Indonesia
NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga

Gulungan Dewa Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah tewas dalam invasi brutal yang meluluhlantakkan kotanya, Yang Zhen tiba-tiba terbangun kembali ke masa remaja saat ia masih menjadi murid akademi yang selalu dicap sebagai pecundang.

Namun, berbekal ingatan masa depan dan pusaka kuno Gulungan Dewa Naga yang memberinya kekuatan, ia kini bersumpah untuk memutarbalikkan takdir dan menginjak-injak siapa pun yang berani meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Seruan perang yang memekakkan telinga menggema di tengah arena utama akademi. Puluhan pengawal elit Keluarga Zhao berlari menerjang dari segala arah, pedang baja mereka berkilat memantulkan sinar matahari.

Niat membunuh yang sangat pekat mengunci sosok Yang Zhen dari setiap sudut pandang.

"Cincang dia menjadi daging giling!" teriak komandan pengawal dengan mata merah membara.

Namun Yang Zhen hanya memiringkan kepalanya dengan tatapan bosan. Ia sama sekali tidak berniat mencabut senjata atau memasang kuda-kuda bertahan.

"Kalian terlalu berisik untuk ukuran prajurit murahan." gumam Yang Zhen santai.

Ia mengangkat tangan kanannya yang memancarkan aura biru elemen air, lalu menyatukannya dengan tangan kirinya yang berlapis aura coklat keemasan.

Wush!

Sinergi antara dua elemen yang saling bertolak belakang itu menciptakan resonansi yang membuat udara di atas arena bergetar hebat.

Brak!

Yang Zhen menghentakkan kedua telapak tangannya ke atas lantai batu granit arena dengan tenaga penuh.

"Seni Kombinasi: Rawa Hisap Pelenyap Tulang." bisik Yang Zhen dengan senyum iblisnya.

Blub blub blub.

Lantai batu granit yang sangat keras itu seketika mencair dan berubah menjadi hamparan lumpur hisap yang sangat luas. Pusaran air di bawah lumpur itu berputar dengan kecepatan mengerikan, menciptakan gaya tarik gravitasi yang mustahil untuk dilawan.

"A-apa yang terjadi dengan lantainya?!" jerit seorang pengawal saat kakinya amblas ke dalam lumpur hingga sebatas lutut.

"Tarik kakimu! Cepat mundur!" panik komandan pengawal yang juga ikut terjebak di tengah formasi.

Namun semuanya sudah terlambat. Semakin mereka meronta, pusaran lumpur itu semakin kuat menyedot tubuh mereka ke bawah.

Krak! Krak!

Suara tulang kaki yang patah akibat tekanan lumpur mulai terdengar bersahutan, diikuti oleh jeritan kesakitan yang memilukan. Puluhan petarung elit itu kini tidak lebih dari sekumpulan serangga yang terjebak di atas getah lengket.

Yang Zhen berjalan dengan sangat santai di atas permukaan lumpur itu seolah ia sedang berjalan di atas air yang tenang.

Bugh!

Satu tendangan ringan dari kaki Yang Zhen menghantam dada komandan pengawal yang sedang meronta. Tulang rusuk komandan itu remuk seketika, dan tubuhnya tenggelam sepenuhnya ke dalam rawa buatan tersebut.

"Satu anjing tumbang." ucap Yang Zhen dengan nada riang layaknya sedang menghitung domba. "Tinggal dua puluh sembilan lagi."

Pemandangan pembantaian sepihak itu membuat bulu kuduk semua orang di tribun berdiri tegak. Kepala Akademi Master Feng menelan ludahnya dengan susah payah, menyadari betapa mengerikannya potensi murid di bawah bimbingannya ini.

Di area VVIP, wajah Patriark Zhao Tian kini sepucat mayat yang sudah seminggu membusuk.

"Pasukan elitku... hancur hanya dalam satu tarikan napas?" gumam Zhao Tian dengan bibir bergetar hebat.

Ia menyadari bahwa kekaisaran kecilnya di Kota Awan Merah telah hancur lebur tanpa sisa. Harta, reputasi, dan kekuatan militernya telah dilenyapkan oleh seorang anak ingusan.

"Han Sen!" bisik Zhao Tian menarik kerah baju asisten kepercayaannya dengan panik. "Kumpulkan sisa koin emas di brankas rahasia, kita tinggalkan kota ini sekarang juga lewat jalur bawah tanah!"

Han Sen mengangguk dengan keringat dingin bercucuran. Ia baru saja akan berbalik untuk melarikan diri, namun sebuah pedang besar berwarna hitam legam tiba-tiba menyilang tepat di depan lehernya.

Srak!

"Maaf, tapi gerbang keluar sudah ditutup secara permanen untuk tikus pengkhianat." ucap Chen Fei dengan tatapan mata sedingin baja.

Di sisi lain, Patriark Su Tian juga telah berdiri dari kursinya. Ia melepaskan aura Tahap Bumi yang sangat menekan, mengunci setiap pergerakan Zhao Tian dari belakang.

"Kau harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu menyewa pembunuh bayaran di kota ini, Zhao Tian." ucap Su Tian dengan nada mutlak tanpa belas kasihan.

Zhao Tian menatap sekelilingnya dengan napas tersengal-sengal. Ia dikepung oleh para petinggi kota yang dulu selalu ia kendalikan menggunakan uang.

Menyadari bahwa hidupnya sudah berakhir, nyali Han Sen seketika runtuh.

Prang!

Asisten licik itu menjatuhkan pedangnya ke lantai dan langsung berlutut sambil mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi.

"Saya menyerah! Tolong ampuni nyawa saya, Tuan Muda Chen!" ratap Han Sen mengkhianati majikannya sendiri di detik-detik terakhir. "Zhao Tian yang merencanakan semua ini, saya hanya dipaksa untuk menurutinya!"

"Han Sen, kau anjing keparat!" raung Zhao Tian dengan mata menyalang buas, merasa ditusuk dari belakang oleh tangan kanannya sendiri.

"Urus pengkhianat kecil ini, Kapten Liu." perintah Chen Fei kepada bawahannya yang langsung meringkus Han Sen tanpa perlawanan.

Kini, Zhao Tian benar-benar sendirian. Tidak ada lagi jalan keluar, tidak ada lagi pengawal yang bisa mengorbankan nyawa untuknya.

Mata rubah tua itu memerah dipenuhi oleh keputusasaan dan amarah yang meledak-ledak. Ia menatap ke arah tengah arena, tepat ke arah Yang Zhen yang masih tersenyum menyebalkan di sana.

'Jika aku harus mati hari ini, aku akan menyeret dalang dari semua kehancuran ini bersamaku!' batin Zhao Tian dengan niat membunuh yang menembus langit.

Wush!

Aura Tahap Inti Emas Bintang Satu meledak secara brutal dari tubuh Zhao Tian. Ia memaksakan seluruh Qi di dalam Dantiannya hingga urat-urat nadinya menonjol keluar seperti cacing yang akan meledak.

Bum!

Tanah di area VVIP hancur berantakan saat Zhao Tian melompat tinggi layaknya meteor yang jatuh dari langit. Ia menerjang lurus ke arah Yang Zhen dengan kecepatan yang nyaris tidak bisa diikuti oleh mata telanjang.

"Mati kau bersamaku, Yang Zhen!" raung Zhao Tian membelah udara dengan tinju yang dilapisi sihir es mematikan.

Su Lin yang melihat serangan mendadak itu seketika membelalakkan matanya.

"Yang Zhen, awas!" teriak Su Lin panik.

Brak!

Zhao Tian menghantam permukaan arena dengan sangat keras, menciptakan kawah raksasa yang menerbangkan lumpur dan puing-puing batu ke segala arah. Gelombang kejutnya membuat para pengawal Keluarga Zhao yang masih terjebak di lumpur terlempar hingga pingsan.

Asap tebal kembali menutupi bagian tengah arena. Seluruh penonton menahan napas mereka, menunggu hasil dari bentrokan mengerikan antara Patriark Tahap Inti Emas dan seorang murid akademi tersebut.

Perlahan, hembusan angin menyapu asap itu ke udara.

Pemandangan di tengah kawah itu membuat rahang semua orang nyaris jatuh membentur lantai.

Zhao Tian berdiri dengan napas terengah-engah, tinjunya masih menancap di atas sebuah perisai berbentuk kubah yang terbuat dari kristal es dan lumpur padat.

Di balik perisai itu, Yang Zhen berdiri dengan sangat santai. Ia bahkan sempat membersihkan sedikit debu dari lengan bajunya.

"Akhirnya anjing tua ini turun juga dari singgasananya." ejek Yang Zhen dengan senyum rubah yang semakin lebar.

"Aku sudah menunggu cukup lama hingga rasanya ingin tertidur, Patriark Zhao." goda pemuda itu dengan nada suara yang sangat tenang.

Zhao Tian menggertakkan giginya hingga berdarah. Serangan penuh keputusasaan miliknya bahkan tidak mampu membuat Yang Zhen mundur satu langkah pun.

"Aku akan mencabik-cabik mulut sombongmu itu, Bocah!" desis Zhao Tian menarik kembali tinjunya untuk melancarkan serangan kedua.

"Silakan dicoba." Yang Zhen menghilangkan perisainya dan merentangkan kedua tangannya. "Mari kita lihat, siapa yang akan menjadi mayat di atas arena ini."

Pertarungan penentuan antara masa lalu dan masa depan akhirnya mencapai titik puncaknya.

1
Sansalina
Mulai 👍👍👍
Sansalina
Gas Thorrr👍👍👍
Sansalina
Takutnya muridku mati konyol sebelum menguasai es dengan sempurna💪💪💪
alexander
bagus ceritanya
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Buktikan 👍👍👍
Sansalina
Bantai nih keluarganya👍👍👍
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Belum tahu dia👍👍👍
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Lanjuttt💪💪💪
Sansalina
Lanjuttt 👍👍👍
Sansalina
Gas Thprrr💪💪💪
Dianrp
💪💪💪💪💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!