Indonesia
NovelToon NovelToon
Cantika Si Gadis Tangguh

Cantika Si Gadis Tangguh

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dunia Masa Depan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nina1708

Cantika Putri, gadis cantik yang tinggal di pedesaan. dan harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Cantika baru mengetahui kalau dirinya bukan anak kandung dari orang tua yang selama ini merawatnya. Dan dia bertekad akan mencari keluarga kandungnya..

Apakah Cantika bisa bertemu keluarga Kandungnya?? Dan apakah dia di terima baik oleh keluarga kandungnya itu??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fitnah Chilla

Happy Reading.

❤❤❤❤❤

Rasa malu dan kekalahan berturut-turut membuat Chilla benar-benar gelap mata. Karena sadar tak sanggup menumbangkan Cantika yang terlalu tangguh, target dendam nya bergeser kembali ke Amora. Bagi Chilla, Amora adalah sasaran empuk yang menjadi akar dari segala kesialan nya.

Hari berikut nya saat jam pelajaran olahraga usai, Chilla memanfaatkan situasi ruang ganti yang mulai sepi. Ia secara diam-diam menyembunyikan ponsel milik salah satu siswa paling berpengaruh di sekolah ke dalam tas sekolah Amora. Tanpa buang waktu, Chilla langsung memprovokasi suasana dengan berteriak bahwa telah terjadi pencurian.

Keadaan mendadak ricuh. Beberapa murid dan guru piket berkumpul di depan ruang ganti. Chilla dengan nada meyakinkan menunjuk tas Amora untuk di periksa. Saat ponsel tersebut benar-benar ditemukan di dalam tasnya, Amora langsung histeris dan menangis sesenggukan, terus menerus menegaskan bahwa ia bukan seorang pencuri.

Di tengah tatapan penuh tuduhan dari teman-teman nya, Amora yang panik dan ketakutan tidak pasrah begitu saja kali ini. Mengingat semua pesan dan keberanian Cantika, Amora memberanikan diri menatap guru piket dengan tegas.

"Pak, saya memang tidak tahu bagaimana ponsel ini ada di tas saya," ucap Amora dengan suara bergetar namun lugas. "Tapi sebelum bapak menghakimi saya, tolong periksa sidik jari yang ada di ponsel itu atau cek rekaman CCTV koridor ruang ganti jam sepuluh tadi." lanjut Amora.

Pernyataan Amora yang mendadak berani dan tenang langsung membuat Chilla tersentak kaget. Suasana ruang ganti yang tadinya memojokkan Amora mendadak berbalik penuh keraguan terhadap Chilla, membuktikan bahwa Amora yang sekarang bukan lagi sosok lemah yang bisa di tindas dengan mudah.

Wajah Chilla mendadak pucat pasi. Ia tidak menyangka Amora yang dulu nya penakut kini bisa menjawab dengan begitu tenang dan berani di depan guru piket.

"Nggak usah di lerbesar sampai cek sidik jari segala, Pak!" sela Chilla cepat dengan nada panik yang tak bisa disembunyikan. "Mungkin... Mungkin Amora cuma keliru atau nggak sengaja kemasukan ponsel itu." lanjut Chilla.

"Kalau nggak salah, kenapa takut di buktikan?" Sebuah suara tegas menginterupsi dari arah pintu.

Cantika berjalan masuk bersama Kainan yang langsung menghampiri sang guru. Ternyata sejak awal Amora di jebak, seorang murid sempat memberi tahu Cantika. Tanpa membuang waktu, Cantika mengajak Kainan, yang kebetulan anggota pengurus OSIS untuk meminta rekaman CCTV koridor ruang ganti kepada petugas keamanan.

Kainan menyerahkan ponsel milik nya ke Pak Guru, menampilkan video rekaman yang sangat jelas. Di layar itu, terlihat Chilla celingukan di koridor sepi sebelum menyelinap masuk dan memasukkan sesuatu ke dalam tas Amora.

"Chilla! Ikut Bapak ke ruang BK sekarang juga!" bentak guru piket dengan wajah merah padam. Semua murid di sekitar ruang ganti langsung berbisik-bisik, memandang Chilla dengan tatapan jijik dan sinis.

Chika hanya bisa menunduk dalam-dalam, menahan malu yang luar biasa saat digiring menuju ruang bimbingan konseling. Kali ini, hukuman skorsing dan catatan hitam sudah pasti menantinya.

Amora menghela napas lega, menyapu sisa air mata di pipinya. Cantika merangkul bahu sahabatnya itu sambil tersenyum bangga. "Kamu hebat banget tadi, Amora. Kamu udah bisa bela diri kamu sendiri."

Amora menatap Cantika dan Kainan dengan tulus. "Ini semua karena kamu, Cantika. Kamu yang ngajarin aku buat nggak takut lagi sama orang kayak Chilla." ucap Cantika.

Kainan ikut tersenyum lega melihat Amora yang makin kuat. Sejak hari itu, tak ada lagi yang berani merundung Amora, dan Chilla harus menerima konsekuensi atas seluruh perbuatan buruk ya.

******

Sudah tiga bulan sejak Paramita memutuskan hubungan dengan Romi. Keputusan itu tidak mudah, tetapi luka dari kata-kata kasar dan tatapan meremehkan Romi akhirnya memberi Paramita keberanian untuk melangkah pergi. Dia lelah terus-menerus merasa kerdil di samping seseorang yang seharus nya menjadi tempat nya bersandar.

Awal nya, hari-hari Paramita di penuhi sunyi yang canggung. Namun, suasana perlahan berubah ketika tugas proyek Biologi memasang-masangkan murid secara acak. Paramita mendapati diri nya duduk bersama Arka, teman sekelasnya yang selama ini terkenal tenang, berwajah ramah, dan irit bicara.

Berbeda dari Romi yang selalu mendominasi pembicaraan dan menyepelekan pendapat nya, Arka adalah pendengar yang luar biasa. Suatu sore di perpustakaan sekolah, ketika Paramita ragu-ragu menyampaikan ide presentasinya, Arka tidak menyela. Pemuda itu justru mengangguk pelan, mencatat poin-poin ide Paramita di buku nya, lalu menatap nya hangat.

"Ide kamu bagus banget, Mita. Bagian pemisahannya rapi. Kita pakai konsep kamu aja, ya?" ucap Arka tulus.

Kalimat sederhana itu membuat dada Paramita berdesir. Sudah lama sekali dia tidak mendengar seseorang mengapresiasi pikiran nya tanpa pretensi.

Sejak hari itu, kedekatan mereka mengalir tanpa dipaksa. Mereka mulai sering berjalan bersama menuju gerbang sekolah, saling berbagi camilan saat jam istirahat, hingga bertukar pesan singkat menjelang malam. Arka tidak pernah menuntut perhatian berlebih atau berusaha mengontrol hidupnya. Pemuda itu hadir secara konstan dengan kebaikan-kebaikan kecil: membawakan es teh kegemaran Paramita saat cuaca terik, atau sekadar menunggunya selesai piket kelas tanpa mengeluh sedikit pun.

Suatu sore, hujan deras menahan mereka di teras sekolah yang mulai sepi. Paramita memperhatikan Arka yang sibuk melipat jaket nya untuk dijadikan penghalang air agar tas Paramita tidak basah terkena tampias.

"Arka," panggil Paramita pelan.

"Iya, Mit?" Arka menoleh, menghentikan gerakan nya.

"Kenapa kamu selalu baik banget sama aku?" tanya Paramita.

Arka tersenyum kecil, tatapannya lembut menatap mata Paramita. "Soal nya kamu berharga, Mita. Orang yang hebat kayak kamu pantas diperlakukan dengan baik." jawab Arka.

Sore itu, di bawah riuh suara hujan, Paramita menyadari sesuatu. Menyembuhkan hati bukan berarti melupakan masa lalu sepenuh nya, melainkan memberi ruang bagi orang baru yang tahu cara menghargai keberadaan nya. Dan bersama Arka, rasa sakit dari masa lalu itu perlahan menguap, berganti dengan hangat yang sudah lama hilang.

******

Keyakinan Nyonya Nirmala sudah bulat. Semua petunjuk mulai dari garis wajah, kalung liontin sebelah hati, hingga lokasi Desa Mekar Sari yang berdekatan dengan Jembatan Karang Sari—mengarah pada satu muara: Cantika adalah putri kecil nya yang hilang 16 tahun lalu.

Namun, sebagai wanita yang bijak, ia tahu tak boleh gegabah. Ia membutuhkan bukti ilmiah yang tak terbantahkan sebelum membongkar rahasia besar ini. Tes DNA adalah satu-satunya jalan.

Guna melancarkan rencana nya tanpa menimbulkan kecurigaan, Nyonya Nirmala mengambil ponsel nya dan mengetik pesan singkat untuk Amora.

*"Amora sayang, besok sepulang kampus ajak Cantika main ke rumah lagi ya, Nak. Mama suka sekali sama kepribadian nya yang sopan. Sekalian Mama mau buatkan es krim masakan Mama buat kalian berdua."*

Tak butuh waktu lama, ponsel nya bergetar membalas pesan tersebut.

*"Wah, beneran Ma? Asyik! Nanti Amora bujuk Cantika supaya mau main ke rumah lagi besok sore,"* balas Amora penuh semangat.

Nyonya Nirmala meletakkan kembali ponsel nya di atas meja. Jemari nya saling bertautan rapat dengan napas yang berembus berat. Ia sudah menyiapkan segalanya dengan matang. Begitu Cantika datang besok, ia akan mencari kesempatan untuk mengambil sampel DNA—mungkin dari helai rambut Cantika yang tertinggal di sisir guest room, atau dari gelas bekas minum nya.

"Tunggu Mama, Nak... sebentar lagi Mama akan bawa kamu pulang," bisik Nyonya Nirmala lirih pada gumpalan kerinduan yang telah ia simpan selama belasan tahun.

*******

Happy Reading Guys. 🥰🤗

1
Icha Arlita
ayo semangat Thor aku penasaran 😁
Icha Arlita
makin penasaran
lanjut Thor 👍
Icha Arlita
keren keren 👍
Icha Arlita
cerita nya ringan sat set ga bertele tele aku suka 👍
Icha Arlita
aku mampir siapa tau menarik 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!