Indonesia
NovelToon NovelToon
Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / CEO
Popularitas:514
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

kisah seorang wanita yang berusaha melupakan mantannya yang mengkhianati kepercayaan.

diperjalanan menemukan jati diri dan kehidupan baru

sebuah kisah cinta yang manis namun penuh komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

...****************...

Pagi itu, kehidupan Arseno Andreas berjalan seperti biasanya.

Ia tiba di Andreas Corporation tepat pukul delapan pagi.

Setelan jas hitamnya tampak sempurna, langkahnya tenang, dan wajahnya kembali menunjukkan ekspresi dingin yang selama ini dikenal seluruh karyawan.

Namun ada satu hal yang berbeda.

Sejak tadi pagi, Arseno terus tersenyum kecil.

Bahkan Kosta yang berjalan di belakangnya sampai beberapa kali memperhatikan wajah atasannya.

"Pak."

"Hm?"

"Anda sedang bahagia?"

Arseno berhenti sebentar.

"Tidak."

Kosta mengangkat alis.

"Benarkah?"

"Kenapa?"

"Karena sejak masuk lobby, Anda sudah tersenyum tiga kali."

Arseno langsung memasang wajah datar.

"Aku tidak tersenyum."

Kosta hampir tertawa.

"Tentu saja."

Mereka masuk ke lift.

Saat pintu tertutup, Kosta kembali bertanya.

"Apakah karena Nona Evelyn?"

Arseno menatap angka lantai di atas pintu.

"Kerjakan pekerjaanmu."

"Itu bukan jawaban."

"Itu perintah."

Kosta akhirnya diam.

Namun senyum kecil masih terlihat di wajahnya.

Sementara itu, di Hills Corporation...

Evelyn juga mengalami hal serupa.

Naomi masuk ke ruangan dengan beberapa dokumen.

"Nona."

"Hm?"

"Ada laporan dari Andreas Corporation."

Evelyn mengulurkan tangan.

"Taruh di sini."

Naomi meletakkannya di meja.

Namun sebelum keluar, ia berhenti.

"Nona."

"Apa?"

"Bagaimana dinner kemarin?"

Evelyn langsung menatapnya.

"Kau tahu dari mana?"

Naomi tersenyum.

"Karena Tuan Arseno mengantar Nona pulang."

Evelyn terdiam.

"Jangan terlalu banyak bertanya."

"Saya hanya ingin tahu."

"Tidak ada yang istimewa."

Naomi mengangguk.

"Tidak ada yang istimewa."

"Benar."

"Kalau begitu kenapa Nona tersenyum?"

Evelyn langsung menyentuh wajahnya.

"Aku tersenyum?"

Naomi tertawa.

"Ya."

Evelyn menghela napas.

"Keluar."

"Baik, Nona."

Naomi berjalan keluar sambil tersenyum.

Begitu pintu tertutup, Evelyn kembali memandang ponselnya.

Tidak ada pesan dari Arseno.

Ia menunggu.

Lima menit.

Sepuluh menit.

Lalu dua puluh menit.

Evelyn mengerutkan kening.

"Kenapa aku menunggu?"

Ia langsung meletakkan ponselnya.

"Memalukan."

Namun beberapa detik kemudian...

Ponselnya bergetar.

Arseno:

Sudah sarapan?

Evelyn langsung tersenyum.

Evelyn:

Sudah.

Arseno:

Bagus.

Evelyn:

Kenapa?

Arseno:

Karena malam ini aku ingin mengajakmu makan lagi.

Evelyn terdiam.

Kemudian membalas.

Evelyn:

Bukankah kemarin baru dinner?

Arseno:

Kemarin aku belum puas.

Evelyn membaca kalimat itu berulang kali.

Wajahnya memerah.

Evelyn:

Kau semakin berani.

Balasan Arseno datang.

Arseno:

Hanya kepadamu.

Evelyn langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan.

"Astaga..."

Namun kebahagiaan kecil itu tidak berlangsung lama.

Di sebuah studio pemotretan di pusat kota...

Seorang wanita sedang duduk di depan cermin besar.

Rambut panjangnya ditata sempurna.

Wajahnya cantik.

Tubuhnya tinggi dan proporsional.

Ia mengenakan gaun putih yang sedang digunakan untuk sesi pemotretan sebuah majalah terkenal.

Namanya Anita Hara.

Seorang model ternama yang sudah lama dikenal di dunia hiburan.

Ponselnya bergetar.

Manajernya datang membawa tablet.

"Anita."

"Hm?"

"Ada berita tentang Arseno Andreas."

Anita mengambil tablet itu.

Matanya langsung tertuju pada sebuah artikel.

ARSENO ANDREAS DAN EVELYN HILLS SEMAKIN MESRA

Di bawah judul itu terdapat beberapa foto.

Salah satunya memperlihatkan Arseno dan Evelyn saat menghadiri acara amal.

Foto lainnya menunjukkan mereka keluar dari restoran.

Anita membeku.

"Siapa wanita ini?"

Manajernya menjawab hati-hati.

"Evelyn Hills."

"Putri keluarga Hills?"

"Ya."

Anita menggenggam tablet lebih erat.

"Jadi..."

"Arseno benar-benar bertunangan dengannya?"

Manajernya mengangguk.

"Berita itu sudah beredar selama beberapa waktu."

Anita tertawa kecil.

Namun bukan tawa bahagia.

"Lucu."

"Anita..."

"Selama bertahun-tahun aku menunggu Arseno."

Senyumnya menghilang.

"Dan sekarang tiba-tiba muncul wanita ini?"

Manajernya diam.

Anita menatap foto Evelyn.

"Dia pikir bisa mendapatkan Arseno begitu saja?"

Hubungan Anita dan Arseno sebenarnya bukan sesuatu yang baru.

Mereka telah mengenal satu sama lain sejak beberapa tahun lalu.

Anita beberapa kali menghadiri acara keluarga Andreas.

Ia juga sering mencoba mendekati Arseno.

Mengirim hadiah.

Mengundangnya makan malam.

Bahkan beberapa kali menyatakan perasaannya secara langsung.

Namun Arseno selalu menolak.

Baginya...

Anita hanya seorang teman keluarga.

Tidak lebih.

Tetapi Anita tidak pernah benar-benar menerima penolakan itu.

Ia selalu berpikir suatu hari Arseno akan berubah pikiran.

Kini...

Ia melihat seorang wanita lain berdiri di tempat yang selama ini ia inginkan.

Dan itu membuatnya marah.

Sore hari...

Anita datang ke Andreas Corporation.

Kedatangannya langsung menarik perhatian.

Beberapa karyawan mengenalinya.

"Itu Anita Hara."

"Model terkenal?"

"Iya."

"Kenapa dia datang?"

Anita berjalan menuju resepsionis dengan percaya diri.

"Saya ingin bertemu dengan Tuan Arseno."

Resepsionis berdiri.

"Apakah Anda sudah memiliki janji?"

"Tidak."

"Maaf, Tuan Arseno sedang..."

Anita tersenyum.

"Katakan saja Anita Hara datang."

Resepsionis terlihat ragu.

Namun akhirnya menghubungi sekretaris Arseno.

Beberapa menit kemudian...

Pintu lift terbuka.

Kosta keluar.

Begitu melihat Anita, wajahnya sedikit berubah.

"Nona Anita."

"Sudah lama."

"Benar."

"Aku ingin bertemu Arseno."

Kosta diam sebentar.

"Beliau sedang rapat."

"Aku bisa menunggu."

Kosta mengangguk.

"Silakan."

Tidak lama kemudian...

Arseno keluar dari ruang rapat.

Ia melihat Anita yang sedang duduk di ruang tunggu.

Langkahnya berhenti.

"Anita?"

Anita langsung berdiri.

"Arseno."

Mereka saling berhadapan.

"Apa yang kau lakukan di sini?"

"Aku datang menemuimu."

"Untuk?"

Anita tersenyum.

"Sudah lama kita tidak makan bersama."

"Aku sedang sibuk."

"Aku tahu."

Anita melangkah mendekat.

"Tapi kau selalu sibuk."

Arseno menatapnya.

"Kalau ada urusan bisnis, bicarakan dengan sekretarisku."

"Aku tidak datang untuk bisnis."

Arseno menghela napas.

"Kalau begitu?"

"Aku ingin mengucapkan selamat."

"Selamat?"

"Atas pertunanganmu."

Arseno mengangguk.

"Terima kasih."

Namun Anita memperhatikan wajah Arseno.

Ia melihat sesuatu yang membuat dadanya terasa sesak.

Arseno benar-benar bahagia.

Bukan sekadar berpura-pura.

"Apa kau mencintainya?"

Pertanyaan itu membuat Arseno terdiam.

Anita menunggu.

Beberapa detik kemudian Arseno menjawab,

"Ya."

Satu kata.

Namun cukup menghancurkan harapan Anita.

Wajah Anita menegang.

"Kau serius?"

"Ya."

"Sejak kapan?"

Arseno tidak menjawab.

Karena ia sendiri tidak tahu kapan tepatnya.

Mungkin sejak Evelyn mulai membuatnya tertawa.

Mungkin sejak ia mulai menunggu pesan wanita itu.

Atau mungkin sejak ia menyadari bahwa ia tidak ingin kehidupan tanpa Evelyn.

Anita mengepalkan tangannya.

"Jadi selama ini..."

Arseno menatapnya.

"Anita."

"Aku mengejarmu bertahun-tahun."

"Aku tahu."

"Aku selalu ada ketika kau membutuhkan seseorang."

"Aku menghargainya."

"Tapi kau memilih dia?"

Arseno menjawab dengan tenang.

"Aku tidak memilih berdasarkan siapa yang lebih dulu ada."

Anita menatapnya.

"Lalu berdasarkan apa?"

Arseno diam sebentar.

"Berdasarkan siapa yang membuatku ingin tetap tinggal."

Anita merasa seperti baru saja ditampar.

Ia tersenyum tipis.

"Begitu."

Kemudian ia mengambil tasnya.

"Aku mengerti."

Arseno tidak mengatakan apa-apa.

Anita berjalan menuju lift.

Namun sebelum pintu tertutup, ia menoleh.

"Arseno."

"Hm?"

"Aku belum menyerah."

Pintu lift tertutup.

Arseno berdiri diam.

Kosta yang sejak tadi berada tidak jauh darinya mendekat.

"Pak..."

"Apa?"

"Sepertinya kita akan mendapat masalah."

Arseno menghela napas.

"Aku tahu."

Malamnya...

Anita kembali ke apartemennya.

Ia berdiri di depan jendela sambil memandangi kota.

Di tangannya terdapat sebuah foto Arseno dan Evelyn.

Wajahnya berubah dingin.

"Kalau dia benar-benar mencintaimu..."

Ia tersenyum tipis.

"Berarti aku hanya perlu membuatnya berhenti mencintaimu."

Anita meletakkan foto itu di meja.

Ia mengambil ponselnya.

Sebuah nama muncul di layar.

Seseorang yang bisa membantunya.

Anita tersenyum.

"Kalau aku tidak bisa mendapatkan Arseno dengan cara baik..."

Ia menatap foto Evelyn.

"...aku akan membuat Evelyn sendiri yang meninggalkannya."

Malam itu...

Sebuah rencana baru mulai disusun.

Dan kali ini...

Target Anita bukan hanya Arseno.

Tetapi hubungan Evelyn dan Arseno yang baru saja mulai berubah menjadi cinta.

...****************...

1
Nanda Sa
oke 👍❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!