Seharusnya Sofia bahagia di hari pernikahan ini, tetapi ternyata dihari yang sama suami yang baru di nikahinya sore tadi melemparkan surat cerai ke wajahnya. " Bukankah kamu memang berambisi menikah denganku? Tanda tangani kita impas." Akankah Sofia menandatangani surat cerai itu? Pria yang di cintainya sejak kecil ternyata memendam kemarahan. Wiliiam menikahinya hanya untuk merampas hartanya. Bagaimana cerita selanjutnya. Jangan lupa Like and Vote ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon San san 💕, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33 Joehan dan leala
Sakit perut yang di rasakannya tidak pernah seperti ini. Keringat dingin membasahi dahinya, mual tanpa mengeluarkan makanan apapun. Sebelumnya William tak pernah punya riwayat sakit. Anehnya semua terasa sangat berat bahkan saat bernafas pun perutnya terasa makin sakit. William benar benar tersiksa. Dokter pribadi yang di datangkan ke apartemennya hanya bisa membantu mengurangi rasa sakit. Disarankan untuk di rawat di rumah sakit, tetapi William menolak.
Kenapa bisa seperti ini? Elsa sangat pusing di buatnya. Bagaimanapun juga Elsa sangat mencintai William, Elsa terlihat panik. Bahkan Pran kena umpatan beberapa kali.
Dokter menyuntikkan obat penenang, perlahan lahan kesadaran William menurun dan tertidur.
"Kalau nanti masih kesakitan, antarkan dia ke rumah sakit. Dan kabari saya." Ucap dokter di tujuka pada Elsa.
Elsa sangat mencintai William, bahkan Elsa bersedia menggantikan rasa sakit William. Dia menjaga William di samping tempat tidur.
Mengganti kain kompres yang ada di dahi William. Elsa mendengar rintihan yang keluar dari mulut William, nama seorang wanita yang sangat di bencinya. Wanita yang menempati hati William. Sofia!
Hati Elsa merasa pahit. Usahanya selama ini sia sia. Suara jantungnya bergemuruh, menatap wajah William dengan emosi.
Kalau aku tak bisa memiliki hatimu, paling tidak berikan seluruh hartamu padaku.
Di tempat lain Sofia mengerang kesakitan, bayi ke duanya sulit di keluarkan, berkali kali dokter memanggil namanya. Kesadarannya kadang hilang, kadang juga muncul kembali.
Ikatan batin dengan William begitu erat. Di saat sisa nafas dan dorongan terakhirnya Sofia mengucapkan kalimat terakhirnya 'William aku benci kamu'.
Setelah itu Sofia tak sadarkan diri.
Berkali kali dokter dan perawat menepuk nepuk wajahnya. Tetapi kesadarannya tak pernah kembali.
Saat dokter mengabarkan hal ini kepada Marcel, betapa sedih hati Marcel. Memasuki kamar perawatan melihat tubuh Sofia penuh selang dan kabel.
Sudah tujuh hari lamanya sofia tak juga siuman. Marcel dan yang lain sangat cemas, dan putus asa. Apalagi dokter berkata agar mengiklaskan saja. Marcel tidak mau menyerah, Baginya paling tidak dia harus berusaha.
Marcel mendatangkan seorang dokter ahli Syaraf ternama. Tak satupun pasiennya yang gagal di tanganinya.
"Ana bagaimna kabar Sofia? Apa baik baik saja?" Sebuah teriakan memecah keheningan. Suara Bobi juga terlihat panik."
"Bobi, kamu dari mana saja? Tahukah kamu, kalau sampai sekarang Sofia masih belum sadar?"
"Aku menjemput nenek, sampai sekarang nenek belum melihat Sofia. Apa kamu tau kalau nenek menangis setiap hari?"
"Maafkan aku, tetapi aku takut Sofia akan mati, Bobi lakukan sesuatu, aku tidak mau Sofia mati, aku masih ingin bermain dengannya, kasian kedua bayinya."
Tiba tiba Suara bentakan Marcel memekakkan telinga.
"Ana!"
"Maaf, aku benar benar takut karena aku Sofia seperti ini."
"Bukan, ini karena Sofia sudah waktunya melahirkan."
Ana masih saja menangis. Hingga Martha menyuruh Bobi untuk membujuk istrinya.
Sofia menderita sendirian, di dalam kamar rumah sakit, dan di negara asing dia hanya seorang diri, tetapi tanpa di sadarinya di luar ruangan semua menghawatirkannya, Marcel, Martha, nenek, Ana dan Bobi semua sangat sayang padanya.
Bahkan dokter yang merawatnya juga terlihat iri melihat pemandangan itu.
Dokter Carol, wanita berdarah campuran Jerman Turki. Carol adalah dokter ahli Saraf, sangat baik dengan semua pasien, dia terkenal ramah. Bahkan yang di lakukan pada Sofia. Dokter Carol mendampingi perawat yang tengah melakukan terapi pada Sofia. Carol membisikkan kata kata yang sangat menyentuh hati Sofia. Di alam bawah Sadar Sofia seperti tersihir. Seharusnya Carol menggunakan tehnik penyembuhan dengan metode ultrasound, tetapi untuk kondisi pasien seperti Sofia, dokter Carol paham betul, Rangsangan pada otak pasien hanya butuh melakukannya seperti ini.
"Pasien Sofia, dengarkan suara di luar, bagaimana keluargamu sangat mencemaskan keadaanmu. Apakah kamu tidak ingin kembali pada mereka? Beruntung sekali mendapatkan orang seperti mereka, tentunya kamu tak mau membuat mereka bersedih kan?"
Carol mengusap pipi Sofia yang merah, Carol melihat wajah Sofia begitu cantik. Carol merasa wanita ini sangat beruntung mempunyai suami seperti Marcel.
"Suster kenapa bayinya belum di bawa kemari? Cepat ambil sekarang, tangisan bayi merangsang otaknya untuk merespon."
Perawat membawa ke dua bayi itu ke dalam ruangan Sofia di rawat. Carol mendekatkan box bayi itu di samping Sofia.
"Lihatlah ke dua bayimu begitu cantik dan tampan, apakah kamu tak ingin melihatnya?" Dokter Carol kembali mengusap pipi Sofia hingga menghangat. Memerintahkan perawat untuk memberikan aroma terapi di ruangan itu.
Mungkin ke dua bayi itu merasa lapar, sehingga ke duanya menangis histeris. Perawat tidak langsung menolong bayi itu hanya berselang lima belas detik Sofia memberikan reaksi. Mengangkat tangannya. Membuang pandangan mencari asal suara.
Dokter Carol menolong Sofia. Mungkin keteguhan hati Sofia yang membuat dirinya tetap hidup, tangisan bayinya menariknya kembali ke dunia nyata.
Carol memberikan semua pertanyaan untuk di jawab Sofia, menandakan pasien tersebut telah sadar kembali seratus persen.
"Sofia kamu sangat beruntung, selama koma tujuh hari, suami kamu belum pernah sekalipun meninggalkanmu."
Sofia hanya memberikan senyuman, baginya tak ada gunanya membantah. Mendiamkannya sementara Sofia menyusui bayinya satu persatu.
Marcel dan Ana di perbolehkan masuk oleh perawat.
William terkesan malu saat memandang Sofia tengah menyusui bayinya.
"Sofia, tahukah kamu, kalau aku sangat cemas. Aku takut mungkin saja bayinya kesakitan saat ku dekatkan kepalaku di perutmu. Aku merasa bersalah. Lihatlah kulitnya mengkerut seperti kulit orang tua."
"Betulkah kamu kuwatir?"
"Tentu saja, kau tanyakan saja pada Marcel. Kamu beri nama apa bayimu? Belehkah aku memberikan nama untuk yang bayi perempuan?"
Sofia menganggukkan kepalanya.
"Ok bagaimana kalau Leala?"
"Bagus, dan yang laki laki bolehkah dokter memberi nama pada bayiku, karena aku tau dokter selalu membisikkan kata kata baik di telingaku, hingga aku bisa tersadar kembali."
Mendapat kehormatan itu Carol langsung terkejut. Apalagi bayi itu adalah anak dari pasiennya.
"Eeeem, baiklah. Bagaimana kalau Joehan?"
"Nama yang baik, trimakasih dokter."
"Kalau begitu kita memanggil bayi itu dengan sebutan Joe dan lea ok. " Ana mengucapkan dengan suara manjanya.
Sofia merasa Carol sering kali mencuri pandang kepada William. Mengatasi kecanggungan itu Sofia di sibukkan dengan bayi Joe dan Lea.
"Apa kamu ingin menggendongnya?" Ucap Sofia kepada Ana.
"Tidak, aku hanya berharap mereka bisa tertidur lelap, aku takut menggendongnya. Bagaimana kalau nanti tulangnya terlepas dan kulitnya terkelupas? Tidak, aku tidak berani." Seketika suara tawa di dalam ruangan itu memecah keheningan. Bagaimana mungkin wanita seumur Ana yang sudah menikah masih ketakutan saat mengendong bayi?
Sebaiknya anda keluar dulu , pasien baru saja sadar. Seharusnya masih dalam masa pemulihan. Kita akan periksa lagi besok, kalau hasilnya baik istri anda bisa segera di bawa pulang. Ucapan dokter Carol.
Marcel merasa susah untuk menjawab antara ambigu dan senang. Lidahnya tiba tiba mengkerut. Tak bisa mengucapkan apa apa, walaupun hanya mengatakan 'iya'.
Saat Marcel memandang wajah Sofia, tak sedikitpun ekpresinya berubah, hal itu membuat hati Marcel tiba tiba menggelap.
Rasa ingin tahu pada wajah Dokter Carol akhirnya terjadi. Kenapa pasangan ini seperti orang asing?
Di hari yang Fitri ini, ijinkan aku memohon maaf, minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir batin🙏🙏🙏 jangan lupa Like nya ya.
lama banget aku cari mau baca ulang
padahal dia sendiri tak betah pada satu wanita.
dasar bandit srlamgkamgan
kapal pesiar dan apartemen mah kecil... 😁😁😁
si pram juga korban cinta buta, yg merasa UAS dengan layanan panas ny Elsa
n
syukurin...
srblomonster William menemu kan mu 😁😁😁
Joe terlalu teledor, hingga alamat IP ny dpt di ketahui oleh willian
bkn kah tuan ny yg telah menggores luka yg terdalam pada Sofia.
ngaca lu Jim 😁😁😁
kapan lah saat hsnjaran ny dia.
dan kebakaran perlahan 2 juga akan terungka
sehingga percaya saja dengan omongan 2 orang pecundang itu