Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Pemilik Hati

Gadis Pemilik Hati

Status: tamat
Genre:Badboy / Contest / Cintapertama / Tamat
Popularitas:63.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mirna Hasibuan

Maxwell dengan sejuta pesonanya mampu memikat hampir seluruh gadis cantik yang ada di kampusnya. Semuanya berebut untuk menjadi pasangan Maxwell.


Namun dari semua gadis yang telah menjalin hubungan dengannya, satupun tidak ada yang benar-benar ia suka. Hingga akhirnya ia bertemu Niken, seorang gadis pendiam namun pemberani. Niken juga gadis yang sangat mandiri. Gadis sederhana yang jauh dari kriterianya ini perlahan membuat Maxwell jatuh cinta.



Gelar playboy yang melekat pada Maxwell membuat Niken enggan untuk berhubungan dengannya.


Lalu, apakah Maxwell berhasil meluluhkan hati Niken?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirna Hasibuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjemput Niken

Sambil menunggu mata kuliah selanjutnya, Niken mendatangi cafe. Ia mengantri untuk memesan minuman.

"Lime mojito." Niken menyebutkan minuman yang ia inginkan setelah tiba gilirannya. Dan sambil menunggu pesanannya diproses, si kasir menyebutkan total yang harus ia bayar.

"Sebentar ya mba." Niken merogoh kantongnya yang ia yakini telah menyelipkan uang disana. Saat ia menemukannya, ternyata uang itu kurang, ia pun beralih ke dalam tas. Ia mencari dompet dengan meraba isi tasnya.

"Kok ngak ada ya?" Niken membuka lebar tasnya dan kembali mencari dompet yang biasa ia simpan disana. "Hah! Tidak ada." Tas itu hanya berisi beberapa buku dan alat tulis.

Orang yang mengantri di belakangnya pun mulai protes karena menunggu Niken cukup lama. Dalam situasi panik, tiba-tiba seseorang yang tidak Niken harapkan bantuannya datang menghampiri kasir.

"Minumannya dibayar pakai ini saja." Lagi-lagi Maxwell yang membantunya. Si mba kasir pun langsung menerima uang dari tangan Maxwell. "Terimakasih," ucap Maxwell setelah kasir memberikan kembalian uangnya.

"Kau tidak perlu membayarnya untuk ku."

"Sialan! Selalu saja salah. Padahal bukankah seharusnya dia berterimakasih?" batin Maxwell sambil menatap geram.

Sebenarnya, bukan tidak tau terimakasih, hanya saja Niken tidak suka karena sekarang semua orang mulai menatapnya. Ah sial! Kalau seperti ini rumor mereka tidak akan pernah berakhir.

"Lalu kau mau buat kami menunggu berapa lama lagi?" Maxwell menunjuk orang yang mengantri dengan pandangannya.

"Apa mereka benar berpacaran?" Mereka yang mengantri mulai berbisik. Baik Niken dan juga Maxwell tentu saja bisa mendengar nya.

Mulai lagi. Batin Niken sambil mengumpat dalam hati.

"Kalau begitu aku akan mengganti uangmu." Setelah itu, Niken meninggalkan kasir dengan membawa minumannya. Namun sebelum pergi ia masih mendengar orang yang berbisik tentang dirinya.

"Apa dia masih suka berhutang pada Maxwell?"

Menyebalkan. Padahal mereka melihat sendiri kalau Maxwell yang datang sendiri memberikan uangnya. Pria itu mungkin memang berniat baik, tapi kenapa malah membuat Niken terpojok.

Niken menatap Maxwell dengan sinis saat pria itu berjalan menghampiri seorang gadis yang ia yakini adalah pacarnya.

"Kau mengenalnya?" kata gadis yang bersama Maxwell sambil menunjuk ke arah Niken.

"Tidak." Maxwell menjawab tanpa menoleh ke arah yang ditunjuk, namun ia tau siapa orang yang dimaksud.

"Cih! Aku juga tidak mengenalmu," balas Niken dari tempat duduknya.

\*\*\*\*\*\*\*

Malam harinya di Delicious Bakery

Dira menghampiri Niken yang duduk termenung. Gadis itu duduk dengan pandangan kosong sambil memainkan kalkulator dengan jemarinya.

"Niken!" panggil Dira, namun Niken tidak merespon karena ia tidak mendengar panggilan Dira.

Dar......

Dira membanting meja kasir hingga membuat Niken tersentak kaget.

"Astaga, jantungku." Niken menekan daerah bagian jantungnya. "Kak Dira, mengagetkan saja!" ucapnya kemudian.

Hahahahaha. Dira malah menertawakan ekspresi nya. "Kau sedang memikirkan apa sih?" tanya Dira sambil menyandarkan tubuhnya ke meja kasir.

"Tidak ada kak."

"Kalau begitu semangat dong. Sudah dapat gaji masih saja loyo." Sambil mengangkat salah satu tangannya menyemangati Niken.

Dira sendiri sejak bangun pagi tadi selalu tersenyum pada semua orang yang ia temui. Saat mendapat notifikasi gajinya sudah masuk ia langsung semangat melakukan semua pekerjaan rumah. Bahkan saat berangkat bekerja tadi, sepanjang perjalanan ia bersiul-siul merdu sambil memikirkan. Akan ku habiskan kemana uangku yang banyak ini? Hahahaha padahal baru setengah bulan ia sudah krisis. Ekonominya sudah sulit saat tanggal baru saja memasuki angka dua digit.

"Oh iya, Niken sampai lupa." Niken meraih ponselnya lalu membuka layanan mobile banking. "Aku transfer sisa hutang ku ya kak. Ini bukti transfer nya." Sambil menunjukkan layar ponsel nya yang menandakan transaksi berhasil.

"Yah Niken, padahal aku tidak sedang membahas itu loh." Takut Niken salah paham karena ia tidak bermaksud menyinggung masalah hutang. "Kalau masih butuh juga tidak apa-apa."

"Niken sudah aman kok kak, terimakasih ya sudah mau meminjamkan Niken."

"Ya udah deh."

Setelah jam hampir menunjukkan pukul 9 malam, Dira pun menjauh dari meja kasir. Ia mulai merapikan etalase. Menyortir semua barang lalu membuat daftar barang yang sudah habis.

Sementara Niken, ia juga mulai sibuk menghitung semua transaksi hari ini. Saat hampir menyelesaikan hitungannya ia tiba-tiba teringat pada ibunya.

"Ibu masih ada uang tidak ya?" Sekeras apapun ia mencoba untuk tidak peduli, namun tetap saja ia merasa khwatir. Akhirnya setelah menghitung-hitung sisa gajinya ia meraih ponselnya.

Berhasil. Niken mengirimi ibunya uang seperti yang biasa ia lakukan selama ini. "Paling tidak bisa untuk membayar kontrakan," batin Niken.

Semua lampu telah padam. Hanya lampu diluar yang dibiarkan tetap menyala.

"Saatnya pulang!" seru Dira yang sejak tadi sudah tidak sabar keluar dari toko ini.

Setelah itu, mereka pun sama-sama keluar lewat pintu khusus karyawan. Mereka bertemu security yang bertugas malam ini.

"Selamat bertugas pak, kami duluan ya," pamit keduanya.

"Iya iya, hati-hati," balas security tersebut.

Dira sudah menaiki motornya, dan seperti biasa dia menawarkan untuk mengantarkan Niken ke halte.

Tin tin.....

Belum sempat Niken menjawab, tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan toko. Keduanya pun serentak mengalihkan pandangan pada sosok yang baru saja keluar dari mobil tersebut.

"Maxwell!" Pria itu kini berdiri disamping mobilnya.

"Kau mengenal nya?" tanya Dira penasaran.

"Hmmm dia teman kuliah Niken," jawab Niken sambil menatap Maxwell dengan bertanya-tanya, Kenapa pria itu ada disini?

"Tapi wajahnya tidak asing. Aku seperti pernah melihat nya. Dimana ya?" Dira pun mencoba mengingatnya.

"Tidak tau kak. Kakak duluan saja ya, aku kesana dulu." Setelah itu, ia melangkah menghampiri Maxwell.

"Ayo pulang." Usai mengatakan demikian Maxwell kembali memasuki mobilnya tanpa menunggu jawaban dari Niken.

Niken tidak langsung menurut, tapi saat Maxwell menatap nya ia baru menaiki mobil tersebut.

"Kau jangan salah paham, aku hanya kebetulan lewat dan melihat mu. Kau tidak berpikir aku sengaja menjemput mu kan?" ujar Maxwell setelah mobil bergerak melintasi jalan yang masih ramai.

"Hmmm tidak." Niken menggelengkan kepala. Meskipun tidak sepenuhnya yakin, tapi ia berpura-pura percaya saja.

Sesaat mereka membisu, tapi tiba-tibaNiken teringat sesuatu, lalu merogoh tasnya. Ia mengeluarkan amplop berisi uang. Uang itu ia ambil siang tadi saat ke ATM. Mengingat dompetnya yang tertinggal, ia awalnya hanya berniat menarik uang untuk kebutuhan nya sampai malam saja. Namun karena ucapan mahasiswa yang mengantri tadi ia pun langsung berpikir untuk segera melunasi hutangnya pada Maxwell.

"Ini sisa hutang ku." Niken meletakkan amplop tersebut disamping Maxwell. "Aku juga sudah menambahkan dengan minuman yang kau bayar siang tadi."

"Sial!" umpat Maxwell. "Kau sangat keras kepala, bukankah aku sudah bilang kau tidak perlu lagi membayarnya!"

"Bukankah aku juga sudah bilang, aku akan tetap membayarnya." sahut Niken dengan cepat.

"Cih! Aku benci orang yang sangat perhitungan seperti mu."

"Dan aku membenci semua yang ada padamu."

"Hei! Aku adalah orang yang banyak membantu mu!" balas Maxwell.

"Dan itu yang membuat ku semakin membencimu. Dari sekian banyak orang di dunia ini, kenapa harus kau yang selalu datang dengan sok pahlawan membantuku?"

"Sialan!" umpat Maxwell. "Kau bilang sok pahlawan?" ulangnya dengan geram. Niken diam tidak menyahuti.

"Baiklah, sekarang coba katakan apa saja yang kau benci dari ku?"

"Kau sok kecakapan." Niken tanpa ragu mengutarakan nya.

"Aku memang tampan bukan?" balas Maxwell dengan sombong. "Kau lihat sendiri kan tadi, teman-teman Zia langsung mengerumuniku saat aku turun." Ternyata tadi ia memang sengaja tebar pesona.

"Kau sok hebat."

"Aku memang hebat. Aku bisa melakukan banyak hal. Futsal, lari, berenang, aku juga jago bermain game." Ia malah memamerkan kemapuan yang ia miliki.

"Kau suka mempermainkan perempuan. Pacarmu banyak dan ada di mana-mana. Itu yang paling aku benci!"

"Lalu kalau aku memutuskan semua perempuan itu apa kau akan menyukai ku?"

Bukan hanya Niken, bahkan Maxwell pun ikut terkejut dengan yang keluar dari mulutnya sendiri. Seketika situasi berubah jadi canggung.

bersambung.......

1
Almeera
Terimakasih kak atas cerita terbaiknya ❣️
Mirna Hasibuan: Terimakasih juga atas cintanya pada Maxwell & Niken 🫶
total 1 replies
Susi Susilawati
Luar biasa
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣ȷძ mᥲᥙ gmᥒ һᥲᥲᥲ
Melia Gusnetty
d siini karakter niken enggak bngt...
Melia Gusnetty
syukurin loo niken...terlalu egosi jd orang...🤭😏😏 .
gk ada kemajuan dgn hubungan mereka..jln d tempat...gitu2 doang...
Melia Gusnetty
terlalu lama..kpn jadiaan nya siihh...
Melia Gusnetty
jgn terlalu lemah dong niken nyaa....jgn mdh d tindas...bar bar dikit laah..🤭🤭😄
Melia Gusnetty
masa ibu kandung bersikap sprt itu sm ank l kandung nya...jgn2 niken bkn ank kandung nya..
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mᥲm⍴ᥙs
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ᥲᥲᥲᥲ ȷᥲᥣᥲᥒg
..ȷіȷіk
🇦 🇵 🇷 🇾👎
sᑲr kᥱᥒ...💪💪💪💪💪💪💪m᥆gᥲ kᥱᥣᥲk ᑲᥲһᥲgіᥲ ᥡg km ძ⍴𝗍 kᥒ
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ᑲᥙᥴіᥒ ᥣһ᥆ kᥒ
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mᥲm⍴ᥙs... ⍴ᥲs ᑲg𝗍s ᥙ𝗍k ᥴᥕᥱk s⍴r𝗍 𝗍ᥙ
~SiTa~
semangat jiken pasti bisa, bikin biasa aj
Mirna Hasibuan: Jangan lupa like dan bintang 5 nya kak ☺☺
total 2 replies
~SiTa~
lanjut donk
mpooh
thor.......udah jgn cerita wilayah terus......
Rohadi Ripal
niken terlalu egois liat max sama wulan dia marah, apa kabar max yang dengar niken pergi sama irfan tanpa bilang dulu ke max , dia yang minta hubungan nya jangan di kasih tau ke publik sama keluarga max , sekarang dia marah liat max ketawa sama wulan, gedeg jadi nya sama niken
Mirna Hasibuan: emang cwek ya tau nya hanya kesalahan cwok 😆😆
total 1 replies
Cat Lasamahu
author jaga update yaaa
di tunggu sampai tamat yaa
seru ceritanya🙏
Mirna Hasibuan: Terimakasih kakak 😘😘😘
total 1 replies
Mirna Hasibuan
Ayo semangat update 😁
Mirna Hasibuan
di tunggu ya kakak 🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!