Indonesia
NovelToon NovelToon
BROK3N

BROK3N

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Cintapertama / Contest / Patahhati / Hamil di luar nikah / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:101.7k
Nilai: 5
Nama Author: Delis Misroroh

Adelia adalah sosok gadis yang cantik, pintar, ceria dan sederhana. Namun setelah Ayahnya nya meninggal Adelia harus jadi wanita yang lebih dari itu karna janjinya pada Ayahnya.

Tapi Adelia terjebak diantara cinta dari tiga laki-laki.

Zaki adalah orang yang mengaguminya sejak di bangku kelas dua SMA dan akhirnya mereka bisa pacaran.

Hanan adalah sosok yang sangat mengidolakan Adelia sejak pertemuan nya di pesta ulang tahun Zaki. Dia tipe orang yang harus mendapatkan apa yang dia mau.

Asep adalah junior dengan umur satu tahun lebih muda dari Adelia. Dia jatuh cinta pada pandangan pertamanya dengan Adelia saat mereka bertemu di taman.

Namun dari ketiga laki-laki tersebut Ayah salah satu diantaranya mereka telah menabrak Ayah Adelia dan meninggalkan nya sampai akhirnya meninggal, Dan melarikan diri bahkan menghilangkan semua bukti. Tapi karena penyelidikan polisi yang ketat si pembunuh terungkap.

Siapakah pembunuhnya?
Akankah Adelia kuat dengan cobaan hidupnya?
Cinta manakah yang Adelia pilih nantinya?
..
..
Jika ada typo dan bahasa daerah harap di maklumi terimakasih dukungannya 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delis Misroroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Kegagalan Zaki

"Zak apa ini gak berlebihan." Aku menarik tangan Zaki yang sudah di dalam kaos yang ku pakai.

"Percayalah pada ku. Ini akan membuatmu bahagia. Aku sangat mencintaimu Del. Sangat…." Zaki kembali mencium ku. Kali ini lebih *****. Tangan Zaki benar-benar menyelinap masuk di antara ** yang ku pakai. Gerakannya membuat ku semakin melayang merasakan kehangatan yang Zaki ciptakan.

Hujan semakin deras dan dingin membuat kenyamanan lebih untuk kami.

"Tunggu Zak!"

"Ada apa?"

"Maaf sepertinya aku belum siap untuk ini.

"Gue cinta loe del apa itu gak membuktikan akan keseriusan gue?"

"Tapi Zak bahkan kita belum genap satu bulan pacaran." Ku rapihkan baju ku yang hampir semua terbuka. Ku ikat kembali rambut ku yang acak-acakan agar rapi lalu memposisikan duduk ku kembali.

"Acchh... Adelll." Pekik Zaki terlihat aura sangat kecewa di wajahnya. Sambil merapihkan baju dan celananya dia terlihat kesal pada ku. "Loe tau gak sih rasanya ini tu sudah di ubun-ubun. ach...." Zaki mengacak-acak rambutnya dengan kedua tangannya dan duduk dengan kaki menompang meja.

"Apanya yang di ubun-ubun Zak?" Tanya ku dengan polosnya.

"Sudahlah lupain." Zaki mengubah lagi posisi duduknya.

"Kamu marah Zak? Tapi aku bener-bener gak siap dan aku takut hamil Zak."

Zaki hanya diam. Zaki kini berdiri. Lalu merogoh saku celananya mengambil handphone miliknya. Terlihat dia akan melakukan panggilan.

"Pak dimana? Oh cepet kesini kita balik." Lalu Zaki menutup telfonnya dan berjalan mendekati jendela.

"Kamu mau pulang Zak? ujiannya masih deres Zak." Cegah ku.

"Gue naik mobil ngapain takut ujan." Zaki bulak-balik membuka gorden jendela memastikan supirnya sudah sampai atau belum. Sepertinya dia sangat gak sabar untuk pulang.

"Zak kamu beneran marah?" Ku coba meraih lengannya tapi di tepis kasar oleh Zaki.

"Gue balik dulu." Zaki membuka pintu dan menutupnya dengan kasar. Zaki berlari ke arah mobil dan mobil sedan putih itupun berlalu.

Aku berjalan ke tempat tidur ku. Membaringkan badan, menarik selimut dan berusaha memejamkan mata. Tapi yang terlihat wajah Zaki.

"Ayah apakah Adelia harus menuruti kemauan Zaki yang tadi jika dia menginginkan nya lagi? Ayah apakah Adelia benar-benar akan bahagia bersama Zaki? Ayah apa Ayah tau Adel sangat rindu Ayah." Tetesan air mata pun keluar dari tempatnya. Aku tak bisa mengadu pada siapa pun. Aku bahkan tak bisa mengeluh pada Ibu. Hujan yang masih deras membawa ku terlelap dalam tidur ku hingga menjelang sore.

***

Pagi ini sangat terasa hawa dinginnya. Tentu karna hujan semalaman. Aku sedikit enggan membuka selimut ku. Apalagi pikiran ku masih terfokus dengan Zaki. Dia bahkan tak WhatsApp sejak kepulangan nya itu.

Ini adalah ujian hari terakhir. Hanya enam mata pelajaran yang ada di Ujian Nasional. Selanjutnya tinggal ujian sekolah dengan sepuluh mata pelajaran. Aku masih harus berperang dengan buku-buku pelajaran.

Ibu sudah menyiapkan bekal makan ku seperti biasa. Tapi penampilan Ibu berbeda dari pagi sebelumnya.

"Loh ibu mau kemana?"

"Ibu mau pergi ke pasar untuk bekerja membantu Bu Rasmi jualan sembako Del. Kemaren pas pengajian ibu di tawarin karna yang biasanya bantu-bantu Bu Rasmi ngundurin diri."

"Ibu yakin? Nanti kalau ibu kecapekan gimana Adel takut."

Ibu ku tidak bisa terlalu capek karna sejak operasi pengangkatan janin adik ku dulu ada kelalaian dari dokter hingga Ibu tak bisa untuk mengangkat benda-benda yang berat dan tak bisa terlalu berkeringat.

"Doakan Ibu kuat ya, karna uang yang Ibu pegang juga gak cukup untuk selamanya. hmm." Ibu tersenyum sambil memegang sebelah pipi ku. Lantas ku pegang tangan Ibu yang masih memegang dengan lembut pipi ku.

"Tapi Ibu harus janji nanti setelah Adel kerja ibu harus berhenti."

"Selesai sekolah mu dan pikirkan cita-cita mu nak jangan memikirkan masalah keuangan. Insyaallah ibu kuat."

"Tapi Bu..."

"Sudah cepet berangkat nanti telat ibu juga mau berangkat." Aku hanya mengangguk.

Aku dan Ibu berjalan bersama menuju pintu utama. Saat pintu terbuka tentu saja sudah ada sosok pria ganteng yang menunggu ku.

"Loh nak Hanan satu sekolah dengan Adel?"

"Iya Tan." jawab Hanan

"Tiap pagi dia selalu nungguin di depan pintu gini Bu, selalu buat Adel kaget tau."

"Alhamdulillah kalau kamu ada temennya, kamu kan gak bilang jadi ibu gak tau. Nanti malam kesini ya kita makan malam bersama. Ibu duluan ya Assalamu'alaikum." Ibu memegang bahu Hanan lalu berjalan menjauhi kami.

"Wa'alaikumsalam."

"Nan kamu tu pulang sekolah selalu gak ada sih kemana?"

"Ya nungguin loe sama Zaki balik dulu lah."

"kenapa gak bareng aja sih kan seru banyak temennya."

"Tar Zaki cemburu sama gue lagi secara kan gue lebih ganteng dan terkenal dari dia."

"ih pede banget sih. Haha."

"Kan gue ketua OSIS dan team basket yang team pernah juara satu sekota Malang, jelas dong gue lebih terkenal."

"iya iya haha."

"Udah jangan ketawa terus ntar gigi loe kering."

"Haha Hanan itu kan kata-kata ku buat Putri."

"Ya waktu loe nelpon Putri di toserba itu gue denger tapi saat gue mau nyamperin loe udah keluar. Terus kita ahirnya ketemu di pesta itu."

"Hah? Serius kamu Nan."

Hanan hanya mengangkat kedua bahunya. Dan Bus yang kami tunggu datang. Aku masih sangat penasaran dengan Hanan. Tapi di dalam mobil dia malah memasang earphone dan tak menanggapi ucapan ku. Aku pun hanya bisa mengerutkan bibir ku.

Tiba di hante sekolah kami masih berjalan tanpa sepatah kata pun. Hanan hanya berkomat-kamit mengikuti lagu yang ia dengar.

Setelah tiba di gerbang sekolah Hanan barulah melepaskan earphone nya.

"Eh tumben loe gak di tungguin."

Aku pun celingukan.

"Em mungkin Zaki masih marah sama aku."

"Emang marah kenapa."

"Entahlah."

"Baguslah dia gak ada kan gue bisa jalan bareng sama loe ke kelasnya hehe."

"Garing banget sih kamu."

Kami memang berjalan bersama.

"Noh pacar Lo udah duduk manis." Hanan menunjuk Zaki dengan dagunya. "Ya udah gue ke kelas." Hanan pun pergi ke kelasnya.

"Emh Zak kamu masih marah?" Aku berdiri sedikit gugup di depan meja Zaki. Zaki mendongak dan menempel kan telunjuknya ke bibirnya. Lalu menggeleng kan kepalanya mengisyaratkan untuk aku segera duduk.

"Rasanya jadi aneh. Zaki yang biasanya menatap ku dengan hangat kini aku melihat matanya berbeda. Apa kejadian kemarin akan buat hubungan ku dan Zaki berahir? Aku harus bicara dengannya jam istirahat nanti."

"Hei kamu ngelamunin apa sih?" Tanya Putri dari belakang kursi ku.

"Bikin kaget aja sih."

"Lagian gitu amat sih kamu liatin Zaki dari belakang. Kalian bertengkar?"

Belum ku jawab pertanyaan Putri bel sekolah berbunyi dan dua pengawasan ujian masuk ke ruang kelas. Kelas pun seketika hening.

Tak ku teruskan lagi memikirkan Zaki kali ini aku terfokus dengan selembaran yang sudah ada di meja ku

***

...Mohon dukungannya nya terus ya biar makin semangat up tiap hari 😁...

1
falea sezi
adel murahan amat
falea sezi
laki bejatt bgt ne zaky
falea sezi
laki g baik si Zaky
martina melati
shrsny bersyukur gk melakukn dosa
Ikbal Syaputra Rafky
visual nya mana thor 😊😊
Meyke Joyce Rantung
Adel koq sudah punya pacar, malah jalan sama cowok lain...
Meyke Joyce Rantung
lha...Putri pada kemana...tidak ikut ke RS?
Almeerana
otw
Safira ✨
otw thor
IG: Saya_Muchu
semangat thor
Si Bungsu
like + favorit

mari saling mendukung
Leli Leli
hy salam kenal dendam kekasih hadir menyapa untk sementara ningalin like dan komen dulu Thor.


jika berkenan mampir.yuk kelapak ku, kutunggu kehadirannya🤗🤗🤗
Ara Aulia
next
Ara Aulia: 🤣🤣🤣 ora liet klo tamat
total 2 replies
Your name
Mampir Thor semangat selalu ya
aryani
aku mampir kk
delissaa: semoga suka ya jangan lupa mampir di novel ke 2 qu 😊
total 1 replies
Linda Napitu
jangan mau kena bujuk rayuan zaki karena zaki niatnya utk balas dendam
MonSop
Visualx keren
jd keingat masa putih abu2 😁
Si Bungsu
hadir Thor 🥳

semangat up thor 👍

salam manis dari my bunny Mr agen!
MonSop
Hadir membawa like + fav
Yukity
like😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!