Seorang pria yang masih kecil harus menelan pil pahit saat melihat kedua orangtuanya mati terbunuh oleh paman'nya sendiri.
Bahkan pria itu tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong orangtuanya yang begitu sadis di bunuh oleh pamannya, hanya karena harta dia sampai membunuh keluarga yang sangat bahagia.
Hal itu membuat kebencian seorang pria semakin menggebu-gebu, bahkan dia bersumpah akan menghabisi pamannya berserta keturunannya.
Hal itu membuat pria menjadi seorang yang sangat bengis dan sangat kejam kepada lawannya.
Namun berbeda saat ia melihat dengan seorang wanita yang sedang berada di pasar tradisional dengan sangat anggun dan cantik.
Ia pun melakukan berbagai cara agar wanita itu menjadi miliknya...
mampukah mereka bersatu?
ig : zans_ns
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 31
Saat, ini semua anggota sedang duduk di sofa mereka dengan merasa ngeri menatap ke arah seorang queen mereka yang sangat kejam, melebihi king mereka.
"Kalian, sudah melanggar peraturan, maka dari itu saya menghukum kalian semua dengan menerima seratus cambukan, dan kalian harus berkeliling seribu putaran mengelilingi markas dark demon. Dan, untuk kamu Alessio, Teresa kalian tidak akan pernah mendapatkan izin keluar dari mansion ini jika sampai melanggar maka saya tidak akan segan-segan menambah hukuman kalian." ucap queen mereka dengan sangat dingin dan sangat bengis dengan pakaian kebersamaannya ia mampu menguasai mereka. Karena ia yang membuat semua ini, dan ia juga yang menyuruh alessio menjadi seorang king.
Ia menatap sang putra dan kedua bawahan dari adiknya itu dengan sangat dingin. Ia pun mulai membual suara yang lebih dingin lagi.
"Kalian, tau apa kesalahan kalian? Kalian sudah membuat saya turun tangan untuk mencari keberadaan dari Alessio dan Teresa, karena keteledoran kalian membuat mereka bisa mencium jejak Alessio dan Teresa." sambung Ellie kepada kedua pria itu.
"Dan kau anak yang sudah saya besarkan teryata suka bermain dengan para wanita, dan saya tanya siapa wanita yang kamu bawa ke dokter kandungan ha?" bentak Ellie.
Hal itu membuat semua orang yang berada di tempat itu sangat terkejut, karana bibian maupun serji sudah menutup rapat-rapat semua itu, tapi Ellie bisa mengetahuinya.
Alessio, tentu sangat marah kepada frediano karena mendengar kakak'nya mengatakan kalau frediano membawa seorang wanita ke rumah sakit dan dia membawanya ke dokter kandungan. Saat Alessio akan mengganjar keponakannya langsung di hentikan oleh Ellie dan Teresa.
"Al, tenanglah, ini bisa di bicarakan dengan baik-baik, jika seperti ini akan memburuk keadaan." ujar Teresa.
"Apa, yang di katakan istri mu benar al tidak baik menggunakan kekerasan.. karena ini adalah urusan ibu dan anak jadi kamu untuk saat ini jangan ikut campur." ucap Ellie datar.
Dia, sejak tadi diam karena ia memang bersalah karena ia pergi tanpa izin dulu dari sang kakak ipar. Apa lagi mereka sudah pergi selama tiga hari. Dan, saat suaminya akan menghajar frediano ia pun segera menghentikan.
Ellie, menatap ke arah bibian memberikan isyarat untuk membubarkan semua anggota mereka, dan menyuruh mereka pergi ke markas, karana dia sana tidak ada yang menjaga. toh ini adalah masalah pribadi yang harus di selesaikan secara pribadi.
Bibian, pun segera menyuruh anggota dark demon untuk kembali ke markas, dan segera menjalankan hukuman mereka, karena jika Ellie sudah berkata maka tidak ada yang bisa membantah perkataan dari Ellie.
Setelah kepergian anggota, Ellie berjalan mendekati putranya yang sudah membuat hatinya sakit, karena sang putra tidak jauh berbeda dengan suami'nya dulu.
Plak.
"Mama, kecewa sama kamu. fre, Kamu sudah menghancurkan hati mama, harapan mama dan sekarang kamu menghancurkan kepercayaan mama, kamu tidak jauh berbeda dengan papa, kamu, dan mama tanya siapa wanita itu?" ucap Ellie. Yang hatinya merasakan sakit seperti tersayat pisau.
"Oh iya, kamu tidak ingin mama menikah lagi kan? Karena kamu tidak ingin melihat mama tersakiti oleh seorang pria? Lantas apa ini fre, kamu sendiri yang menyakiti hati mama, kamu sudah membuat luka yang tidak pernah mama sembuhkan. Mama kecewa sama kamu Frediano leonas maximus, kamu sudah menghancurkan masa depan wanita yang kau renggut." sambung Ellie dengan tangis air matanya.
Ellie pun berjalan mundur menjauhi sang putra karena rasa kecewa yang teramat dalam membuat ia tidak mudah memaafkan putranya.
Frediano, yang melihat mama'nya menjauh langsung menghampiri dan ia berlutut di hadapan sang mama. Ia meminta maaf kepada mama'nya karena sudah banyak menghancurkan para wanita.. Tapi, untuk kali ini ia benar-benar tidak melakukannya.
Dengan telapak tangan di satukan ke depan, dan air mata yang basah karena kesedihan frediano tak bisa di bendung lagi dengan melihat kemarahan sang mama.
"Ma, maafkan Fre ma. maafkan Fre, fre tau fre bersalah. Tapi Fre mohon jangan marah sama frediano ma, Fre juga gak tau kenapa dia bilang kalau dia hamil dan fre berani bersumpah kalau fre tidak melakukanya" ucap frediano memohon maaf kepada mama. Dengan langsung menyentuh kakinya.
Namun, Ellie sudah telanjur kecewa kepada Frediano, ia meminta kepada Frediano untuk melepaskan kakinya. Namun frediano enggan melepaskan, karena ia tidak akan melepaskan sebelum mama'nya memaafkan dirinya.
Alessio yang sudah tidak tahan langsung menarik tubuh Frediano sampai dia tersungkur ke belakang karena belum melakukan persiapan. Ellie tidak bisa menolong putranya, ia segera pergi meninggalkan tempat itu.
Bugh.
Bugh.
Bugh.
Berapa kali pukulan, yang Alessio layangkan ke frediano sampai membuat Frediano tak berdaya akibat pukulan dari om-nya. Yang tanpa ampun.
Bibian, yang melihat Frediano sudah tidak berdaya segera menolongnya dan meminta kepada tuannya untuk tidak melakukan lagi.
"Tuan, stop tuan.. Jika tuan terus saja memukul frediano maka dia bisa mati," bentak bibian
"Biar.! Biarkan dia mati, karena anak seperti dia tidak pantas hidup. Apa lagi yang sudah menyakiti Kaka saya." bentak Alessio.
"Nyonya, bisakah anda bawa tuan ke kamarnya? Saya yakin tuan akan menurut jika nyonya yang mengatakan." ucap bibian memohon kepada Teresa.
Teresa mengangguk, lalu ia menarik tangan Alessio walaupun Alessio terus saja memberontak tidak ingin Teresa ikut campur masalahnya.
"Teresa! Kamu sudah melewati batas kamu, kamu tidak sepantasnya menghentikan saya, kaena ini masalah keluarga saya! ingat itu jadi jangan pernah menghentikan saya kamu paham?" bentak Alessio yang menginginkan frediano mati, karena sudah berani menyakiti hati kakak'nya yang selama ini di jaga olehnya dengan mempertaruhkan nyawanya. Karena alessio sangat menyayangi sang kakak yang sudah merawat dirinya dari kecil sampai tumbuh dewasa.
"Oke. Jika itu mau kamu, maka ceraikan saya sekarang juga. Karena memang saya tidak berhak mencampuri urusan keluargamu, lagian saya juga tidak berguna lagi ada di antara kamu. Dan keluarga kamu, aku cuma tidak ingin kamu membunuh free, karena jika kamu sampai membunuh dia hati kakak mu akan hancur" bentak Teresa.
Teresa, langsung pergi meninggalkan Alessio yang sekarang sedang membuat kekacauan, bakan ia tidak menggubris perkataan dari Alessio.
"Akhhhhh.!! Brengsek," teriak Alessio yang langsung pergi ke markas karena ia akan melakukan membunuh para musuh untuk melampiaskan kemarahannya.
Teresa, yang saat ini akan pergi menghentikan langkahnya, karena Alessio tidak mengejar dirinya, padahal ia mengucapkan dengan serius tapi suami'nya tidak mengejar dirinya.
"Al, teryata aku tidak ada artinya di hati kamu, apa kamu tidak membutuhkan aku ada di rumah ini, dan aku hanya di jadikan bahan kepuasan kamu saja, jika itu mau kamu aku akan pergi dari mansion ini al" gumam Teresa.
*
*
Saat ini bibian sedang berhadapan dengan Frediano, dia sedang mengobati luka-luka yang ada di wajah frediano. Ia, memang sudah menyayangi frediano semenjak ia mencintai Ellie. Bahkan, ia sudah menganggap frediano sebagai anak kandung dirinya.
"Fre, kamu tau? Kamu itu adalah orang yang sangat egois. kamu tidak pernah memikirkan perasaan mama kamu. Apa kamu tau mama kamu sangat kesepian saat papa kamu berselingkuh dengan wanita lain, hal itu membuat mental mama kamu down. Dan sekarang kamu kembali menghancurkan hati mama kamu di saat dia sudah perlahan sembuh dari sakit hatinya yang di lukai oleh papa kamu, kamu tidak ingin kan mama menikah lagi kan, kamu begitu egois fre, lantas apa ini kamu apa yang selalu menghancurkan para wanita, bahkan kamu selalu tidur dengan berapa wanita, dan untungnya itu selalu di sembunyikan oleh ku dan tuan al." kata bibian, sambil mengobati luka frediano.
Frediano, terdiam mencerna setiap perkataan dari bibian, apa yang terlah di katakan oleh bibian memang benar kalau dirinya adalah orang yang sangat egois. Bahkan, sendiri yang menghancurkan mama'nya.
Harusnya,, ia membiarkan mama'nya menikah lagi, dan bisa melupakan papa'nya yang sudah membuat luka di hati mama, dan ia bukannya menyembuhkan luka mama, ia malah menambah luka.
"Kamu benar om, aku memang orang yang egois,"