Indonesia
NovelToon NovelToon
DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS

DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yeni Sri Wahyuni

Reyga membenci aturan ayahnya. Berry membenci cinta karena perceraian orang tuanya.

Keduanya memilih hidup bebas dengan cara masing-masing—sampai mereka menyelamatkan seorang bayi berusia sembilan bulan dari penculikan.

Tak tahu siapa orang tua bayi itu, Reyga dan Berry terpaksa merawatnya bersama.
Dua lelaki yang bahkan tak tahu cara mengganti popok itu perlahan belajar tentang tanggung jawab, pengorbanan, dan perjuangan seorang ibu.

Di saat Reyga mulai jatuh cinta pada Amelia, reporter muda yang selama ini selalu ia hindari, Berry justru dihantui masa lalu bersama Melda—perempuan polos yang pernah ia sakiti hingga harus menghadapi kehamilannya seorang diri.

Namun ketika identitas bayi mulai terungkap, mereka sadar bahwa penculikan itu bukan kebetulan.

Bayi kecil yang awalnya mereka anggap sebagai beban ternyata menjadi jalan bagi dua lelaki yang terluka untuk menemukan cinta, keluarga, dan kesempatan kedua.

Bila suka ceritanya, jangan lupa subscribe, like, komentar & votenya ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sri Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 : MAKAN MALAM YANG MENJADI PERJODOHAN

...BAB 33...

...MAKAN MALAM YANG MENJADI PERJODOHAN...

Sebuah mobil berhenti di depan rumah mewah milik keluarga Alessia.

Reyga mematikan mesin, lalu menarik napas panjang.

Sejujurnya, sejak berangkat dari apartemen Berry, perasaannya sudah tidak enak.

Ia hanya ingin datang, makan malam, lalu pulang. Selesai. Tidak lebih.

Reyga turun dari mobil dengan pakaian yang rapi. Rambutnya ditata sederhana, tetapi tetap membuat beberapa pelayan yang berada di halaman sempat melirik.

Ia berjalan menuju pintu utama. Seorang pelayan membukakan pintu.

"Selamat malam, Tuan Reyga. Silakan masuk. Anda sudah di tunggu sejak tadi." katanya.

Reyga mengangguk.

Namun baru beberapa langkah memasuki ruang tamu, langkahnya tiba-tiba berhenti.

Matanya menangkap dua sosok yang sangat dikenalnya. Darmawan dan Rosa. Mereka adalah kedua orang tuanya.

Reyga membeku. "Ayah, Ibu?"

Darmawan yang sedang berbincang dengan Armand langsung menoleh. Senyumnya muncul. "Ah, akhirnya kamu datang."

Rosa tersenyum lalu berdiri dan mendekati putra semata wayangnya.

"Reyga, kemarilah sayang..." Rosa merangkul lengan putranya.

Sejak kepergian Reyga dari rumahnya. Sebenarnya Rosa sempat pikiran. Namun suaminya selalu melarangnya agar tidak ikut campur antara dia dan putranya.

Apapun yang menjadi keputusan Darmawan, Rosa tak boleh membantahnya.

Reyga terduduk di samping Ibunya, lalu menatap ayahnya dengan tatapan yang sulit dipercaya.

Kemudian pandangannya beralih kepada Armand dan Liana, mereka orang tua Alessia.

Mereka semua tampak terlalu santai dan terlihat bahagia. Seolah kedatangan Reyga memang sudah dinanti-nantikannya.

Alessia muncul dari atas kamarnya dengan senyum lebar setelah diberitahukan pelayannya jika Reyga sudah datang.

Gadis cantik itu menuruni anak tangga. "Reyga, kamu sudah datang!" ia berjalan mendekat.

"Iya," Reyga mengangguk.

"Aku senang kamu menepati janjimu..."

Alessia tersenyum, lalu ia duduk di sampingnya Reyga.

Namun Reyga tidak membalas senyum itu.

Matanya kembali mengarah kepada Darmawan.

"Ayah juga diundang?"

Darmawan tertawa kecil. "Tentu."

"Sejak kapan?"

"Sejak beberapa hari lalu."

Reyga menghela napas, perasaanya mulai tidak enak. Jadi sebenarnya ini bukanlah sekadar makan malam biasa.

Ia mulai mengerti. Terlebih ketika melihat kedua ayah mereka duduk berdampingan sambil membicarakan bisnis.

Dan tidak lama kemudian, Armand mengangkat gelasnya. "Kita sudah pernah bekerja sama dalam beberapa urusan bisnis dulu. Tak sangka jika kita akan di pertemukan lagi lewat kedua anak kita. Rasanya menyenangkan kalau hubungan kedua keluarga ini semakin dekat."

Reyga langsung menatapnya. Semakin dekat?

Kalimat itu membuat firasat buruknya semakin kuat.

Liana tersenyum kepada Rosa. "Saya juga senang sekali malam ini kita bisa makan bersama."

Rosa membalas dengan ramah. "Saya pun begitu."

Alessia terlihat semakin bahagia. Lalu mereka semua berjalan ke ruang makan untuk makan malam bersama. Reyga yang terdiam sejak tadi ikut bangun dan berjalan di belakang mereka.

Alessia menarik kursi di sebelahnya. "Reyga, duduk di sini."

Reyga menatap kursi itu. Kemudian menatap ayahnya. Darmawan hanya tersenyum tipis.

Akhirnya Reyga duduk.

Namun belum sempat pelayan menuangkan minuman, Armand sudah mengatakan sesuatu yang membuat tubuh Reyga menegang.

"Anak-anak sekarang sudah dewasa. Kalau mereka memang cocok, kenapa tidak kita dukung?" Armand tertawa. Darmawan mengangguk dan tertawa kecil tidak ada keberatan di wajahnya.

Mendengar itu, Reyga langsung meletakkan gelasnya.

Sementara Alessia, sejak tadi gadis itu tersipu malu. Rosa dan Liana juga ikut tersenyum.

Reyga mengusap wajahnya pelan. "Jadi ini maksudnya?"

Semua mata pun tertuju kepadanya.

Armand tertawa kecil. "Jangan terlalu serius. Kami hanya membicarakan kemungkinan."

"Memangnya kemungkinan apa?" tanya Reyga.

Alessia semakin salah tingkah. Darmawan akhirnya angkat bicara. "Kamu dan Alessia."

Reyga terdiam.

"Alessia gadis baik. Keluarganya juga baik." kata Darmawan sontak membuat Reyga menatap ayahnya.

"Jadi Ayah menjodohkan aku?" tanyanya mengernyit.

Darmawan tidak langsung menjawab. Namun senyum kecil di wajahnya sudah cukup menjadi jawaban.

Reyga menarik napas panjang. Ia ingin sekali berdiri dan pergi dari sini. Tetapi ia menahan diri. Bagaimanapun, ini rumah orang.

Dan ia tidak ingin mempermalukan Alessia di depan keluarganya.

Sementara Alessia justru semakin bahagia.

Ia mengira diamnya Reyga berarti lelaki itu tidak keberatan.

Padahal sebenarnya Reyga sedang berusaha keras agar tidak meledak.

*****

Di tempat lain...

Apartemen Berry terasa jauh lebih sunyi.

Bintang sudah tidur lelap.

Amelia juga berada di kamar tempat Reyga dan Bintang tidur bersama.

Ia berbaring di sisi tempat tidur sambil memandangi langit-langit. Namun matanya tidak kunjung terpejam.

Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB. Dan Reyga belum juga pulang.

Amelia menarik selimut hingga ke dada. "Kenapa aku malah mikirin dia?" Ia mencoba memejamkan mata.

Namun bayangan Reyga kembali muncul.

Reyga yang tadi sore berdiri di depan cermin.

Kemejanya rapi, wangi parfumnya. Dan wajahnya yang terlihat berbeda ketika bersiap pergi ke rumah Alessia.

Amelia membalikkan tubuh. "Dia cuma pergi makan malam."

Ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri. "Cuma makan malam."

Namun hatinya tidak mau mendengar. Ia tahu.

Ada sesuatu yang berubah dalam dirinya.

Awalnya ia hanya membantu menjaga Bintang.

Kemudian ia mulai terbiasa mendengar suara Reyga. Terbiasa dengan ocehan lelaki itu.

Terbiasa melihat mereka berdebat soal hal-hal kecil.

Bahkan tanpa sadar, ia mulai menunggu kapan Reyga memahami perasaannya.

Dan sekarang, ketika lelaki itu pergi bersama perempuan lain, dadanya terasa sesak.

Amelia menatap Bintang yang tidur pulas di sampingnya. Bayi itu menggerakkan tangannya sedikit.

Amelia tersenyum lembut. "Kamu tahu nggak, Bintang?" Ia mengusap kepala bayi itu.

"Tante sepertinya sudah jatuh cinta sama orang yang salah."

Bintang hanya menguap kecil. Amelia tertawa lirih. "Enak banget jadi kamu. Nggak perlu mikirin cinta."

Ia lalu kembali berbaring. Namun beberapa detik kemudian terdengar suara gitar dari kamar sebelah.

Petikan gitar yang lembut. Kemudian suara Berry mulai terdengar.

Amelia terdiam.

Berry bernyanyi dengan suara yang jauh lebih merdu daripada yang pernah ia bayangkan.

Liriknya terdengar seperti lagu tentang seseorang yang kehilangan kesempatan.

Tentang seseorang yang terlambat menyadari perasaannya.

Amelia menatap pintu kamar. "Berry belum tidur?"

Suara gitar terus mengalun. Amelia mendengarkannya dalam diam.

Ada sesuatu dari suara Berry malam itu yang terasa berbeda.

Tidak seperti Berry yang biasanya suka bercanda.

Tidak seperti lelaki yang selalu membuat Reyga dan dirinya kesal. Malam ini suaranya penuh kesedihan.

Di kamar lain, Berry duduk di ujung tempat tidur sambil memainkan gitar.

Matanya kosong. Jarinya terus memetik senar..Namun pikirannya justru berada di rumah sakit beberapa hari lalu.

"Melda..."

Wajah pucat perempuan itu. Perutnya yang mulai terlihat membesar. Dan kalimat dingin yang masih terngiang di kepalanya.

"Aku tidak ingin uangmu."

Berry menunduk. Ia berhenti bernyanyi.

Tangannya masih berada di atas gitar.

"Melda..." lirihnya lagi. Berry mengusap wajahnya.

Untuk pertama kalinya, Berry benar-benar menyadari bahwa ia kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada uang. Ia kehilangan kepercayaan seorang perempuan.

Dan mungkin, kehilangan kesempatan untuk melihat anaknya tumbuh.

Berry menelan ludah. "Apa gue masih punya kesempatan?"

Tidak ada jawaban. Hanya suara malam yang sunyi.

*****

Kembali di rumah Alessia.

Makan malam hampir selesai. Namun suasananya justru semakin membuat Reyga tidak nyaman.

Armand dan Darmawan kembali membicarakan bisnis.

Liana dan Rosa sesekali membicarakan pernikahan anak-anak mereka.

Sementara Alessia duduk di samping Reyga dengan wajah penuh kebahagiaan.

"Reyga," bisiknya.

"Hm?"

"Aku senang sekali malam ini."

Reyga menoleh. "Kenapa?"

"Karena keluarga kita bisa berkumpul seperti ini."

Reyga terdiam. Ia tidak ingin merusak kebahagiaan Alessia.

Tetapi ia juga tidak ingin memberi harapan palsu. "Alessia."

"Iya?"

"Aku datang malam ini karena menghargai undanganmu."

Alessia menatapnya. Senyumnya sedikit memudar. "Maksudmu?"

Reyga menarik napas. "Aku nggak mau kamu salah paham."

Sebelum ia melanjutkan, Darmawan memanggil. "Reyga."

Reyga menoleh. "Ya, Ayah?"

"Setelah makan malam, temani Alessia sebentar."

Reyga kembali terdiam.

Darmawan kemudian tersenyum kepada Armand. "Anak muda memang perlu diberi kesempatan untuk saling mengenal."

Reyga menggertakkan rahang. Ia semakin yakin. Malam ini bukan sekadar makan malam. Tapi ini jebakan.

Dan ia tidak tahu bagaimana caranya bisa keluar tanpa menyakiti siapa pun.

Pukul 22.25 WIB.

Amelia masih belum tidur. Ia duduk sambil menggendong Bintang yang tiba-tiba terbangun.

"Shh... jangan menangis."

Bintang merengek. Amelia mengusap punggungnya. "Tunggu Ayah kamu pulang."

Begitu kata-kata itu keluar, Amelia langsung terdiam dan menyadarinya. "Ayah? Kenapa ia menyebut Reyga seperti itu?"

Amelia tersenyum malu pada dirinya sendiri.

"Aduh, Amelia... kamu sudah gila."

Ia lalu mencium kening Bintang.

Namun di dalam hatinya, satu pertanyaan semakin kuat.

Apakah Reyga akan tetap memilih datang kepadanya setelah semua ini?

Dan tanpa Amelia ketahui, di rumah Alessia, sebuah keputusan besar sedang dibicarakan kedua keluarga.

Keputusan yang bisa mengubah hubungan Reyga dan Amelia untuk selamanya.

Bersambung...

1
Lisa
Wah Bintang dapat dikenali org³ nih..moga aj g ada yg ngaku sbg ortunya..
Lisa
Alessia akhirnya tau tuh klo Reyga suka sama Amel
Kam1la
apa yang akan terjadi setelahnya...
Kam1la
Alesia kebakaran jenggot
Lisa
Oo jadi Darmawan mengira Bintang adalah anak dr Reyga & Amel..kalian harus lebih berhati²
Lisa
Aneh banget si Darmawan ini..ditanya alasannya menculik Amel dia g mau mengatakannya..
Kam1la
lanjutkan kak...
Kam1la
dobrak aja pintunya...💪
Lisa
Reyga harus menjelaskan pd papanya tentang hubungannya dgn Amel.
Lisa
ya nih ayo Reyga cpt cari Amel
Lisa
Ya tuh pasti papanya Reyga yg nyulik Amel..ayo Reyga cpt temukan Amel.
Kam1la
mulai naik nih tensi ketegangan dalam keluarga. Dermawan semoga sadar ya, dengan pemaksaan justru semakin membuat Reyga menjauhinya
Kam1la
lapor polisi.... ! atau cari tahu lewat CCTV 🤭
Kam1la
mulai deg-degan ini, mau diapain ya Amelia....ini ulah nya papanya Reyga
Kam1la
honey....!! panggilan yang so sweet
Kam1la
seru banget.... sekarang 1 apartemen dihuni banyak orang dan penuh kegembiraan
Mita Paramita
semoga hubungan mereka direstui keluarga masing-masing 😍
Mita Paramita
lanjut Thor 😈😈😈
Kayla Rane: siaaP ❤️😍
total 1 replies
Lisa
Lanjut donk Kak..makin seru aj nih..😊
Lisa
Ceritanya menarik banget 👍👍
Kayla Rane: terimakasih Kak Lisaaa❤️❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!