Kisah ini saling berkaitan dengan novel sebelumnya yah!.❤🙏
Sequel novel Butir Cintaku Di atas Sajadah Biru ❤
*
*
*
Salma Tanoe adalah putri semata wayang dari Florentina Tanoe dan memiliki garis keturunan keluarga Tanoe.
"Cepatlah cari pendamping hidup, jika tidak dirimu akan menjadi perawan tua!" Makian sang mama akan selalu menggema di gendang telinganya setiap hari .
Salma sudah ribuan kali menerima perjodohan dari pihak keluarganya, tapi bukan Salma jika tak dapat mengakhiri hubungan perjodohan itu dengan mudah.
Sampai akhirnya ia dipertemukan oleh seorang lelaki yang tengah bersama dengan dirinya tidur dalam satu hotel tanpa kesadaran penuh.
Akankah Salma kembali terselamatkan kali ini?
simak kelanjutan kisahnya ___
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TikaPermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Setelah mendapatkan apa yang ia mau disana , pria itu lantas menyiapkan satu skenario untuk hal berikutnya yang harus ia lakukan dengan cepat. Dirinya lantas memasukkan seluruh baju milik Salma beserta tas dan juga semua aksesoris lainya.
Tak lupa ia juga menyiapkan satu lembar surat yang akan diletakkanya didalam kotak tersebut. Setelah semua selesai, ia beranjak pergi untuk menuju kediaman Ata dan keluarga. Sedangkan Salma saat ini masih dalam pengawasan ketat tiga orang preman .
*
*
*
Salma mulai berteriak didalam kamar dengan mengetuk pintu kamar itu berulang kali, ia terus saja meronta dibalik pintu tersebut.
"Ada apa denganmu, jika tidak diam juga akan aku habisi dirimu!" Ujar preman bertubuh penuh tato bahkan juga wajahnya.
Nyalinya seketika menciut dan berangsur diam saat mengetahui tangan super besar itu mulai terangkat naik tepat dihadapan wajahnya, bukan sikap lembut dan perhatian yang seperti ia dapatkan dari pria misterius tersebut namun makian dan lengkingan suara begitu besarlah yang ia dapati.
"Be-rikan aku minum, airku habis." pintanya dengan bergetar ketakutan.
Uluran tanganya disambut begitu kasar oleh preman tersebut, tapi Salma tetap bisa mendapatkan keinginannya disana dengan baik.
*
*
*
Hampir tengah malam, pria tersebut menjalankan aksinya dengan begitu baik rapi dan tersusun. Sebuah kotak berukuran sedang ia letakkan disana dengan langkah mengendap-endap, dan tak lupa membunyikan bel pintu berulang kali hingga penghuni rumah tersebut terbangun.
"Siapa kiranya semalam ini mainan bel pintu rumah si !" Ujar Khadijah saat mulai terjaga dari tidurnya.
Bukan hanya dirinya, Al dan juga Ata sempat terusik dengan bunyi bel tersebut .
Ketiganya kemudian keluar dari kamarnya dan mengecek pintu didepan rumah tepat pukul 12 malam lebih 15 menit.
Mata Ata sudah tertuju pada sebuah benda aneh dan mencurigakan didepan rumahnya , saat telah membuka kedua pintu rumah dengan begitu lebarnya.
"Apa itu?" seru Khadijah dibalik punggung Al suaminya.
"Buka nak." pinta Al .
Entah mengapa, tanganya saja belum menyentuh benda tersebut namun hatinya sudah bergetar cukup hebat dibuatnya .
Benar saja, wajahnya berubah panik saat mengetahui semua barang disana adalah milik sang istri. Baju yang tadinya hanya lusuh karena kotor , kini terlihat bersimbah darah dibuatnya. Dan tak lupa, dibeberapa bagian baju tersebut sengaja dibuat rusak hanya untuk sekedar menambah rasa cemas luar biasa.
"Darah?" teriak Khadijah dengan menutupi mulutnya rapat-rapat.
Pemikiran wanita itu sudah sangat jauh melayang oleh hal buruk yang terjadi pada menantunya.
Bukan hanya itu, Ata juga mendapati beberapa buah foto Salma yang terlihat begitu pucat saat berada di atas kursi dengan tersandra. Hal itu semakin membuatnya putus asa dan bergetar.
*
*
*
Satu pucuk surat berikutnya ia temukan kembali di dasar kotak tersebut, terlipat rapih. Pandangan matanya begitu nanar saat hendak membuka lembaran kertas tersebut. Tapi penguatan dari sang ayahlah Ata mampu melanjutkan melihat isi dari surat tersebut.
Sambil membayangkan wajah sang istri, Ata membaca dengan baik setiap poin surat tersebut. Bagaimana tidak ia akan begitu abai dengan permintaan tersebut, karena benar-benar menyangkut nyawa Salma saat ini.
Pilihannya hanya satu, segera menghentikan semua pencarian seperti apa yang tertulis disana atau jika tidak Ata dengan suka rela membiarkan posisi sang istri dalam keadaan buruk.
(Isi sepucuk kertas yang telah disiapkan pria misterius tersebut).
..."Aku rasa, hal ini sudah teramat cukup untuk kalian ketahui bagaimana keadaan gadis ini. Hentikan laporan kalian, karena jika tidak akan berujung penyesalan. Aku akan merawatnya dengan begitu baik jika kalian patuhi perintahku, namun jika tidak kalian akan mendapati seperti yang telah aku ucapkan. Dan ingatlah, aku sama sekali tidak tertarik dengan uang yang aku mau hanyalah bersama dengan dirinya. Dalam foto itu, kau sudah bisa melihat bagaimana pilunya nasib dirinya tanpa dirimu. Tapi aku janji, hal itu akan segera aku akhiri jika pencarian para polisi kau hentikan seketika." "Jangan buang waktumu hanya untuk ke egoisan dirimu semata." ...
Bersambung⚜
semangat
di tunggu kelanjutan kisahnya