Negara semakin berkembang di bawah kepemimpinan Presiden Wikar. Namun masalah mereka belum sepenuhnya terselesaikan. Bayang-bayang mantan Presiden Jacob masih menghantui semua orang yang ada di negara ini, termasuk Wikar sendiri.
Ando dikirim ke sebuah negara di bagian Timur yang tengah mengalami konflik. Konflik itu semakin membesar dan meluas. Para kelompok milisi yang dikenal dengan Abu Sayaad, hampir menguasai negara itu secara keseluruhan.
Dibalik itu semua, Jacob ternyata mengambil peran. Dan didukung oleh para pasukannya yang baru.
Akankah Ando dan pasukannya berhasil menemukan Jacob dan mengalahkan kelompok Abu Sayaad?
Dan ada keterkaitan apakah antara mantan Presiden Jacob dengan kelompok Abu Sayaad?
Pesan Author :
Jangan memberikan boom like🙏 Dan berikan komentar yang membangun. Karena Author membuat sebuah novel bukan hanya untuk dibaca. Namun juga sebagai media pembelajaran bagi kita semua. Sekian dan terima kasih🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juan Atma Wikarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
THE CIVILIAN II : EPISODE 32
“Si-al! Mereka menggunakan tank. Kapten Haros! Lapor! Ini Aku Ando!”
“Diterima Kapten Ando!”
“Kenapa tidak gunakan saja drone untuk menghancurkan semua tank yang ada?”
“Negative Kapten Ando. Ada dua buah pesawat bomber yang sedang menuju ke tempat ini. Dan hanya pasukan drone yang bisa menghancurkan pesawat bomber itu.”
“Kenapa tidak lakukan saja sekarang?!”
“Masih ada pesawat jet yang berleliaran di atas kita. Drone tidak akan mampu melawan mereka karena terlalu cepat.”
“Si-al! Kita tidak bisa terus menerus seperti ini Kapten Haros!”
“Tidak ada satu pun orang waras yang menginginkan perang ini Kapten Ando! Aku pastikan semua rencanaku berjalan dengan lancar.”
“Siap! Dimengerti Kapten Haros.”
Dan benar saja apa yang Kapten Haros katakan, berselang beberapa detik dari percakapan itu, dua buah pesawat jet jatuh tepat di depan musuh yang membawa tank, dan itu membuat kepulan asap besar yang menghalangi pandangan pasukan tank yang menyerang mereka.
Disusul juga dengan semua tank musuh yang tiba-tiba rusak parah, sehingga mereka terjebak dan tidak bisa lagi melakukan serangan. Ternyata hal itu disebabkan oleh bom yang terpasang di bawah tanah, yang wujudnya mirip dengan laba-laba.
Walau pun tidak menghancurkan sepenuhnya, tapi bom itu sudah mampu melumpuhkan pasukan tank yang ada di tempat mereka. Kapten Haros memang sengaja ingin membuat kesan kemenangan terlebih dahulu untuk musuh-musuhnya.
Setelah mereka merasa cukup bangga, barulah Kapten Haros akan mengerahkan semua kekuatan yang ada di markas ini.
Semua drone juga mulai diterbangkan secara berurutan.
Mereka terbang ke udara untuk menghadang dua pesawat bomber yang sudah mendekat ke tempat ini.
“Semua unit drone perhatian! Ini Kapten Haros. Serang pesawat bomber itu dengan kekuatan penuh. Dan pastikan mereka hancur di udara. Jangan biarkan mereka jatuh ke markas ini.”
“Siap Kapten!”
Dengan cepat mereka langsung menuju ke lokasi pesawat bomber yang sedang terbang perlahan itu. Disana semua kru pesawat sedang bersantai menikmati minuman mereka. Mereka juga bernyanyi dengan bangga, karena mereka berfikir kedatangan merekalah yang akan menjadi kunci kemenangan peperangan ini.
Mereka berfikir kalau markas Kapten Haros hanyalah markas biasa seperti markas lainnya yang sudah mereka habiskan. Tetapi mereka salah, dan mereka tidak menyadari kedatangan pasukan drone yang sudah berada tepat di bawah mereka.
Kedatangan pasukan drone itu sebenarnya sudah terdeteksi dalam radar, tapi kedua pilot yang menerbangkan pesawat itu berfikir kalau itu hanyalah burung.
Blooom!
Blooom!
Blooom!
Blooom!
Serangan amunisi yang digunakan pasukan drone langsung mengejutkan mereka semua. Mereka panik dan langsung berhamburan lari ke posisi serangan mereka masing-masing. Mereka bersiap dengan semua senjata yang ada di dalam pesawat.
Namun sepertinya sudah terlambat, karena beberapa dari mereka sudah tewas dan hanya menyisakan beberapa orang saja yang berusaha menembaki pasukan drone.
“Tembak! Tembak! Tembak! Jangan berhenti!” Perintah komandan mereka.
“Si-al Pak! Mereka benar-benar seperti kawanan burung!”
“Terus tembak bodoh! Tutup mulutmu! Perhatikan saja sasaranmu!”
Kedua pesawat bomber itu dibuat pusing tujuh keliling. Karena mereka harus menghadapi ratusan pesawat drone dengan berbagai ukuran dan berbagai kemampuan. Mereka semua kerepotan karena banyak dari mereka yang sudah tewas. Belum lagi dengan sayap, dan beberapa bagian pesawat yang sudah banyak terkena tembakan.
“Pilot! Berputar arah! Cepat!”
“Siap Komandan!”
Mereka berusaha memutar arah untuk kembali ke lokasi awal mereka, tapi karena pesawat bomber memiliki ukuran yang sangat besar, ditambah dengan banyaknya kerusakan dibeberapa bagian pesawat, mereka tidak bisa berputar dengan kecepatan tinggi.
Udara dipesawat itu sudah sangat panas. Kru yang masih bertahan juga mulai lelah. Bahkan komandan mereka juga sudah pasrah, dan hanya bisa marah-marah.
“Mati kalian semua kepa-rat!”
“Komandan kendali pesawat sudah mulai anjlok. Kita tidak bisa bertahan lebih lama lagi.”
“Terbangkan saja pesawatnya to-lol!”
Kedua pesawat bomber itu sama-sama sudah tidak stabil. Mereka sudah oleng dan tidak bisa terbang dengan sempurna, bahkan mereka semakin rendah sedikit demi sedikit.
Kedua pilot yang berada di pesawat bomber paling depan pun mulai putus asa, mereka berdua langsung lompat dengan terjun payung yang sudah mereka pakai di punggun mereka.
“Hei bang-sat! Apa yang kalian lakukan?!”
“Semoga beruntung komandan.”
Dan seketika itu pula pesawat bomber yang ada di depan langsung terjun dengan kecepatan tinggi, dikarenakan sistem auto pilotnya pun sudah rusak karena terkena tembakan. Apalagi kedua pilot pesawat itu sudah melompat keluar.
Di pesawat bomber yang pertama hanya tersisa tiga orang termasuk komandan pasukan mereka. Tidak ada yang bisa mereka lakukan, karena keadaan sudah sangat kacau.
Mereka bertiga terlempar kesana kemari karena pesawat yang mereka tumpangi terjun dengan bebas.
Sedangkan pesawat yang kedua memang sedikit beruntung, meski hanya tersisa dua orang saja yaitu para pilot. Pasukan drone juga tidak langsung menembak mereka, karena pasukan drone diperintahkan oleh Kapten Haros untuk mengikuti kemana pesawat bomber itu akan mendarat. Supaya mereka mengetahui secara pasti siapa yang mengirimkan pesawat itu.
Namun seperti teman-teman mereka sebelumnya, kedua pilot itu juga memutuskan untuk melompat dari pesawat mereka. Jadi dengan terpaksa pasukan drone langsung menghabisi kedua pilot itu. Mereka jelas tidak akan mau memberikan lokasi asli mereka.
Apalagi misi mereka hanyalah datang untuk melakukan serangan kilat ke markas Kapten Haros.
Mereka tidak pernah menyangka kalau Kapten Haros sudah sudah menyiapkan kejutan besar untuk mereka semua.
......................
Pertempuran di markas besar Kapten Haros masih terus berlangsung. Musuh sudah banyak yang mati. Pasukan Kapten Haros sudah banyak yang terluka karena musuh mulai menggunakan senjata jarak jauh untuk mengalahkan pasukan Kapten Haros.
Namun beruntungnya, tidak ada satu pun pasukan Kapten Haros yang mati. Melihat banyak anak buahnya yang terluka, Kapten Haros memutuskan untuk menyerang dengan drone.
Pasukan drone yang sudah dekat dengan markas pun akhirnya melakukan serangan mereka kepada pasukan Abu Sayaad dan juga pasukan Jacob yang masih tersisa. Mereka mengutamakan para sniper yang sudah memakan banyak korban luka-luka dari pasukan Kapten Haros.
Mereka semua benar-benar digempur sampai habis. Sedangkan Hassan dan Jacob sudah bersembunyi di suatu tempat yang tidak jauh dari markas Kapten Haros.
“Bagaimana Tuan Jacob? Bukankah kita sama sekarang?” Ucap Hassan kepada Jacob.
Jacob menjadi emosi. Namun dia yang sudah kehabisan pasukan, ternyata masih menyimpan satu opsi terakhir yang akan ia gunakan.
“Kau belum mengenalku Hassan. Aku memiliki satu benda yang bisa membumi-hanguskan tempat itu.” Jawab Jacob.
Kemudian Jacob mengambil sebuah laptop dari tasnya. Dan sangat tidak disangka-sangka, kalau laptop itu adalah sebuah alat pengendali bom bertenaga nuklir. Entah seberapa besar ukuran bom itu, yang pasti Jacob sudah mempersiapkan semuanya jauh-jauh hari.