Indonesia
NovelToon NovelToon
Where Your Heart Stays

Where Your Heart Stays

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:97
Nilai: 5
Nama Author: Kiara L

Seo Tae-jun telah hidup selama 34 tahun dengan keyakinan bahwa cinta hanya membuat seseorang lemah.
Han Ji-eun justru hidup dengan keyakinan sebaliknya.
Bagi Ji-eun, kehilangan orang yang dicintai memang menyakitkan, tetapi itu bukan alasan untuk berhenti mencintai.
Pertemuan mereka dimulai dari hubungan profesional.
Tae-jun adalah pewaris sekaligus pemegang kendali jaringan hotel Seo Group.
Ji-eun adalah manager hotel yang telah bekerja keras selama lima tahun untuk mendapatkan posisinya.
Tae-jun awalnya hanya tertarik pada keberanian Ji-eun.
Namun perhatian itu berubah menjadi ketertarikan.
Ketertarikan berubah menjadi kebutuhan.
Dan kebutuhan perlahan berubah menjadi cinta yang membuat Tae-jun mempertanyakan seluruh hidupnya.
Masalahnya, keluarga Seo menyimpan rahasia yang berkaitan dengan kematian orang tua Ji-eun.

Semakin dekat mereka, semakin besar kemungkinan cinta mereka menghancurkan keluarga Tae-jun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiara L, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Pagi hari setelah malam itu terasa sangat berbeda. Ji-eun menyadarinya sejak pertama kali membuka mata. Bayangan Tae-jun yang duduk di sofa apartemennya, tatapan hangat pria itu, serta ingatan saat mereka terlepas dari sekat jabatan direktur dan manajer masih terekam jelas di benaknya.

Saat itu mereka murni menjadi Tae-jun dan Ji-eun. Namun, justru kenyataan itulah yang menakutinya. Ji-eun sadar bahwa perasaannya sudah melangkah terlalu jauh.

Begitu kembali ke hotel, mereka membalut diri dengan profesionalitas dan bersikap layaknya orang asing di depan publik.

"Selamat pagi, Direktur Seo."

"Selamat pagi, Manajer Han."

Hanya interaksi singkat itu yang terdengar, meski tatapan mata mereka bertahan sedikit lebih lama dari biasanya. Begitu Ji-eun memalingkan wajah, Tae-jun tahu ada beban pikiran yang sedang mengganggu perempuan itu.

Sore harinya, Tae-jun meminta Ji-eun menemuinya begitu jam kerja usai. Mereka berdiri berhadapan di lorong area belakang hotel yang sepi dan remang.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Tae-jun memulai percakapan.

Ji-eun menundukkan kepala. "Aku pikir... kita harus berhenti."

Tae-jun tertegun. "Berhenti?"

"Ya."

"Maksudmu?"

"Karena ini terasa makin sulit." Ji-eun meremas tali tasnya erat-erat. "Aku mulai terlalu sering memikirkanmu."

Tae-jun menatapnya lekat. "Dan itu membuatmu takut?"

"Sangat takut."

"Kenapa?"

"Karena aku sadar siapa Kau," Ji-eun mendongak, menatap mata pria di hadapannya dengan binar gelisah. "Kau direktur utama hotel ini dan berasal dari latar belakang keluarga yang jauh berbeda denganku. Kalau hubungan ini sampai diketahui orang lain, Kau yang akan menanggung dampaknya."

"Bukankah aku sudah bilang, aku tidak peduli?" sahut Tae-jun tegas.

"Tapi aku peduli!" Suara Ji-eun meninggi, menahan getaran emosi yang mendesak keluar. Matanya mulai berkaca-kaca. "Aku terlalu terbawa suasana dan melewatkannya saat bersamamu. Sejak Kau pulang tadi malam, aku baru menyadarinya. Ini tidak benar."

Tae-jun memandangnya cukup lama sebelum akhirnya bersuara dengan nada rendah yang sarat akan penyesalan. "Kau selalu mengambil keputusan sendiri, Ji-eun-a."

Ji-eun membisu.

"Kau selalu membuat alasan seperti itu." Tae-jun melangkah mengikis jarak di antara mereka. "Kau menyimpulkan sendiri kalau nantinya aku akan menyesal, padahal Kau tidak pernah bertanya apa yang sebenarnya aku inginkan."

"Tae-jun..."

"Aku menginginkanmu," potong Tae-jun lugas. Suaranya mantap tanpa ada ragu sedikit pun. "Aku menyukaimu, Han Ji-eun. Aku sudah mencoba memberi jarak, tapi semakin aku berusaha menjauh, semakin aku mencari alasan untuk berada di dekatmu."

Air mata Ji-eun menetes perlahan. Ia hampir tidak percaya dengan setiap kata yang keluar dari bibir Tae-jun.

"Berhentilah menjadi orang baik. Berhenti mencemaskanku. Kalau Kau ingin bersikap dingin, lakukan dengan benar! Berhentilah mempermainkan perasaanku."

"Apa katamu?" tanya Ji-eun. Ucapan pria itu benar-benar melukai hatinya.

Ji-eun bersiap pergi karena amarah yang membuncah, tetapi Tae-jun menahannya.

"Lepaskan!" Ji-eun berusaha melepaskan cengkeraman Tae-jun.

Bukannya menuruti permintaan itu, Tae-jun justru makin mendekat. Ia menahan kedua tangan Ji-eun yang memberontak sembari memukuli dadanya.

Ada amarah, kesedihan, dan keputusasaan di mata Tae-jun, hal yang bisa dilihat Ji-eun dengan jelas di balik air matanya yang mengalir. Lalu, Tae-jun menjatuhkan kepalanya di bahu kiri Ji-eun.

"Karenamu aku kehilangan diriku... Aku tidak bisa berpikir jernih saat bersamamu," ucap Tae-jun dengan suara bergetar.

Kemudian ia mengangkat kepalanya. Jarak di antara mereka begitu dekat, memperlihatkan keseriusan di wajah Tae-jun.

"Kau hanya perlu percaya padaku. Lupakan semuanya dan hanya fokus kepadaku. Ku mohon..."

Untuk beberapa detik, keheningan melingkupi mereka. Seluruh emosi yang selama ini terkunci rapat seolah membuncah memenuhi ruang sempit di antara mereka. Rasa takut, kerinduan, kecemburuan, dan seluruh percakapan yang belum usai.

Tae-jun mengulurkan tangan, mengusap lembut pipi Ji-eun yang basah. "Kalau Kau ingin aku benar-benar berhenti, katakan sekarang."

Tae-jun menundukkan kepala dan menyatukan bibir mereka.

Awalnya pertautan itu terasa lembut dan ragu, tetapi perlahan berubah menjadi makin dalam. Begitu mereka memberi izin pada diri sendiri untuk merasakan apa yang selama ini ditahan, tak ada lagi alasan untuk mundur. Ji-eun memejamkan mata, merengkuh jas Tae-jun lebih erat, sementara Tae-jun menarik tubuh perempuan itu makin rapat ke dalam pelukannya.

Ada tumpahan perasaan yang begitu besar dalam ciuman tersebut, seluruh keraguan yang terendam, tatapan mata yang sengaja diputus, dan malam-malam sepi saat mereka saling merindukan dalam diam.

Ketika pertautan itu terlepas untuk memberi ruang bernapas, dahi mereka masih saling menempel. Napas Ji-eun memburu dengan rona merah menjalar di wajahnya.

Dan malam ini, untuk pertama kalinya, Tae-jun dan Ji-eun memilih untuk berhenti melawannya.

...****************...

1
Bintang star_nurul22
Semangat author
Kiara L: terimakasih☺️🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!