Indonesia
NovelToon NovelToon
The Mafia’S Possession

The Mafia’S Possession

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Roman-Angst Mafia / Cinta setelah menikah
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Jauhi suami saya!"

Teriakan melengking di sebuah kafe elit Manhattan itu meremukkan dunia Pearl Glow Hurt dalam sekejap.

Pria bertutur kata lembut yang dicintainya ternyata seorang penipu beristri. Demi menyelamatkan harga diri dari skandal yang memalu, Glow nekat membual bahwa kekasih aslinya bernama "Lean"—dan bersumpah akan mengelilingi New York untuk menemukan serta menikahi pria bernama Lean demi memvalidasi kebohongannya.

Pencarian impulsif itu membawa Glow ke sebuah bengkel kusam di Queens, memutuskannya berhadapan dengan Lean—seorang mekanik bersikap dingin yang mengintimidasi dan mengaku sebagai kanibal. Glow menganggap sosoknya hanyalah rakyat jelata bersikap sok misterius.
Namun, Glow tidak menyadari bahwa pria itu adalah Orion Leander Ashford, putra penguasa takhta kegelapan New York yang menjalankan bisnis senjata rahasia.
Ketika takdir bertabrakan di antara intrik dan bahaya, permainan nama Lean mendadak berubah menjadi pusaran cinta dan bahaya yang mengancam nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Cahaya matahari pagi New York menembus celah-celah tirai sutra di kamar utama mansion, membiaskan sinar keemasan yang mendarat tepat di atas tempat tidur berukuran king-size. Suasana yang seharusnya hangat dan penuh romansa khas pengantin baru itu mendadak buyar oleh sebuah tarikan kasar yang tak berperikemanusiaan.

SRET!

"Kembalikan selimutku, Tukang Bengkel!" geram Glow dengan mata setengah terpejam. Jemari cantiknya mencengkeram erat pinggiran kain rajut tebal mahal itu, menariknya dengan seluruh tenaga sisa yang ia miliki.

Namun, kain itu tidak bergeming sedikit pun. Di ujung ranjang yang lain, Orion Leander Ashford—yang kini hanya mengenakan celana piyama hitam tanpa atasan, memamerkan dada tegap dan perut berototnya yang dipahat sempurna—menarik balik selimut itu hanya dengan satu kibasan tangan santai.

SRET!

"Kau sudah menguasai sembilan puluh persen area ranjang ini semalaman, Istriku," sahut Lean dengan suara serak khas bangun tidur. Suaranya rendah, dingin, namun sarat akan kelelahan yang sangat nyata. "Lagipula, selimut ini terlalu bagus untuk seseorang yang mendengkur seperti mesin traktor rusak."

DEG.

Glow seketika mendudukkan tubuhnya tegak lurus di atas kasur. Matanya yang bundar mendadak terbuka lebar, menatap Lean dengan tatapan tak percaya dan napas yang tertahan. Rambut cokelat bergelombang miliknya berantakan ke segala arah, namun gengsi setinggi langitnya langsung menyala membara.

"Apa kau bilang?!" jerit Glow histeris, menunjuk wajah tampan Lean dengan telunjuknya yang gemetar. "Aku?! Mendengkur?! Sembarangan kalau bicara! Aku ini Pearl Glow Hurt! Aku tidur dengan anggun bagaikan putri kerajaan! Kau jangan membual untuk menutupi kenyataan bahwa kau yang berniat mencuri selimutku!"

Lean menghela napas panjang—sebuah hembusan napas yang sangat langka keluar dari mulut seorang penguasa takhta kegelapan New York. Pria itu menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang, memijit pangkal hidungnya yang mancung.

Satu hal yang tidak diketahui Glow: Orion Leander Ashford tidak tidur sekejap pun semalaman.

Bukan karena ia takut diserang oleh musuh-musuh bisnis senjatanya, dan bukan pula karena ia terpesona menatap wajah cantik istrinya saat terlelap. Melainkan karena Pearl Glow Hurt adalah bencana tidur malam paling mengerikan yang pernah Lean temui sepanjang hidupnya.

Selain suara dengkuran halus yang konstan bergema di kamar megah itu sejak tengah malam, Glow juga memiliki kebiasaan mengigau yang sangat abstrak. Semalam, Lean harus menahan tendangan kaki mulus Glow yang hampir mengenai wajahnya tiga kali, mendengar gadis itu mengoceh tentang "harga gaun branded" di tengah tidurnya, dan bertarung merebut bantal gulung yang didekap Glow bagaikan mangsa.

Lean memiringkan kepalanya, menatap Glow lurus-lurus. Pandangan matanya yang sejernih es menyapu perlahan dari wajah berantakan Glow, turun ke arah leher jenjangnya yang terbuka, lalu berhenti tepat di area bahu mulus yang tersingkap dari balik gaun tidur sutranya.

Glow yang sadar sedang ditatap dengan cara yang tidak biasa seketika menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Kenapa menatapku seperti itu, Penipu?! Kau mau cari masalah pagi-pagi?!"

Lean menyipitkan mata, mengikis jarak di antara mereka di atas kasur hingga aroma maskulin khas kayu cedar yang pekat menyapu indra penciuman Glow.

"Aku hanya sedang menilai," bisik Lean rendah, suaranya mengandung ancaman intim yang membuat bulu kuduk Glow berdiri tegak. "Bagian lehermu kelihatan sangat empuk pagi ini. Lemaknya sepertinya makin tebal karena kau banyak tidur. Cocok untuk sarapan."

"Kau... kau gila!" umpat Glow, spontan menutupi lehernya dengan kedua tangan, mundur beberapa senti hingga punggungnya menabrak bantal. "Sudah kubilang aku bukan makananmu! Hentikan tatapan kanibal sampahmu itu!"

"Kalau begitu berhenti berteriak dan pergilah mandi sebelum aku benar-benar lapar," balas Lean santai. Pria itu melemparkan selimut yang diperebutkan tadi tepat ke muka Glow, lalu melejit bangun dari ranjang dengan gerakan yang teramat cepat dan lincah.

Glow menyibakkan selimut dari wajahnya dengan kesal. Melihat Lean melangkah lebar menuju arah pintu kamar mandi utama, kesadaran Glow seketika tersengat.

"Hei! Mau ke mana kau?!" teriak Glow seraya melompat turun dari ranjang. "Aku yang harus mandi duluan! Aku punya jadwal bertemu Angelina jam sembilan!"

"Aku tidak peduli," sahut Lean tanpa menoleh.

"Lean! Kubilang Berhenti!"

Perang dingin pengantin baru itu seketika berubah menjadi aksi saling kejar mengejar di atas karpet tebal kamar utama. Glow berlari sekencang mungkin dengan gaun tidurnya yang melambai, berusaha menyalip langkah kaki panjang Lean. Namun, tepat ketika jemari Glow hampir menyambar gagang pintu kamar mandi, Lean dengan mudah memutar tubuhnya, menggunakan satu lengan kekarnya untuk merangkul pinggang ramping Glow dan menahannya di tempat.

"Lepaskan aku, Lean!" jerit Glow sambil memukul-mukul dada tegap Lean yang keras bagaikan dinding batu. "Aku duluan! Kau itu cuma tamu di rumah ini!"

"Di kertas nikah, aku suamimu. Dan suami mendapat prioritas pertama," balas Lean dingin. Dengan gerakan efisien yang tak terbantahkan, Lean mendorong tubuh Glow secara halus namun bertenaga ke belakang hingga gadis itu terduduk di sofa empuk dekat pintu, lalu KLIK—Lean masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya dari dalam.

"LEAN SIALAN! BUKA PINTUNYA!" jerit Glow dari luar, menggedor pintu kayu tebal itu dengan kepalan tangannya yang gatal ingin memukul wajah tampan suaminya.

Di dalam kamar mandi berlapis marmer hitam yang luas dan mewah itu, tawa kering tanpa suara akhirnya lolos dari bibir Orion Leander Ashford.

Ia memutar kran air pancuran, membiarkan uap air hangat memenuhi ruangan. Namun, alih-alih langsung melangkah ke bawah kucuran air, raut wajah konyol dan santai yang tadi ia tunjukkan di depan Glow seketika menguap tanpa sisa.

Wajah Lean kembali dingin, tegas, dan sarat akan otoritas mutlak yang mematikan.

Ia merogoh saku celana piyamanya, mengeluarkan sebuah ponsel bersandi khusus yang tidak bisa dilacak oleh satelit mana pun. Lean menekan satu tombol panggilan cepat, lalu menempelkan benda itu di telinganya.

Panggilan itu diangkat pada dering pertama.

"Tuan Muda," suara berat dan penuh penghormatan dari Eric—orang kepercayaan sekaligus kepala pelaksana operasional bisnis senjata Ashford—dengar dari seberang garis. "Selamat atas pernikahan Anda. Kami sudah mengamankan area perimeter luar mansion keluarga Hurt sesuai instruksi Anda semalam."

"Cukup," pangkas Lean singkat, suaranya bergaung pelan di antara dinding marmer yang beruap. "Dengar baik-baik, Eric. Untuk seminggu ke depan, aku tidak akan turun langsung ke markas bawah tanah atau menghadiri transaksi jalur utama."

Hening sejenak di seberang telepon, seolah Eric sedang mencerna keputusan langka dari tuannya yang biasanya sangat gila kerja itu.

"Baik, Tuan Muda. Apakah Anda ingin saya mengambil alih seluruh dokumen pengiriman senjata ke wilayah Timur?"

"Ya," jawab Lean mantap. "Kau dan Marco yang akan memegang kendali penuh atas penjualan minggu ini. Atur semua pengiriman logistik melalui jalur bersih Lucifer Hurt. Pastikan tidak ada satu pun kebocoran informasi yang sampai ke telinga media atau otoritas New York."

"Dimengerti, Tuan. Lalu... bagaimana dengan bengkel di Queens?" tanya Eric ragu-ragu. "Apakah tempat itu perlu kita tutup sementara selama Anda berbulan madu?"

Satu sudut bibir Lean terangkat tipis saat mengingat alasan sebenarnya ia mempertahankan bengkel kusam itu—tempat di mana seorang gadis kaya raya bergaun pastel pertama kali datang dan memakinya sebagai rakyat jelata.

"Jangan ditutup," perintah Lean dingin. "Atur beberapa anak buah untuk menyamar dan mengelola penjualan harian di bengkel seperti biasa. Terima saja perbaikan mobil sport yang masuk, tapi pastikan tidak ada yang menyentuh ruangan pribadiku di lantai dua."

"Siap, Tuan Muda. Ada perintah lain?"

"Pastikan pengawasan ketat pada Leonardo. Jangan biarkan pria itu mendekati Istriku," ucap Lean dengan nada suara yang seketika mendinginkan suhu udara di dalam kamar mandi.

"Baik, Tuan Muda Orion. Tugas dilaksanakan."

Lean mematikan sambungan telepon, melempar ponsel khusus itu ke atas meja rias dry-area, lalu melangkah ke bawah kucuran air hangat. Saat air membasahi wajah dan tubuh berototnya, Lean menyisir rambut cokelat gelapnya ke belakang dengan jemari tangan.

Satu minggu.

Ia memberi dirinya waktu satu minggu untuk menikmati sandiwara ini—berpura-pura menjadi mekanik miskin bermulut tajam, mendengarkan ocehan gengsi dari istri bahagianya yang abstrak, dan melihat sejauh mana Pearl Glow Hurt sanggup bertahan dalam perang pernikahan gila yang baru saja mereka mulai.

1
Astrid Kucrit
gek sat set pria kanibal 🤣🤣
Astrid Kucrit: wkwkwkwowk 😂😂
total 2 replies
Astrid Kucrit
geli nggak glow 🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahah 🤣
total 1 replies
Astrid Kucrit
jangan khawatir glow,suamimu sangat mencintaimu
Astrid Kucrit
seru nihh
Astrid Kucrit
hajar le 😂😂
Astrid Kucrit
siap2 pisah kamar 😂
Rosdianah 🌷: wkwkkw🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
makin dag dig dug bacanya...keren Thor /Good/
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
hu... semangat 2 kk Thor 💪💪💪🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii ma'aciww 🥳
total 1 replies
Astrid Kucrit
di hajar kamu glow 🤣🤣
Astrid Kucrit
selamat berbuka puasa 🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
gpp up dikit kk..yg penting tetap semangat 💪 berkarya 🤗🤗
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Bu Dewi
hari ini gak update tah kak..? bolak balik liat tapi belum ada update an/Smile//Smile//Smile/
pdhl penasaran ama kelanjutannya😍😍😍
Rosdianah 🌷: huhu author minta maaf ya kak 🙏🏻 author sedikit sibuk dunia nyata hari ini. besok up banyak 🫠
total 1 replies
Nita Nita
pada hal gampang buat glow tau siapa lean 😎
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤭
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
kayak Mr and Mrs Smith Thor😜😜😜
Rosdianah 🌷: ow iya kak, wkwk🤭
total 3 replies
Bu Dewi
update lagi dunkz kak😍😍😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Nita Nita
Glow bkn bisa nembak ya
safaana
cerita othor emang gak pernah gagal meskipun ada sedikit typo tapi ke tutup sama jln ceritanya semangat Thor semoga sehat selalu
Rosdianah 🌷: Ma'aciww banget kak🫶
total 1 replies
safaana
aku penasaran itu Leon Ama kakaknya di banting kemana Thor,,gak ada jejak
Rosdianah 🌷: nanti di bab selanjutnya kak 🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat 2 up Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
keren bgt🤗🤗orion...
Rosdianah 🌷: anak siapa itu🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!