Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
“Maaf..”ucap olla singkat..aruna bahkan belum menjawab gadis itu sudah pergi dari sana.
”tunggu saja..”gumam olla di sela langkahnya..harga dirinya sudah jatuh hari ini..dia pasti akan membalas aruna dengan lebih kejam.
____________________
Semua orang masih berkumpul di tempat pertarungan tadi..liam langsung menunduk manatap lekat wajah aruna..wajah pria itu tampak khawatir..di mengusap pelan bekas cakatan di pipi aruna.
“Sakit?..”tanya liam.
“Hmm..”aruna mengangguk pelan.
Liam manatap seluruh siswa yang masih mngerubungi mereka.
“Dengar!..mulai sekarang aruna adalah pacar gue!..siapa yang berani menyakitinya seujung kuku pun siap-siap berhadapan sama gue!..ingat itu!..”ucapan liam menggema di lapangan sekolah..semua orang terdiam mencerna perkataan pria itu..sedangkan aruna menatap liam tak percaya.
“Liam, apa mkasudnya?..”tanya aruna tak percaya perkataan liam.
“Lo sekarang pacar gue..”ucap liam..aruna masih menatapnya tak percaya.
“Paham sayang?..”ucap liam lagi..aruna masih terdiam..liam tertawa kecil melihat wajah benggong aruna..liam mengacak rambut aruna yang memang sudah acak-acakan dan menarik aruna menjauh dari lapangan menuju uks.
“Apa-apaan itu tadi?..”tanya diana tak percaya dengan kejadian yang dia lihat tadi.
“Mereka pacaran, kenapa lo bodoh banget..”kai menoyor kepala diana pelan membuat diana kesal, saat melihat yang menoyor kepalanya adalah kai diana jadi cengengesan tak jadi kesal.
“Hehehe, duluan..”ucap diana langsung berlari dari sana.
“Lucu juga..”ucap kai.
Sedangkan semua orang masih berbisik heboh tentang perkataan liam tadi.
“Mereka pacaran?..”
“Yang benar saja..sangat tidak pantas..”
“Dewa kita bersanding dengan upik abu..”
“Beruntung sekali gadis culun itu..sialan..”
“Ah liam gue..kemalanagn apa yang lo lakuin di kehidupan sebelumnya sampai sama cewek udik itu..”
Begitulah kehebohan semua orang yang tak percaya dengan perkatan liam..empat teman liam meninggalkan kehebohan itu.
.
.
Liam mengoleskan salep di bekas cakaran olla.
“Kenapa sih selalu terluka..yang kemarin aja belum sembuh..”omel liam.
“Luka dikit..lagian aku puas banget tadi jambak rambut dia..setidaknya rasa sakit aku terbalaskan..”ucap aruna gembira..liam manatap raut gembira aruna.
“Tapi keselamatan kamu tetap yang terpenting..kamu juga baru keluar dari rumah sakit..jangan membahayakan diri lagi..”ucap liam..aruna menatap aneh liam.
“Aku kamu?..tumben sekali, biasanaya lo gue..”ucap aruna melontarkan keheranannya.
“Kita kan udah pacaran..”ucap liam..aruna terdiam.
“Kamu ga lagi bercanda kan?..”tanya aruna tak percaya..dia berpikir liam mengatakan itu hanya supaya tak ada lagi yang berani membullynya..tapi tampaknya pria ini serius.
“Memang aku pernah bercanda?..”tanya liam manatap aruna lekat..aruna lagi-lagi terdiam.
“Memang aku menerima mu?..”tanya aruna.
“Memang ada pilihan lain?..”liam malah kembali bertanya.
Dia mendekati aruna dengan tatapan jahilnya..aruna menjauhkan tubuhnya dari liam..dia mengalihkan matanya dari tatapan liam dengan gelisah..liam tertawa kecil melihat kegelisahan aruna..liam meraih wajah aruna..dengan terpaksa aruna menatap mata liam..liam manatap wajah itu lekat..cukup lama mereka bertatapan..liam akhirnya membalikkan tubuh aruna..dan mulai membuka kepangan gadis itu..rambut aruna tergerai berantakan bekas jambakan olla.
“Sakit ga kepalanya?..”tanya liam.
“Sedikit..”ucap aruna
Liam menyisir pelan rambut aruna dengan tangannya, merapikan rambut aruna yang tadinya berantakan..aruna hanya diam menerima sentuhan itu..dia tak melawan membiarkan liam bermain dengan rambutnya..pria itu mulai mengikat rambut aruna model kuncir kuda..tapi ikatan pria itu berantakan..semua rambut tak terambil sepenuhnya..liam dengan fokus mengumpulkan rambut itu dalam satu genggaman..kefokusan liam membuat aruna tertawa kecil.
“Sini aku saja..”ucap aruna ingin mengambil alih pekerjan liam.
“Aku bisa sayang..”ucap liam..aruna mematung mendengar panggilan itu..dia tak terbiasan.
Setelah lama berjuang..rambung aruna terikat sepenuhnya..liam menghembuskan nafas kasar.
“Susah juga..”ucap pria itu.
“Kamu saja yang gabisa..”ejek aruna.
“Lama-lama pasti bisa..”ucap liam
Liam membalikkan tubuh aruna..liam terdiam melihat penampakan aruna..rambut aruna yang di kuncir tinggi membuat leher jenjang gadis itu terekspos..dia terdiam sambil menelan ludah kasar.
“Ga bagus ya kunciran kamu?..”tanya aruna melihat keterdiaman liam.
“Gerai saja ya?..”ucap liam ingin kembali membuka kunciran aruna..aruna langsung mencegahnya.
“Begini saja..gerah kalau di gerai..”ucap aruna
“Tapi..”liam tak setuju.
“Sudah ayo balik..kita sudah bolos satu mata pelajaran..”ucap aruna berjalan keluar meninggalkan liam.
.
.
Sepanjang jam pelajaran sekolah, aruna terus meujadi pusat perhatian semua orang dengan tampilan rambut barunya..gadis itu terlihat lebih segar..bahkan saat mereka di kantin pun semua orang masih memperhatikan gadis itu.
“Sejak pacaran dengan liam kenapa aura si udik itu jadi berubah..”
“Apa tertular aura liam?..”
“Kenapa malah jadi cantik..”
“Dia cantik juga rupanya..”
Begitulah bisikan para pria disana..liam kesal mendengar itu..dia manatap para pria itu dengan tajam, membuat mereka ketakutan..sedangkan aruna masih santai menikmati makananya..dia sudah biasa menjadi perhatian semua orang..tapi dia tak tau perhatian kali ini sungguh berbeda dengan biasanya..biasanya hanya ada bisikan mengejek..sekarang sangat berbeda.
“Makan pelan-pelan sayang..”ucap liam..aruna terbatuk pelan, dia masih tak terbiasa dengan panggilan itu.
Liam menyodorkan minuman pada aruna..aruna meminumnya cepat.
“Hati-hati..”ucap liam..aruna hanya mengangguk kecil.
.
.
.
TO BE ONTINUE…..