Satu... dua... tiga..."
Gua merem, terus ngebuka mata lagi. Angka yang ada di layar hologram tablet lipat di depan gua masih sama. Gak berubah, gak berkurang nolnya, dan tetep bikin mual.
[Harga Eceran Resmi: 120.000.000 KRW (Termasuk Pajak)]
"Seratus dua puluh juta won..." Gua ngegandeng dagu pakai kedua tangan, natap angka itu kayak lagi natap musuh bebuyutan di kehidupan lalu. "Ini mah bukan sekadar mahal, tapi udah gak ngotak buat kantong orang kayak gua."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 menit terakhir
Angka merah di atas kepala mereka berkedip kian cepat, diiringi suara dentang lonceng peringatan yang berdenging memekakkan telinga. *Glitched Cyber-Bear* itu mengangkat lengan kapak raksasanya. Cahaya merah berdesing dari mata sensornya, mengunci target pada lima manusia yang kelelahan di depannya.
"Ren! Dia mau menyerang!" teriak Yuna sambil menahan tubuh Tyson yang kini tak sadarkan diri.
"Dengarkan aku!" suara Ren memotong suara raungan mesin sang bos. Matanya tidak lepas dari tubuh raksasa itu. "Aria, stamina kamu habis untuk tebasan penuh, tapi kamu masih punya kecepatan untuk satu kali umpan, kan?"
Aria menyapu keringat di dahinya, lalu menyeringai tipis meski napasnya terengah. "Hah, jangan meremehkanku. Aku ini *speedrunner*! Menggocek monster lambat begini mah gampang!"
"Bagus. Tugasmu hanya memancing tebasan kapaknya ke arah dinding sebelah kiri," instruksi Ren cepat. "Luna! Kamu lihat kode *glitch* berwarna merah yang terus berkedip di dadanya?"
Luna mengangguk cepat, tangannya menari di atas layar transparan. "I-iya! Itu adalah *error log* dari inti daya yang tidak stabil!"
"Bisa kamu retas bagian itu untuk membekukan pergerakannya selama tiga detik?"
"Kalau cuma tiga detik... aku bisa!" tegas Luna. Sorot matanya yang biasa pemalu kini berubah penuh fokus seorang peretas jenius.
"Lalu kamu sendiri mau apa, Ren?!" tanya Aria curiga sambil bersiap melompat.
Ren mengepalkan tangannya rapat-rapat. "Aku yang akan memberikan serangan pemungkas."
* [Chrono-Trigger]: Tunggu, si ahli taktik mau maju sendiri?! Dia kan tidak punya senjata?!
* [Gamer_Galaksi]: Ini gila atau terlalu percaya diri! Tapi aku suka dramanya!
* **[System Notification]: Views skyrocketing! 850.000 Views!**
"Sekarang, Aria!" seru Ren.
Aria melesat seperti kilat ke sisi kiri. "Woi, Beruang Karatan! Lihat ke sini!"
*ROAAARRR!*
Terpancing emosi, *Cyber-Bear* itu mengayunkan kapak raksasanya ke arah Aria. *BOOM!* Kapak tersebut menghantam dinding logam hingga tertancap dalam dan tersangkut di antara vegetasi besi.
"Sekarang, Luna!"
"Sistem terhubung... *Override Error Code*... BEKUMU!" jerit Luna sambil menekan tombol perintah terakhir di layar transparannya.
Cahaya merah di dada sang bos seketika berubah menjadi biru membeku. Seluruh persendian mesin monster itu terkunci. " G-G-GLITCH..." suara distorsi beruang itu tertahan.
"Aria, lemparkan pedangmu!" perintah Ren seraya berlari kencang menerjang ke depan.
Tanpa ragu sedikit pun, Aria melempar pedang laser fuchsia-nya ke udara. Ren melompat, menangkap gagang pedang itu tepat di puncaknya, dan memanfaatkan momentum gravitasi untuk meluncur turun.
Dengan memanfaatkan celah intinya yang terekspos akibat peretasan Luna, Ren menghantamkan sebilah laser fuchsia itu tepat ke dalam pusat kode *glitch* di dada sang bos.
*CRASH!*
"Ini... *Checkmate*."
Ren memutar gagang pedang itu 90 derajat. Ledakan gelombang energi siber berskala besar terpancar dari dalam dada sang monster. Tubuh raksasa *Cyber-Bear* itu retak, berubah menjadi jutaan pecahan piksel yang membubung ke udara seperti kembang api digital yang megah.
> **[MISSION CLEARED!]**
> **Floor 1 Objective: Completed.**
> **Total Soul Views Collected: 1.250.000.000 / 1.000.000.000 VIEWS!**
>
Layar sistem di atas langit menyala dengan warna emas yang sangat menyilaukan. Terompet kemenangan bergema di seluruh area simulasi, menggantikan suara sirene bahaya yang menakutkan.
* [WibuAkut]: GILA! REKOR BARU! 1 MILIAR VIEWS DI LANTAI PERTAMA?!
* [Zeta-99]: Taktik eksekusi tiga detik yang sempurna! Karisma pemuda itu sebagai pemimpin luar biasa!
* [Anti-Sirkus]: Aku menarik kata-kataku. Tim ini bukan cuma hiburan... mereka sangat berbahaya.
"Kita... berhasil?" gumam Aria, jatuh terduduk di atas lantai logam yang kini telah bersih dari monster. Dia menatap Ren yang berdiri di tengah pendar cahaya piksel dengan tatapan tak percaya. Wajahnya seketika merona merah. *'Dia... benar-benar keren tadi,'* batinnya malu-malu.
Luna berlari mendekat dan tanpa sadar langsung memeluk lengan Ren dengan erat, menyandarkan kepalanya di bahu pemuda itu. "Ren... kita tidak mati..." bisiknya dengan nada lega yang luar biasa.
Yuna berjalan mendekat sambil tersenyum lembut, memberikan tepukan hangat di pundak Ren. "Kerja bagus, Kapten. Kamu benar-benar menyelamatkan nyawa kita semua hari ini."
Ren mengembuskan napas panjang, akhirnya membiarkan ketegangan di tubuhnya melemas. Dia menatap tiga gadis yang kini mengelilinginya dengan kepercayaan penuh, lalu melirik layar statusnya. Target awal memang tercapai, tetapi angka di atas kepalanya kini berubah menjadi:
> **[NEXT STAGE UNLOCKED: FLOOR 2 - THE GLITCHED TOWN]**
> **New Target: 5.000.000.000 Views.**
>
Suara *The Director* terdengar berbisik lembut tepat di belakang telinga Ren, meski sosoknya tak terlihat:
*"Pertunjukan yang sangat manis, KazeRen... Tapi selamat datang di neraka yang sesungguhnya di Lantai 2."*