Saat Dewa Turun ke Dunia
"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."
Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.
Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.
Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 — Kemunculan Patriark Keluarga Long
Boom!
Ledakan energi spiritual menyapu seluruh jalan utama Kota Qingyu. Kabut tebal yang memenuhi arena pertarungan tercerai-berai, seolah dihantam badai yang tak kasatmata.
Perlahan...
Sosok seorang pemuda muncul dari balik debu. Pakaiannya memang dipenuhi sobekan, namun tubuhnya tetap tegak. Tak terlihat luka serius seperti yang dibayangkan semua orang.
Yang lebih mengejutkan lagi... Aura yang memancar dari tubuhnya telah berubah.
"Ranah Lautan Spiritual..."
Seseorang bergumam dengan suara bergetar.
"Tingkat... Satu!"
"Apa?!"
Kerumunan langsung gempar.
"Dia menerobos!"
"Dia sengaja menerima serangan Long Aotian untuk menerobos!"
"Orang gila macam apa dia?"
Semua mata dipenuhi keterkejutan. Tidak ada yang pernah membayangkan seseorang berani mempertaruhkan nyawanya demi memanfaatkan tekanan lawan untuk menembus ranah berikutnya.
Li Tianxuan perlahan mengepalkan tangan kanannya. Ia dapat merasakan energi spiritual mengalir deras di setiap meridian. Jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Sudut bibirnya sedikit terangkat.
"Akhirnya... Ranah Lautan Spiritual."
Tatapannya kemudian beralih kepada Long Aotian.
"Terima kasih, Kalau bukan karena seranganmu... Mungkin aku masih membutuhkan waktu beberapa bulan lagi untuk menerobos."
Ucapan itu bagaikan tamparan keras. Wajah Long Aotian berubah suram. Urat-urat di dahinya mulai menonjol.
"Kau... Berani memanfaatkanku?"
Li Tianxuan tidak menjawab. Baginya... Jawaban terbaik adalah pertarungan. Ia perlahan mengangkat pedangnya. Aura tajam mulai memancar dari bilah pedang yang sederhana itu.
Long Aotian menarik napas panjang. Kemarahannya telah mencapai puncak.
"Aku akui... Bakatmu memang luar biasa."
"Tapi... Satu tingkat Ranah Lautan Spiritual tidak akan mengubah apa pun."
"Sekarang... Aku akan menunjukkan kepadamu arti dari keputusasaan."
Boom!
Energi spiritual hijau kembali meledak. Namun kali ini... Jauh lebih mengerikan daripada sebelumnya. Langit di atas Kota Qingyu perlahan berubah kehijauan. Awan berputar membentuk pusaran raksasa. Tekanan spiritual yang dipancarkan membuat para penonton mundur puluhan meter lagi.
"Ini..."
"Itu Teknik tingkat tinggi milik Keluarga Long!"
"Tuan Muda benar-benar serius!"
Long Aotian mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Ribuan titik cahaya hijau bermunculan di belakang tubuhnya. Dalam beberapa tarikan napas... Titik-titik cahaya itu berubah menjadi ribuan pedang spiritual yang melayang di udara. Masing-masing memancarkan niat membunuh yang mengerikan.
Seluruh jalan utama menjadi sunyi. Tak seorang pun berani bersuara. Bahkan napas mereka terasa berat.
Long Aotian memandang Li Tianxuan dengan dingin.
"Ini adalah Teknik Peringkat Bumi."
"Hujan Pedang Langit Hijau."
"Aku ingin melihat... Bagaimana kau akan bertahan."
Ia mengayunkan pedangnya.
"Pergi!"
Wusshhh!
Ribuan pedang spiritual melesat bersamaan. Pemandangan itu bagaikan hujan meteor berwarna hijau yang menutupi langit.
Li Tianxuan mendongak. Tatapannya tetap tenang. Namun kali ini... Ia tidak berniat menerima serangan itu secara langsung. Ia menggenggam pedangnya lebih erat. Energi spiritual yang baru saja lahir mengalir menuju bilah pedang. Meski jumlahnya belum banyak... Energi itu terasa sangat murni.
Li Tianxuan menarik napas perlahan.
Lalu... Ia mengangkat pedangnya.
"Satu tebasan... Cukup."
Langkahnya maju satu kali. Tubuhnya menghilang dari tempat semula.
Swish!
Sebuah cahaya putih melintas di udara. Sederhana. Tanpa teknik yang rumit. Tanpa gelombang energi yang megah. Hanya...
Satu ayunan pedang. Namun... Saat cahaya putih itu bertemu dengan hujan pedang hijau...
BOOOOOOM!!
Ledakan dahsyat mengguncang seluruh Kota Qingyu. Gelombang kejut menyapu bangunan di sekitarnya. Atap beberapa toko bahkan runtuh akibat benturan tersebut. Debu kembali memenuhi langit. Semua orang menahan napas. Tak seorang pun mampu melihat apa yang terjadi di dalam kepulan debu itu.
Long Aotian menyipitkan mata.
"Sudah berakhir..."
Namun...
Tiba-tiba...
Tap...
Sebuah langkah kaki terdengar dari balik kabut.
Lalu...
Tap...
Satu langkah lagi. Sosok Li Tianxuan perlahan muncul. Masih berdiri. Masih memegang pedangnya. Meski napasnya mulai berat, sorot matanya tetap setajam sebelumnya.
Sebaliknya...
Di belakang Long Aotian... Terdengar suara pelan.
Krek...
Pedang di tangannya retak. Retakan itu semakin panjang.
Krek... Krek...
Hingga akhirnya...
Prang!
Pedang pusaka Keluarga Long hancur berkeping-keping di depan semua orang.
Mata Long Aotian membelalak.
"Itu... mustahil..."
Belum sempat ia memahami apa yang terjadi, Li Tianxuan telah muncul tepat di hadapannya. Ujung pedangnya berhenti hanya setengah inci dari tenggorokan Long Aotian. Angin yang dibawa bilah pedang itu membuat beberapa helai rambut Long Aotian terputus. Li Tianxuan menatapnya tanpa emosi.
"Kalau tadi... Aku benar-benar ingin membunuhmu. Kepalamu sudah jatuh ke tanah."
Suasana menjadi sunyi. Tak seorang pun berani mengeluarkan suara. Putra kebanggaan Keluarga Long... Baru saja dikalahkan oleh seorang pemuda yang bahkan baru menerobos ke Ranah Lautan Spiritual.
Long Aotian mengepalkan kedua tangannya hingga berdarah. Rasa malu memenuhi dadanya. Namun di balik amarahnya... Ada ketakutan. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya... Ia merasakan ancaman kematian.
Tepat ketika Li Tianxuan hendak menarik kembali pedangnya...
Sebuah suara tua yang mengandung tekanan luar biasa bergema dari kejauhan.
"Berani menyentuh putraku..."
"...siapa yang memberimu keberanian?"
BOOM!!
Tekanan spiritual yang jauh lebih mengerikan turun dari langit, membuat seluruh kultivator di jalan utama berlutut seketika.
Li Tianxuan mengangkat kepalanya.
Di langit...
Seorang pria paruh baya berjubah emas sedang berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung. Tatapannya tajam bagaikan elang. Aura yang dipancarkannya berkali-kali lipat lebih kuat daripada Long Aotian.
Patriark Keluarga Long...
Long Zhentian telah tiba.