Seorang CEO bernama Ani berenkarnasi ke dunia novel yang pernah dia baca, karena kecelakaan yang di alaminya, membuat Ani berenkarnasi menjadi wanita sampah yang bernama Lie.
Hukum rimba berlaku di dunia ini, di mana yang kuatlah yang akan bertahan hidup. Bukan hanya lemah tapi Lie bukan anak kandung keluarga Yuan, lalu siapa ayah Lie?Teka teki kehidupan baru Ani membuat Ani harus menemukan titik terang. Siapa ayah Lie sebenarnya? Mampukah Ani menemukan titik terang dari teka teki kehidupan Lie yang rumit? Mampukah Ani bertahan dengan dunia yang kejam ini sebagai Lie?
Jangan lupa dukung author terus ya.....
Terima kasih untuk pembaca setia...😘
Semoga bisa up terus......
Jika tidak setiap hari, 3 hari baru bisa up ya tolong maklumin saya 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yolanda94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Aku menggunakan kekuatan api terkuat ku, rambutku yang hitam menjadi merah seperti api. Pangeran hanya menyaksikan ku dari jauh karena aku memintanya untuk menjauh.
Ku letakkan tangan kananku pada dada adik pangeran, di sinilah letak masalah yang terjadi. Adik pangeran mempelajari kekuatan yang sangat terlarang, sehingga dia terkena pukulan dari kekuatan yang dia pelajari tersebut.
Aku sangat beruntung memiliki kekuatan kegelapan selain bisa menggunakan racun, aku juga bisa melihat masa lalu dan masa depan seseorang jika bersentuhan dengan orang tersebut.
Lima jam berlalu, aku pun selesai mengobati adik pangeran, segera aku memakaikan pakaiannya kembali di bantu oleh pangeran.
Aku beristirahat, duduk di kursi yang ada di dalam kamar tersebut, kamar ini sangat mewah, pangeran melihatku dan ikut duduk bersamaku di meja yang sama.
"Bagaimana ?" tanya pangeran penasaran
"Adik pangeran akan bangun dalam 2 hari ini, bersabarlah pangeran" ujarku
"Tentu"
"Apa adikku baik-baik saja?"
"Tentu pangeran, semua baik-baik saja"
Aku memejamkan mataku karena kelelahan mengeluarkan banyak Manna untuk mengobati adik pangeran.
"Lie?"
"Lie, bangun lah, apa kamu masih hidup?"
Pertanyaan macam apa itu? Ini suara Chen, aku membuka mataku perlahan, ku lihat ada Chen dan pangeran.
"Syukurlah Lie"
Chen sangat senang melihatku sudah siuman, pangeran tersenyum hangat padaku.
"Terima kasih sudah bangun, Lie" ujar pangeran.
Pangeran yang aneh, pikirku.
"Sudah dua hari kamu tertidur Lie " ujar Chen yang berwujud pria tampan dengan rambut merah dan mata merah, ciri khas suku naga memiliki mata merah.
"Hah?" aku memandangi Chen dan pangeran secara bergantian
"Itu benar Lie" pangeran tersenyum padaku
Huuuuh, aku menghela nafas panjang, ternyata kehabisan Manna bisa membuat aku lebih lama bersantai, haruskah aku melakukannya lagi? Hahaha tentu saja tidak.
"Bagaimana adik pangeran?".
"Pelayan, panggilkan Cio ke sini" pinta pangeran pada pelayan yang ada di dalam kamar.
"Baik" pelayan tersebut membungkuk pada pangeran lalu pergi keluar kamar
Lima belas menit berlalu, pintu kamar terbuka, pelayan tersebut datang bersama seorang wanita muda, itu Cio adik pangeran.
Cio berjalan menujuku, dengan rambut hitamnya dan mata hitamnya, wanita ini sudah mempelajari ilmu terlarang, apa yang akan dia rencanakan?
Cio tersenyum ramah padaku dan berbicara
"Namaku Cio, aku adalah adik pangeran, umurku 12 tahun".
Aku tersenyum pada Cio, umur 12 tahun sudah mempelajari kekuatan yang terlarang, dia akan tubuh menjadi pembunuh. Seketika bulu kudukku berdiri. Aku membuka mulutku dan berkata pada Cio.
"Apa yang akan kamu lakukan dengan kekuatan itu? ".
Tapi yang keluar dari mulutku sangat berbeda
"Cio, semoga harimu bahagia".
Tentu saja aku harus berhati-hati berbicara dengan adik pangeran karena pangeran juga ada di kamarku. Ini sangat melelahkan.
"Kamu juga" Cio tersenyum padaku lalu pergi keluar kamar bersama pelayan.
"Istirahatlah Lie" pangeran berdiri dari kursi dan keluar dari kamarku, sekarang hanya aku dan dragon yang ada di dalam kamar.
"Dragon, bisakah kamu tau, kekuatan apa yang dipelajari adik pangeran" bisikku
"Itu sesuatu yang menarik"
Menarik? Apa yang menurut naga ini menarik? Aku memejamkan mataku untuk istirahat.
Huh, masa depan tidak bisa aku tebak, novel yang ku baca "Lahirnya Ratu Kegelapan" yang sudah aku baca baru jilid satu dan aku belum memiliki jilid dua karena novel ini sangat laris sehingga susah untuk mendapatkannya.
Dunia dalam novel membuatku gila, lahir dari keluarga kaya tapi tersiksa, ketemu para beast dan para pangeran, apa lagi yang akan aku temui di masa depan?.
Terlalu banyak yang aku pikirkan, aku tidak bisa tidur untuk saat ini, aku akan cari angin dulu.
Lie membuka matanya untuk pergi keluar kamar melalui jendela, Chen sedang duduk di kursi sambil menikmati teh dan cemilan.
Ternyata naga sangat tau menikmati hidup mewah, pikirku.
Dragon melihatku bangun dari tempat tidur dan membuka jendela kamar.
"Mau kemana Lie?"
"Cari angin"
"Aku akan ikut"
Aku menanggapinya dengan acuh.
"Terserah"
Aku dan dragon keluar dari kamar istana menuju alun-alun Kerajaan.
Doooar.... Ledakan
"Lie, ada ledakan di ibu kota"
Aku dan Chen segera turun. Rakyat yang di alun-alun berlarian mencari tempat aman.
Doooar... Ledakan
Ledakan terjadi secara serempak, bangunan yang menjulang tinggi di alun-alun pun terjatuh.
Triiing....... Perisai es keluar dari tanganku
Suasana di alun-alun yang ribut karena rakyat dan para bangsawan berteriak histeris seketika menjadi tenang. Mereka yang berada di alun-alun ibu kota terpesona dengan perisai es yang di buat wanita berambut hitam.
"Menakjubkan" kekaguman yang terucap oleh bangsawan yang ada di alun-alun begitu juga dengan para rakyat.
Mereka semua sangat kagum akan perisai tersebut. Perisai es yang memenuhi alun-alun terlihat sangat kokoh.
Dooaaar..... Ledakan !
Bahkan ledakan pun tidak mampu memecahkannya.
"Lihat" teriak salah satu rakyat menunjuk ke langit.
Semua mata tertuju pada seseorang yang memakai jubah hitam yang berdiri di atas langit.
"Hahahaha" suara tawa orang berjubah hitam menggema di alun-alun sebelum orang itu menghilang.
Ini sangat aneh, kenapa pria itu menggunakan bom di saat tidak lagi ada acara di sini.
Aku menghancurkan bangunan yang roboh menjadi kepingan kecil agar mudah untuk di bersihkan. Setelah semua beres, aku menghilangkan perisai es ku. Ini sangat melelahkan.
"Terima kasih banyak"
Para rakyat dan bangsawan berterima kasih padaku, tentu saja hal ini tidak sesuai keinginanku karena menjadi sorotan perhatian mereka sangat melelahkan karena aku bukan CEO lagi di kehidupanku sekarang.
Aku hanya tersenyum pada ucapan terima kasih mereka dan meninggalkan mereka menuju istana bersama Chen.
Seorang pria berlari menuju ku, sosok pria yang ku kenal, pikirku
"Lie, apa kamu tidak apa-apa?"
Pria yang berlari itu adalah putra mahkota Kerajaan Obat, pangeran Li Qing.
"Aku tidak apa-apa pangeran" ujarku.
"Syukurlah"
"Apa yang terjadi pangeran? Kenapa ada bom di alun-alun?" tanyaku penasaran dengan yang terjadi.
"Putra dari kerajaan Green sedang berjalan-jalan di alun-alun ibu kota, dia adalah penerus satu-satunya yang di miliki kerajaan Green".
Sekarang aku mengerti, kenapa insiden pengeboman di lakukan saat ini, padahal di alun-alun tidak ada festival, ternyata orang itu ingin membuat Kerajaan Green dan Kerajaan Obat berperang. Sungguh mengerikan.
"Ternyata penyelamatku ada di sini"
Suara pria berumur belasan tahun menuju ke arahku.
"Penyelamat?"
Pangeran bingung dengan kata yang di keluarkan pangeran Kerajaan Green, Wing.
"Pangeran, apa kamu baik-baik saja?" tanya pangeran Li.
"Hahaha tentu saja pangeran Li, aku selamat berkat wanita di sampingmu, siapa nama gadis itu, pangeran?" tanya pangeran Wing sambil tersenyum pada Lie
*****
To be continued...
kl boleh saran.. nulisnya yg ikhlas jd berkah. InsyaAlloh akan dimudahkan segalanya.
roh naga main numpang tubuh lie
lanjut semangat