Indonesia
NovelToon NovelToon
Crazy Obsession

Crazy Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Romansa / Identitas Tersembunyi / CEO
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: xyniee

Berbagai cara telah dilakukan Angelica Jane untuk kabur dari neraka yang disebut sebagai rumah itu dan ribuan kali pula dirinya gagal dalam usaha pelarian. Tak sekali dua kali, bahkan berkali-kali. Vincent Federico-- iblis berkedok paras malaikat itu merenggut kebebasannya.

Sampai ketika, seorang pria misterius tiba-tiba datang dan membawanya pada sebuah kenyataan yang tak terduga. Kenyataan tentang rahasia masa kecilnya yang selama ini tidak diketahuinya sama sekali.

Memori serta ingatan asing perihal kejadian di masa lalunya mulai bermunculan, seolah ingin mengungkap dan mengingatkannya akan suatu hal yang selama ini dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xyniee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31. Memburuk.

“Maaf, Ayah. Tolong maafkan aku, jangan pukul aku lagi!”

Nicholas yang berumur sembilan tahun menangis memohon pada ayahnya, meminta agar Jason mengampuninya dan tidak memukulinya lagi. Kedua tangannya sudah berdarah akibat sabetan dari ikat pinggang, sementara tubuh polos tanpa pakaiannya terlihat memerah karena menahan rasa sakit di punggung.

Jason tanpa perasaan menyuruh anak buahnya menyiksa Nicholas guna memberinya pelajaran, memukul punggung kecilnya berkali-kali dengan batang kayu menyebabkan luka mendalam. Goresan acak akibat sabetan dari batang kayu tercetak jelas di punggungnya, Nicholas terus menangis dan memohon pada ayahnya agar berhenti.

“DIAM!”

Nicholas memejamkan mata tak berani melihat Jason saat membentaknya, bibirnya terus mengeluarkan isak tangis pilu khas anak kecil.

“Kau harus diberi pelajaran agar mengerti,” tegasnya.

Sekuat tenaga Nicholas menahan rasa sakit yang seperti membakar di tubuhnya, bercak darah sedikit terciprat saat punggung terluka itu terus dipukuli tanpa henti. Nicholas tak mengerti, dia merasa tidak membuat kesalahan, tetapi kenapa sang ayah menyiksanya sedemikian rupa dengan alasan untuk memberinya pelajaran.

Mengerti? Apa yang dia mengerti? Jason tidak pernah mengatakan tentang apapun, yang dia lakukan hanya terus menyiksanya tanpa peduli esok hari serta menyuruhnya bekerja keras. Setiap kesalahan kecil yang dibuatnya akan menjadi alasan Jason untuk menyiksa, berdalih agar Nicholas lebih mengerti dan berhati-hati kembali.

Setelah Jason menculiknya, dia memperlakukan Nicholas seperti sebuah alat. Memaksanya untuk melakukan semua perintahnya tanpa terkecuali, memberinya tekanan batin serta psikis yang menyiksa. Jason membawa putranya ke sebuah tempat dimana tidak ada orang yang dapat mengenalinya, hanya Jason saja yang mengetahui tempat tersebut.

Setiap harinya Nicholas diperlakukan seperti budak, hidup tersiksa dalam ketakutan yang diberikan sang ayah. Sengaja membuat mentalnya terganggu agar Nicholas bisa tunduk pada Jason, sehingga dia bisa mengendalikannya sesuka hati. Tiada hari tanpa raungan tangis dan tiada hari tanpa permohonan ampun yang terdengar, hal itu seperti sudah menjadi makanan sehari-hari.

Nicholas hanya bisa menurut, dia tidak bisa kabur ataupun melawan kuasa sang ayah. Karena jika dia berani melakukan perlawanan, Jason mengancam akan membunuh adiknya Jane dalam waktu dekat. Naluri seorang kakak lantas bertindak, tidak ingin adiknya mengalami hal yang serupa dengannya. Maka dari itu, dia rela jika harus berbaring penuh luka di setiap malam asalkan Jane baik-baik saja.

“A-ayah ....”

Anak berumur delapan tahun itu sudah tidak kuat lagi, akhirnya dia jatuh dengan posisi berlutut sambil tertunduk. Cairan merah kental mengalir di punggungnya, siapapun yang melihat pasti akan dibuat ngilu karena luka yang dialaminya begitu dalam. Bahkan, kulit tubuhnya seolah terkelupas. Nicholas jatuh telungkup ke depan, mata sayunya perlahan-lahan menutup. Air mata mengalir di sudut matanya, anak laki-laki itu tidak tahan lagi dan akhirnya pingsan.

“Bersihkan.”

Jason melihat putranya tidak bergerak, dengan acuh tak acuh segera menyuruh bawahannya agar memanggil dokter guna mengobatinya seperti biasa. Tak lupa, menambahkan cairan yang disuntikkan pada tubuh Nicholas agar dia mengalami mimpi buruk dan merusak psikisnya.

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ***

Nicholas tertawa mengingat masa kecilnya itu, iris tajamnya bertatapan tajam dengan mata Jason. Bertahun-tahun lamanya dia berusaha bertahan, mengikuti permainan sang ayah hingga berhasil membalaskan dendamnya. Diam-diam mengambil alih perusahaan Jason, serta membuat beberapa orang yang bekerja di dunia bawah berpihak kepadanya. Nicholas melakukan semua itu dengan halus, bahkan Jason sendiri tidak menyadarinya.

Sebab, yang dia tahu Nicholas hanyalah sebuah alat yang pasti akan selalu tunduk padanya. Anak itu tidak lebih dari sekedar bidak catur baginya, sayangnya Jason tidak mengetahui bahwa tak selamanya dia bisa memenangi sebuah permainan yang sama berulang-ulang kali. Sekarang, lawan mulai menunjukkan taringnya dan menyerang balik.

“Aku sudah lama menunggu waktu ini ... waktu dimana aku akan melawanmu, Ayah.”

Nicholas tersenyum lebar, memberi tendangan keras di perut Jason. Pria itu menahan tubuhnya di kursi sambil mendesis, menatap putranya sambil melepas tembakan kembali. Nicholas menghindar dengan cepat, berlindung di balik kotak kaca yang tidak akan bisa ditembus oleh peluru. Saat ada kesempatan, dia mengeluarkan pisau kecil dari saku lalu melemparkannya ke arah Jason.

Ayahnya meringis kala pisau menancap pada bahu kanannya, memanfaatkan situasi lengah tersebut Nicholas lantas berlari dan menendang pistol di tangan sang ayah hingga jatuh terpental. Anak dan ayah itu saling bertatapan, sebelum Nicholas mengangkat senjatanya tepat di kening Jason.

“Tempatmu bukan di sini, melainkan di Neraka. Aku akan membantumu untuk pulang, Ayah.”

Pelatuk hendak ditarik, tetapi suara pecahan kaca jendela mengalihkan perhatian Nicholas. Lantas Jason segera bangkit, mendorong tubuh anaknya menggunakan kursi dan berlari menuju pintu. Nicholas menggeram, menendang sebuah meja tepat mengenai punggung Jason hingga membuatnya jatuh tersungkur.

Kakinya melangkah mendekat, tetapi langsung dihentikan oleh anak buah Jason yang datang dan menyerbu dirinya. Tidak ada rasa takut di matanya, dengan tenang Nicholas menghajar mereka satu persatu tanpa kesulitan sedikit pun. Bunyi adu tembak serta perkelahian terdengar jelas di ruangan tersebut, Jason melihat dengan panik anak buahnya yang dikalahkan secepat itu oleh Nicholas.

“Matilah!”

Dalam keadaan genting, Jason tiba-tiba mengeluarkan sebuah tombol kecil dari sakunya dan menekan bulatan merah tersebut. Bom sudah diaktifkan dalam 15 detik. Nicholas menyadari hal itu, jadi dia segera menghabisi sisa anak buah Jason dan mendorong meja. Menarik tangan ayahnya dan berguling keluar dari kamar sedikit kesulitan, hingga di detik-detik terakhir ledakan bom terjadi.

Beruntung mereka berhasil lolos, jika tidak tubuh mereka sudah menjadi bubur akibat ledakan tersebut. Jason terkejut dengan aksi anaknya, pria tua itu melawan guna melepaskan diri dari Nicholas. Namun, dia jelas tidak akan membiarkannya pergi semudah itu.

“Jika kau ingin mati, aku sendiri yang akan membunuhmu!”

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ***

Vincent memperhatikan dari luar, kedua tangannya masih menggendong Jane lalu dia melirik segerombolan orang-orang yang datang. Ternyata, itu merupakan bantuan dari Kenzo. Mata elangnya menyipit, mengamati kobaran api yang terus membesar.

“Buat formasi, kalian pergi selamatkan Tuan kalian sementara beberapa orang kali akan berjaga di sekitar untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan. Kami juga akan membantu agar api tidak menyebar, cepat!”

Dengan perintah tersebut sekumpulan orang-orang itu langsung bergerak cepat, tangan kanan Nicholas memimpin beberapa orang untuk mengikutinya masuk ke dalam. Cukup sulit, karena Nicholas sedang bertarung di lantai dua. Vincent yang sebelumnya nekat melompat keluar pun mengalami cedera di bahunya akibat salah pendaratan, karena yang terpenting baginya hanya Jane.

Vincent mendesis saat bahunya terkilir, pria bermata elang itu melirik Jane dalam gendongannya. Secara hati-hati dia menurunkan tubuh kecil itu, tangannya terangkat guna membuka kain penutup mata yang digunakan. Vincent akhirnya melihat mata yang tertutup sayu itu, wajah pucatnya benar-benar memprihatinkan.

“Dia harus segera mendapat penanganan, aku tak yakin apakah dia bisa bertahan dalam perjalanan atau tidak.”

Dalam kepanikan pria itu menghubungi Jackson, memerintahkannya untuk menyuruh David bersiap di mansion agar gadisnya bisa langsung dapat perawatan ketika sampai. Setelahnya dia menggendong Jane kembali, kepalanya menoleh melihat kebakaran di rumah itu lalu melirik gadisnya kembali.

“Raymond, kita harus kembali ke Mansion secepatnya. Cukup tugaskan beberapa orang tambahan kita di sini untuk mengawasi, aku tidak bisa menunggu terlalu lama sebelum semuanya menjadi lebih buruk.”

Raymond lantas mengangguk patuh.

“Mari, Tuan.”

1
Rendy
baguss banget alur cerita nya bagusss
ayfujoakut
Lumayan
ayfujoakut
Biasa
SK
lanjut thor
arafaq_9
semangat thor ❤
SK
alur yg sangatttttttt tidak membosankan,,, luar biasa sekali.terus up ya thor
xyniee_: thank youuuuu🥹🥹💗
total 1 replies
SK
ayooo kak up lagi
xyniee_: malam ini up yaaa💗
total 1 replies
Nia
semangat thor...lanjut
xyniee_: tunggu yaa!
total 1 replies
YAMEROO
semangat thor
xyniee_: terima kasih banyak atas dukungannya! tetap ikuti cerita ini yaa!✨
total 1 replies
meymey
maaf kepijit
xyniee_: waduh, kenapa bisa kecewa nih kak?🙏
total 1 replies
meymey
Buruk
xyniee_: aduh kenapa nih kak, boleh tolong jelaskan kenapa buruknya?😐
total 1 replies
Yaniesulis Ahlame
aduuh jangan deh Thor.. suka bgt sama y posesif thor
Yaniesulis Ahlame
kasihan vincent
xyniee_: nanti kita buat dia lebih kasihan gimana?😂
total 1 replies
miaMalaysia
to long bagi tajuk novel heroin dia nama Thalia plsssssss , kalau tahu laa;)
xyniee_: eh gimana gimana?
total 1 replies
Yaniesulis Ahlame
tak menunggu Jane merasa cemburu ke vincent/Drool//Drool//Drool/
xyniee_: dia penasaran aja itu kok/Chuckle/
total 1 replies
xyniee_
/Drool/
xyniee_: terima kasih banyak! terus ikuti cerita ini ya, dukunganmu sangat berharga!
total 2 replies
Teriablackwhite
iblis kek Vincent gak papa sih Thor, aku mah ikhlas sumpeh
Teriablackwhite
Bibir berkata Angelica Jane, otak mengatakan Angelina Joly 😭 mian thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!