Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Ibu Tiri
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

Luna berjalan menyusuri jalanan yang sepi di malam yang semakin pekat dan dari jauh dia melihat sosok anak kecil berlari kencang dengan napas tersengal-sengal dan di belakang gadis kecil itu terlihat seorang pria bertubuh tinggi berkulit hitam dengan wajah layaknya seorang penjahat, pria itu berlari mengejar gadis kecil itu sambil mengarahkan pistolnya ke udara memberi peringatan keras pada gadis kecil yang semakin ketakutan itu.
Merasa ada yang tidak beres dengan sigap Luna meraih tubuh mungil gadis kecil itu dan membawanya bersembunyi di dalam sebuah gang sempit sambil menutup mulut gadis kecil itu agar tidak bersuara.

Luna menatap gadis kecil yang ketakutan itu sambil meletakkan jari telunjuknya ke mulutnya memberi isyarat, gadis kecil itu menganggukkan kepalanya menurut.

Luna berhasil menyelamatkan gadis kecil itu dari kejaran para penjahat.

yuk ikuti kelanjutannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.16 Ancaman ibu angkat

Luna merasakan sakit di kepalanya yang membentur lantai tadi, Luna melihat ada sepasang sepatu perempuan tepat di depan kepalanya, dengan perlahan Luna mendongakkan kepalanya dan menatap ibu angkatnya yang sudah berdiri dengan pongahnya berkacak pinggang di atasnya itu.

Perempuan itu kemudian merunduk menatap Luna dan mencekal rambut Luna yang panjang itu dan menariknya dengan kasar "Berdiri kamu," ucapnya pada Luna. Luna terpaksa harus berdiri sambil menahan rasa sakit di kepalanya.

"Kemana saja kamu selama ini hah!!" bentak ibu angkat Luna yang masih menjambak rambut panjang Luna itu. Luna diam tidak menjawab dan itu membuat amarah ibu angkatnya semakin menjadi.

"Kamu tahu tidak, sejak kamu pergi dari rumah ini, hampir setiap hari para penagih utang itu datang ke rumah ini mencari kamu tahu! Mereka menagih uang cicilan rumah, dan hutang-hutang ibu yang belum juga kamu bayar dari dulu," Ibu angkat Luna mendelik menatap Luna.

"Tapi aku kan sudah memberikan semua uang gajiku pada ibu setiap bulan untuk membayar cicilan rumah dan utang ibu kenapa masih di tagih? Apa Ibu tidak membayarkan uang itu pada mereka?" Luna menatap orang tua angkat itu dengan kesal.

"Halah, jangan banyak omong kamu, uang yang kamu kasih itu masih tidak cukup untuk membayar semua hutang kita tahu! Dan sekarang kamu harus menikah dengan bos Bruno sebagai imbalan untuk melunasi hutang ibu yang berjumlah lima ratus juta rupiah padanya," ucap ibu angkat Luna sambil tersenyum licik menatap Luna.

Luna mengerutkan kedua alisnya, dia tidak mau di jadikan tumbal untuk melunasi hutang ibu angkatnya itu "Tidak!! Aku tidak mau menikah dengan bos Bruno yang tua itu!!" teriak Luna pada ibu angkatnya itu.

"Apa kamu bilang, plak...!!" sebuah tamparan yang sangat keras melayang di pipi Luna, Luna meringis kesakitan berusaha menahannya.

"Kamu harus mau menikah dengan bos Bruno sebagai cicilan biaya hidup kamu selama kami merawat kamu dari kecil tahu!!" ibu angkat Luna mendorong tubuh Luna sampai dia tersungkur membentur lantai.

"Tidak!! Aku tetap tidak mau menikah dengan dia...!!!" teriak Luna dengan kencang membuat amarah bos Bruno meledak karena merasa telah di hina oleh Luna.

"Seret dia keluar dan bawa masuk ke mobil!" perintah Bruno pada kedua anak buahnya itu.

Kedua anak buah Bruno berjalan mendekati Luna yang masih bersimpuh di lantai itu, mereka mencekal lengan Luna dan menarik paksa Luna untuk berdiri "Tidak, lepaskan aku aku tidak mau menikah dengan Bruno," ucap Luna dengan sisa-sisa tenaganya.

"Ayo jalan!!" bentak anak buah Bruno pada Luna.

"Silahkan bos bawa dia, kami dengan senang hati menyerahkan anak kami itu pada bos Bruno asalkan hutang kami yang lima ratus juta bisa lunas," ucap kedua orang tua angkat Luna dengan senyum liciknya menatap pada Luna yang tidak berdaya dalam cengkeraman kedua anak buah Bruno.

"Oke, aku akan bawa dia dan hutang kalian lunas," ucap bos Bruno pada orang tua angkat Luna itu.

"Terimakasih banyak bos....terimakasih banyak..," ucap kedua orang tua angkat Luna sambil menundukkan kepalanya dengan hormat pada Bruno.

"Cepat seret dia!!" perintah Bruno pada kedua anak buahnya itu dan saat mereka mau beranjak dari tempat itu tiba-tiba saja terdengar suara pintu rumah itu di dobrak dengan kasar oleh seseorang dari luar.

"Brakk...!!!" Leon yang bertubuh kekar dan sangar itu sudah berdiri di ambang pintu rumah orang tua angkat Luna dengan tatapan mata tajam membunuh, Leon menatap ke sekeliling dia melihat Luna yang sedang meringis di cengkeram oleh dua laki-laki anak buah Bruno .

"Lepaskan dia!!" teriak Leon menatap tajam pada kedua anak buah Bruno.

"Siapa kamu hah!! Berani ikut campur urusan kita," ucap anak buah Bruno dengan pongahnya.

Tanpa basa-basi lagi Leon langsung mengarahkan tendangan kakinya yang melesat dengan cepat dan keras ke kepala kedua anak buah Bruno sampai membuat mereka terjengkang beberapa meter ke belakang dan jatuh tersungkur tepat di depan Bruno yang masih duduk di kursi rodanya itu.

Dengan cepat Leon meraih tubuh Luna yang sudah terlepas dari cengkeraman anak buah Bruno itu. "Terimakasih Tuan," ucap Luna pada Leon.

Bruno sangat marah melihat anak buahnya jatuh tersungkur akibat tendangan dari Leon tadi dengan wajah geram Bruno menatap tajam ke arah Leon dan berkata padanya "Beraninya kamu melawan Bruno hah!!" ucap Bruno pada Leon.

"Dia orangku siapapun yang menyakiti dia akan berurusan dengan aku,"ucap Leon tegas sambil memegang lengan Luna.

"Aku tidak perduli meskipun dia orangmu, dia sudah di jadikan jaminan oleh orang tuanya untuk menikah denganku sebagai imbalan melunasi hutang orang tuanya itu!"

"Berapa hutangnya? Akan aku bayar kontan sekarang juga," ucap Leon dengan percaya diri membuat Bruno sedikit ciut.

"Hahahah...jangan sombong kamu, memangnya kamu mampu membayarnya saat ini juga, Hahahha.....!!" Bruno tertawa terbahak mengejek Leon.

"Sebutkan saja berapa jumlahnya, sekarang!!" bentak Leon pada Bruno yang membuat Bruno keder.

"Lima ratus juta!! Bayar sekarang kalau kamu mampu!" bentak Bruno balik pada Leon.

Leon mengeluarkan black card dari kantong saku jas hitamnya dan melemparkan black card itu ke muka Bruno sambil berkata "Di dalam kartu itu ada lima ratus juta buat bayar hutang orang tua Luna dan sekarang cepat kamu pergi dari sini!! sebelum kesabaranku habis," Leon mengarahkan jari telunjuknya ke arah pintu sambil menatap geram ke arah Bruno.

"Oke. Aku akan pergi sekarang tapi ingat aku akan balas dendam pada kamu," ucap Bruno pongah saat melintas di hadapan Leon. Leon diam tidak menanggapi ancaman dari ketua preman sekelas Bruno yang tidak apa-apanya bagi dirinya.

Bruno melangkah pergi melintasi ambang pintu dengan dada terbusung, berusaha menyembunyikan rasa gentarnya di balik tatapan berang. Namun, Leon sama sekali tidak bergeming. Bagi pimpinan mafia sekaliber dirinya, gertakan sambel dari preman kelas teri seperti Bruno tak lebih dari sekadar bisikan.

Begitu Bruno menghilang di belokan jalan, atensi Leon beralih sepenuhnya pada dua sosok yang berdiri di ruang tamu. Orang tua angkat Luna masih memamerkan cengiran serakah, seolah baru saja menemukan tambang emas yang melimpah.

"Wahh....ternyata pacar Luna itu orang yang kaya," bisik ibu angkat Luna pada suaminya yang berdiri di sampingnya itu " Iya, ternyata selama menghilang ini diam-diam Luna pergi ke rumah pacarnya yang kaya itu," ucap ayah angkat Luna pada istrinya " Iya betul, cerdik juga si Luna ini mencari pacar, kita juga bisa jadi kaya raya kalau begini," suami istri itu tersenyum percaya diri.

"Kalian pikir uang itu milik kalian?" suara Leon memecah keheningan, begitu dingin hingga sanggup membekukan udara di ruangan itu.

Senyum di wajah kedua orang tua angkat Luna seketika membeku. Aura dominan yang menguar dari tubuh Leon mendadak terasa begitu memikat sekaligus mematikan. Pria itu melangkah maju satu demi satu dengan tenang, menyembunyikan kedua tangannya di dalam saku celana.

"Utang Luna pada kalian sudah lunas detik ini," lanjut Leon dengan tatapan mata sehitam malam yang menghujam tajam. "Jika aku melihat wajah kalian lagi di sekitar Luna, atau mendengar kalian mencoba menghubunginya walau hanya satu detik aku pastikan kalian tidak akan pernah punya kesempatan untuk menikmati uang satu rupiah pun di dunia ini."

Kedua orang tua angkat itu melangkah mundur ketakutan, menyadari bahwa pria di hadapan mereka bukan sekadar 'pacar kaya', melainkan ancaman nyata yang sanggup melenyapkan mereka tanpa jejak. Tanpa berani mengucap sepatah kata pun, mereka berbalik dan berlari tunggang-langgang meninggalkan rumah.

Leon berbalik menatap Luna yang masih berdiri gemetar. Dengan lembut namun protektif, ia meraih bahu wanita itu dan membimbingnya menuju mobil. Masalah dengan masa lalu Luna resmi ditutup malam ini, namun babak baru di bawah naungan bayang-bayang sang mafia baru saja dimulai.

1
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kuy double up kk 🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!