Kisah seorang lelaki yang bernama Evan yang merelakan masa remajanya dan berjuang demi keluarganya...
ia jauh jauh kerja di jerman untuk merubah nasib keluarga nya.
saat ia pulang ke Indonesia, Ia di paksa menikah dengan seorang gadis SMA yang tidak sengaja ia tiduri.
akankah mereka akan saling mencintai?
ikuti terus ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon widya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31 PENJELASAN
"Ayah.. Sean" Ucapnya yang masih kaget dengan dua orang yang ada di hadapan nya.
"Silvy, apa kabarmu? " Lelaki tua itu berjalan tertatih mendekati menantunya agar bisa memeluk nya.
"Evan suruh mereka duduk di ruang tamu,mama mau ganti baju dulu." Titah sang mama dengan tegas. terlihat jelas di wajah yang sudah muncul guratan halus menampakkan raut wajah yang tidak bisa di baca. menghindari ayah mertua nya yang berjalan mendekat.
Evan hanya menghela nafas berat menuruti kemauan sang mama yang ia sendiri tidak tau apa yang mamanya rasakan.
Sore itu mereka berkumpul di ruang tamu suasana yang amat menegangkan membuat salah satu dari mereka tidak berani bicara.
"Ada perlu apa anda datang kembali di kehidupan saya." ucap Silvy tiba-tiba Evan yang mendengar bahasa yang teramat formal mengerutkan keningnya namun ia tetap menjaga santun untuk tidak menyela percakapan orang tua.
"Silvy, maafkan ayah yang tidak pernah mengunjungimu. ada banyak hal ingin aku sampaikan padamu namun terlihat jelas kamu tidak menginginkan kehadiran ku." Sahut Viktor menatap sendu menantu yang dulu ia banggakan. karena egonya telah menggores luka dalam di hatinya.
"sampaikan tujuan anda, setelah itu aku akan menentukan mengusir mu atau tetap tinggal." kini wanita paru baya itu tidak bisa lagi di sepelekan seperti dulu keadaan lah yang merubahnya menjadi wanita yang sangat tangguh. Evan dan Lily terkejut melihat sosok lain ibunya yang berbeda dari biasanya. yang mereka tau Silvy adalah sosok wanita yang kuat sabar dan tegas cenderung ke lembut saat ini yang mereka lihat sosok wanita tangguh yang tegas tidak terbantahkan.
lelaki tua itu menghela nafas panjang memandang menantunya yang menyimpan dendam begitu dalam membuatnya tidak bisa menerima dirinya di bagian hidupnya.
"aku minta jangan ada yang menyela saat aku menjelaskan semua." ujarnya
Viktor menjelaskan semua yang terjadi saat itu.
kabar bangkrutnya perusahaan yang Damian kelola adalah kabar palsu yang di buat oleh Mega dan orang-orangnya. wanita itu hanya memindahkan saham Damian atas nama Sean sebagai pewaris kedua Baskoro group yang menyisakan 10% saja untuk Viktor dan Evan. alasan Mega menyisakan saham untuk keduanya adalah untuk mengelabuhi para pemegang saham agar tidak curiga.
setelah viktor mendengar sang anak meregang nyawa di negara orang dan itu semua karena campur tangan Mega yang menyuruh orang-orang nya memberi sesuatu yang menimbulkan penyakit jantungnya kambuh membuat lelaki tua itu memilih untuk mengikuti permainan Istri keduanya hanya karena tidak ingin anggota keluarga nya satu persatu meninggal cukup istri dan anaknya saja.karena lelaki itu mendengar percakapan korban selanjutnya yaitu menantu dan juga keturunan nya bahkan wanita itu juga merencanakan pembunuhan untuk Sean anak kandungnya sendiri.
Silvy terkesiap dengan cerita viktor namun ia tetap diam mendengar kan hingga tuntas.
Viktor sengaja mengusir menantu dan juga anak-anaknya dengan kejam atas dasar marahnya telah membuat bangkrut perusahaan agar Mega percaya bahwa lelaki itu benar-benar membenci menantunya. hingga percobaan pembunuhan pada menantu dan cucunya di gagalkan. tetap saja di dalam hatinya berbicara sendiri
'bersabarlah Silvy ini salahku mengenal wanita ular ini maka aku juga yang harus membereskannya.' itulah isi hati sang ayah pada saat itu ternyata viktor salah besar karena di belakang wanita itu bukan orang biasa melainkan geng mafia.
Viktor juga berusaha mengirim uang ke rekening sang menantu agar ia masih bisa hidup layak tanpa sepengetahuan Mega. ia mengirim menggunakan rekening orang suruhannya. karena takut jika menggunakan rekening pribadinya akan mudah di ketahui oleh Mega.
dan penelitian yang Evan garap di jerman adalah satu rencana Viktor agar di garap ulang dia bekerjasama dengan Edward, ia tahu itu adalah penelitian mendiang anaknya yang belum tuntas lelaki tua itu merogoh banyak uang di masa tuanya untuk menggarap penelitian itu karena dia tau Evan kurang lebih mengetahui jawaban dari penelitian yang di bangun ayahnya karena dulu pernah melihat anak dan cucunya suka sekali sains. dengan berhasilnya penelitian yang di garap Evan akan membuat cucunya mendapatkan kesempatan untuk sukses hingga ia sampai di titik ini.
"itulah alasan ayah saat itu mengusir mu. Ayah tidak ingin kalian jadi korban selanjutnya." Ucapnya yang sudah meneteskan air mata mengingat kesalahan fatal yang ia lakukan di masa lalu.
Silvy hanya menatap datar ayah mertuanya. kemudian manik matanya beralih ke arah Sean menatap lelaki itu dengan tajam. bagaimana bisa dia juga ikut hadir di sana yang tidak lain orang yang ikut andil dalam kasus di masa lalu.
"Ma dia juga korban dari Mega." kini Evan angkat bicara melihat sang mama yang menatap tajam ke arah om.nya.
Silvy menghela nafas panjang. sebenarnya ia sudah tau semua nya hanya saja wanita itu memastikan apakah dua lelaki di hadapan nya ini jujur atau tidak.
"Sudahlah, ayo kita makan malam aku sudah sangat lapar." Ucapnya berdiri meninggalkan mereka semua di sana.
Saat mereka tengah tegang dengan keputusan sang mama wanita itu dengan entengnya meninggalkan mereka hanya untuk mengajak makan malam.
"Maaf yah, sebenarnya aku sudah tau semua masalah itu pak Joko yang cerita ke aku itu sebabnya aku tidak pernah menghubungi ayah."akhirnya Silvy angkat bicara. ia diam dan bersikap dingin tadi karena terkejut saat ada Sean wanita itu khawatir jika dia akan membunuh keluarga nya.karena Silvy takut Sean benar-benar terhasut oleh wanita ular itu.
"apa kamu masih berhubungan dengan joko. anak asisten ku dulu?" tanya nya pada Silvy. wanita itu hanya menggeleng
"terakhir saat ia mengantarkan aku ke rumah orang tuaku. dan menceritakan semuanya. ia juga berpesan padaku kalo dia akan menjauh dari kami agar Mega tidak menemukan ku." jelasnya pada viktor
Makan malam hari itu mulai menghangat berbeda dengan Sean yang masih dalam diamnya. bagaimana bisa sang ibu ingin menghancurkan keluarga yang begitu hangat ini dengan kejam. sejujurnya dirinya sangat iri karena ia tidak pernah merasakan kehangatan sejak sang kakak meninggal. Sean di paksa terus menerus oleh sang ibu agar fokus pada perusahaan bahkan ia mengabaikan cintanya demi sang ibu.
"dan kau mau sampai kapan kau membuat Melissa menunggumu. wanita itu sudah menjadi perawan tua karena menunggumu." Sarkasnya menunjuk ke arah adik iparnya. membuat lamunan lelaki itu seketika buyar.
Sean menatap lekat mata kakak ipar mencerna setiap kata yang keluar dari mulutnya.
"Benarkah dia menunggu ku, aku pikir dia sudah menikah dengan Handoko." sahutnya lirih merasa bersalah.
"Bodoh!, Handoko itu sepupu melissa." geram dengan adik ipar yang tidak peka.
suasana di meja makan kembali hangat seperti beberapa tahun lalu pertengkaran antara adik ipar dan kakak ipar yang selalu terjadi di meja makan. mirip dengan dika dan lily yang selalu bertengkar jail di meja makan ternyata karena ada turunannya.
kakak ipar yang bar bar dan adik ipar yang sedikit oon.
"Evan, kakek mengingat tadi kamu sempat bilang ada seseorang di dalam. siapa? apa dua orang ini.bukankah ini mahardika. lalu ini? " tanyanya menunjuk satu satu orang yang di sebutnya.
"benar kek, itu dika dan ini adalah orang yang Evan maksud di luar rencanaku dia Istriku kek." sahutnya memperkenalkan Alana yang menganggukkan kepala sopan ke arah lelaki tua itu.
"Astaga Evan sampai hati kau tidak mengundang kakekmu di pernikahan mu." katanya dengan berpura-pura sedih.
"bulan depan aku akan mengundang kakek ke resepsi pernikahan ku." sambungnya lagi malas dengan sifat kakeknya yang selalu begitu jika tidak di turuti kemauannya.
Van lain kali pake penyadap suara,biar suara biar gak bikin jomblo iri .