Menjadi miskin bukanlah suatu aib. Namun, Angelita terpaksa merelakan dirinya menjadi istri siri dari pria kaya raya karena dendamnya terhadap keluarga Dinda, istri sah dari Tuan Rizal.
Dendam yang membuat Angelita harus merelakan kesuciannya direnggut oleh pria yang sama sekali tidak ia cintai.
Hinaan, cacian, fitnah yang dialami orang tua Angelita tentu saja akan Angelita balas satu-persatu dengan cara merebut suami dari Dinda Larasati.
Bagaimana kisahnya? Simak langsung yuk!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33 : Kebohongan Dinda
Semakin hari Dinda semakin pusing tak karuan, belum lagi kondisi tubuhnya yang kadang sehat dan kadang sakit. Dinda bahkan sulit untuk makan karena setiap yang ingin dimakannya, selalu saja membuat perutnya mual.
Karena kondisi tubuhnya yang kurang sehat itu, Dinda memutuskan untuk pergi ke rumah sakit bersama Sang suami dan berharap besar kalau suaminya itu bisa dihubungi serta mau menemani dirinya untuk berobat.
“Aku harus bisa menghubungi Rizal bagaimanapun caranya dan aku harus membuat dia percaya bahwa janin yang ku kandung adalah buah cinta kami,” ucap Dinda bermonolog.
Dinda yang saat itu tengah berbaring di tempat tidur, perlahan meraih ponselnya yang berada di sisi kirinya dan mencoba menghubungi Sang suami tercinta.
Dinda mencoba mengirim pesan dan pesan itu belum juga terbaca. Dinda kemudian menelpon suaminya dan Rizal sama sekali tak mengangkat telepon tersebut.
“Rizal, kamu kemana lagi? Meski kamu mengabaikan diriku, aku akan tetap mencoba menghubungi kamu, sampai kamu benar-benar bosan dan pada akhirnya mau menerima telepon dariku,” ujar Dinda bermonolog.
Di sisi lain.
Rizal siang itu sedang menemani Angel pergi ke salon melakukan perawatan rambut. Angel ingin mewarnai rambutnya menjadi cokelat. Akan tetapi, belum juga diwarnai Angel tiba-tiba mengurungkan niatnya itu karena ia ragu dengan warna tersebut.
“Ada apa, Angel sayang?” tanya Rizal pada istri sirinya itu.
“Saya tiba-tiba ragu untuk mengganti warna rambut saya, Tuan Rizal. Sepertinya rambut hitam lebih cocok untuk saya,” jawab Angel.
Karena sudah datang dan rambutnya sudah basah, Angel pada akhirnya memilih untuk mencuci rambut alias creambath saja agar rambutnya yang indah menjadi lebih indah lagi.
Usai melakukan perawatan rambut, Rizal mengajak Angel untuk bersantai di sebuah taman dan bukan Angel namanya kalau ia langsung mengiyakan ajakan Rizal.
“Saya sedang tidak ingin kemana-mana, Tuan. Bisakah Tuan antarkan saya pulang saja ke apartemen?” tanya Rizal.
“Baiklah,” balas Rizal pasrah dengan apa yang diinginkan oleh Angel, istri kesayangannya itu.
Benar saja, selesai dari salon Rizal langsung membawa istri sirinya pulang ke apartemen dan kekecewaan Rizal langsung diganti dengan sebuah kecupan basah oleh Angel.
“Tuan Rizal jangan marah, saya seperti ini dikarenakan saya melihat layar ponsel Tuan dimana sepertinya Nyonya Dinda sangat membutuhkan Tuan,” ujar Angel.
Rizal menggelengkan kepalanya, pria itu sangat yakin kalau Dinda hanya ingin membuat masalah dengannya.
“Tuan tidak boleh seperti itu, lebih baik Tuan pergi temui Nyonya Dinda barangkali ada sesuatu yang penting,” pungkas Angel.
Rizal tetap menolak apa yang dikatakan Angel padanya, Rizal sedang tidak ingin menemui Dinda yang banyak sekali drama itu.
Ketika Rizal dan Angel sedang membicarakan Dinda, ponsel Rizal kembali berdering dan panggilan tersebut berasal dari Dinda.
Rizal kembali mengabaikan panggilan tersebut, namun Angel meminta Rizal untuk menerima panggilan Dinda karena Angel yakin pasti ada sesuatu yang ingin dikatakan oleh Dinda.
“Rizal, kamu di mana? Aku merasakan ada yang aneh di tubuhku, bisakah kamu datang kesini dan temani aku pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatan ku?”
Rizal menutup panggilan tersebut dan pada akhirnya ia pun pergi menemui Dinda.
Angel tak peduli dengan apa yang dipikirkan Rizal mengenai dirinya. Yang Angel pedulikan adalah bagaimana cara Dinda membuat Rizal bisa tetap berada disisinya, karena yang Angel lihat langsung adalah Rizal sama sekali tidak peduli dengan Dinda dan kepergian Rizal menemui Dinda itu semua atas permintaan Angel.
Dinda hanya bisa duduk lemas di sofa karena ia bingung harus pergi kemana. Untuk berjalan saja rasanya kaki sudah tidak mampu untuk melangkah dan pasrah jika saat itu dirinya harus mati sia-sia.
Tak berselang lama Rizal rupanya datang dan untungnya pintu rumah tidak terkunci.
“Dinda...” Rizal cukup terkejut melihat Dinda yang tampak tak berdaya.
Dinda yang saat itu tengah terlelap, perlahan membuka matanya dan ketika ia tahu kalau itu adalah Rizal, wanita itu tersenyum lebar dan meminta Rizal untuk segera membawanya ke rumah sakit.
“Kamu sakit apa? Kenapa wajahmu pucat sekali?” tanya Rizal seraya menggendong Dinda dan membawanya masuk ke dalam mobil.
Dinda tak menjawab pertanyaan Rizal karena ia ingin berpura-pura tidak tahu mengenai kehamilannya.
“Kita ke rumah sakit sekarang!” perintah Rizal pada Pak Yoga.
Mobil pun perlahan meluncur ke rumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit, Dinda langsung ditangani oleh Dokter dan tak berselang lama Dokter pun memberitahu keduanya mengambil kehamilan tersebut.
Dinda menangis terharu karena akhirnya ia mengandung dan Rizal pun ikut terharu karena dirinya akan menjadi seorang ayah.
Rizal sama sekali tak menaruh curiga dengan Dinda karena yang ia tahu hanya dirinyalah yang ada dihati Dinda, terlebih lagi Dinda selalu merengek serta mengemis perhatian dari seorang Rizal Mahendra.
“Rizal, akhirnya kita sebentar lagi menjadi orang tua. Cepat beritahu keluargamu di rumah, mereka pasti akan sangat senang mendengar bahwa aku saat ini sedang hamil,” ujar Dinda penuh semangat.
Dinda sangat bersemangat untuk melihat reaksi orang tua dari suaminya, Rizal. Dinda ingin melihat betapa sombongnya mereka dulu karena Dinda belum juga hamil setelah menikah selama bertahun-tahun lamanya.
“Dinda sayang, kamu jangan terlalu banyak bergerak. Mulai besok dan seterusnya aku ingin kamu banyak istirahat. Aku janji, aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu dan calon anak kita nanti,” tutur Rizal seraya menyentuh perut Dinda dengan lembut.
Bagus. Sepertinya usahaku mengelabui Rizal akhirnya berhasil juga. Rizal selamanya tidak akan tahu bahwa bayi yang aku kandung ini bukanlah bayinya. Melainkan, bayi dari Choky yang sekarang entah pergi kemana. (Batin Dinda)
***
Angel sedang duduk santai sembari menikmati cemilan yang dibelikan oleh Rizal khusus untuknya dan ketika sedang sibuk mengunyah seraya membaca novel baru yang ia beli, Angel mendapatkan pesan dari Rizal yang memberitahukan mengenai kehamilan Dinda.
Angel terkejut bukan main, ia nampak gelisah setelah membaca isi pesan tersebut.
“Hamil? Kalau benar Dinda hamil, itu artinya hubunganku dan Rizal saat ini tidak menjamin kalau mereka akan berpisah,” ucap Angel bermonolog.
Angel menghela napas panjang dan harus membalas pesan tersebut. Pesan yang dikirim Angel adalah ucapan selamat bentuk dari rasa bahagianya atas kehamilan tersebut.
Meski begitu, Angel akan berusaha lebih keras lagi untuk menghancurkan rumah tangga mereka berdua.
Angel tidak ingin usahanya selama ini menjadi sia-sia dan harus sedikit lebih keras agar ia tidak kembali diinjak-injak oleh sikap keegoisan Dinda yang telah membuat keluarga hancur tak tersisa.
“Sekarang aku harus lebih fokus untuk membuat mereka bertengkar, apapun caranya.”
Hai, aku author penulis Istri Siri Tuan Rizal. Sebelumnya aku mau mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran kalian disetiap episode yang author up.. Author harap kalian menyukai kisah yang author bagikan ini.. hehehe..
Salam hangat dari Author untuk Kalian semua.. Saranghaeyo 🙏🥰😍
Jangan lupa untuk terus memberikan Like & komentar.. tonton juga iklan sebanyak-banyaknya ya... 📌❤
semangat