Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7 Kyarra Melawan
Alvino masih sibuk dengan membuka sepatunya, tetapi merasa seperti ada seseorang yang memperhatikannya membuat Alvino menoleh dan melihat orang tersebut tak lain adalah Kyarra.
"Ada apa?" tanyanya dengan suara berat.
"Kak, kenapa Kelly tadi tidak sarapan?" tanyanya dengan hati-hati.
"Ya, karena Kelly tidak mau makan," jawabnya sedikit ngegas.
"Tetapi, Kan Kelly harus sarapan. Kak! Kalau tidak....."
"Kyarra dengarkan saya!" Alvino memotong pembicaraan Kyarra.
"Kelly, itu anak saya, darah daging saya, anak kandung saya, apapun yang saya lakukan kepadanya adalah urusan saya, kamu tidak perlu mengintimidasi saya hanya karena Kelly tidak sarapan dan jangan sok tahu apa yang terbaik untuk Kelly. Saya ayahnya dan pasti juga tahu apa yang terbaik untuknya!" tegas Alvino tidak terima jika Kyarra akan menasehati dirinya Karena Kelly tidak makan.
"Maaf, Kak. Saya bukan sok tahu dan memang Kelly hanya keponakan saya, tetapi setahu saya ketika anak seusia Kelly tidak sarapan di pagi hari, lalu saat ini pulang dan kelaparan, itu bukan mengetahui apa yang terbaik," ucapnya mencoba untuk membela diri.
"Hahhhh!" Alvino menghela nafas, bagaimanapun dia tetap tegas tetap saja apa yang dilakukan salah dan apa yang dikatakan Kyarra benar.
Alvino berdiri dari tempat duduknya mengambil tasnya dan kemudian berlalu dari hadapan Kyarra.
"Padahal aku hanya berbicara yang sebenarnya, kenapa sih harus marah-marah," ucap Kyarra menghela nafas.
*****
Kyarra saat ini sedang mengambil nasi dan juga lauk untuk Kelly yang sudah mengganti seragam sekolahnya.
"Kelly sudah tidak sabar, bukan untuk menikmati masakan Tante," ucap Kyarra.
"Benar! Kelly sudah kelaparan sejak tadi," jawabnya terlihat ingin memasukkan nasi yang berada di dalam sendok itu ke dalam mulutnya.
"Kelly baca doa dulu!" Kyarra mencegah karena anak sekecil itu melupakan sesuatu.
"Aduh lupa," jawabnya.
Kemudian Kelly langsung membaca doa yang diperhatikan Kyarra dengan tersenyum saat melihat keponakannya itu makan dengan lahap.
Kyarra melihat ke arah pintu kamar Alvino yang tertutup rapat. Kyarra menghela nafas, kemudian menghampiri pintu kamar tersebut.
Tok-tok-tok
Kyarra dengan sopan mengetuk pintu dan tidak lama pintu itu terbuka yang memperlihatkan Alvino hanya menggunakan kemeja putih.
"Makan siangnya sudah siap, Kakak sebaiknya makan siang dulu," ucap Kyarra.
"Saya sudah mengatakan kepada kamu jangan cari-cari perhatian di depan saya, saya juga tidak akan mungkin menyentuh apapun yang berasal dari tangan kamu," ucap Alvino.
Kyarra terdiam dengan kesulitan menelan ludah, mendengar kata-kata Alvino yang tidak pernah baik kepadanya.
Alvino ingin menutup pintu, tetapi ditahan oleh Kyarra. Keduanya saling melihat dengan tatapan kesal Alvino.
"Bisa tidak jelaskan kepada saya, sebenarnya kesalahan saya apa, kenapa setiap melakukan ini dan itu selalu salah, memang kenapa jika saya memasak dan tidak ingin dimakan? Memang tangan saya tangan racun dan Kakak takut mati jika mau makan makanan saya?" tanyanya benar-benar sudah tidak tahan dengan Alvino.
"Kesalahan kamu hanya satu, kamu adalah adik dari Melani dan putri dari Mega," jawabnya .
"Memang apa yang salah? Yang punya masalah itu Kakak dengan kak Melani, rumah tangga kalian dan kenapa saya harus dibawa-bawa, saya di sini juga korban, saya harus menikah di usia saya masih muda dan masih melanjutkan pendidikan saya dan kenapa bersikap seperti ini kepada saya?" tanyanya.
"Karena tidak sesuai dengan ekspektasi kamu dan membuat kamu marah? Kamu ingin saya meratukan kamu setelah menikah dengan saya?"
"Dengarkan saya Kyarra, saya sudah cukup dibodohi dan ditipu oleh keluarga kamu. Kamu jangan merasa korban jika kamu menerima pernikahan ini hanya demi uang, di depan kamu surat pengalihan sebagian aset itu telah terima oleh ibu kamu, jadi jangan naif depan saya!" tegas Alvino.
"Tetapi saya tidak tahu perjanjian apa, dan saya juga tidak menerima aset itu. Saya terpaksa menikah hanya dengan Kelly, bukan untuk uang," tegas Kyarra.
"Jika kamu benar-benar tulus kepada Kelly, kamu tidak mungkin menahannya di rumah kamu dan tidak mempertemukan saya seperti ayah kandungnya kepada putri saya, kamu tidak mungkin membuat rencana agar kamu bisa menggantikan Melani dan kembali mengeras saya!" sahut Alvino.
"Terserah Kakak, jika menganggap saya mengambil keuntungan dari semua yang terjadi, tetapi saya juga perlu menegaskan, saya di sini menjadi korban dari kalian berdua, kalian yang menikah yang berumah tangga yang berpisah yang memiliki anak dan payah yang harus repot! Lagi pula jangan terlalu percaya diri jika saya ingin menikah dengan Kakak, saya juga masih mikir-mikir menikah dengan duda!" ucap Kyarra kesal dan kemudian berlalu dari hada Alvino.
"Heh! Apa yang kau katakan tadi hah!" Alvino juga ikut-ikutan marah karena kelancangan Kyarra berbicara.
********
"Menyebalkan sekali, pantas saja kak Melani meninggalkannya, laki-laki songong, menang sendiri dan sok tahu, heran orang-orang kampus banyak mengaguminya, hanya terlihat bijak dan tidak sesuai dengan karakter yang sebenarnya," Kyarra tidak berhenti mengoceh sembari mencuci piring.
"Tante......"
"Aaaaaa!" Kyarra kaget dengan berteriak sedikit ternyata Kelly yang tingginya sepinggangnya memberikan piring kotor kepadanya.
"Kelly, kamu membuat jantung Tante copot saja," ucapnya menghela nafas.
"Lagian Tante melamun mulu!" ucap Kelly.
Kyarra mengambil piring dari tangan Kelly, "sekarang kamu masuk ke dalam kamar dan langsung belajar," ucap Kyarra.
"Nggak mau," Kelly menggelengkan kepala membuat Kyarra mengerutkan dahi.
"Kok nggak mau?" tanya Kyarra.
"Tante capek tahu belajar terus, Kelly mau main," jawabnya dengan manja.
"Kelly ini belum libur, nanti kalau sudah libur sekolah, kita akan main," ucap Kyarra.
"Janji?" Tanya Kelly.
"Janji! Tante juga harus mengerjakan beberapa tugas kuliah yang ketinggalan, jadi kita berdua harus kerjasama dengan baik," ucap Kyarra.
"Baiklah!" sahut Kelly akhirnya menurut membuatnya langsung pergi memasuki kamarnya.
Kyarra menghela nafas, "coba aja dia sendiri yang mengurus anak itu apa dia bisa, baru satu hari bersamanya sudah tidak sarapan mungkin saja jika 1 bulan 2 bulan dan 1 tahun anak itu akan kurus kering," Kyarra kembali tidak berhenti mengoceh.
*****
Tadi siang Alvino hanya pulang sebentar dan kembali ke kantor dengan pekerjaan yang sangat banyak. Ketika malam hari Alvino kembali pulang ke rumah memasuki apartemen yang sudah sepi.
Alvino memang sering pulang larut malam, dia merasa lebih nyaman jika bekerja di kantor daripada membawa pekerjaan pulang ke rumah.
Saat ingin berjalan menuju kamarnya, langkah Alvino berhenti di depan pintu kamar Kelly yang tampak terbuka sedikit.
Putrinya sudah tertidur dengan buku cerita di sampingnya, tetapi Kyarra yang saat ini duduk di lantai beralaskan karpet dengan meja yang setinggi dadanya masih terlihat belajar.
Kyarra memang harus membagi waktu untuk kuliah dan juga mengurus Kelly, apalagi sekarang dia sudah menjadi istri, ini juga lagi saat-saatnya sibuk ingin pendidikannya, sesekali terlihat Kelly yang menguap menahan rasa ngantuk dan belum lagi memijat membelakang lehernya.
Alvino cukup lama memperhatikan dengan ekspresi tidak terbaca, tetapi kemudian dia meninggalkan tempat tersebut dan kembali masuk ke dalam kamarnya tanpa berbicara apapun.
"Huhhhh, aku benar-benar mengantuk sekali," keluh Kelly dengan kata yang sengaja melotot agar rasa kantuk itu hilang.
Tetapi memang begitu sulit untuk melawan rasa mengantuk karena. Karena memang sudah malam hari dan waktunya tidur.
Bersambung....