Indonesia
NovelToon NovelToon
Me And My StepBrothers

Me And My StepBrothers

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Tamat
Popularitas:45.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kim Viie

Hyuna, gadis miskin yang sangat kurang beruntung. Dia harus menjual harga dirinya untuk kesembuhan sang adik dan seperti mendapat jackpot, tiba-tiba Hyuna bisa menjadi anak dari pengusaha kaya raya berkat ibunya yang menikah lagi.

Tapi tidak lama masalah mulai muncul. Siapa sangka anak dari ayah tirinya adalah pria yang pernah membayarnya.
Hyuna tidak tahu harus bersikap bagaimana dan menghadapi pria itu di kesehariannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Viie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hinaan dari Lily

Hana dan Thian keluar dari ruangan itu, mereka pergi ke kafe menunggu Hyuna datang. Tak lama, Hyuna akhirnya datang dengan senyum yang merekah di bibirnya, karena akhirnya ponsel pemberian dari Levin sudah ada di tangannya.

Hyuna yang melihat kedua sahabatnya itu, lalu menghampiri mereka dengan penuh semangat.

"Thian, lihatlah, ponsel pemberian Levin akhirnya sudah di perbaiki. Ahhh, sekarang aku bisa bernafas lega."

"Levin? Jadi ponsel itu pemberian dari Levin?" Thian sedikit terkejut, dan berpikir bahwa mungkin Hyuna bukan hanya dekat dengan Gavin tapi juga Levin.

"Ahhh, benar, aku belum cerita soal ini padamu. Waktu itu Levin mendorongku ke dalam kolam renang, jadi ponselku rusak dan Levin menggantinya dengan ini."

"Hanya itu?"

"Hmm ..." Hyuna masih tidak menyadari situasinya.

"Lalu, apa yang Devan berikan padamu?" tanya Hana tiba-tiba.

"Devan? Tidak ada. Kenapa kalian mentapku seperti itu?" tanya Hyuna yang mulai menyadari, jika kedua sahabatnya itu memasang muka masam padanya.

"Sebaiknya kau ikut aku!" Hana menarik tangan Hyuna untuk masuk ke ruangan dimana Lily berada.

Begitu di dalam, Lily sudah siap menyambut Hyuna dengan raut wajah yang sangat tidak menyenangkan. Hyuna mulai bertanya-tanya, apa yang salah dengan para sahabatnya itu.

"Sebenarnya ada apa? Kenapa kalian melihatku seperti itu?"

"Lihat ini." Lily menunjukkan rekaman CCTV itu padanya, Hyuna melangkahkan kakinya dengan sedikit ketakutan, dan begitu menyadari isi video itu, Hyuna menarik nafas dan menutup mulutnya dengan tangannya.

"I-ini ..."

"Itu kau dan Gavin."

"Lily, a-aku dan Gavin ..." belum selesai Hyuna berbicara, Lily langsung menampar wajahnya kuat.

PLAAAAAKKKKKKKK

"Kenapa kau tega menghianatiku? Aku sudah menganggapmu sebagai sahabatku, Hyuna!" Lily meluapkan amarahnya dengan air matanya yang mulai memenuhi matanya.

"Maaf, maafkan aku Lily, maafkan aku." Hyuna berlutut di hadapan Lily dengan air matanya yang juga mulai menetes.

"Apa yang kau lakukan dengan Gavin saat kau di kamarnya? Apa kau tidur dengannya?" Hyuna hanya bisa menangis mendengar pertanyaan itu, bibirnya seakan beku.

Lily yang mengerti arti diamnya Hyuna tidak bisa menahan emosinya lagi. Kali ini Lily menjambak rambut Hyuna dan memukuli wajah Hyuna berkali-kali, dengan mulutnya yang tak bisa diam.

"Dasar perempuan sialan, wanita murahan! Seharusnya kau sadar kalau kau hanya orang miskin, sebelum Om Andreas menikahi mamamu. Ternyata kau dan mamamu sama saja, kalian pandai merayu pria kaya!"

"Akkkhhhh, maafkan aku, maafkan aku." Hyuna hanya bisa menangis dan menahan hinaan juga pukulan dari Lily.

"Aku akan membunuhmu!" Tiba-tiba Lily mengambil gunting yang ada di atas meja, untungnya Hana dan Thian segera menyadari hal itu, merekapun mencegah Lily.

"Lepaskan aku! Aku harus memberi pelajaran pada wanita sialan ini!" Teriak Lily yang mencoba memberontak, saat Hana dan Thian memegangi kedua tangannya.

"Lily, maafkan aku." Hyuna masih terus meminta maaf, meskipun dia tahu, permintaan maafnya itu percuma dan tidak bisa merubah apapun.

"Sebaiknya kau pergi dari sini dan jangan pernah lagi muncul di hadapan kami!" Hana berteriak pada Hyuna.

Hyuna yang tidak ingin mati, lalu pergi meninggalkan mereka semua. Begitu berlari keluar, semua orang melihat ke arahnya yang sudah berantakan. Rambut yang acak-acakan, wajah yang memerah dan luka di sudut bibirnya, menarik perhatian orang yang sedang berkunjung ke kafe.

Hyuna mengabaikan mereka dan terus berjalan keluar dari kafe, Hyuna berjalan ke arah halte bus yang tak jauh dari kafe. Begitu sampai, Hyuna duduk lalu merapikan rambutnya dan mengusap air matanya.

Beberapa orang yang sedang duduk di sana terus memperhatikan Hyuna yang terlihat tidak baik-baik saja, meskipun malu, Hyuna mencoba mengabaikan pandangan mereka.

Hyuna mengeluarkan ponselnya dan memesan taksi online, tak butuh waktu lama, taksi yang di pesannya sudah datang. Dia langsung pulang ke rumah untuk menenangkan dirinya.

Sesampainya di rumah, Levin yang saat itu akan pergi, tak sengaja berpapasan dengan Hyuna yang baru saja keluar dari taksi. Hyuna berjalan menunduk, tapi Levin menyadari jika Hyuna sedang tidak baik-baik saja.

"Yya, kau kenapa? Hyuna ..." Hyuna mengabaikannya dan terus masuk ke dalam rumah.

Levin yang sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Hyuna, memutuskan untuk mengikuti Hyuna. Begitu sampai di depan kamar Gavin, Hyuna hanya melihatnya sekilas lalu pergi masuk ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.

"Hyuna, Hyuna, kau kenapa? Buka pintunya." Levin yang masih penasaran, mencoba memanggil Hyuna dengan suara yang lantang, hingga membuat Devan yang saat itu tengah di kamarnya pun keluar untuk melihat.

"Yya, kau ini kenapa?" tanya Devan.

"Hyuna, sepertinya dia sedang tidak baik-baik saja." Tak hanya Devan, Gavin juga keluar dari kamarnya, begitu mendengar suara Levin dan Devan.

"Apa maksudmu dia tidak baik-baik saja?" tanya Gavin.

"Rambutnya berantakan, dia juga seperti sedang menangis," jelas Levin yang semakin membuat Gavin dan Devan kawatir.

Gavin lalu mengetuk pintu kamar Hyuna, dan terus memanggil namanya, Hyuna yang mendengarnya terus mengabaikannya. Hyuna merasa dia pantas mendapatkan ini semua, jadi dia enggan untuk memberitahu Gavin soal ini. Hyuna ingin Lily sendiri yang berbicara pada Gavin.

Karena suara ketiga pria itu tidak berhenti, Hyuna memutuskan untuk berteriak dari dalam.

"Aku baik-baik saja, berhentilah menggangguku! Kalian berisik, aku ingin tidur."

"Buka pintumu sebentar, aku ingin melihatmu." Gavin tetap mencoba memanggilnya, berharap Hyuna akan keluar meskipun sebentar.

"Yya! Apa kau tuli? Berhenti menggangguku!" Hyuna kembali berteriak.

Gavin, Devan dan Levin lalu menghentikan keributan mereka, sepertinya Hyuna memang baik-baik saja. Devan dan Gavin lalu memasang wajah masamnya pada Levin, Levin terlihat seperti pembohong di hadapan mereka.

"A-aku melihatnya sendiri, dia memang menangis!" Levin berteriak pada Gavin dan Devan yang masuk ke kamar mereka masing-masing. Levinpun hanya bisa menghela nafas dan pergi dari tempat itu juga.

Sementara Hyuna pergi untuk mandi, merapikan rambutnya dan mengobati lukanya. Perlahan wajah Hyuna sudah kembali seperti sebelumnya, sembab di wajahnya mulai menghilang, hanya tinggal luka di sudut bibirnya yang masih terlihat.

Gavin mencoba menghubungi ponsel Hyuna, Gavin ingin melihat Hyuna melalui panggilan vidcall, tapi Hyuna terus menolaknya dan hanya mengirim pesan singkat.

Gavin sama sekali tidak menaruh curiga, rasanya dengan berkirim pesan saja, iti sudah lebih dari cukup untuk Gavin. Di tengah percakapannya di dalam pesan, Gavin menanyakan kenapa dirinya tidak bekerja, Hyuna hanya menjawab jika dia sedang malas dan ingin di rumah saja.

Hyuna juga bertanya, apakah Lily menghubunginya? Gavin dengan jelas menjawab tidak. Rasanya ada yang salah dengan Lily, kenapa Lily tidak menghubungi Gavin dan memberitahu semuanya?

Hyuna di buat penasaran dengan apa yang akan di lakukan Lily padanya dan Gavin.

1
Fiwwa Chaerunnisa
lnjut k
stevani_29
lanjut kak
stevani_29
next kak
neni onet
apakah untuk membuat mereka bersatu memang harus membuat mama dan papanya meninggal Thor. . . 😞
Khayla Salwa
semangattt ka 😊
stevani_29
lanjut kak
stevani_29
semangat up nya kak
neni onet
senangnya melihat orang2 tersiksa cariin hyuna. . . 💃
neni onet
sampai gavin sabar klo dia punya anak dengan hyuna . . .
neni onet
ngumpet lah yang jauh, biarkan mama dan adik mu menyesal 🥺
stevani_29
lanjut kak
stevani_29
semangat kak up nya
neni onet
ayoo hyuna, pergi yang jauh. . .
mama dan adik ga tau diuntung 😕
mitut
emosi ak sama mama sm adek nya . getok aja pala nya udah
stevani_29
keren thor semangat up nya kak
Novii Yuniita: Terima kasih, kak. 🤗🥰
total 1 replies
neni onet
frans kah yang akan jadi ayah sambung
neni onet
berharap pingsan sebelum akad lhoo 🥴
stevani_29
semangat kak up ny
Novii Yuniita: terima kasih, kak. 🤗
total 1 replies
hasanah uswa
lanjut, semangat thor
hasanah uswa
lanjut, semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!