Indonesia
NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga

Gulungan Dewa Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah tewas dalam invasi brutal yang meluluhlantakkan kotanya, Yang Zhen tiba-tiba terbangun kembali ke masa remaja saat ia masih menjadi murid akademi yang selalu dicap sebagai pecundang.

Namun, berbekal ingatan masa depan dan pusaka kuno Gulungan Dewa Naga yang memberinya kekuatan, ia kini bersumpah untuk memutarbalikkan takdir dan menginjak-injak siapa pun yang berani meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Waktu tiga hari berlalu dalam sekejap mata. Hari Ujian Akhir Akademi Bela Diri Awan Merah yang sangat dinantikan akhirnya tiba.

Langit terlihat sangat cerah tanpa sekawanan awan pun yang menghalangi terik matahari. Ratusan umbul-umbul akademi berkibar tertiup angin di sekeliling arena utama yang berbentuk melingkar.

Ribuan murid berkumpul di area tribun penonton dengan wajah tegang dan penuh semangat. Ujian ini adalah penentu masa depan mereka, apakah mereka akan direkrut oleh militer atau keluarga bangsawan.

Di area kursi kehormatan VIP, suasana politik yang sangat kental dan mematikan sudah mulai terasa.

Kepala Akademi Master Feng duduk di kursi utama dengan wajah tenang dan berwibawa. Aura Tahap Inti Emas Bintang Dua memancar samar dari tubuhnya, membuat banyak guru terkejut melihat peningkatannya.

Di sebelah kanannya, Patriark Su Tian duduk santai sambil berbincang pelan dengan Tuan Muda Chen Fei yang mewakili pihak militer.

Di sebelah kirinya, Patriark Zhao Tian duduk dengan wajah angkuh dan tatapan mata yang sangat merendahkan. Puluhan pengawal bayangan elit Keluarga Zhao berdiri mematung di belakang kursi Patriark tersebut.

"Kepala Akademi terlihat sangat sehat hari ini." sapa Zhao Tian dengan nada basa-basi yang dipenuhi racun. "Saya harap Anda sudah memikirkan matang-matang ancaman saya beberapa hari yang lalu."

Master Feng menoleh dan menatap Zhao Tian dengan senyum yang sangat penuh arti.

"Kesehatan saya memang sedang berada di puncaknya, Patriark Zhao." balas Master Feng dengan nada datar. "Dan akademi ini tidak pernah tunduk pada ancaman siapa pun."

Wajah Zhao Tian seketika mengeras mendengar jawaban berani dari Kepala Akademi tersebut. Ia mendengus kesal dan memalingkan wajahnya ke arah arena.

"Orang tua bodoh." batin Zhao Tian penuh amarah. "Aku akan membakar akademi ini sampai rata dengan tanah setelah ujian ini selesai."

Teng! Teng! Teng!

Suara lonceng raksasa akademi berbunyi sebanyak tiga kali, menandakan bahwa rangkaian ujian akan segera dimulai. Seluruh suara bising di tribun penonton seketika mereda menjadi keheningan yang disiplin.

"Perhatian kepada seluruh murid Akademi Bela Diri Awan Merah!" suara seorang guru pengawas menggema melalui pengeras suara spiritual. "Ujian tahap pertama akan segera dimulai!"

Di pintu masuk khusus murid elit, Yang Zhen berjalan dengan langkah sangat santai dan kedua tangan berada di dalam saku celananya. Wang Hao berjalan mengendap-endap di belakangnya, sementara Su Lin melangkah anggun di sampingnya.

Banyak murid yang berbisik-bisik saat melihat kedatangan kelompok tiga orang tersebut.

"Itu Yang Zhen! Pemuda yang mematahkan kaki Tuan Muda Zhao Wei bulan lalu!" bisik seorang murid kelas reguler.

"Dia benar-benar punya nyali datang ke sini." sahut murid lainnya. "Kudengar Patriark Zhao secara pribadi datang hari ini untuk menuntut balas dendam."

Yang Zhen sama sekali tidak mempedulikan tatapan dan bisikan orang-orang di sekitarnya. Matanya langsung tertuju ke arah kursi kehormatan VIP, tepat berserobok dengan tatapan membunuh dari Zhao Tian.

Pemuda itu menghentikan langkahnya sejenak dan tersenyum sangat lebar ke arah Patriark Zhao. Ia bahkan mengangkat tangan kanannya dan memberikan lambaian sapaan yang sangat provokatif.

Krak!

Zhao Tian tanpa sadar meremas pegangan kursinya hingga retak melihat kelancangan anak ingusan tersebut. Darahnya mendidih hingga ke ubun-ubun melihat senyum rubah yang sangat menyebalkan itu.

"Sabar, Patriark." bisik Han Sen yang berdiri di belakang Zhao Tian. "Pasukan bayangan kita sudah menempati posisi di seluruh sudut arena."

Zhao Tian menarik napas panjang dan memaksa dirinya untuk kembali duduk dengan tenang.

"Begitu bocah itu naik ke atas arena untuk ujian tanding, perintahkan pasukan untuk memanahnya dari segala arah." perintah Zhao Tian dengan suara sangat pelan namun mematikan.

Di sisi lain lapangan, Yang Zhen berbalik dan menatap Su Lin beserta Wang Hao.

"Rencana rubah tua itu sangat mudah ditebak." ucap Yang Zhen dengan nada bosan. "Dia menempatkan puluhan pemanah bayangan di atap tribun utara dan selatan."

"Kau bisa merasakan hawa keberadaan mereka sejauh ini?" tanya Su Lin terkejut.

"Mereka bernapas terlalu keras seperti anjing yang terkena asma, sangat mudah untuk dideteksi." ejek Yang Zhen santai. "Hao, kau ingat tugasmu?"

Wang Hao menelan ludah dan menepuk kantung kecil di pinggangnya yang berisi puluhan Kristal Ledakan Gila.

"Tentu saja, Bos." jawab Wang Hao dengan suara bergetar. "Aku akan menyelinap ke tribun utara dan selatan saat perhatian semua orang tertuju ke arena."

"Bagus." Yang Zhen tersenyum puas. "Lempar kristal itu tepat di tengah kerumunan pasukan bayangan mereka, lalu segera tiarap."

"Su Lin, kau bertugas melindungi Kepala Akademi dan ayahmu jika Keluarga Zhao melakukan serangan bunuh diri." lanjut Yang Zhen membagikan peran.

"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Su Lin yang merasa khawatir Yang Zhen akan menanggung beban paling berat.

"Aku?" Yang Zhen memutar bahunya untuk pemanasan ringan. "Aku akan naik ke atas arena dan memberikan ceramah singkat tentang kebodohan Keluarga Zhao."

Suara guru pengawas kembali menggema ke seluruh penjuru lapangan, memanggil nama-nama murid untuk naik ke atas arena pengujian.

"Peserta pertama untuk ujian kekuatan tempur!" panggil sang guru pengawas. "Yang Zhen dari Kelas Elit!"

Suasana arena yang awalnya tenang seketika berubah menjadi sangat riuh. Tidak ada yang menyangka bahwa nama pertama yang dipanggil adalah nama yang paling kontroversial di akademi saat ini.

Yang Zhen menyeringai tipis dan berjalan santai menaiki tangga batu menuju panggung arena utama. Angin sepoi-sepoi meniup rambutnya, memperlihatkan sorot mata yang penuh dengan ambisi dan kekejaman.

Panggung pembantaian akhirnya telah dibuka.

1
Sansalina
Mulai 👍👍👍
Sansalina
Gas Thorrr👍👍👍
Sansalina
Takutnya muridku mati konyol sebelum menguasai es dengan sempurna💪💪💪
alexander
bagus ceritanya
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Buktikan 👍👍👍
Sansalina
Bantai nih keluarganya👍👍👍
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Belum tahu dia👍👍👍
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Lanjuttt💪💪💪
Sansalina
Lanjuttt 👍👍👍
Sansalina
Gas Thprrr💪💪💪
Dianrp
💪💪💪💪💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!