Di jaman kerajaan, Putri Lexi adalah istri kesayangan kaisar Qin, karena kasih sayang kaisar Qin terhadap putri Lexi mumbuat para selir iri. Puncak kemarahan para selir adalah ketika putri Lexi akan di angkat menjadi permasuri. Dengan dendam yang membara para selir menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh putri Lexi. Pembunuhan pun terjadi namun jiwa putri Lexi time travel ke era modern dimana jiwanya masuk ke tubuh bernama Lexiani yang selalu di bully karena tubuhnya yang subur. Akan kah putri Lexi bisa bertahan di era modern ??
Kalo penasaran yuuuk simak novel ini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cucu Nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersepeda Ke Sekolah
Suasana pagi di rumah Lexi terlihat sibuk, Lexi setelah memakai seragam dan menyiapkan buku pelajarannya langsung turun menuju meja makan.
Sedangkan ibunya sedang sibuk memakaikan dasi pada suaminya. Sekarang perut ibunya Lexi sudah sedikit membesar jadi terlihat sedikit sexi.
Sinta : nah sudah beres pakai dasinya, aduuuh nandoku begitu tampan.
Fernando : suami siapa dulu dong, ayoo kita makan kasian gadis kita sudah menunggu.
Merekapun langsung berjalan menuju meja makan.
Lexi : aaah ayah dan ibu sudah datang, kemarilah sarapan pagi ini sangat lezat.
Fernando : hmm anak gadis ayah sudah cantik menunggu kita.
Sinta langsung mengambil nasi buat suami dan anaknya. Merekapun makan dengan lahap tanpa bicara.
Selesai makan mereka pun pamit pada Sinta, karena Sinta sekarang Full diam di rumah menjadi Ibu Rumah Tangga.
Fernando : Ta aku pamit kerja yaa sambil mencium kening istrinya, lalu mencium perut istrinya sambil bicara " anak baik jangan merepotka ibumu yaa.."
Sinta hanya terkekeh melihat suaminya yang mencium perutnya. Dan tambah geli lagi di saat suaminya bicara pada perutnya.
Lexi : bu aku berangkat dulu sambil mencium tangan ibunya dan tiba tiba dia ikut mencium perut ibunya sambil berkata " adikku yang baik jaga ibu yaa "
Sinta dan Fernando terkekeh melihat Lexi mencontoh ayahnya, Sinta mencubit mesra suaminya karena dia telah memberikan contoh mencium perutnya.
Sinta : hmm anak dan ayah sama aja sambil tersenyum cantik.
Fernando tersenyum lalu merangkul bahu putrinya, " ayoo sayang kita berangkat, kamu yakin mau pakai sepeda ?
Lexi : iyaa.. ayah jangan khawatir, Lexi udah bisa kok.
Fernando : baiklah, ayah percaya padamu, hati hati yaa..
Lexi : baiklah, lexi pamit ayah.. sambil mencium tangan ayahnya.
Ayahnya tersenyum bangga, dan dia melambaikan tangannya.
Sempat terpikir putrinya sangat rendah hati, padahal di usianya banyak gadis yang bangga akan kekayaan orang tuanya.
" ternyata Tata mendidik putrinya dengan baik" gumamnya. Lalu mobil pun berjalan menuju arah kantornya.
Sementara itu Lexi dengan riang menggunakan sepeda menuju sekolah. Dengan waktu 25 menit akhirnya dia sampai di sekolah.
Semua siswa yang melihat Lexi membawa sepeda sangat terkejut. Bagaimana tidak terkejut, sekarang sudah trennya memakai sepeda motor atau mobil di sekolahnya.
Dan mereka yang tidak mempunyai kendaraan mending naik bis atau angkutan umum lainnya.
Sebagian para siswa terutama yang laki laki merasa kagum terhadap Lexi karena sudah cantik tapi tidak malu naik sepeda ke sekolah.
Tiba tiba Hendra dan Dera datang menyapa Lexi.
Hendra : waaah sepeda baru nih...
Lexi : hehehe iyaa ini hadiah dari ayah baruku.
Dera : aduuuh mengapa kamu mau di kasih hadiah sepeda, padahal kamu bisa minta motor, apa mobil biar keren gituu...
Lexi : aku yang memintanya, karena sekalian bisa buat olah raga.
Hendra : kamu tidak takut betisnya akan besar ?
Lexi : aaah tentu saja tidak, yang jelas pahaku pasti akan kencang bukan besar.
Hendra + Dera : oooooh begitu..
Lexi : kapan kapan aku akan memboceng kalian, karena kalian sahabatku.
Dera : hahaha ogah, panas.
Hendra : baiklah aku mau di bonceng kamu.
Lexi : baiklah karena Dera tak mau di boncengku, nanti kamu akan di bonceng olehku.
Dera : hei... aku juga mau, tadi kan aku cuma bercanda ucapnya sambil merengut.
Lexi : hehehe baiklah aku juga pasti memboncengmu, ayooo kita ke kelas....
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa
Jangan lupa like dan comentnya...