Kematian beruntun datang menghantui desa ujung pandang, banyak warga yang meninggal secara mendadak dan akhirnya menimbulkan fitnah kejam di dunia iblis.
Arwah suci bernama Sukma harus membersihkan nama, dia mendapatkan tuduhan keji bahwa dia yang sudah menyebar racun tersebut.
sebab kematian para warga sangat mengerikan dan para dokter juga tidak menemukan ada yang janggal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Mendatangi dukun
Marah dan juga tidak percaya yang Purnama rasakan saat ini, bagaimana bisa dia harus kena santet yang sangat mengerikan itu dari seorang dukun. dia telah berjuang mati matian untuk tidak ikut campur dalam urusan dukun seperti ini, namun nyata nya masih saja ada dukun usil yang membuat masalah jadi semakin larut saja.
Hari ini juga Purnama langsung turun tangan untuk membantai mereka semua yang ada di sana, justru dia juga berharap agar ada manusia yang telah berani memberi perintah pada dukun tua ini, jadi setidaknya dia bisa langsung membuat mereka hancur lebur tidak bersisa akibat ulah mereka yang di luar nalar itu.
Mau taruh mana muka ini ketika nanti ada yang tau seorang ratu ular malah kena santet dari dukun biasa yang kepandaian nya tidak lah seberapa. itu kemaren karena Purnama sedang lengah saja akibat memikirkan masalah member dia yang mulai tidak terkendali, andai saja tidak begitu maka semua akan baik baik saja dan tidak ada masalah yang bisa masuk dalam tubuh dia.
Kini ratu ular sudah berdiri di depan rumah dukun tua itu dengan seringai yang sangat menakutkan sekali, sungguh dukun ini telah mencari masalah dengan orang yang salah. dukun itu hanya tau kalau Purnama sangat tenar dan juga cantik, namun dia sama sekali tidak tau kalau wanita cantik ini adalah ratu ular.
Krieeeeet.
''Dia akan pesta malam ini.'' bisik Sagara pada Jalak.
''Lagian tu dukun juga suka sekali cari masalah, gila apa ya dukun tua itu mencari sengketa!'' kesal Jalak.
''Kita nikmati saja lah, lagi pula sudah terlanjur juga kok.'' Sagara tetap anteng.
''Lah ini kita juga sambil mau cari soal racun, kok kau malah mau santai saja.'' kesal Jalak.
''Oh iya ya, lupa aku kalau mau mengurus racun itu.'' Sagara tersenyum malu dan segera turun dari atas pohon itu.
''Rasakan ini aura malam yang terasa begitu mencekam.'' Jalak menutup mata sambil mengangkat tangan.
Para iblis jelas bisa merasakan aura gelap dan juga mengerikan ini, aura dari kemarahan sang ratu ular yang sudah kena santet, ini jangankan para manusia yang mau kelayapan, bahkan iblis kelas rendah juga memilih untuk stay di dalam tempat tinggal mereka saja agar merasakan aman.
''Eeeemm kapan aku memeluk dia.'' dukun bergumam sambil memeluk guling.
''Sialan, siapa juga yang mau kau peluk itu bangsat!'' Purnama kesal sekali.
Ckckck.
''Diam kau cicak sialan!'' bentak Purnama.
''Alah malah kena bentak juga cicak itu.'' Jalak menahan tawa dan mereka keliling dalam rumah.
''Jangankan cicak, kita saja bisa kena bentak nanti.'' bisik Sagara.
Sreeeeet.
Purnama sudah berubah menjadi ratu ular sehingga membuat dua member nya memilih untuk bungkam saja, ekor yang ujung nya runcing membuat siapa saja yang terkena maka akan langsung mati di tempat, bahkan para iblis juga merasakan ketakutan yang tidak terhingga itu bila melihat ratu ular.
''Hah!'' dukun kaget bukan main.
''Kenapa kaget begitu, bukan kah kau mau memeluk aku?'' tanya ratu ular.
''Ka.... kau adalah sekar ulo itu?!'' dukun panik bukan main.
''Hahahaaaa.... aku adalah iblis dari segala iblis, berani sekali kau mencari masalah dengan aku.'' tawa ratu ular langsung pecah.
''Ampun, Ratu.'' dukun berusaha untuk memohon iba.
Sreeeett.
Wuuuttt.
''Habis lah kau!'' Jalak hanya melirik saja dari kejauhan.
''Sudah lah tidak usah kau urus dia itu, ayo cari rombongan racun ini.'' Sagara menarik ular ungu.
''Kan agak seru juga kalau melihat ratu mengamuk begitu.'' Jalak tertawa karena menurut dia sangat lucu sekali sekarang.
Nasib dukun ini jelas masih dipertanyakan terlebih dahulu karena dia tidak mungkin bisa selamat karena sudah berani mengusik ratu ular, terlebih lagi ada dua member di sini sehingga mereka dapat dipastikan akan ikut campur juga Ketika nanti siksaan yang diberikan ratu ular menurut mereka masih kurang pantas untuk diterima oleh dukun tersebut.
''Aku hanya disuruh oleh seseorang saja.'' dukun mencari aman karena dia sudah tahu bahwa mencari masalah dengan orang yang salah.
''Mau kau disuruh orang atau tidak aku tetap tidak peduli dengan hal itu!'' Purnama mulai menunjukkan taring yang ada di mulut.
''Jangan Ratu, hamba mohon tolong beri maaf sekali ini saja.'' dukun terus memohon.
''Enak saja kau meminta maaf seperti itu.'' Purnama berkata dengan sangat sewot.
Kreteeeekk.
Jalak dan Sagara Saling pandang satu sama lain ketika dia sudah mendengar suara tulang yang mulai patah satu persatu itu, dukun tua ini akan mendapat retak secara gratis dan dapat dipastikan Dia segera menyusul akhirat, tidak akan pernah mendapatkan maaf karena ratu ular memang sangat pantang sekali di senggol seperti itu.
''Eeeegkkk!'' dukun batuk darah karena iga sudah mulai patah.
''Siapa orang yang sudah memberikan kau perintah seperti ini?'' tanya Purnama.
''Prakasa nama nya, dia juga menyuruh aku membuat santet untuk seorang pria!'' jawab dukun.
''Siapa lagi yang kau santet selain aku?!'' bentak Purnama.
Dukun tua sebenarnya hanya ingin mengambil nafas sebentar karena dia begitu sesak untuk menjawab, namun menurut Purnama itu begitu lama sekali sehingga dia langsung membanting dan dapat dipastikan tubuh tua itu tidak dapat bergerak karena bagian tulang punggung juga sudah patah.
Braaaaak.
Kraaaaaak.
Jalak menginjak tepat pada bagian tulang iga itu sehingga seluruh tulang iga yang ada di sana menjadi patah tidak tersisa, rasanya daripada menderita seperti ini maka lebih baik mati saja karena penyiksaan tersebut sangat tidak manusiawi dan Dukun itu baru menyadari bahwa dia memang sedang berhadapan dengan iblis.
''Davin, Pur!'' Sagara berteriak keras ketika dia melihat foto Davin yang ada di atas meja.
''Kau membuat santet untuk pria ini juga?'' Purnama bertanya sambil mengangkat foto.
''I... iyaaaa....
''Cari tahu siapa Prakasa itu dan kenapa dia menaruh dendam kepada aku dan Davin!'' Purnama memberi perintah kepada Sagara.
''Ini mau di apakan sekarang?!'' Jalak bertanya kepada Purnama tentang nasib dukun ini.
''Bantai lah, berani sekali dia mencari urusan dengan aku dan ingin menyakiti banyak orang hanya karena uang!'' Purnama kembali mendekat dan tangan berkuku runcing itu merobek tepat pada bagian perut.
Sreeeeek.
''Wuaaaah!'' Jalak berteriak girang.
Sagara yang masih diam saja karena dia kalau untuk penyiksaan seperti ini ada sedikit rasa iba di dalam hati, untuk ular ungu itu sendiri mereka memang memiliki sedikit kemiripan sehingga dia akan mendukung terus kekejaman yang dilakukan oleh sang ratu dan bahkan ular ungu itu juga tak sungkan untuk memberikan bantuan yang lebih parah lagi.
Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
penasaran siapa ya yg sudah membangkitkan arwah iis🤔
sudah ku duga pasti member usil ini👻