Elvina Natalia atau sering dipanggil Vina gadis cantik bertubuh tinggi berkulit putih bersih dengan rambut sebahu, harus mengambil keputusan yang sangat urgent dalam hidupnya. Dia harus menentukan pilihan antara pergi dari rumah atau menerima perjodohan orang tuanya. Jika pergi dari rumah dia takut dianggap anak durhaka, tapi jika dia harus memenuhi keinginan orang tuanya,cita cita dan harapan selama ini yang diperjuangkan akan kandas dan hancur tanpa sisa.
Yah… Vina menjalin hubungan secara diam diam dengan teman kecilnya yang bernama Dimas. Dia adalan cinta pertama karena Dimas merupakan teman kecilnya. Vina bingung karena kedua orang tuanya tidak merestui hubungan mereka. Apalagi Dimas masih menjadi tenaga honorer di salah satu yayasan di kotanya. Atas desakan orang tua Vina menerima menerima perjodohan itu. Namun setelah menikah Vina kecewa… sangat kecewa karena laki laki yang di jodohkan jauh dari harapannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33 Pertemuan tak terduga
BAB 33 Pertemuan tak terduga
Elvina memasuki ruang kerjanya, dan mulai membuka laptop untuk melihat laporan pemasukan dalam minggu ini. Dia sangat bersyukur dan bangga atas kerja keras yang dia lakukan dalam merintis usaha barunya. Kini pesanan dari berbagai kalangan sudah banyak, apalagi beberapa bulan lagi menjelang lebaran.
Walau terkendala dengan kehamilannya namun tidak membuat dirinya patah semangat.
Saat Vina sedang fokus dengan pekerjaannya tiba tiba ponselnya berdering.
Kring
“Halo dengan Elvina collection, ada yang bisa kami bantu?” sapa Vina sebagai pemilik Elvina collection.
Mba Vina, saya mau ke tempat anda dimana alamatnya?” tanya penelpon itu.
“Ok saya Share Lock aja “, kemudian aku memberikan alamat pada salah satu customer itu. Tak membutuhkan waktu lama ada sebuah mobil mewah yang turun di depan tempatku bekerja. Aku mengamati orang itu dari dalam. Seorang laki laki muda yang tinggi dan berkulit putih dan berambut lurus menggunakan masker yang menutupi wajahnya.Laki laki itu menggunakan setelan jas berwarna hitam.
“Assalamualaikum, bisa bertemu dengan mba Vina?” tanya laki laki itu.
“Ya Saya sendiri, silahkan duduk. Ada yang bisa kami bantu?” tanyaku pada setiap customer yang datang tak terkecuali orang yang saat ini ada di hadapanku.
“hmm “ Laki laki itu berdehem dan membuka masker yang menutupi wajahnya, kemudian mengulurkan tangan ke arahku.
“Siapa sih orang ini kok kebanyakan gaya”, ucapku dalam hati.
“Kenalkan nama saya Adi mahardika”. Mendengar dia memperkenalkan diri aku yang semula menunduk langsung mendongak dan menatap orang di depanku.
“Adi mahardika?” tanyaku sambil mengernyitkan alis. Aku mengamati wajah laki laki di hadapanku, rasanya tidak percaya kalau dia sekarang ada di hadapanku saat ini.
“Kau lupa denganku Vina? Aku laki laki yang pernah kau kenal di perantauan dulu.
“Benarkah apa yang kulihat, kau Adi yang pernah ku kenal di Batam dulu?, yang pernah ngaji bareng di Bengkong park?” tanyaku masih tidak percaya. Laki laki itu tersenyum dan mengangguk.
“Ah Adi apa kabar, lama sekali kita tak bertemu”, Aku mulai rame layaknya ketemu teman lama. Ku sambut uluran tangannya, dan dia menggenggam erat tanganku.
Aku sadar status kami berbeda, cepat cepat kulepas tangannya, apalagi Adi menatap ku tajam membuatku risih.
“Oh jadi Anda yang memesan seragam kerja?, udah jadi sebagian mungkin minggu depan akan selesai semua”, aku mengalihkan pembicaraan.
“Ya, aku datang untuk membayar semua pesanan seragam itu, ini uangnya sesuai dengan harga yang kita sepakati Seratus delapan puluh kali jumlah pesanan seratus lima puluh jadi jumlah keseluruhannya dua puluh tujuh juta silahkan dihitung kembali uangnya”, kata Adi menyerahkan amplop warna coklat yang cukup tebal.
“Terima kasih, ngga perlu dihitung lagi aku percaya sama kamu”, jawabku ambil tersenyum ku terima amplop itu kemudian aku menghubungi yanto untuk membawakan pesanan yang sudah jadi. Sambil menunggu barang datang kami ngobrol,mengenang kembali masa masa di rantau. Aku tertawa tawa mendengar kisah lucu yang dia ceritakan.
“Kau cantik, cantik sekali apalagi sekarang sudah pakai hijab”, ucapnya lirih sambil menatapku saat sedang tertawa.
“Adi apa kau pernah ke rumah sakit dan bertemu dengan adikku beberapa bulan yang lalu?” tanyaku . Adi terdiam sejenak kemudian tertawa mengingat kejadian di rumah sakit waktu itu.
“Oh jadi cewek yang cerewet dan rada tomboy itu adikmu, pantas aja wajahnya mirip kamu. Semula aku kira itu kamu karena wajah kalian mirip tapi melihat sikapnya dan cerewetnya aku yakin itu bukan kamu.”
“Ya waktu itu dia menungguku di rumah sakit dan dia baru saja nebus obat diapotik.Adikku juga bercerita kalau dia bertabrakan dengan orang bahkan orang itu memberikan kartu nama. Dan di kartu nama itu tertulis namamu.Cuma waktu itu aku ngga yakin kalau itu kamu”. Jelas aku panjang lebar. Dan hanya ditanggapi dengan senyum tipis.
“Kamu sakit apa?”, tanya Adi dengan mode serius.
“Sakit tipus,mungkin karena sering telat makan”, jawabku asal.
“Apa kau sudah married?” tanya Adi ragu ragu sambil menatap wajahku intens. Dan ku jawab dengan anggukan kepala. Aku menunduk dan tak berani menatap wajahnya.
“Apa kau tak bahagia dengan pernikahanmu?, kenapa?” tanya Adi dengan tatapan menyelidik. Aku hanya diam.Ada rasa kesal dan tak suka padanya karena sudah terlalu kepo dengan urusan pribadiku.
“Siapa laki laki yang sudah menyakitimu, katakan!”, ucapnya penuh penekanan dari sorot matanya tersimpan kemarahan.
“Sudahlah biarlah itu menjadi urusanku, terima kasih kau masih mau perduli, oh ya ngomong ngomong sekarang anakmu berapa?” tanyaku berusaha untuk tersenyum.
“Anak?, maksud kamu?” Adi kebingungan dengan pertanyaanku.
“Bukankah kau sudah menikah dengan Diana gadis yang di jodohkan guru ngaji mu dulu?” tanyaku kepo.
“Iya tapi ternyata takdir berkehendak lain, dia memilih pergi dengan orang yang lebih segalanya dari aku, waktu itu aku masih technical operator. Pernikahanku hanya seumur jagung”, ucapnya lirih.wajahnya tertunduk lesu.
“Oh ternyata yang duduk di hadapanku DUREN alias duda keren?, ngga apa apa jangan pesimis masih ada wanita wanita baik yang mengharapkan mu di luaran sana”, jawabku memberi semangat. Adi tersenyum tipis.Walaupun kondisi rumahtangga yang aku jalani juga tidak baik baik saja tapi Vina tidak berani bercerita tentang rumah tangganya yang juga sedang bermasalah karena menurutnya apapun yang jadi permasalahan dalam rumah tangga tidak harus orang lain tahu karena belum tentu semua orang sepemikiran dalam men sikapi masalah.
“Dimana suamimu, aku ingin berkenalan. Beruntung sekali laki laki yang bisa mendapatkan gadis seperti mu”, ucapnya berbisik. Aku hanya menanggapi dengan tersenyum.
Ya kerja lah, dia sedang keluar kota ngurus pekerjaannya”, ucap ku berbohong. Sesungguhnya dalam hati ada perih yang kurasakan mengingat nasib pernikahanku yang berada diujung tanduk.
“Kita senasib Di”, gumamku dalam hati.
Setelah ngobrol banyak tentang masa lalu dan juga keadaan kita sekarang, Adi pamit pulang karena merasa tidak enak masih banyak customer lain yang juga harus aku layani. Kami bertukar nomor WA dan dia berjanji untuk selalu memberi kabar.
“Jangan lupa kalau udah ketemu jodohnya kasih kabar, ingat jangan lama lama menduda nanti… aku tidak melanjutkan ucapannya.
“Nanti apa?” tanya Adi dengan tatap mata penuh arti.
“Udahlah lupakan, jangan lupa pesanannya dibawa dan terima kasih atas kunjungannya”.ucapku
Setelah kepergian Adi aku duduk termenung sendiri memikirkan nasib semua teman temanku juga diriku sendiri.
“Dimas, ngga laku laku, Citra menikah sebentar tapi sekarang menjanda demikian juga yang dialami Adi, belum lagi nasib pernikahanku .. “,aku mendesah mengingat semua itu. Saat aku sedang asyik dengan lamunanku tiba tiba aku teringat uang pembayaran pesanan baju seragam dari Adi, aku membuka laci meja dan mengambilnya kemudian mulai menghitungnya.Setelah genap jumlah uang itu aku memasukkan ke dalam tas dan tas itu aku masukan ke dalam laci meja kemudian menguncinya.
Rencana aku sudah bulat untuk membuka butik di pusat kota, tinggal beberapa hari lagi grand openingnya karena tempatnya sedang di renovasi dan aku harus mempersiapkan acara grand opening tersebut agar nantinya menarik minat pembeli.Juga memberikan diskon besar besaran selama satu minggu sejak grand opening tersebut tapi aku masih bingung siapa yang aku percaya untuk mengelola butik itu?…
Bersambung
Halo pembaca jangan lupa like komen dan vote nya makasih🌝