Indonesia
NovelToon NovelToon
One Day With You

One Day With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Badboy / Romansa-Teen school
Popularitas:27.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ratih Adriani

Kim Jae Hyuk tidak bisa menjelaskan arti Go Hye Ju bagi dirinya berawal dari kebiasaannya menjahili gadis itu di sekolah kemudian sederhana saja ia hanya ingin berbicara dengannya namun tidak tahu bagaimana cara selain terus mengganggu Hye Ju. Sementara gadis itu ternyata menyimpan begitu banyak luka dengan kepindahannya ke Seoul. Menutupinya dengan sifatnya yang begitu ceria seolah menjadi yang paling bahagia. Apakah Hye Ju merasakan hal yang sama atau hanya kekesalan saja seperti yang selalu di ucapkannya pada pria itu selama ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratih Adriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Forgive Me

"Jae Hyuk-ah." Hye Ju mematung ia tidak tahu kenapa tatapan pria itu seperti marah tapi pasti ada sesuatu yang salah pada dirinya.

"Ahh ... Tangan Do Hyun terluka jadi aku menolongnya." jawab Hye Ju atas pertanyaan Jae Hyuk tadi.

Pria itu menatap Do Hyun di dengan kesal Hye Ju tidak cukup bodoh untuk tidak memahami situasi ini sampai ia menarik Jae Hyuk untuk pergi meski Jae Hyuk sulit sekali di kendalikan ia sudah pernah melihat pria itu hampir berkelahi dan Hye Ju rasa seperti inilah atmosfernya.

"Kau tidak bisa mengobati tanganmu sendiri? Perlu bantuanku juga!" pria itu makin menjadi Hye Ju menarik lengannya dengan kasar agar menjauh dari Do Hyun.

"Ada apa denganmu!" tanya Hye Ju kesal setelah ia menarik mereka cukup jauh dari kerumunan, Hye Ju menengok sebentar memastikan Min Ji membawa Do Hyun juga dari sana. Ia merasa di permalukan Jae Hyuk di depan banyak orang.

"Mwo? Wae? Kau merasa yang kau lakukan barusan sudah benar?" Jae Hyuk mendengus kesal.

"Ya, Go Hye Ju. Berhenti bertingkah seperti itu atau kau ingin aku membuat tangan pria itu patah!" ancaman itu membuat Hye Ju tidak habis fikir ia bahkan tidak memiliki jawaban apapun untuk di sampaikan. Suaranya tertahan entah dimana.

Hye Ju melempar sarung tangan karetnya ke tanah membiarkan pria itu menatapnya dengan marah.

"Aahh ... Kau tidak salah, aku yang memaksamu menjadi pacarku. Kau bahkan tidak menyukaiku." Jae Hyuk terlihat putus asa. "Kau ... Kau juga memanggilku apa? Berandalan." Pria itu tersenyum miring.

Hye Ju tidak habis fikir dengan tingkah Jae Hyuk hari ini, ia bahkan menilai perasaan Hye Ju seenaknya tanpa bertanya hingga gadis itu tidak ingin menjelaskan satu katapun dari asumsinya. Gadis itu bahkan pergi tanpa menoleh lagi hampir berlari ke arah yang bahkan ia tidak tahu yang terpenting saat ini ia hanya perlu menjauh dan tidak membiarkan Jae Hyuk melihat air matanya.

"YA!!" teriak Jae Hyuk ketika gadis itu bahkan tidak menoleh padanya bahkan panggilan dari Min Ji pun tidak di dengarnya.

Hye Ju keluar dari rumah tempat mengeringkan persimmon itu tanpa ijin pada guru karena pergi ke arah yang berlawanan melewati jalan setapak yang ia sendiri tidak tahu arahnya kemana yang jelas ia ingin menghindar dulu.

Gadis itu ternyata sampai di kebun ubi yang luasnya setengah dari kebun persimmon dengan undakan tanah yang berwarna hijau penuh dengan daun dari ubi yang siap di panen, namun tidak ada siapapun disana. Setidaknya tempat ini sempurna untuk Hye Ju.

Ia memeluk lututnya duduk di atas rumput yang hampir mati dan berwarna kecokelatan, bagaimana ekspresi Jae Hyuk tadi terus terlintas di fikirannya membuat gadis itu takut dan sedikit gemetar yang entah kenapa mengingatkan Hye Ju pada ayahnya, bagaimana ayahnya mulai marah terlihat sama dengan pria itu.

Nafasnya tersengal rasanya ia ingin menangis namun suaranya tercekat di tenggorokan ia bahkan tidak bisa merengek meski tempat itu sempurna bahkan jika Hye Ju ingin berteriak. Namun tidak bisa, entah kenapa. Ia hanya ingin menenangkan dirinya memahami situasi yang baru saja terjadi.

Sementara Jae Hyuk hanya diam di sana bertolak pinggang dengan nafasnya yang tersengal karena habis berteriak pada gadis itu ia mulai berfikir tingkahnya barusan keterlaluan namun egonya masih membuat Jae Hyuk tidak bergeming.

"Ya, dimana Hye Ju?" tanya Min Ji setelah gadis itu kehilangan jejak Hye Ju. Jae Hyuk tidak menjawab pandangannya masih saja kesal.

"Kau sudah mencarinya?" tanya Chan Young yang berdiri menenangkan Jae Hyuk disampingnya.

"Aku tidak menemukannya di kamar, ia juga tidak meminta ijin pada guru di bagian absen." Kim Min Ji mulai terlihat panik ia mengusap rambutnya yang berantakan akibat berlari mencari Hye Ju.

"Kau menyebut dirimu pacarnya, hah?" Min Ji mendekat pada pria di hadapannya dengan kesal, "YA! Kau tahu gadis bodoh itu membicarakanmu semalaman? Ia bahkan mengatakan kau adalah seseorang yang selalu berada di sampingnya dan membuatku sebagai sahabatnya iri." nafas Min Ji tersengal, Jae Hyuk menatap gadis yang memberinya informasi yang baru ia ketahui tentang perasaan Hye Ju dengan mata membulat.

"Dan kau marah hanya karena hal sepele seperti ini. Sekki (sialan)!"

Pernyataan Min Ji menohok Jae Hyuk pandangannya tiba-tiba melunak seiring dengan otaknya yang memproses perkataan tersebut. Dan butuh waktu 5 menit untuk pria itu sepenuhnya merasa bersalah.

Ia menepuk bahu Chan Young memberi isyarat untuk mencari Hye Ju juga pria itu paham kemudian mengangguk pada Han Seol yang kali ini mendadak cerdas, semuanya berlari mencari arah yang berbeda Jae Hyuk mengikuti instingnya kemana kemungkinan gadis itu pergi ia bahkan bertanya pada setiap orang yang ditemuinya dengan gusar. Satu-satunya hal yang ingin ia lakukan adalah meminta maaf bahkan jika itu membuat harga dirinya harus ia buanh jauh akan ia lakukan. Sampai saat itu datang Jae Hyuk hanya berharap Hye Ju baik-baik saja.

Gadis itu mematikan jaringan ponselnya ia tahu pasti bahwa beberapa orang akan mencarinya terutama Min Ji namun ia masih ingin disana menikmati sore yang semakin dingin di tengah musim gugur juga melihat burung kaci yang bertengger di pohon maple satu satunya di kebun itu.

Burung itu tidak takut jatuh padahal rantingnya bahkan sudah mengering daunnya pun sudah berguguran, Hye Ju berfikir sejenak mencari jawaban dari pertanyaan tidak penting di benaknya lalu ia terfikir tentu saja sebab hewan itu percaya sayapnya bisa di andalkan ia tidak peduli bahkan jika berdiri di atas ilalang sekalipun bukan.

Dingin. Udara mulai tidak nyaman di hidung dan kulitnya ia hanya mengenakan sweater rajut yang tidak cukup kuat menahan hembusan udara musim gugur yang menusuk kulit namun gadis itu belum ingin beranjak mungkin hingga langit berubah jingga dan orang-orang semakin panik saja. Dia jahat karena berharap Jae Hyuk khawatir, jahat karena berharap pria itu berlari mencarinya kesana kemari. Namun Hye Ju tersenyum membayangkan hal semacam itu sepertinya begitu egois.

Sementara Jae Hyuk sesuai ekspektasinya, berlari hampir mengitari penginapan juga perkebunan yang luasnya mencapai 10 hektar secara acak, ia tidak tahu harus pergi kemana bahkan beberapa tempat ia datangi lebih dari sekali yang jelas ia tidak mau berhenti mencari.

"Hye Ju- jebal (Hye Ju ku mohon)!" gumam Jae Hyuk di tengah nafasnya yang tersengal. Ponsel gadis itu tidak bisa di hubungi meski berkali ia mencoba namun tetap tidak bisa, teman-temannya yang ikut mencari Hye Ju sudah hampir putus asa memutuskan meminta bantuan pada guru piket disana.

Cuaca semakin dingin dan langit hampir gelap namun Jae Hyuk masih belum menemukan Hye Ju, ini tempat terakhir dan Jae Hyuk akan sangat kecewa jika gadis itu tidak di sana.

Jalan setapak dengan batuan yang di susun sama dengan jalan lainnya di penginapan artinya tempat itu mengarah pads salah satu perkebunan atau semacamnya.

Gadis itu disana duduk memeluk lututnya sendirian dengan ponsel yang menyala dan earphone di telinga, dalam benak Jae Hyuk ia hanya bersyukur Hye Ju baik-baik saja. Tidak ada hal lain selainnya.

안녕 친구들 ❤️❤️ SUKA EPISODE INI? TINGGALIN LIKE SAMA VOTENYA YAA BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT ❤️❤️

1
LYTIE
Salam kenal kak 🤗. Saya diberi kepercayaan oleh NT untuk mengisi audio novel kakak. semoga kakak menyukainya 🤗🙏
Rola
like hadir, di tunggu respek nya GENGSTER
Rola
Like hadir, di tunggu respek nya, GENGSTER
Nuhume
hai kaka aku mampir ya, rate 5 n like. salam dari "Balada Cinta Sang fotografer" 🌷🌷🌷
Anita Jenius
5 like lg buatmu thor
Anita Jenius
Hadir kak..
7 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
Anita Jenius
Hadir kak..
8 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
Rola
Hadir lagi kk. Semongko..
Rola
# Arabella
#Ayah biologi. dan
#Rahasia Si cupu.

DATANG !!!. 👍👍👍 mendarat...😍
aku tunggu respek nya kk..
Senja Cewen
Daebakkk... Naneun deula koleu aehoga la igeon nae iyagi ...

The Brides of Alves...
Senja Cewen
Aku suka... Aku suka... Sungguh sungguh suka...
Heltyrona
aq suka...sukses ya
Nothing
Semangat up nya kakak 🥳
Like and rate 5 dariku sudah mendarat di novel kakak yang hebat 👍🥰

Jangan lupa feedback ceritaku yah ☺️

Sukses selalu untuk kita semua ❤️
Rola
# Arabella
#Ayah biologi. dan
#Rahasia Si cupu.

DATANG !!!. 👍👍👍 mendarat...😍
aku tunggu respek nya kk..
Adriani Ratih: aku udah mampir juga yaa ❤️❤️
total 1 replies
Dina Kusumawati
f. f t
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak
total 1 replies
Rola
# Arabella
#Ayah biologis. dan
#Rahasia Si cupu.

DATANG !!!. 👍👍👍 mendarat...😍
aku tunggu respek nya kk..
WiLLiAndaru's Mom
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣ati2 keselek ntar Han Seol
Hesti Utt
Bom like untuk karyamu Thor ,

Salam hangat dari # Putri CEO Yang cantik #
WiLLiAndaru's Mom
kencannnn
ଓεHiatus 🦅💰⋆⃟𝖋ᶻD³⋆ғ⃝ẓѧ☂
semangatttt


salam dari status ku dipertanyakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!