Indonesia
NovelToon NovelToon
After The Last Goodbye

After The Last Goodbye

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

Di balik gemerlap kariernya sebagai aktor papan atas, Ethan Voss menyimpan rahasia besar: pernikahan tanpa cinta bersama Mia Taylor. Pernikahan yang lahir dari utang budi itu terikat perjanjian ketat—dirahasiakan dari publik, tanpa keterikatan emosional, dan wajib berakhir dalam empat tahun.

Selama empat tahun, Mia bertahan hidup bagai bayangan. Ia menelan dinginnya sikap Ethan dan rasa sakit saat melihat pria itu memamerkan kemesraan bersama kekasihnya di media. Saat masa perjanjian usai, Mia pergi dengan tenang, meninggalkan Ethan yang mengira dirinya telah bebas.

Namun, kepergian Mia justru menyisakan kehampaan mendalam. Setelah menemukan rahasia pengorbanan tulus sang mantan istri, Ethan sadar ia telah membuang cinta sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Tanggal Kadaluwarsa

Aroma kertas baru dan tinta cetak memenuhi udara ruangan kerja Ethan Voss. Ruangan bernuansa maskulin dengan dominasi warna abu-abu dan kayu gelap itu hening, hanya terisi oleh suara gesekan lembaran kertas naskah drama romantik terbaru yang dikirimkan oleh agensinya pagi ini.

Ethan, seorang aktor papan atas yang wajahnya menghiasi ribuan papan reklame di pusat kota itu menyandarkan punggungnya pada kursi kulit premium.

Jemarinya dengan telaten membalik halaman demi halaman. Karakter yang ditawarkan kepadanya kali ini adalah seorang pria yang rela mengorbankan segalanya demi cinta, sebuah peran klise yang selalu berhasil mencetak rekor box office dan memuaskan para penggemarnya.

Ethan terkekeh sinis pelan. “Omong kosong apa lagi ini?” cibirnya meremehkan satu kata yang dipuja-puja hampir seluruh umat manusia itu.

Cinta.

Bagi sebagian orang, kata itu mungkin sebuah keajaiban. Tetapi bagi Ethan, itu hanyalah naskah drama bertarif tinggi atau sekadar syarat tak tertulis yang merepotkan.

Ditengah ia meremehkan satu kata itu, suara ketukan halus pada pintu kayu memecah konsentrasinya tiba-tiba.

Tanpa menunggu Ethan merespons, pintu itu terlihat bergeser perlahan. Seorang wanita melangkah masuk.

Wanita itu mengenakan pakaian sederhana, sebuah sweater rajut berwarna krem dan celana kain longgar. Rambutnya diikat rapi ke belakang, memperlihatkan wajahnya yang bersih tanpa polesan make-up berlebih.

“Ethan, aku perlu bicara denganmu,” pinta Mia Taylor. Wanita yang selama empat tahun belakangan berstatus sebagai istri Ethan di atas kertas.

Ethan tidak menegakkan posisinya. Ia hanya melirik Mia sebentar dari balik kertas naskah, menaikkan alisnya dingin.

“Katakan saja ada perlu apa. Aku sedang membaca naskah. Kalau kamu butuh uang bulanan atau ada keperluan rumah, tinggalkan saja catatannya di meja.”

Mia tidak menjawab dengan kata-kata kasar atau nada protes yang penuh kelelahan seperti yang mungkin dibayangkan orang jika melihat perlakuan Ethan selama ini yang begitu dingin dan tidak peduli.

Ia berjalan mendekati meja kerja Ethan dengan langkah tenang. Terlalu tenang, hingga membuat atmosfer ruangan itu mendadak berubah sedikit berbeda.

Mia kemudian meletakkan selembar kertas putih tebal yang dibawanya tepat di atas naskah yang sedang dibaca Ethan.

Ethan mengerutkan dahi, menurunkan naskahnya demi menatap selembar kertas itu. Pada bagian paling atas, tertulis judul berhuruf tebal dan tegas: SURAT PERJANJIAN PERCERAIAN.

“Apa ini?” tanyanya dengan suara berat, tatapannya beralih dari kertas itu ke mata Mia.

“Empat tahun, Ethan,” suara Mia terdengar lembut, tetapi tak ada keraguan di dalamnya.

“Hari ini tepat empat tahun sejak kita menandatangani perjanjian pra-nikah.  Empat tahun itu sudah habis,” sambung Mia.

Ethan tertegun sejenak. Ingatannya seketika tertarik kembali pada hari pemakaman ayah Mia. Hari yang sama ketika ayahnya sendiri memaksa Ethan mengikat janji suci demi membayar utang nyawa pada ayah Mia yang menyelamatkannya dari kecelakaan.

Setelah ayah Mia meninggal dunia, Mia tidak memiliki siapa-siapa lagi. Ethan dipaksa menikahi Mia meski Ethan sendiri tidak memiliki perasaan apapun pada Mia.

Hari itu, Ethan yang marah dan merasa kebebasannya direnggut, menyodorkan Perjanjian 4 Tahun kepada Mia. Sebuah tenggat waktu yang ia buat sendiri agar ia bisa terlepas dari belenggu pernikahan paksa ini.

Ia mengira hari ini masih jauh. Namun, saat melihat kalender digital di sudut mejanya, tanggal itu rupanya telah tiba.

“Kamu yakin ingin bercerai dariku? Apa kamu sudah memikirkan ini matang-matang?” Anehnya, melihat Mia yang berdiri di depannya meminta perceraian ini secara langsung, ada desakan kecil tak nyaman tiba-tiba terada menusuk di dada Ethan. Bukan rasa sedih, melainkan ego keaktorannya yang terusik.

Selama ini, Ethan-lah yang memegang kendali. Dialah yang menentukan aturan, dialah yang menentukan kapan harus bersikap dingin, dan dialah yang memegang tanggal kedaluwarsa hubungan mereka.

Namun sekarang, Mia berdiri di sana, menatapnya tanpa ada sisa binar kesedihan atau keputusasaan seperti yang biasa ia lihat. Bahkan Mia menyerahkan surat itu dengan tangannya sendiri.

“Bukankah kamu sendiri yang menetapkan kapan waktunya pernikahan kita berakhir? Aku hanya membantu kamu mengingatnya lagi.” Mia menghela napas sejenak, berusaha terlihat tegar di depan Ethan yang selama 4 tahun ini tidak pernah peduli padanya.

“Aku sudah menandatanganinya di bagian bawah,” lanjut Mia tenang, menunjuk baris tanda tangan yang sudah terisi rapi dengan namanya.

“Kamu hanya perlu membubuhkan tanda tanganmu, lalu pengacaramu bisa mengurus sisanya ke pengadilan.”

Ethan menegakkan posisi duduknya. Ia menyilangkan tangan di dada, memandangi Mia dengan tatapan meneliti.

“Kamu yakin? Kamu tidak ingin meminta kompensasi tambahan? Rumah ini misalnya? Atau pesangon dari keluargaku? Jangan sampai nanti kamu menemui media dan berpura-pura menjadi korban.”

Sebuah senyuman tipis dan tulus muncul di bibir Mia. Senyuman yang terasa aneh bagi Ethan karena tidak menyisakan kepahitan dan penyesalan sedikit pun.

“Aku tidak menginginkan apa pun, Ethan. Wasiat ayahmu untuk menjagaku sudah selesai, dan janjimu pada ayahmu sudah terpenuhi,” jawab Mia pelan.

“Kutipan dari perjanjian itu jelas, tidak boleh ada keterikatan emosional, dan pernikahan berakhir dalam empat tahun. Aku hanya menjalankan apa yang sudah kamu susun sejak awal,” imbuhnya dengn tenang.

“Baiklah. Kamu memang harus tahu diri. Aku menikahimu bukan karena cinta.”

Ethan menatap surat itu lama, lalu akhirnya mengambil pena berujung emas di samping mejanya.

Isi kepalanya menyuruhnya untuk segera merayakan momen ini. Bukankah ini yang ia tunggu-tunggu selama empat tahun? Bebas dari pernikahan rahasia yang mengekangnya. Sekarang ia sudah bebas mempublikasikan hubungannya dengan Jane tanpa takut terjerat skandal perceraian yang rumit.

Sambil mengendalikan raut wajahnya agar tetap datar, Ethan membuka tutup penanya dan menggoreskan tanda tangannya di atas kertas itu di samping nama Mia.

Selesai.

Ia lantas menutup penanya dengan bunyi klik yang bergema di ruangan yang sunyi itu. Ia menengadah, bersiap melihat ekspresi penyesalan atau tangisan yang mungkin tersembunyi di wajah Mia.

Namun, Mia hanya mengambil lembaran kertas itu kembali, merapikannya, dan mengangguk pelan.

“Terima kasih, Ethan...” ucap Mia. Kemudian memundurkan langkahnya satu tindak, memandang wajah Ethan untuk terakhir kalinya dalam jarak yang cukup dekat.

“Untuk segalanya selama empat tahun ini,” imbuhnya, kemudian memutar tubuhnya dan berjalan menuju pintu. Sebelum tangannya memutar gagang pintu, ia berhenti sejenak, lalu menoleh sedikit.

“Goodbye, Ethan.”

Pintu kemudian bergeser menutup dengan halus. Suara langkah kaki Mia memudar di sepanjang lorong rumah besar itu, meninggalkan Ethan yang duduk sendirian di ruangan mewahnya.

Ethan kembali meraih naskah dramanya. Ia mencoba kembali fokus pada baris-baris kalimat indah di tangannya itu, berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa hari yang baru saja dimulai ini adalah awal dari kebebasan yang sempurna.

Namun entah mengapa, ruangan pribadinya kini justru terasa jauh lebih hening dan dingin dari biasanya. Fokusnya mendadak buyar. Naskah ia tutup kembali. Sembari mengembuskan napas, ia menyandarkan punggung.

“Goodbye, Mia. Pergilah yang jauh, dan jangan pernah kembali lagi.”

–tbc–

Hai hai hai ... Assalamualaikum🙏🏻

Ini karya keduaku setelah In Your Memories. Setelah sekian lama akhirnya aku tertarik lagi menulis fiksi barat. Semoga cerita ini bisa menghibur teman-teman, dan thank you so much buat yang udah mampir meluangkan waktunya membaca karya recehan ini. 😊😊

Kalau kalian suka, please tinggalkan jejak kalian di bawah ya👇🏻😊

Semoga hari kalian menyenangkan😘

1
Tiara Bella
what Liam nyosor tp gk kena....
Tiara Bella
ngeyel bngt si Ethan km ya
Tiara Bella
rumit jg ya hubungan mereka Mia sm Ethan.....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): yaaah lumayan rumit sih🤧🤧 karir Ethan juga bakal jadi taruhan kalau sampai pernikahan rahasianya terbongkar. tapi skenario yg dia perankan dlm film akan jadi kenyataan stlh ini, seorang laki² yg mempertaruhkan segalanya demi seorang wanita🤧
total 1 replies
Tiara Bella
yah ms Mia msh ngarepin si Ethan sh....
Tiara Bella
visual Liam ganteng bngt...../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Tiara Bella: hooh....Ethan jg ganteng tp aku gk suka sm sifatnya yg plin plan....
total 2 replies
Tiara Bella
tuh kan Liam udh nyari tw tentang Mia dan Ethan.....
Tiara Bella
terima aja Mia ngapain ngarepin Ethan yg udh pernah ngecewin km
Tiara Bella
jangan² Liam Vincen ini tw klu Mia mantan istrinya Ethan.....
Tiara Bella
saingan Ethan ini Liam vance ini ternyata.....
Tiara Bella: hooh ya....
total 2 replies
Tiara Bella
Liam siapa lg ini apakah dia suka sm Mia.....
Tiara Bella
bingunin orng sh Ethan mah ya....
Tiara Bella
mwnya apa sh Ethan ini Herman aku
Tiara Bella
nh loh Ethan km bingung skrng.....
Tiara Bella
bener kenapa hrs skrng Ethan setelah ceria br nyariin....
Tiara Bella
Ethan yg aneh ....bilang aja bang klu suka....🤭
Tiara Bella: hooh....
total 2 replies
Tiara Bella
penyesalan pasti dtngnya belakangan.....
Tiara Bella: hooh....
total 2 replies
Tiara Bella
baru terasa setelah gk ada ya kan Ethan.....
Tiara Bella
salam kenal aku mampir Thor.....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): salam kenal juga. makasih udah mampir😊😊🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!