Indonesia
NovelToon NovelToon
Tukar Jiwa

Tukar Jiwa

Status: tamat
Genre:Spiritual / Kelahiran kembali menjadi kuat / Fantasi Wanita / Pusaka Ajaib / Chicklit / Tamat
Popularitas:44.3k
Nilai: 5
Nama Author: ArgaNov

Tiba-tiba saja Daisy ada di tubuhnya Stefani!
Apa yang sebenarnya terjadi?? Lalu siapa yang ada di tubuhnya sekarang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArgaNov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tubuh Daisy Kembali

Bintang. Daisy masih bermimpi sekarang. Karena itu ia memejamkan mata sekali lagi. Ia berguling, merasakan kelembutan dari selimut yang ada di ranjangnya. Nyaman. Tiba-tiba otaknya lekas bertanya: Apa aku sudah kembali ke kamarku sendiri?

Karena pertanyaan itulah Daisy mengintip dengan sebelah matanya, apakah benar ia ada di kamarnya sendiri. Di atas ranjangnya yang empuk. Sebentar lagi seharusnya pintu kamar diketuk Raise, yang mengabarkan kalau hari sudah pagi dan waktunya Daisy bersiap untuk melakukan apapun jadwalnya hari ini.

“Nona ....”

Ini mimpi yang benar-benar aneh. Karena Daisy benar-benar mendengar suara Raise, juga ketukan pintu.

“Kalau ini mimpi, sebaiknya aku terlambat bangun!” kata Daisy. Ia memejamkan mata kembali. Merasa sangat nyaman, setengah mengantuk.

Ketukan pintu terdengar lagi, kali ini lebih panjang. Suara Raise pelayannya juga lebih jelas, memekik memanggil nama Daisy.

Daisy terlonjak dari atas ranjang, tangannya membentur nakas. Sakit. Daisy sama sekali tidak bermimpi. Ia memang ada di ranjangnya. Bukankah kemarin malam ia tidur di kamar sebagai Stefani?

“Nona, Anda baik-baik saja? Saya akan masuk sekarang!”

“Aku ... baik-baik saja!” seru Daisy segera. Atau kalau tidak Raise akan membuatnya sangat bersemangat, melonjak seperti anak kecil. Lalu ia tak akan bisa menjelaskan pada siapapun yang bertanya padanya apa yang sebenarnya terjadi.

“Syukurlah, Nona! Saya pikir Anda benar-benar diserang seseorang.”

Seseorang menyerang Daisy? Tentu saja itu tidak mungkin saat berada di rumahnya sendiri. Ada berapa banyak penjaga yang berpatroli di luar, juga CCTV yang harus dihindari. Jika bukan seorang yang ahli, tak akan mungkin muncul di sini, di dalam kamar Daisy.

“Apa Anda punya sesuatu yang spesial yang ingin dimakan pagi ini?” tanya Raise.

Aneh sekali Raise sama sekali tidak masuk ke kamarnya. Padahal Raise yang akan membantunya menyiapkan pakaian, memilih pernik, juga mengatur suhu air di pancurannya. Tetapi, tak mengapa, mungkin hanya perasaannya saja.

“Bisakah kamu memintakan nasi goreng kornet?” tanya Daisy.

Ia ingat sarapan yang dijanjikan kakak Stefani, Maulana yang akan dimasak pagi ini. Ia tertarik, karena nyaris tidak pernah mencobanya. Daisy hanya makan salad atau buah di pagi hari. Paling berat telur rebus dan ubi manis.

“Akan saya katakan pada koki, lalu akan saya siapkan kursi di bawah.”

“Tunggu!” teriak Daisy heran setengah mati. “Di bawah?” tanyanya benar-benar tidak paham.

Daisy tidak makan di bawah bersama ayahnya apalagi ibu tiri. Ia tidak turun jika bukan sebuah panggilan yang mengharuskannya turun, seperti penandatanganan keputusan perusahaan yang sangat penting. Atau penurunan gaji karyawan. Itu pun bukan di ruang makan, tetapi di ruang kerja ayahnya. Sebagai pemilik saham paling besar di perusahaan--tentu saja karena ibunya mewariskan semua saham dan harta kekayaannya pada Daisy--ia memiliki tanggung jawab untuk itu.

“Ya, sejak pagi setelah hari ulang tahun, Anda selalu makan di bawah. Makan malam dan sarapan!”

“Raise, bisakah kamu masuk!” tanya Daisy.

Karena sejak tadi Raise hanya tetap berada di luar kamar saat menjawab semua pertanyaan Daisy.

Pintu terkuat, dengan canggung Raise masuk ke dalam kamar. Ia menunduk, seolah Daisy akan marah jika Raise mengangkat kepalanya.

“Ada apa? Kamu tidak seperti biasanya?” tanya Daisy.

Raise lebih terbuka pada Daisy biasanya. Begitu juga dengan Daisy. Hanya karena Raise seorang pelayan, Daisy tak pernah memperlakukannya dengan semena-mena. Setiap orang butuh dihargai, begitu Daisy membuat seluruh pelayan di kediamannya menghormatinya.

“Nona melarang saya masuk karena khawatir kalau ada barang yang hilang dari dalam kamar!”

Mata Daisy terbelalak seketika. Ia yang telah berdiri di pinggir ranjang jatuh terduduk lagi. Tidak jadi bergegas mengikuti rutinitas paginya yang biasa. Ia bertanya-tanya apa saja yang sudah dilakukan jiwa lain di dalam tubuhnya. Ia yakin kalau Stefani yang mengantikannya selama ini.

“Raise, aku minta maaf karena sudah membuatmu menjadi sedih. Tapi, aku tidak mampu mengontrol tubuhku dengan baik. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Aku juga tidak ingat apa saja yang sudah kulakukan!”

Daisy hanya mampu menjelaskan seperti ini. Ia tak bisa mengatakan kalau di dalam tubuhnya dua hari kemarin bukanlah dirinya. Tidak ada yang akan percaya. Semua orang akan menganggapnya gila.

“Nona ....” Raise menatap Daisy dengan iba.

“Maafkan aku! Jika terjadi lagi, kamu boleh lebih keras dariku. Kamu boleh mengurungku dari pada aku membuat masalah seperti ini!”

Daisy tidak tahu apakah berada di tubuhnya sendiri kini bertahan berapa lama. Yang jelas, ia telah pernah bertukar tubuh satu kali. Bisa jadi kejadian tersebut akan terulang kembali. Ia harus mengantisipasi masalah seperti ini tidak terulang.

“Nona, mana berani saya melakukan hal itu.” Wajah Raise menjadi pucat karena hal itu. Ia kemudian menunduk cepat-cepat seolah apa yang sedang dilakukan Daisy adalah menilai semua hal yang ada di matanya.

“Aku yakin kamu bisa melakukannya! Selama ini kamu yang membantuku untuk menyelesaikan masalah!” kata Daisy.

Raise tampak bimbang, tetapi Daisy tahu kalau pelayannya itu akan melakukan sesuai yang diinginkan. Maka Daisy tersenyum, melambai pada Raise supaya mendekat. “Sekarang bantu aku untuk tampil seperti biasanya!”

Raise tampak senang. Seolah sesuatu yang sudah diambil darinya dikembalikan. Ia kemudian menunduk dan mengangguk. “Saya akan kembali memanggil pelayan yang lain!” serunya riang. Ia berbalik dan bergegas ke luar kamar kembali.

Ada banyak kekacauan yang telah disebabkan Stefani pada kehidupan Daisy. Sekarang setelah kembali ke tubuhnya, ia harus membuat semuanya kembali ke alur yang benar. Dengan begitu tidak ada seorang pun yang merasa sakit hati dengan perlakuan yang Stefani selama menjadi Daisy.

Pintu terkuak lagi, kemudian masuk tiga orang yang akan membantu termasuk Raise. Mereka semua pergi ke pos masing-masing. Raise bertanya pada Daisy apa yang diinginkan gadis itu hari ini. Tentang apa warna blush on yang akan digunakan. Pemulas bibir merek apa yang akan digunakan. Lalu apa warna pakaian yang akan dipakai. Begitu banyak pertanyaan yang ditanyakan Raise. Semuanya terdengar sangat menyenangkan.

“Hei, apa yang kamu lakukan! Hei, Stefani! Berhenti!” teriak seseorang dari luar.

Daisy  yang telah menerangkan apa yang diinginkan segera menoleh ke pintu. Benda itu berayun terbuka, lalu Stefani muncul di antara keduanya. Stefani memandang Daisy dengan mata terbelalak.

“Ada yang kamu perlu bicarakan denganku, Stefani?” tanya Daisy.

Stefani hanya duduk di sana, menatap Daisy seakan-akan akan menelan dirinya. Daisy hanya merasa kasihan pada gadis itu, entah kenapa apa yang ada di diri Stefani terasa menyedihkan entah karena apa.

“Kamu tidak boleh masuk dan menganggu!”

“LEPASKAN AKU!” teriak Stefani saat dua pelayan yang ada di dalam ruangan mendorong tubuhnya keluar. Ia berontak dan berteriak.

“Lepaskan dia!” perintah Daisy. Ia kemudian mendekati Stefani yang wajahnya memerah. “Ada perlu apa?” tanya Daisy dengan tenang.

1
Pena_Senja
hihihi Stefani coba yang nongol cogan pasti gak kaget langsung dipeluk, rezeqinya ketemu kakek-kakek xixixi...
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
lanjut kka,
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
lanjut kka, makin penasaran
Ibu Wawa
tetap semangat Thorr💪💪💪ditunggu lanjutannya
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
tiga iklan meluncur,, semangat kka
Pena_Senja
bikin penasaran, ayo lanjut Thor ceritanya seru bikin greget 👍🏼
Pena_Senja
mantab kak, ayo mati atau gak itu? next ayo kita lanjutkan bab selanjutnya, semakin seru 👍🏼
Gadis Bar-bar
Cinta Terindah Hadri lagi, ada yang rindu? 🤭
Gadis Bar-bar: miss u tu ....
total 2 replies
Gadis Bar-bar
Kayaknya gak mati deh, cuma kelakson aja yang bunyi?
Gadis Bar-bar
Salah Jasmine Apa? ( Sudah hampir dan
membawakan sekuntum mawar merah untuk mu. Dam membawa rate ☺️ Semangat dan terus berkarya.
Gadis Bar-bar: Sama-sama semangat terus berkarya 💪
total 2 replies
Gadis Bar-bar
Salah Jasmine Apa? ( Sudah hampir dan membawakan sekuntum mawar merah untuk mu. Dam membawa rate ☺️ Semangat dan terus berkarya.
Ryunivers
semangat kak updatenya
ArgaNov: terima kasih Kak
total 1 replies
Muyooo
seruuu seruuu
Jenk Siz
aq mampir mulai baca pelan pelan ya ka
Muyooo
luar biasa kak seru ceritanya
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐
Gila!! tau tau udah bannyak bgt eps nya.. 😱
semangat terus kak.. 😁
Ibu Wawa
langjutan nya thorr, semagat terus thor💪💪💪
ArgaNov: Siap Kakak!!
total 1 replies
Aisyah Aisyah
semangat kak, mampir juga ya ke ceritaku.
Nadira
Dikha lebih percaya pada Daisy walaupun mereka tidak terlalu akrab dari awal.
Dinda Febrianti: salut sama dikha😍🔥
total 2 replies
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
semangat Thor 🌹 untuk mu
ArgaNov: Makasih Kak, nanti aku juga akan singgah lagi di tempat Kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!