Albert Amborse. Seorang lelaki yang dikaruniai tubuh tidak sempurna yang di dapatnya dari lahir. Ia memiliki kaki cacat pada kaki kirinya yang menyebabkan kakinya pengkor ke dalam dengan bentuk yang tidak wajar sehingga apabila ia berjalan, akan terlihat pinggulnya terseok-seok ke atas dengan aneh.
Suatu ketika Albert melihat seorang gadis dan mendekatinya. Ia menyatakan cinta padanya untuk menikahi gadis itu. Belum ada jawaban dari gadis itu, tetapi Albert telah mengutarakan keinginannya kepada ayah gadis itu dan menyetujui permintaan Albert. Namun dirinya tak tahu-menahu bahwa Herman, ayah dari gadis itu memiliki rahasia yang dapat membahayakan dirinya dan juga keluarga bahkan putrinya sendiri, yaitu Gadis.
Bagaimanakah kisahnya? Apakah Albert akan tetap menikahi Gadis atau sebaliknya setelah dirinya mengetahui masalah yang ada?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon V a L L, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Bab 32
"Kau....!"
Terdengar suara Edy yang tercekat, Bass bangkit berdiri dan menyusul Edy di mana ia berdiri. Bass terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Dasar bodooh!" ujar Bass yang memukul kepala Edy dengan tangannya. "Kau ini gila atau apa? Mengejutkan orang lain saja!" marahnya.
"Aku pikir ada seseorang yang mendengar pembicaraan kita, Bass, rupanya hanya seekor ular yang numpang lewat dan hampir saja dia melilit kakiku," jelas Edy seraya mengaduh.
"Apakah ada jejak orang lain di sini selain kita?" tanya Bass yang melirik ke arah Edy.
Edy lekas menggelengkan kepalanya pertanda bahwa ia tak tahu tetapi di salah artikan oleh Bass yang menganggap Edy menjawab tidak. Bass lantas pergi meninggalkan Edy yang masih terbayang dengan ular yang melintas di kakinya kembali ke bawah pohon rindang. Ia memikirkan cara malam nanti untuk menculik Gadis. Ia sudah tidak tahan dengan kondisi tubuhnya yang tidak mencicipi barang itu. Edy juga bergegas langsung menyusul Bass di belakangnya.
Albert yang berhasil melarikan diri dari persembunyiannya sehabis dirinya mengintai Bass dan Edy. Ia lantas bergegas kembali ke rumahnya dan memutuskan untuk mengambil mobilnya. Dengan sedikit berlari dari sana, terengah-engah dengan penuh keringat di sekujur tubuhnya, akhirnya ia sampai di depan rumahnya. Ia lantas masuk ke dalam rumah, mengambil kunci yang berada di laci lemari depan dan langsung memasuki mobilnya. Bergegas menarik tuas dan menekan pedal gas, langsung ngebut menuju rumah paman Herman Adolf.
Di sepanjang jalan itu ia berpikir apa hubungan antara Bass, Edy dan Oscar? Apakah Oscar seorang sindikat yang kita tidak pernah tahu? Atau Oscar juga melakukan human trafficking juga? Dia memang membuka lowongan pekerjaan untuk di rumah bordir. Aku akan menanyakannya kepada Johan. Aku harap dirinya tahu akan kasus besar ini. Ini sangat berbahaya. Albert menggelengkan kepalanya. Ia tetap menginjak pedal gas untuk segera sampai ke rumah paman Herman.
Dari kejauhan Johan yang melihat ada sebuah mobil yang berbelok ke arah rumah paman Herman kala itu, bersama dengan Herman dan Max yang menyadari bahwa ada seseorang yang datang ke rumahnya. Lantas mereka langsung turun dari tangga dan melepaskan kayu yang telah Max geret.
"Ayah, ada Albert. Lihat," Max menunjuk ke arah mobil yang terparkir dan keluar seseorang dari dalam mobil itu.
Herman dan Johan saling pandang, lalu mereka memutuskan untuk mendatangi Albert yang sama-sama berjalan ke arah mereka dengan cepat.
"Johan, Paman Herman, aku butuh bicara pentin. Ini sangat darurat," ujar Albert yang tergesa-gesa untuk menyampaikan apa yang baru saja di dengarnya.
"Mari masuk," ajak Herman kepada semua orang yang ada di sana. "Max, kau boleh duluan, Nak. Bilang pada ibu kalau kita ada tamu," ujar Herman kepada anak lelakinya.
Max mengangguk tanda menyetujui perintah ayahnya, lalu ia segera berlari ke arah rumah duluan yang memang tak jauh dari lumbung yang ingin di bangun kembali.
"Ada apa, Al? Kau kelihatan tidak tenang," ujar Johan yang melihat gelagat dari Albert.
"Maafkan aku, mungkin ini akan menunda keberangkatanmu untuk membantuku tetapi aku harus mencaritahu kebenaran dari masalah ini," ujar Albert. "Kau tahu rumah bordir yang di kelola oleh Oscar Hellfix?" tanya Albert kepada abangnya.
"Ada apa dengannya?" tanya Herman yang ingin tahu juga.
"Paman, dengarkan aku! Aku serius! Bass dan Edy merencanakan sesuatu. Mereka berdua ingin menculik Gadis malam ini. Dan aku mendengar kalau Bass dan Edy melakukan transaksi dengan sistem barter. Ini sangat berbahaya, Paman," ujar Albert panik yang terlihat di raut wajahnya saat ini.
"Maafkan aku, Albert. Aku lupa mengatakan bahwa aku adalah pihak kemiliteran dan itu aku tidak berhak untuk mencampuri urusan petugas aparat. Kau bisa meminta perlindungan kepada mereka. Bukan berarti aku tak bisa melindungi dan keluarga ini, tetapi bukan tugasku tahu tentang mereka. Kita akan menangani ini sama-sama, oke?" ujar Johan menjelaskan agar Albert tak panik dan bisa tenang menghadapi masalah yang seperti ini.
"Jangan! Jangan melaporkan hal ini kepada pihak aparat. Maafkan aku juga yang tak memberitahu kalau ini akan menimpa kami dan menyeret keluarga kalian untuk ikut ke dalam masalah ini, tetapi kumohon jangan melaporkannya. Aku akan mengetakan hal yang sebenarnya kepada kalian berdua, terutama kepadamu, Albert yang sebentar lagi akan menjadi calon menantuku," jawab Herman seraya menghela napasnya yang tercekat.
Mereka baru sampai di depan rumah yang sudah dibukakan oleh Maria dan ada Max yang berdiri di samping Maria. Mereka semua lantas masuk dan duduk di bangku ruang tamu untuk mendengar penjelasan dari Herman.
"Maafkan aku sekali lagi, ini semua berawal dariku. Kalau saja Oscar tak pernah melihat Gadis mungkin dirinya tidak akan menjadi sasaran empuk Oscar dan para bawahannya," hela napas yang keluar dari hidung Herman seakan terdengar di telinga masing-masing mereka.
"Maksud, Paman?" tanya Albert yang masih bingung bercampur panik.
Di samping itu, Gadis yang mendengar keributan yang ada di lantai di mana ruang tamu berada tertarik untuk mencuri dengar apa yang akan dijelaskan oleh ayahnya itu.
...****************...
Tbc
Noted : kalau ada typo maafkan, berdasarkan kacamata author yang menulis. Oke. terima kasih. Bagi pembaca setia terima kasih banyak yang sudah mendukung cerita receh ini. Sukses selalu buat kalian.
jangan lupa tinggalkan jejak, ya guys.
maaf kyknya koq janggal ya seorang gadis ingin dirundung, mgkin lbh baik kta "ingin" dihilangkan saja 🙏🙏
paper = kertas
pepper = lada