacauan dan keributan tidak petugas medis dan keamanan tidak ada yang masuk.Tidak masuk akal. Orang baik kok kalah sama penjahat, sudah delapan tahun merasa diatas angin ternyata masih menang.Semoga Sebastian hanya mati suri dan langsung siuman.
Queen_Fisya08: tenang Mak pemeran utama gak akan pernah kalah 🤭🙏
total 1 replies
Ma Em
masa orang baik kalah yg jahat malah menang .
Queen_Fisya08: tenang kak tenang... peran utama pasti yang menang 🤭...
total 1 replies
Dokkan Battle
anying mati??! MUTER AMAT NIH CERITA FIS DROP
Ma Em
Untung Tina datang jadi ada yg bantu pak Anton kalau tdk ada yg bantu pasti Angel sdh dibawa sama Bayu dan nikah dgn juragan Arif , Jason kira Tina sdh nurut dan patuh padanya tdk taunya Tina sengaja mau menggagalkan Jason dan Kasandra untuk menguasai perusahaan Fisya .
Ma Em
Angel jgn jadi orang jahat saja nanti takutnya Angel malah suka pada Sebastian .
Queen_Fisya08: tenang kak, sudah ada alurnya 🤭
total 1 replies
falea sezi
goblokkk🤣 demi bales dendam anak di jadiin pembokat 🤣🤣 goblokkkk
Queen_Fisya08: sabar sabar
total 1 replies
falea sezi
laki kurang ajar😒
sunaryati jarum
Syukurlah jika Sebastian sudah baik- baik dan Angel juga sudah siuman.Semoga Tina segera ke rumah sakit membuat jebakan untuk menangkap orang suruhan Jason yang ingin membunuh Sebastian
Ma Em
Tina kamu sdh tau rencana busuk Jason dan Kasandra , semoga Tina bisa mencegah kejahatan Jason dan Kasandra dan sdh punya bukti rekaman kejahatan Jason untuk bukti membuat laporan pada polisi , Semoga Fisya cepat pulang dari luar kota .
sunaryati jarum
Ternyata kecerdasan, kecerdikan , cepat tanggap dan sikap bertindak yang dimiliki Tina berasal dari darah Bastian dan Fisya.Sayang Sebastian masuk jebakan karena musuh tahu kelemahannya.Namun Tiina memiliki bukti kejahatan Jason dan Kassa d
Kasandra
sunaryati jarum
Lenyapkan Agnes nggak masalah toh itu putrimu dengan Jason, Kasandra
Dokkan Battle
Kasandra membunuh anaknya sendiri.. tapi terlalu banyak drama jadi BOSENIN
Datu Zahra
dari motor mogok sampe bisa kekamar VIP narasinya kurang Thor, jadi aneh. bisa²y lompat jauh begitu, terlebih ini RS loh. ya kali gampang banget maen selonong sampe masuk ruang perawatan VIP yang tata letak ruangnya bukan diemperan gedung RS
Queen_Fisya08: Ok terima kasih kak atas masukannya 🙏
total 1 replies
Ma Em
Kasandra kamu pasti akan menyesal karena anak yg selalu kamu siksa dan mau kamu lenyapkan itu anak kandungmu sendiri Kasandra , pasti Kasandra akan gila setelah mengetahui kebenaran nya karena Agnes anak Kasandra dan Jason sedangkan Tina anaknya Fisya dan Sebastian .
Ma Em
Sebastian cepat sadarlah jgn terlalu lama kamu tidur karena Sebastian dlm bahaya lawan mereka semua jgn biarkan Jason dan antek anteknya senang melihat hdp Sebastian menderita balas perbuatan Jason .
Ma Em
Arman awas jgn lalai jaga Sebastian ada orang datang untuk mencelakai Sebastian lagi , Arman hrs waspada .
Ma Em
Semua ga Sebastian cepat sadar jgn sampai Baron bisa celaka lagi untuk kedua kalinya , Jason kamu terlalu ambisi untuk menguasai harta orang sehingga Jason melalukan segala cara agar TDK ada orang yg menghalangi niat busuknya , semoga kejahatan Jason dan Kasandra segera terungkap dan membusuk dipenjara .
Ma Em
Semoga Sebastian selamat dan cepat sehat kembali , dan Baron cs segera tertangkap agar terbongkar siapa yg membayar Baron untuk membunuh Sebastian .
Yeni Astriani: udah jelas yg Jason yg menyuruh Baron untuk mencelakai Sebastian, semoga orang kepercayaan Sebastian bertindak.
nanti pas ultah Tina seret Jason dan Kasandra ke dalam penjara apalagi hukuman Jason berlapis.
total 1 replies
sunaryati jarum
Jangan.lupa dikunci , ruangan Fisya dan pengawasan terhadap Jason dan Kasandra.Kamu.telpon dulu Tina , jangan buru-buru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!