Indonesia
NovelToon NovelToon
Di Ceraikan,Aku Bangkit Jadi Miliarder

Di Ceraikan,Aku Bangkit Jadi Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fahmishodiq Abdullah

Kirana selalu dianggap istri yang "biasa saja" — tak pintar, tak berguna, hanya pantas mengurus rumah. Saat suaminya, Rangga, menceraikannya demi wanita lain di depan keluarga besar, semua orang mengira hidupnya akan hancur.
Mereka salah.
Di balik status "istri biasa" itu, Kirana menyimpan warisan yang selama ini tak pernah ia buka — dan kejeniusan bisnis yang selama ini ia pendam demi keluarga yang tak pernah menghargainya.
Kini, saat Rangga dan selingkuhannya mulai kehilangan segalanya, Kirana justru bangkit sebagai sosok yang tak seorang pun kenali. Pertanyaannya bukan lagi apakah ia akan kembali — tapi apakah Rangga pantas mendapatkan kesempatan kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fahmishodiq Abdullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kanaya

Kabar dari Kanaya Studio datang bukan lewat pesan resmi, melainkan lewat telepon langsung dari pemiliknya sendiri, seorang perempuan muda bernama nadira yang selama ini lebih sering berkomunikasi lewat Rani daripada langsung ke alya atau dimas.

"Alya," suaranya terdengar ragu di telepon, "maaf baru hubungin sekarang aku... butuh waktu mikir setelah baca postingan kamu."

"Aku ngerti," kata alya, mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. "Kalau kamu mau sampein keputusan buat nggak lanjut, aku hargain kejujurannya."

Ada jeda di seberang telepon, lalu tawa kecil yang tak terduga. "Bukan itu, alya. Aku justru nelpon buat minta maaf udah batalin pertemuan kemarin aku panik pas denger berita itu, karena" Nadira berhenti sebentar, seperti menimbang seberapa jauh ia mau membuka sesuatu. "Karena aku juga pernah di posisi yang mirip. Bukan sama Werkstatt, tapi sama mantan partner bisnis aku sendiri, yang klaim ide-ide Kanaya itu miliknya karena dia yang modalin awal-awal."

Alya terdiam, tidak menyangka arah percakapan ini.

"Aku baca postingan kamu semalam," lanjut nadira, "dan itu bikin aku sadar aku juga masih nyimpen cerita yang sama, yang aku tutupin karena takut dianggap 'bermasalah' kalau cerita terbuka. Jadi aku nggak cuma mau bilang Kanaya lanjut kerja sama sama alinea aku juga mau bilang terima kasih, karena kamu duluan yang berani jujur."

Alya merasakan sesuatu hangat menjalar di dadanya, campuran lega dan haru yang tak sepenuhnya bisa ia jelaskan dengan kata-kata di telepon.

"Makasih, nadira," katanya, suaranya sedikit bergetar. "Itu berarti banyak buat aku."

"Satu lagi," kata nadira sebelum menutup telepon. "Kalau kamu butuh saksi buat cerita soal cara kerja predator kayak gitu di industri kreatif, aku bersedia aku tau ada beberapa studio kecil lain yang juga pernah kena taktik serupa dari Vertex, cuma mereka takut cerita."

Kabar dari kanaya itu seharusnya jadi kelegaan penuh, tapi alya baru saja meletakkan ponselnya ketika pesan lain masuk kali ini dari nomor pribadi reza, yang sejak percakapan telepon dua hari lalu belum pernah menghubunginya lagi secara langsung.

Alya kita perlu ketemu bukan lewat pengacara, bukan lewat somasi cuma kita berdua hari ini, kalau bisa.

Dimas, yang berdiri di sampingnya, membaca pesan itu dan langsung mengeraskan rahang. "Jangan," katanya cepat. "Ini bisa jebakan, alya. Setelah semua yang dia lakuin, kenapa tiba-tiba mau ketemu personal?"

"Aku tau risikonya," kata alya, menatap layar itu lama. "Tapi kalau aku terus-terusan takut ketemu dia, itu berarti dia masih menang secara psikologis, walaupun secara publik kita udah menang aku nggak mau hidup kayak gitu lagi, Dimas delapan tahun udah cukup."

"Kalau begitu aku ikut," kata dimas tegas.

"Nggak," alya menggeleng pelan. "Bukan karena aku nggak butuh kamu tapi karena kalau aku ketemu Reza dengan kamu di sampingku, dia bakal baca itu sebagai aku butuh perlindungan buat hadepin dia aku mau dia liat aku dateng sendiri, bukan karena aku sombong, tapi karena aku udah nggak takut lagi."

Dimas menatapnya lama, jelas tidak sepenuhnya setuju, tapi juga mengerti ini bukan keputusan yang bisa ia ambil alih dari alya.

"Oke," katanya akhirnya, pelan. "Tapi kirim lokasi ke aku sebelum berangkat dan telepon aku begitu selesai, secepatnya."

Alya mengangguk, membalas pesan reza dengan satu kalimat singkat.

Kafe di seberang studio alinea jam empat sore.

Balasan datang cepat.

Aku yang dateng ke wilayah kamu adil.

Alya menatap layar ponselnya lama setelah itu, mencoba membaca nada di balik kalimat singkat itu apakah ini tanda gencatan senjata, atau justru permulaan babak baru yang lebih rumit dari yang bisa ia duga.

Jam empat sore masih lima jam lagi dan untuk pertama kalinya sejak semua ini dimulai, alya tidak tahu harus berharap apa dari pertemuan yang akan datang.

1
sunaryati jarum
Semoga segera dapat cari solusi atau pilihan
sunaryati jarum
Pinter Kirana , sesuai dengan cara kerjamu berinvestasi, pemikiran Alya
sunaryati jarum
Selamat sudah sukses Kirana
sunaryati jarum
Bagus Kirana,kamu tidak menyimpan dendam,Itu membuat.langkah kamu meniti karir lebih ringan
sunaryati jarum
Belum.bisa menguasai Rangga sudah jatuh. Tanpa melakukan apapun sudah ada yang membahas Kirana.Yang bukan Kam atau perubahan kamu yang membuatnya
sunaryati jarum
Baru bertunangan kok sudah satu rumah dan ada rekening bersama
sunaryati jarum
Cara kotor yang kamu gunakan untuk menjatuhkan Kirana yang tetap berdiri kokoh akan menghancurkan dirimu sendiri, Vania
sunaryati jarum
Semoga segera ketahuan jika Vania pelakunya
sunaryati jarum
Perkataan telak menghunjam hati Rangga jika merasa, diceraikan malah berterimakasih.Dulu di keluarga kamu meremehkan Kirana orang biasa tidak bisa apa- apa tidak selevel dengan Vania.
sunaryati jarum
Ikutilah hasil pengalaman ayahmu, semoga merupakan langkah menuju keberhasilan,Kirana
sunaryati jarum
Selalu berkembang dan merambah ke usaha lain yang butuh suntikan dana dan pengembangan pemasaran,semoga semua berhasil.Untuk Rangga siap- siap perusahaan kamu ditinggalkan investor karena mengikuti Vania yang tidak tahu apa- apa.
A-iwak
ok akan di lanjutkan
sunaryati jarum
Kamu jeli Kirana, pertahankan walau perusahaan sudah besar nanti tetep teliti
sunaryati jarum
Sukses Kirana
sunaryati jarum
Mungkin yang memiliki masalah kesuburan Rangga.Emak baru mampir Thoor /Heart//Heart//Heart/
Kumbang di taman
Kirana, sebuah nama yang indah
Kumbang di taman
semangat selalu 😍
A-iwak: terimakasih atas kunjungannya
total 1 replies
Kumbang di taman
sukses selalu Author 👍
Kumbang di taman
sangat menarik
Adinda
toko utamanya Kirana atau dimas Dan alya,kalau bisa libatkan toko pemeran utamanya Dan tokoh yang jadi pendamping hidup Kirana,jadi ceritanya makin seru.
A-iwak: ok kak masukan saya terima kak,makasih atas masukan dan sarannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!