Vony gadis lugu dari pedesaan, muda dan cantik. ia di jual oleh bibinya dan menikah dengan pria duda bernama Hades Prawira yang menderita impoten.
Setelah menikah Vony justru iba dan berjanji akan membantu Hades untuk sembuh. di tengah pernikahan Vony tahu jika yang membuat Hades impoten adalah mantan istrinya sendiri Kasandra. Wanita itu sengaja menyuntikan obat khusus berdosis tinggi pada Hades hingga menyebabkan ia menderita impoten.
Mampukan Vony mengembalikan keperkasaan Hades serta meluluhkan hati pria yang sedingin salju itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Momen Berdua
Vony merebahkan diri di ranjang, ia menatap Hades yang ikut ke kamarnya. pria itu menarik selimut dan menyentuh lembut kening Vony memeriksa apakah gadis itu demam atau tidak.
Saat Hades akan beranjak pergi, Vony meraih dan menahan tangan Hades.
"Kemarilah pak, sebentar saja, aku mau bercerita" kata Vony dengan suara parau.
Hades menatap Vony, ia lalu duduk di tepi ranjang sembari memperhatikan wajah cantik yang terlihat pucat itu.
"Kenapa hanya duduk di situ? berbaringlah kemari kau pasti juga lelah seharian bekerja, lalu datang ke pertunjukan ku, ayo.." Vony menepuk bantal di sebelahnya.
Hades masih diam mematung di tempatnya. Vony tahu Hades tidak akan menyentuhnya, ia juga tahu jika suaminya memiliki kelainan. Vony mencari tahu dari bi Darti yang kemarin menelpon untuk memarahinya karena ia menyangka Vony kabur dari mansion. saat itulah Vony memaksa bibinya untuk mengatakan soal rahasia yang Hades tutupi. Vony bukan benci atau ilfil tapi ia iba dan sedih mendengar Hades memiliki kelainan yaitu impoten.
"Ayo berbaringlah disini, aku tidak akan menyentuh mu pak, aku janji" kata Vony membuat Hades tersenyum.
Hades berbaring di samping Vony, menatap gadis itu dalam jarak dekat.
Vony membalas tatapan Hades, ia tersenyum menggerakkan kepalanya menyusup ke dada bidang Hades. pria itu jelas terkejut, tapi ia hanya diam.
"Terimakasih sudah memberi ku kesempatan untuk bertumbuh, aku tidak akan lupa jasa mu. bibiku memberikanku pada orang yang tepat" gumam Vony sembari membenamkan wajahnya dan melingkarkan kedua lengannya di pinggang Hades.
Tubub Hades menegang karena terkejut Vony memeluknya seerti itu. tapi Hades merasa nyaman dan rileks. ia tidak terganggu, juga tidak berniat menyuruh Vony menyingkir.
"Pak, aku bisa mendengar detak jantung mu. kau berdebar?" Vony meraba dada kiri Hades dengan telapak tangannya.
Hades hanya diam memejamkan matanya, menikmati momen langka yang tidak ia sangka.
"Pak, kenapa kau hanya diam? kau terganggu? maaf, aku akan bergeser" kata Vony. ia takut Hades terganggu dengannya. Vony melepas pelukannya di pinggang Hades ia hampir menggeser tubuhnya, tapi Hades dengan cepat menahannya. Hades menarik sedikit tubuh Voby hingga wajah mereka sejajar. tatapan Hades dalam dan misterius menghujam sepasang bola mata Vony yang besar dan indah.
Vony tersenyum tanpa melepaskan pandangannya dari tatapan Hades. kepala Hades bergeser mendekat, telapak tangannya menelusup ke jari-jari tangan Vony lalu menggenggamnya perlahan.
Hades tersenyum tipis, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Vony, tatapan keduanya semakin intens, dan akhirnya bibir mereka saling bertaut perlahan. bukan ciuman kasar, bukan ciuman penuh nafsu hanya ciuman dari dua orang yang tidak bisa mengatakan perasaan masing-masing. yang satu tidak percaya diri karena status sosial sementara yang satu membangun dinding tinggi dan tebal karena memiliki kelemahan yang sulit di jelaskan.
Vony kembali menunduk menyandarkan kepalanya di dada Hades. tangan besar dan hangat pria itu mengusap rambut Vony. hening, tidak ada yang bicara, saling diam tapi saling mengerti satu sama lain. Hades tak pernah merasa dirinya di mengerti sedalam ini oleh wanita. terlebih wanita itu masih seorang gadis muda. ia tidak menyangka dirinya bisa senyaman ini berada di sisi Vony.
Hades menatap Vony yang telah terlelap dengan nafas halus dan teratur, Hades ikut memejamkan matanya. malam ini ia tidak ingin memikirkan apapun ia hanya ingin bersama Vony, membelai rambut gadis itu, Hades suka wangi rambut Vony, ia mengecup perlahan kepala Vony, lalu ikut tertidur.