Alin seorang wanita muda yang selalu sulit move on dari mantan nya, hingga suatu saat ketika ia sedang mencari ketenangan ia malah di pertemukan oleh laki-laki menyebalkan yang membuat hari-hari nya di tempat tersebut menjadi lebih berwarna dan lambat lain ia bisa melupakan masalahnya, cinta tumbuh di antara mereka dan membuat mereka menjadi sepasang kekasih. Hingga perjalanan cinta mereka membuat sebuah HAPPY ENDING dalam dunia Alin maupun Abram.
"Terimakasih Tuhan, rencanamu selalu indah, terimakasih untuk akhir dari kisah ku yang berakhir dengan bahagia. I Believe that God's plan is more beautiful"
~ Alincia Sahara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma Eka Poerwanti Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Ting!!!
Lift berdenting dan tak lama pintu lift pun terbuka dengan segera Alin mendorong kopernya keluar, menyusuri lorong lantai tersebut. Hingga ia berhenti disalah satu pintu dan kemudian menekan belnya.
Cklekk!
“Lin!?!?!”.
...----------------...
Shayana memberikan sebotol minuman soda kepada Alin. “Nih, Lo pulang kenapa ngga bilang - bilang sih!?,” Tanya Shayana dengan kesal namun di pikiran nya di penuhi banyak sekali pertanyaan mengenai kedatangan Alin.
“Surprise!,” ujar Alin dengan begitu santai dan kemudian meneguk minuman yang diberikan oleh Shanaya
Shanaya menaikkan sebelah alisnya, “Aunty uncle tau kalau lo balik ke indo?,” tanyanya.
“I don’t know,” jawab Alin sembari menaikkan kedua bahunya yang membuat Shanaya menganga tak percaya
“Maybe, mereka udah tau kalau gue pulang ke indo,” lanjut Alin
Shanaya mengangguk membenarkannya, shanaya yakin kedua orang tua Alin sudah tau tentang anak mereka yang kembali ke indonesia, orang tua alin pasti memiliki mata-mata untuk Alin setelah kecolongan kemarin.
“Terus lo ngapain datang ke apartemen gue?” tanya Shanaya sembari memicingkan matanya.
“ngga tau,” jawab Alin dengan menggelengkan kepalanya.
Shanaya menganga tak percaya dengan jawaban Alin “Whattt!, maksud lo?”.
Alin menghembuskan nafasnya perlahan kemudian merubah posisi duduk nya menjadi menghadap ke Shanaya.
“Gue ngga tau, kenapa tempat pertama yang gue tuju setelah sampai ke indo itu apartment lo, paham?” ucap Alin
Shayana mendengarkan ucapan Alin dengan seksama, ia pikir Alin akan mengatakan Alasannya namun yang ia dapatkan hanya bisa memandang dan mendengarkan dengan raut wajah malas
“Okey, gue ngga akan memperpanjang masalah itu….so kenapa lo balik ke indo?” tanya Shanaya dengan merubah topik pembicaraan diantara mereka “gue yakin lo punya alasannya buat pertanyaan gue yang satu ini." lanjut nya sembari melipat kedua tangannya di dada.
Alin mengangguk membenarkan kalimat terakhir yang Shanaya ucapkan. Kemudian ia menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan “Karena seseorang gue balik ke indonesia,”
Shanaya menaikkan salah satu Alisnya, Ia bingung dengan apa yang di ucapkan oleh sahabatnya itu “seseorang?” sepertinya shanaya tertinggal sesuatu.
“Siapa? lo dapat oppa oppa korea? lo pelet mereka?” tanya Shanaya dengan begitu ingin tau.
Alin yang mendapatkan banyak pertanyaan dari Shanaya dan tidak diberikan kesempatan untuk menjawab, dengan kesal ia memukul bahu Shanaya dengan begitu keras.
Plak!!
“Gila!!,” Shanaya berteriak cukup keras karena mendapatkan pukulan tiba-tiba dari Alin. Ia meringis kecil sembari mengusap bahunya.
“Sakit Alin bego!,” ucap Shanaya dengan kesal.
Alin memutar bola matanya nya malas, ia sama sekali tak memperdulikan rasa sakit yang diderita Shanaya “Lo sih aneh - aneh!!” sahutnya dengan kesal.
“Gue cuman menduga - duga doang Lin!!!!, so jadi siapa seseorang tersebut?” Tanya Shanaya yang sudah melupakan rasa sakit di bahunya.
“Rahasia,” Ucap Alin dengan begitu santainya.
“Bangsat!!,” kesal Shanaya karena Alim menjawabnya dengan begitu santai.
Rahasia?? owh tidak akan bisa, seorang Alin bisa menyembunyikan sebuah rahasia darinya? Itu tidak mungkin kawan-kawan.
Suara batin Shanaya yang terlihat begitu kejam .
“Dahlah capek gue mau istirahat…..gue pinjem kamar lo ya Nay” ujar Alin sembari melemparkan bantal ke muka Shanaya dan berlari begitu saja memasuki kamar Shanaya tanpa menghiraukan teriakan sang pemilik rumah dan ruangan.
“AWAS!! JANGAN SAMPAI BERANTAKAN YA NJIR!!!"
Brakk!!!!
jangan lupa feedback yaa🔥
salam silaturahmi
jgn lupa kw lapak aku uy