Alba lopez di dijodohkan keluarganya dengan pria yang tidak ia kenali,awalnya ia kesal dan ingin memberontak tapi di pikir-pikir tidak ada gunanya toh antek-antek ayahnya bisa dengan mudah menemuinya akhirnya ia ubah rencana dengan bersikap seolah menerima perjodohan itu setelah pernikahannya dengan pria asing dari keluarga mempuni itu terjalankan akan ia buat pria itu kesal dan illfeel agar cepat di ceraikan. Dan yang tak ia ketahui pria itu tak sesederhana yang ia pikirkan, dan tepat di saat ia mengetahui rahasia tergelap pria itu namun mulai sedikit luluh akankah ia tetap bertahan atau melanjutkan rencananya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cek kandungan
...⚠️ FICTIONAL CONTENT⚠️...
...Seluruh adegan, karakter, tempat, dialog, situasi, serta peristiwa dalam cerita ini merupakan hasil imajinasi penulis. Beberapa unsur sengaja dibuat, diubah, atau dikembangkan untuk kebutuhan alur cerita....
...Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian nyata, maupun menjadi acuan terhadap kehidupan atau perilaku di dunia nyata....
...Harap membaca dengan bijak....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aroma tajam bau antiseptik dan pembersih lantai menguar menjadi satu membuat kepala pening menciumnya.
Saat ini Alba menemani Paloma untuk cek kandungan, hanya mereka berdua saja karena Roze ada pekerjaan.
Paloma terlihat sangat tidak sabaran berlari-lari kecil senyun tak luntur dari wajahnya, sementara Alba yang di buat sangat was-was di buatnya, mengikuti Paloma memastikannya tidak lepas dari pengawasannya sedetik pun.
Sesampainya di lantai dua tempat cek kandungan, mereka menunggu dengan Paloma yang duduk dan Alba yang berdiri sembari bersandar bahu pada tembok. Keadaan di sana sunyi hanya ada sedikit yang berlalu-lalang.
Tak lama setelah itu, suara ketukan sepatu
pantofel ringan terdengar tergesa-gesa ke arah mereka. Seorang pria puan rupawan menghampiri mereka dengan kacamata yang bertengger indah di pangkal hidungnya.
"Maaf, membuat anda menunggu terlalu lama. "Ujar pria itu dengan intonasi suara yang lembut dan santun, setelahnya ia membuka pintu yang masih tertutup di depan sana. "Mari nona-nona silahkan masuk. " Lanjutnya di sertai senyuman yang sopan dan hangat.
Alba dan Paloma saling pandang, tak lama keduanya terlihat menahan senyum mereka.
Mereka masuk mengikuti langkah pria itu. Saat dokter kandungan itu sibuk menyiapkan peralatan yang akan ia gunakan. Alba dan Paloma saling mencubit di belakangnya sembari melemparkan pelototan.
"Terlebih dahulu perkenalkan nama saya Dr.Orion . " Tuturnya setelah selesai akan peralatannya.
"Baik, kita mulai sekarang, silahkan berbaring nona. "Ucap dokter itu pelan, jujur saja dokter itu sangat lembut entah dari tutur maupun memperlakukan, dia juga sangat ramah.
Dengan dibantu sang dokter, Paloma mulai membaringkan tubuhnya di
ranjang periksa. Sementara itu, Alba
memilih berdiri di sudut ruangan, sembari matanya sibuk menggoda Paloma.
“Saya akan oleskan gel ini, rasanya
mungkin akan sedikit dingin,” jelas
dokter itu.
Tubuh Paloma refleks menegang kaget saat gel dingin itu menyentuh
kulit perutnya. Ingatannya sempat melayang sesaat bagaimana jika Maxim mengetahui ia mengandung benihnya apa dia akan menyuruh menggugurkannya,tapi tak lama lamunan itu buyar ketika tangan sang dokter mulai menggerakkan alat periksa di atas
perutnya.
Ketika layar monitor mulai menyala dan memperlihatkan gambar hitam putih yang belum terbentuk jelas, Dr. Orion memutar layar itu, memastikan agar Paloma dan Alba
bisa menyaksikannya dengan jelas.
Dr. Orion kemudian menunjuk
sebuah titik kecil, gumpalan mungil
yang terlihat samar dan terus bergoyang-goyang seperti telur yang
mengambang di tengah lautan luas.
"Lihat ini, "suaranya memecah keheningan. “Titik kecil ini... ini adalah janinnya.”
Paloma terdiam. Matanya yang sembab
perlahan kembali basah. Tanpa sadar,
air hangat itu menetes membasahi
pipinya. Mengingat bagaimanapun bayi ini hadir atas mau sama mau yang mereka lakukan. mengingat siapa ayah dari bayi ini
dam melihat ada kehidupan baru
yang tumbuh di dalam rahimnya
seperti memberikan perasaan yang
sulit untuk dijelaskan. Ada nyawa lain
yang kini berbagi napas dengannya.
Rasanya melegakan, karena meskipun anak ini nanti tak merasakan kehadiran dan kasih sayang ayahnya dia masih punya dirinya, sebagai ibu dan aunty-aunty nya, karena ia yakin Alba dan Roze akan memperlakukan bayi ini sebaik-baiknya.
"Oh my godnes Paloma,That's our nephew.
I'm with you paloma. " Ujar Alba sembari bertepuk tangan penuh ria.
"Usianya berjalan 5 minggu " lanjut Dr.Orion sambil terus nenekan tombol di mesin monitor. "Detak jantungnya sudah mulai terdengar. Bulan-bulan pertama
kehamilan adalah masa yang sangat
rawan, karena organ-organ vitalnya
sedang mulai terbentuk.”Dr. Orion berhenti bicara sejenak,melirik Paloma dan Alba bergantian.lalu kembali menatap layar.
"Kalian harus menjaganya sebaik
mungkin. Stres berat, kelelahan,bisa
sangat berbahaya untuk janinnya,
karena keguguran bisa terjadi
sewaktu-waktu jika kondisi kesehatan
ibunya tidak stabil. "
"Baik dok, bayinya sehat kan dok?. " Tanya Alba tiba-tiba, sembari menatap dokter itu penuh harap dan jawab.
"Sejauh ini bayinya sehat, akan saya resepkan beberapa vitamin penguat kandungan, dan perlu di ingat untuk kandungan lebih sehat dan kuat di pastikan ibunya banyak beristirahat dan mengosumsi makanan yang penuh asupan gizi yang baik. " Tutur dokter Orion menjelaskan dengan lembut kepada ke dua perempuan itu.
...****************...
Setelah mengambil obat dari farmasi Alba mengandeng Paloma.
"Gue gak sabar deh Lom, anak lo lahir gue mau beli baju yang lucu banyak-banyak. "Ujar Alba dengan riang gembira di setiap katannya.
Alba menatap foto USG Paloma. " Dia masih kecik banget Lom lucu. "Ujarnya lagi sembari mendekatkan USG itu melihat calon keponakannya.
" Baru juga 5 minggu, masih lama lah. "Paloma berdecih melihat tingkah Alba.
" Lo jangan minum-minum lagi yah, tar gue stok susu khusus ibu hamil buat lo. "Timpal Alba menatap Paloma.
" Bisa kali sekali-kali. " Paloma terlihat kesal karena di saat stress melanda ia biasanya menyalurkannya lewat alkohol.
"Gila kali lo!. Inget kandungan jangan cuman bikin aja taunya. "Geram Alba marah intonasi suaranya sedikit meninggi dengan mata mendelik tak suka.
" Ck iya, iya. " Paloma memutar kedua bola matannya malas.
"Gue sama Roze bakal awasin lo, awas aja sampe macam-macam . " Alba menunjuk wajah Paloma dengan mata menyipit.
"Iya, iya ah bawel lo. "Paloma mendorong jari Alba yang menunjuknya lalu berjalan meninggalkan Alba.
" Eh jangan cepat jalannya, tar lo jatoh. "Tutur Alba buru-buru mengejar Paloma
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Terima kasih sudah membaca novel ini sampai akhir. Terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk mengikuti setiap cerita dan perjalanan para tokohnya. Saya tahu cerita ini masih jauh dari sempurna, tetapi semoga tetap meninggalkan kesan bagi kalian. Mohon maaf jika masih ada kekurangan selama cerita berlangsung. Semoga kita bisa bertemu lagi di cerita berikutnya. Sampai jumpa, dan sekali lagi, terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan cerita ini....
...THANK YOU FOR READING 🌸...
...For u, a dahlia. 🌺...
...— Author...