Dark Romance !!
Bukan untuk anak kecil !!
Black flag man x innocent girl !!
Hubungan toxic !!
Seperti pepatah air susu di balas air ketuban, begitu juga dengan apa yang terjadi pada Dhelpine, sehingga membuat hidup wanita itu berubah menjadi buruk.
Malam itu, Dhelpine menyelamatkan seorang pria yang tak sadarkan diri di tengah badai salju yang begitu mengerikan. Dhelpine memutuskan mengobati dan menyelamatkan pria bernama Enoch itu.
Tanpa mengetahui jika Enoch adalah sosok yang sangat berbahaya. Dia salah satu sindikat pendiri pasar ilegal, dan juga sosok psikopat berbahaya.
Dan peristiwa penyelamatan oleh Dhelpine, justru membuat obsesi tersendiri bagi Enoch pada gadis cantik nan lugu itu, yang berakhir menjadikan Dhelpine sebagai pemuas ranjangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Ingin membawa Dhelpine
“Theo ?? Kau datang ??”
“Aku kemari, karena dipaksa oleh kakakmu. Jadi jangan senang dulu.” Ujar Theo dengan dingin, saat dirinya mendatangi Linnea.
Theo akhirnya menemui Linnea di rumah milik Keluarga Luther. Theo berharap ini yang pertama dan terakhir dia menginjakkan kaki di rumah itu, karena Theo merasa enggan terlalu dekat dengan Keluarga Luther.
Wanita itu terlihat berbeda dari sebelumnya, sebenarnya sejak awal pernikahan, Theo melihat dari wajah Linnea jika wanita itu tidak bahagia, terlebih Enoch yang tidak membalas cintanya dan menikahi hanya demi tanggung jawab semata saja.
Linnea memberikan tatapan sedih, mendengarkan perkataan dingin dari lelaki yang pernah mencintainya itu.
“Aku kini merasakan apa yang kau rasakan dulu, mencintai seseorang yang tidak menginginkan kita, ternyata sangat sakit. Kau pasti membenciku.” Ujar Linnea dengan senyuman yang sedikit di paksakan, tapi Theo hanya memandang datar.
“Bukan membenci, hanya saja.. Perasaanku kepadamu sudah mati sejak lama.” Ujar Theo dengan acuh, membuat Linnea hanya bisa menghela nafasnya berat. Apa yang dia harapkan, sejak awal dirinya yang menyia-nyiakan perasaan Theo kepadanya, tentu saja pria itu kini mengubur perasaan yang telah lama mati itu.
“Apa.. Kau bahagia dengan pernikahanmu ??”
Theo menatap ke arah Linnea dengan tatapan yang sulit di artikan.
“Bahagia atau tidak, itu sudah urusan kita masing-masing.” Ujar Theo dengan tatapan yang sedikit curiga karena ucapan itu, Linnea hanya tersenyum tipis.
“Aku tidak ada maksud apapun.. Hanya saja.. Selama pernikahan, Enoch tidak pernah bahagia denganku, jadi dia mencari kebahagiaan bersama orang lain.” Ujar Linnea dengan nada sendu, Theo tidak mengatakan apapun, lalu Linnea kembali melanjutkan ucapannya.
“Aku sudah menerima semuanya dengan baik, hanya saja.. Aku ingin tahu, apakah aku bisa mencari kebahagiaan dengan orang lain ??” Ujar Linnea seakan mempertanyakan takdirnya sendiri, Theo menganggukkan kepalanya, dia akhirnya mengerti arti ucapan wanita itu.
“Bisa saja, asalkan kau mencari orang yang benar-benar mencintaimu..” Ujar Theo dengan lirih, Linnea melirik ke arah Theo dengan tatapan yang sulit di artikan.
“Ada satu orang lelaki yang mencintaiku.” Ujar Linnea mulai membuka suara, Theo menaikkan alisnya bingung.
“Siapa ??”
“Salah satu bawahan dari kakakku.. Dia diam-diam mencintaiku hingga sekarang, tapi.. Kakakmu tidak menyukainya, karena dia bukan berasal dari orang kaya.” Ujar Linnea dengan lirih, Theo menghela nafasnya berat.
“Apakah dia benar-benar mencintaimu tulus.. Atau hanya mengincar hartamu ???”
Linnea menggelengkan kepalanya, “Aku tidak tahu.. Aku dulu terlalu fokus pada Enoch, hingga tidak menghargai diriku sendiri.” Ujar Linnea dengan lirih.
Theo awalnya ingin sekali, Linnea mati sebagai balasan dari perasaannya dulu, tapi entah kenapa lelaki itu mulai menunjukkan sisi iba, hanya iba bukan perasaan !! Karena hati Theo mulai menyukai Dhelpine, sang kekasih barunya.
Aku jadi merindukan Dhelpine~ Mungkin aku akan mengirim pesan, untuk melakukan pertemuan dengan kekasihku. Batin Theo menyeringai licik, mengingat tubuh indah dan wajah cantik Dhelpine.
“Itu artinya kau harus mulai memperhatikan dirimu sendiri, dan jangan berfokus pada orang yang tidak menginginkanmu.” Ujar Theo sedikit melunak dari sebelumnya, meskipun tetap menjaga jarak dan memberikan tatapan datarnya, tapi dia tidak setajam dan sesinis di awal.
Linnea tersenyum kecil.
“Begitu ya ?? Terima kasih, ucapanmu sedikit membantuku.”
Theo menganggukkan kepalanya, “Maaf jika, aku terkesan buru-buru, tapi aku ada rapat satu jam lagi, jadi aku pamit dulu.” Ujar Theo sambil bangkit berdiri dari kursi sofa, dan merapikan pakaiannya sendiri.
“Tentu saja, terima kasih banyak atas kunjunganmu.” Ujar Linnea tersenyum tipis, seakan mulai bangkit dari keterpurukannya.
...
Setelah Theo selesai mengunjungi Linnea, ada satu orang lagi yang harus dia kunjungi saat ini, sebelum bertemu dengan Dhelpine.
Theo melangkahkan kakinya dengan mantap ke sebuah perusahaan besar di depannya, lalu menemui resepsionis.
“Permisi, ada yang bisa saya bantu, tuan ??” Tanya resepsionis itu dengan sopan.
“Perkenalkan, namaku Theo Reid, aku ingin menemui sahabat lamaku, Enoch Cooper. Apakah dia ada di sini ??”
“Tunggu sebentar tuan, biar saya telepon dulu, untuk mengkonfirmasi.”
“Baiklah, aku akan menunggu disini.”
Resepsionis itu mengangkat gagang telepon dan kemudian mulai menghubungkan dengan ruangan dari CEO sekaligus, pemilik perusahaan. Setelah berbicara singkat dengan sang pemilik perusahaan, gadis itu akhirnya menutup kembali telepon dan menemui Theo yang masih berdiri di depan meja resepsionis.
“Tuan, anda bisa naik ke lantai 8, lalu ke arah kanan terus, hingga ada tulisan ruangan CEO di depannya, anda bisa masuk ke dalam.”
“Baiklah, terima kasih banyak.”
“Sama-sama, tuan.”
...
Enoch menampilkan raut wajah tidak senang, saat melihat Theo duduk di depannya dengan ekspresi wajah yang kesal dan tidak suka.
“Berikan satu alasan, kau datang kemari dan menginjakkan kaki di perusahaanku ?!”
“Dhelpine~” Ujar Theo dengan senyuman miringnya, membuat Enoch menghela nafasnya berat.
“Apalagi yang kau inginkan dari wanitaku ?!”
“Aku ingin mengajaknya ke hotel, malam ini~ lalu paginya aku berikan kepadamu.” Ujar Theo sambil tersenyum licik di sana, membuat Enoch merasa sangat kesal, rasanya dia ingin melempar Theo dari lantai atas ini.
“Jika aku tidak mau ??”
“Aku akan menculiknya lagi~”
Enoch menghela nafasnya berat, dan memukul keningnya sendiri. “Kenapa banyak sekali, pria yang menginginkan kekasihku ?? Apa salah dan dosaku selama ini..”
“Banyak, kau sudah membunuh banyak orang, dan menjual belikan banyak wanita. Jadi dosamu terlalu banyak dan berat.” Ujar Theo menjawab dengan frontal membuat Enoch meliriknya tajam.
💚💛💚💛💚💛💚💛💚
Khusus hari ini agak pendek ya chapter nya, hehehehe 😅😅😅
Dan hari ini cuma update sekali aja 😀😀 besok Author update dua kali 😁 😁
enoch ayooo cepet dateng😂
visual nya nya enoch lebih mirip ke per dady an🤣🤣🤣