Vivian Wei keluar dari penjara demi menanggung kesalahan kakak kembarnya. Dulu keras kepala dan bar-bar, kini ia berubah menjadi gadis tangguh yang tidak takut melawan siapa pun.
Pertemuannya dengan Delvin Yang, seorang CEO sekaligus direktur universitasnya, mengubah hidup Vivian. Awalnya Delvin berniat membatalkan pertunangan keponakannya dengan Vivi Wei.
Namun, setelah mengenal Vivian, Delvin justru mengubah keputusannya. Bukan Vivi, melainkan Vivian yang ingin ia jadikan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab31
Mansion Keluarga Wei.
Suara tangisan Vivi terdengar di ruang tamu. Gadis itu menangis tersedu-sedu dalam pelukan ibunya, June.
Sementara itu, Tom berdiri tidak jauh dari mereka dengan raut wajah kesal. Mike Wei sedang berbicara melalui telepon dengan Bowie Lou, pria yang sebelumnya dijodohkan dengan Vivian Wei.
“Tuan Lou, mungkin Anda sudah salah paham. Vivi masih muda dan belum berniat menikah. Jadi, bagaimana mungkin dia menikah dengan Anda?” ucap Mike berusaha menjelaskan.
“Aku tidak mau tahu, Mike Wei! Perusahaan kalian hampir bangkrut. Kalau kalian menikahkan Vivi denganku, aku akan langsung menyuntikkan dana ke perusahaan kalian pada malam pernikahan kami!” tegas Bowie dari seberang telepon.
“Tuan Lou, bukankah sebelumnya Vivian yang dijodohkan dengan Anda? Kenapa Anda malah memilih Vivi?” tanya Tom dengan nada sedikit kesal.
“Apakah kalian sengaja ingin menghinaku? Vivian Wei memiliki catatan buruk karena pernah dipenjara. Kalian justru sengaja ingin menikahkan dia denganku? Apa kalian ingin menghancurkan reputasiku?” bentak Bowie.
Ia kemudian melanjutkan dengan nada mengancam.
“Aku tidak mau tahu! Kalau kalian menolak, kerja sama kita akan dibatalkan. Aku tidak akan menyuntikkan dana sepeser pun ke perusahaan kalian. Sekarang pilih saja, kalian ingin perusahaan itu bangkrut atau menikahkan putri kalian denganku!”
“Aku beri kalian waktu dua jam untuk berpikir. Kalau kalian tidak memberikan jawaban, bersiaplah melihat perusahaan kalian hancur!” ancam Bowie sebelum memutuskan panggilan.
Tangisan Vivi semakin histeris.
“Ma, aku tidak mau menikah dengannya! Dia pria mesum!” seru Vivi sambil menangis dalam pelukan June.
“Tenanglah, Sayang. Papa dan Mama mana tega menikahkanmu dengan pria seperti itu?” ujar June berusaha menenangkan putrinya.
Sementara itu, Tom menatap Mike dengan wajah kesal.
“Apa yang dikatakan Vivian kepadanya? Kenapa Bowie malah ingin menikahi Vivi? Apa dia sengaja melakukan ini?” tanya Tom.
“Cepat hubungi dia! Aku ingin tahu apa yang dikatakannya kepada Bowie Lou!” perintah Mike kepada Tom.
Sebuah mobil tiba di depan mansion keluarga Wei.
“Siapa yang berani mengorbankan cucu kesayanganku demi perusahaan?” terdengar suara seorang wanita tua berambut putih yang baru saja turun dari mobil.
“Nenek!” seru Vivi begitu melihat wanita tersebut, yang tidak lain adalah Zoanna, ibu Mike Wei.
“Ma!” seru Mike sambil menghampiri ibunya.
“Nenek, tolong aku! Aku tidak mau menikah dengan pria itu!” tangis Vivi. Gadis itu segera berlari ke pelukan Zoanna.
“Tenang saja, Sayang. Selama Nenek masih bernapas, Nenek tidak akan membiarkanmu menikah dengan pria seperti itu,” ucap Zoanna sambil mengusap punggung cucunya.
Setelah Vivi sedikit tenang, Zoanna mengangkat wajahnya dan menatap Mike dengan tajam.
“Mike Wei, jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi! Kenapa cucuku sampai menangis seperti ini?” tanyanya dingin.
Mike menghela napas sebelum menjawab, “Ma, perusahaan kita sedang mengalami kesulitan keuangan. Bowie Lou bersedia menyuntikkan dana, tetapi dia menginginkan Vivi sebagai istrinya.”
“Lalu kau menyetujuinya?” tanya Zoanna dengan suara meninggi.
“Aku belum memberikan jawaban.”
“Bagus! Kalau begitu, jangan pernah menyetujuinya!” tegas Zoanna.
“Ma, kau tidak mengerti situasi kita. Jika Bowie membatalkan kerja sama, perusahaan kita bisa bangkrut kapan saja!” kata Mike dengan wajah muram.
Zoanna mendengus.
“Jadi, kau ingin mengorbankan kebahagiaan cucuku hanya demi mempertahankan perusahaan? Sejak kapan keluarga Wei begitu tidak tahu malu?”
“Ma, aku melakukan ini demi keluarga!” bantah Mike.
“Demi keluarga atau demi dirimu sendiri?” balas Zoanna tajam. “Kalau kau memang tidak mampu mempertahankan perusahaan, carilah cara lain! Jangan menjadikan cucuku sebagai alat untuk mendapatkan uang!”
Mike terdiam, sedangkan Tom yang berdiri di sampingnya memilih untuk tidak ikut campur.
Namun, Zoanna belum selesai.
“Lagi pula, bukankah sebelumnya Bowie dijodohkan dengan Vivian? Kenapa sekarang dia tiba-tiba menginginkan Vivi?”
Mike mengerutkan kening.
“Aku juga tidak tahu. Bowie mengatakan bahwa Vivian adalah mantan narapidana, sehingga ia merasa terhina."
“Bagaimanapun caranya, jangan sampai Vivi menikah dengan pria itu, sekalipun perusahaan kita harus bangkrut!” tegas Zoanna.
Wanita tua itu kemudian menatap Mike dengan tajam.
“Bukankah sebelumnya Vivi bertunangan dengan Mark Yang? Kenapa pertunangan itu dibatalkan begitu saja?”
“Nenek, semua ini karena Vivian yang suka melawan! Dia juga memukulku dan Vivi hingga kami terluka. Kalau bukan karena hasutannya, mana mungkin Delvin Yang membatalkan pertunangan Mark dan Vivi?” ujar Tom.
Zoanna langsung mengerutkan kening.
“Anak itu memang sejak kecil suka melawan! Di mana dia sekarang?” tanyanya dengan nada kesal.
“Nenek, Delvin Yang memberinya tempat tinggal di Dong Shu. Itu merupakan permintaan Vivian dan langsung disetujui oleh Delvin Yang,” jawab Tom.
Vivi yang masih berada di samping Zoanna segera menyela dengan wajah sedih.
“Nenek, Vivian juga menghasut Mark untuk membatalkan pertunangan kami. Dia bahkan menghasut Delvin Yang agar mengeluarkanku dari universitas. Sekarang, aku juga tidak bisa bekerja di perusahaan mana pun.”
Vivi kembali menundukkan kepalanya, seolah-olah menahan kesedihan yang begitu mendalam.
“Kurang ajar!” seru Zoanna dengan wajah murka. “Cepat hubungi dia! Kali ini, aku sendiri yang akan mendidiknya!”
semangat trus kak 💪💪
sudah di tunggu nih
ayo lanjut lagi.
lucu dan menegangkan