prolog .
Wulan...seorang gadis cantik periang dan sangat menyukai gunung hingga suatu kejadian yang membuat dia sangat membenci gunung,dan menjadi wanita yang dingin dan tegas.sampai datang seorang pria yang tertarik dengan Wulan mungkinkah pria itu bisa mengubah Wulan kembali menjadi gadis periang lagi dan siapa pria itu yang membuat hidup Wulan menjadi kacau lagi setelah akan terjadi ikatan pernikahan,siapa kah sebenarnya orang masa lalu Wulan yang membuat hidupnya jadi menderita lagi sebelum hari pernikahannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Arlan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENGHAPUS JEJAK MU
" Terus lho bangga jadi selingkuhannya ? "
pertayaan Wulan membuat Mery terdiam
kini pikiran Galang kacau dan tidak bisa berpikir apa - apa lagi.selain meminta maaf pada Wulan dan mencegah gadis itu agar tak pergi meninggalkan nya
" Lan itu hanya nafsu,Lan tubuhku boleh di sentuh oleh siapa saja tetapi tidak dengan hatiku, hatiku hanya untuk mu Lan "
Galang memeluk kedua kaki Wulan dengan erat yang berdiri dengan angkuh di depannya.
Wulan tertawa terbahak bahak membuat semua yang ada di situ menatapnya kebingungan.
suasana menjadi hening kini Galang tertunduk di hadapan Wulan.Wulanpun hanya terdiam menatap sahabatnya dan lelaki yang masih menjadi pacarnya itu.
sedangkan Rina berdiri di sebelah Wulan untuk memastikan bahwa tidak akan terjadi apa - apa pada Wulan.
" Aku baru tahu ternyata kamu tidak mencintai aku.setelah sekian lama kita lalui bersama yank dan ternyata aku baru tahu bahwa aku hanya permainanmu saja Galang."
Dengan suara bergetar Mery mengatakan itu kepada Galang air mata mengalir deras di pipinya,ia menunduk kan pandangan nya saat dirinya tidak segaja menatap mata Wulan
Rina terkejut mendengar pengakuan Mery
" Ya kami sudah lama menjalin hubungan tepatnya saat kita mendaki gunung beberapa bulan yang lalu. saat itu gue ketemu Galang lagi cari kayu bakar kami berbincang bincang tidak jauh dari tenda lalu kami terbawa suasana dan semua terjadi begitu saja.
pengakuan Mery membuat Wulan tercengang ia begitu mengingat saat Mery yang pergi mencari kayu bakar tapi tak kembali kembali.ia tidak menyangka bila Mery sedang berdua dengan Galang yang adalah pacarnya
bibir Wulan bergetar menahan emosi saat ia mendengar pengakuan Mery .begitupun Rina yang terperangah tak percaya menatap Mery saat gadis itu mengakui hubungan nya dengan Galang
" Kenapa kamu tega Lang ."Ucap Wulan sambil menangis
Galang hanya terdiam dan mengunci bibirnya rapat ,rapat
" Gue sudah mencintai Galang sejak jumpa pertama masuk sekolah,tapi Galang sedikitpun tak pernah menoleh pad setiap wanita yang mencoba mendekatinya.tapi ternyata Galang tertarik pada mu Wulan "
ucap nya sambil menatap Wulan dengan tatapan cemburu
" Saat itu gue beranikan diri untuk mengakui perasaan gue sama Galang gue ngak niat mengoda nya gue hanya ingin mengakui perasaan gue tapi ternyata kita terbawa suasana "
Mery tercekat .ia menghapus air mata nya dengan cepat lalu mencoba untuk pergi meninggalkan mereka semua.
kini Mery tidak mempunyai sahabat lagi.secuil kebodohan membuatnya hancur berkeping keping.
ia menyesali semua yang telah terjadi ia menangis di dalam Taxi yang di tumpanginya.saat ini dunia tidak berpihak ke padanya.ia benar benar frustasi dan merasa sendirian.
flasback off
" Menagislah biar beban yan selama ini menghimpit mu terlepas.dan lepaskan semua luka yang pernah ada.jangan takut aku yang akan membalut dan mengobati lukamu." Ucap Dirga sambik mengelus puncak rambut Wulan.
Wulan masih terus memeluk Dirga ia terasa engan melepaskan pelukan yang terasa sangat nyaman itu.
" Wulan minggu depan aku ingin melamar mu apakah kamu bersedia? " Ucap Dirga yan masih memeluk Wulan
Wulan yang mendengar itu menatap Dirga dan mengangguk
" Ya aku bersedia.nanti aku bilang sama mama dan papa" wulan tersenyum tetap tidak melepaskan pelukannya pada Dirga.
" Aku berjanji aku akan mencintaimu setulus hatiku.dan akan ku hapus jejak orang yang telah menyakitiku." Batin Wulan sambil kepalanya bersandar di dada bidang Dirga
mampir yuk di novel aku
"Cinta berakhir di lampu merah."