Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Culunku Ternyata CEO

Suami Culunku Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Kehidupan di Kantor / CEO
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Tolong...bagi yang hanya penasaran jangan buka bab!!!

Sultan Rafsanjani, CEO muda nan tampan, cerdas serta berasal dari keluarga kaya raya, rela menyamar menjadi pria culun dan menyembunyikan identitasnya demi mengejar gadis pujaannya.

Hingga suatu hari dirinya diminta menjadi kekasih pura-pura oleh gadis tersebut hanya untuk memberikan kado istimewa buat ulangtahun eyangnya.

Bersediakah Sultan atau dia malah memanfaatkan keadaan dan meminta menjadi kekasih sungguhan?

Ataukah justru hal lain tak terduga akan terjadi?


Ikuti kisahnya hanya di sini;

"Suami Culunku Ternyata Sang Pewaris" karya Moms TZ, bukan yang lain!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10.

Seminggu kemudian, rumah keluarga Rafsanjani kesibukan sudah tampak sejak pagi hari. Tuan Bahtiar memastikan kembali semua persiapan yang akan mereka bawa. Nyonya Kirana pun tak kalah sibuk, beberapa kali memeriksa barang-barang yang sudah disiapkan agar tidak ada yang tertinggal.

Sementara itu, Sultan sudah bersiap dengan penampilan seperti biasa tak ada yang berlebihan. Pemuda itu berdiri di ruang keluarga, menunggu kedua orangtuanya selesai.

"Kamu sudah siap, Tan?" tanya Tuan Bahtiar.

"Sudah, Pa," jawab Rafa cepat.

Nyonya Kirana menghampiri keduanya sambil tersenyum. "Kalau begitu, kita segera berangkat, agar tak kena macet di jalan."

Mereka pun bertolak meninggalkan kediaman Rafsanjani menuju rumah Pak Andika. Ardan melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Sesekali dia melirik ke arah Sultan, yang tampak lebih banyak diam. Dirinya diminta atasannya itu menjadi saksi pertemuan dua keluarga tersebut, karena keluarga besar mereka tinggal di luar kota dan luar negeri.

...

Sementara itu, di rumah Pak Andika tampak lebih ramai dari biasanya. Sejak pagi, pasangan paruh baya itu sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan keluarga calon besan mereka. Tidak ada persiapan berlebihan memang, tetapi semuanya ditata sebaik mungkin sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang akan datang membawa niat baik tersebut.

Kahiyang sendiri terlihat lebih tenang dibanding beberapa hari sebelumnya. Meski begitu, sesekali ia masih memeriksa penampilannya di depan cermin.

Bu Arimbi yang melihat tingkah putrinya hanya tersenyum. "Sudah cantik, kok. Dan kamu juga nggak perlu gugup."

Kahiyang mengembuskan napas. "Gugup sih, Ma. Tapi sedikit."

"Tenang saja. Mereka datang untuk membicarakan pernikahan, bukan mengadakan ujian," kelakar sang ibu membuat Kahiyang terkekeh kecil lalu mereka keluar dari kamar.

Tak lama kemudian, suara kendaraan terdengar dari depan rumah. "Itu mereka datang," ucap Pak Andika.

Keduanya lantas berjalan menuju pintu utama untuk menyambut tamunya. Jantung Kahiyang seketika berdegup lebih cepat. Ia lalu mengikuti dan berdiri di samping kedua orangtuanya.

Beberapa saat kemudian, Tuan Bahtiar dan Nyonya Kirana turun dari mobil, disusul Sultan di belakangnya bersama Ardan.

Pak Andika menyambut mereka dengan senyuman hangat. "Selamat datang di rumah kami. Silakan masuk."

Tuan Bahtiar menjabat tangan Pak Andika dengan ramah. "Terima kasih sudah menerima kedatangan kami."

Tak ketinggalan Bu Arimbi menyalami Nyonya Kirana. Senyum tulus tampak dari rona wajahnya. "Selamat datang, Jeng."

Nyonya Kirana tak kalah ramah. "Terima kasih, Jeng." Keduanya lantas cipika-cipiki.

Kemudian pandangan Nyonya Kirana beralih pada Kahiyang. Sesaat wanita paruh baya itu terpaku, lalu tiba-tiba menarik gadis itu ke dalam pelukannya. "Kamu cantik sekali...terima kasih, sudah mau menerima Rafa, putra kami," ucapnya tulus sedikit bergetar.

Tubuh Kahiyang menegang menerima pelukan yang tak terduga tersebut, selanjutnya ia menganggukkan kepala.

Dari tempatnya berdiri netra Sultan tak lepas menatap gadis pujaannya. Untuk sesaat, dia begitu terpana melihatnya. Kahiyang mengenakan gamis warna lavender dipadukan dengan hijab bermotif warna senada, membuat wajahnya tampak semakin cantik dan bersinar. Begitu pandangan mereka bertemu, Kahiyang langsung tersenyum malu-malu. Wajahnya merona merah, rasa hangat menjalar ke dadanya.

Sultan pun membalasnya dengan tersenyum penuh makna pandangannya masih tertahan beberapa detik pada sosok yang kini semakin membuat hatinya jatuh cinta.

Tidak ada kata-kata di antara mereka, tetapi tatapan itu sudah cukup untuk mengungkapkan segalanya.

"Ehem..." Suara deheman Ardan berhasil memutus tatapan mereka dan keduanya sama-sama tersipu malu.

"Jangan menatapnya terus, Sebaiknya kita masuk dulu. Setelah kalian menikah nanti, ada banyak waktu memandangnya sampai puas bahkan lebih dari itu," bisiknya pelan pada Sultan, membuat pemuda itu makin salah tingkah.

Selanjutnya mereka pun menyusul masuk ke dalam rumah kemudian duduk bersama di ruang tamu. Beberapa saat suasana masih diisi percakapan ringan sambil menyantap kudapan yang tersaji di meja. Tampak hadir pula di sana Eyang Bramantyo dan Uti Halimah juga kerabat Pak Andika dan Bu Arimbi.

Sampai akhirnya Tuan Bahtiar menatap Pak Andika serta Eyang Bramantyo dengan pandangan serius. Sesaat melirik putranya, lalu kembali menatap Pak Andika.

"Seperti yang sudah diketahui bersama, kedatangan kami hari ini memiliki maksud untuk menyampaikan niat baik. Kami ingin meminang Kahiyang untuk putra kami."

Pak Andika mengangguk. "Saya menyambut baik maksud, Anda."

Kahiyang langsung menundukkan kepalanya, sementara Sultan seketika menegakkan punggungnya. Meskipun sudah mengetahui apa yang akan dibicarakan, tetapi ketika kalimat itu benar-benar terucap di hadapan kedua keluarga, dadanya tetap terasa berdebar-debar.

Pak Andika menatap Sultan cukup lama. Kemudian sebuah senyum perlahan muncul di wajahnya. "Kalau begitu, mari kita bicarakan hari baik untuk pernikahan mereka."

Tuan Bahtiar mengangguk puas mendengar jawaban Pak Andika. Suasana yang sempat tegang perlahan mencair.

Selanjutnya pembicaraan dua keluarga tentang masa depan Kahiyang dan Sultan pun resmi dimulai.

"Kalau boleh, saya ingin mengusulkan -- bagaimana jika akad nikah Rafa sama Kahiyang dilaksanakan seminggu lagi?" cetus Nyonya Kirana kemudian.

Ruangan seketika menjadi hening. Semua mata langsung beralih kepadanya. Pak Andika, Bu Arimbi, bahkan Kahiyang menatap Nyonya Kirana dengan raut terkejut, tak dapat berkata-kata. Sementara Sultan hanya terdiam, jelas tidak menyangka ibunya akan mengusulkan waktu secepat itu.

Nyonya Kirana tersenyum melihat reaksi mereka. "Maksud saya, akad nikahnya saja. Untuk resepsi, kita bisa membicarakannya nanti. Tidak harus bersamaan dengan akad."

Eyang Bramantyo mengangguk pelan, seolah mempertimbangkan usulan tersebut. "Saya justru setuju," ujarnya kemudian. "Kalau keduanya memang sudah yakin, tidak ada alasan untuk menunda akad terlalu lama."

Uti Halimah ikut tersenyum. "Benar. Resepsi bisa dipersiapkan setelahnya. Yang penting, ikatan mereka sudah sah."

Kepala Kahiyang menunduk semakin dalam. Pikirannya langsung dipenuhi bayangan tentang pernikahan yang hanya tinggal seminggu lagi. Rasanya terlalu cepat, bahkan ia masih belum bisa mencerna keputusan kedua keluarga tersebut.

Dari tempat duduknya, Sultan diam-diam melirik ke arah Kahiyang yang masih tertunduk. Gadis itu tampak meremat jemarinya jelas sedang menahan gugup.

Beberapa saat kemudian, Kahiyang mengangkat wajah. Pandangannya langsung bertemu dengan Sultan yang sedang melihat ke arahnya.

Buru-buru Kahiyang mengalihkan pandangan, membuat Sultan tersenyum tipis.

"Aku setuju, Ma," ucap Sultan mantap.

"Kamu tidak keberatan?" tanya Tuan Bahtiar seraya menatap putranya dengan pandangan serius.

Sultan menggeleng. "Nggak, Pa. Aku sangat siap."

Pak Andika kemudian menatap putrinya. "Kalau kamu, Ay? Apa kamu juga siap?"

Semua perhatian tertuju pada Kahiyang. Gadis itu pun pasrah dan akhirnya mengangguk. "Kalau Papa sama Mama sudah setuju... aku pun siap."

Senyum bahagia langsung menghiasi wajah Nyonya Kirana. "Kalau begitu, kita sudah punya kesepakatan."

Eyang Bramantyo mengangguk mantap. "Akad nikah dilaksanakan seminggu lagi. Setelah itu, kita atur waktu yang tepat untuk resepsi."

Pembicaraan pun berlanjut pada hal-hal yang lebih rinci. Kedua keluarga mulai membicarakan persiapan akad, tempat pelaksanaan, serta hal-hal lain yang perlu disiapkan.

Namun, keputusan kedua keluarga untuk mempercepat pernikahan Sultan dan Kahiyang rupanya menimbulkan tanda tanya di benak beberapa kerabat dan tetangga dekat Pak Andika dan Bu Arimbi yang kebetulan turut hadir di sana. Mereka saling berpandangan. Meski tak ada yang berani bersuara, tetapi tatapan mata mereka seolah menyampaikan pertanyaan yang sama.

'Kenapa harus secepat itu? Atau, jangan-jangan...?'

1
Nar Sih
sdh tenang sekarang kerja nya ya ayang,anton atasan yg jht sdh tertangkap
Aditya hp/ bunda Lia
kasian kamu Anton kali ini salah pilih mangsa 😂
Patrick Khan
kaget kan kau anton🤣🤣
Aditya hp/ bunda Lia
mantaaap ... makanya cuci tuh otak kamu Anton biar bersih dari pikiran dan niat2 busuk
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya kebusukan anton sdh terbongkar ,dan siap,,nyeselll kmu anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pastinya
total 1 replies
Nar Sih
kebohongan mu yg mungkin kmu seorang koruptor pasti sgra terbongkar anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Esther
Banyak laporan palsu ya Pak Anton ?
Siap2 saja sebentar lagi akan kehilangan jabatan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
siap,,dgn nasib mu yg bkln hancur anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Esther
Anton cari mati, tuh kamu sudah ditandai sama Rafa bos mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tul tul tul
total 1 replies
Patrick Khan
nunggu besok ya anton di lempar🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 3 replies
Patrick Khan
siap2 kau anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap siap ng ndi?
total 1 replies
Nar Sih
siap,,ditendang keluar anton,sdh berani megoda istri bos🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
cari mati si Anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Nar Sih
👍👍 moomz
Nar Sih
ahir nya sdh jls sdh terungkap
Oma Gavin
waduh anton kamu cari mati hbs ini kamu langsung dipecat
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar tahu rasa dia oma😂
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor makin seruu dan bikin penasaran....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sabar ya mbak, ini lagi nulis🤭
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
ketinggalan 3 bab ... biasa ada kerjaan dikit
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: alhamdulillah🫰
total 3 replies
Patrick Khan
nah kan kayang tau jg😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biarinlah tahu. 😂
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
😂😂😂
ayang baru sadar kalo Rafa itu CEO, kamu aja shock apalagi nanti keluarga besar mu,🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ah, betul betul betul😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!