Indonesia
NovelToon NovelToon
Janji Hati

Janji Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Badboy / Spiritual / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:67.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ervina Dwiyanti

Mungkin kedua hati yang saling mengisi akan dipisahkan dalam waktu sejenak namun ketika dan apabila cinta itu dipegang teguh dengan hati yang tulus dan ingin bersama maka akan ada selalu jalannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ervina Dwiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 34. Banyak Maunya

Sebelumnya, 

Mama menahan tangan Ema dan ingin mengatakan sesuatu kepadanya. "Mama mau minta tolong sama kamu, kamu mau gak tolongin mama." ucap mama yang diam-diam saja. Ema lantas bingung dan ada apa. 

"Jadi rencananya mama mau jodohin sama Olivia. Kamu mau bantuin mama kan? Mama pengen banget kalau misalnya Abrar sama Olivia. Kamu mau kan bantuin mama buat ini. Kamu bilang aja kalau misalnya demi dede bayi pasti dia mau deh buat bantuin itu." Mama memaksa sekali agar Ema mengiyakan dari keinginannya. Butuh waktu agar kakak tertua dari Abrar mengiyakan dari keinginannya tersebut. 

"Ya udah deh mah aku coba dulu ya sama Abrar tapi kalau misalkan nggak berhasil ya udah berarti aku nggak bisa memaksakan kehendak dari mama." Mama pun mengangguk ucapan dari Ema. 

Ema mendekat ke arah Abrar, ia ingin mengatakan sesuatu kepada Abrar. "Aduh aku pengen banget deh kamu deket sama Olivia boleh nggak? Demi dede bayi?" ucap Ema kepada Abrar yang sedang duduk di sampingnya. 

"Pasti kakak bohong ya kasihan banget sih dedek yang ada di perut disalahin terus dibawa-bawa."

"Kakak serius sama sekali nggak bohong soal ini kamu tuh gimana sih ini kan keinginan dede bayi!" Ema mulai bersandiwara karena mengikuti suruhan dari mama. Rupanya dari belakang diam-diam mama mendengarkan obrolan dari mereka berdua. 

"Kok jadi aneh begini sih kak pasti ada sesuatu hal yang aneh deh iya kan ayo ngaku sama aku?" 

"Nggak ada sama sekali kok ini kemauan bede bayi selama ini kakak pernah nggak nyuruh kamu buat deket-deket sama orang nggak pernah kan?" Masuk akal dan memang benar kalau misalkan apa yang diucapkan dari Ema apa adanya ia sama sekali tidak pernah menyuruh Abrar dengan siapapun. Abrar pun terdiam dengan ucapan kakaknya tersebut ini adalah kali pertamanya. 

"Kak kenapa kakak tiba-tiba nyuruh aku deket sama Olivia? Pasti mama kan yang nyuruh kakak buat aku deket sama Olivia?" Ema terdiam dengan pertanyaan dari Abrar. 

"Ini tuh demi dede cabang bayi, masa omnya nggak mau sih buat dede bayinya? Soalnya Dede mah bayinya mau banget kalau omnya sama Olivia kamu mau kan?" Abrar langsung terdiam saja dengan ucapan tersebut ia tidak bisa berkata-kata lagi. 

"Ya udah sekali aja ya jangan terlalu dipanjang panjangin!" Ema pun mengangguk dengan ucapan Abrar. 

"Jadi kesimpulannya kamu mau nggak buat deket sama Olivia? Nggak usah deket deh jalan aja dulu untuk memenuhi kemauan dari dedek?" Agak berat untuk mengatakan hal ini dan Abrar pun agak sedikit bingung juga untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh kakaknya. 

"Ya udah deh aku coba dulu." 

Ema pun meminta Abrar untuk mengambilkan minum di dapur. "Ambilin kakak minum dong di dapur kakak haus banget." Abrar pun dengan sigap mengambilkan air minum di dapur. 

"Kok muka den Abrar kaya ditekuk gitu sih?"

Abrar hanya menggeleng pertanyaan dari mbak yang ada di dapur. Dia pun mengambil gelas yang sudah diisi air di dispenser. "Makasih banyak ya kamu tuh emang adik baik yang yang terbaik deh buat kakak."

"Iya kak makasih juga. Aku sebenarnya males banget kak buat jalan sama Olivia. Kenapa sih dede bayinya pengen aku buat jalan sama Olivia aku kan nggak mau kak?"

"Kamu mau kalau misalkan dedek bayinya ileran?" 

"Bohong banget kakak ngomong kayak begitu menurut aku sih mitos doang masa seorang bayi ileran sih itu mah ada orang dulu kali kak!" 

"Ya kakak mana tahu juga kan baru aja hamil untuk pertama kalinya?" 

"Ya udah deh kak sekali ini aku turutin tapi lain kali jangan ya aku nggak suka!" 

Ema mengacak-ngacak puncak kepala adiknya. 

***

Karena ingin mewujudkan dari ibu yang hamil Abrar pun mengajak Olivia untuk jalan bareng di hari ini berdua. Dan karena ia tidak memiliki nomor HP dari Olivia ia pun meminta langsung kepada Gina sepupunya yang dekat atau sahabat dari Olivia. Mungkin awalnya Gina merasa bingung kenapa tiba-tiba Abrar minta nomor HP dari Olivia tapi karena dijelaskan dan dengan panjang lebar akhirnya pun Olivia dan Abrar jalan bareng juga hari ini. Namun sebelumnya Abrar harus menjemput terlebih dahulu di rumah Olivia. Ia mengetuk pintu rumah Olivia. "Hallo assalamu'alaikum." Ia mengetuk pintu rumah Olivia. Tak lama kemudian Olivia membuka pintu rumahnya. Ternyata Abrar menepati janjinya kalau misalkan ia akan ke rumahnya. 

"Ya udah kalau gitu tungguin dulu didalam gue ganti baju dulu ya." Abrar pikir mereka akan langsung jalan ternyata Olivia sama sekali belum mengganti bajunya dan masih memakai pakaian rumah. Ia pun dipersilahkan untuk duduk di ruang tamu menunggu Olivia mengganti pakaiannya. 

Tak berapa lama Olivia pun keluar dan siap untuk jalan dengan Abrar. Abrar membukakan pintu mobil layaknya seperti seorang princess pada umumnya ia selalu memperlakukan seorang perempuan seperti itu tidak pandang bulu entah itu orang yang baru dikenal orang yang telah lama dikenal atau orang yang menurutnya biasa-biasa saja. "Makasih banyak."

"Tumben banget ya sabar ngajakin gue jalan hari ini. Kesambet apa ini orang ngajakin gue jalan. Kayaknya Gina deh yang kasih nomor gue ke Abrar enggak mungkin dia dapat nomor gue gitu aja!" batinnya dalam hati. 

"Kok lo ada yang aneh ya tiba-tiba kalau ngajakin gue jalan sih?"

"Enggak kok cuma pengen ngajak jalan aja emang gak boleh gue ngajakin lo jalan?" 

"Ya boleh sih ngajakin jalan siapa yang ngelarang tapi rada aneh aja biasanya kan lo jutek dan cuek sama gue!" Abrar terus saja berjalan di depan tanpa memperdulikan atau bergandengan tangan dengan Olivia seolah-olah ini adalah jalan teraneh yang dirasakan oleh Olivia. Dia sama sekali tidak pernah merasa nyaman ketika jalan bareng dengan Abrar. 

Abrar menarik napas ia sama sekali tak mau bertengkar dengan Olivia beradu cekcok. "Udah ya lo maunya kita kemana? Biar gue anterin hari ini. Boleh kan?" 

"Gue maunya hari ini makan, gue lapar banget nih. Lo mau temenin gue kan hari ini seharian?" Abrar mengangguk saja dan mengiyakan dari ajakan dari Olivia. Abrar mengajak Olivia untuk makan sesuai dengan keinginannya. Mereka masuk ke dalam dan mencari tempat duduk yang kosong. Olivia langsung saja memilih makanan yang akan ia pilih. Abrar merasakan perbedaan yang sangat beda banget antara Alya dan Olivia yang ternyata berbeda jauh karakter dan sifatnya. Kalau misalkan Olivia ia sama sekali langsung saja menginginkan apa yang ia ingin. Sedangkan Alya iya tidak pernah merepotkan Abrar bahkan setiap kali mereka jalan Alya males banget buat makan bareng padahal mereka sudah 4 tahun sekitar berpacaran. Sikap Abrar seakan cuek dan bodo amat. Kalau biasanya dengan Alya dia begitu semangat sekali karena Alya membuatnya happy setiap hari dan sepanjang hari. 

Tak beberapa lama pesanan dari Olivia pun datang ternyata pesanan yang diminta adalah begitu banyak sekali. Abrar terkejut dengan pesanan Olivia yang begitu banyak sedangkan pesanan dirinya hanya sekitar 2 piring saja itupun kadang tidak habis. Ia menelan salivanya karena terkejut sekali dengan makanan yang dipilih dan diberikan oleh Olivia. "Ya ampun banyak bener makanan lo ini semuanya lo makan sendiri?" Olivia mengangguk dengan pertanyaan Abrar. 

"Ya udah makan aja gue lapar banget nih gue makan duluan ya!" 

"Ya udah kalau gitu." Abrar pun memakan makanan yang ada di hadapannya sekarang. Porsi mereka berdua emang benar-benar berbeda jauh. 

1
Nur hikmah
ko g jujur aj c alya..uuh
Nur hikmah
ko abrar g liat lngsung klw kluarganya g suka kecuali kak ema yg baik hti
Nur hikmah
mmpir..like deh
Kepala Pil
Up lgi yha.. bagus critanya... semoga kedepan nya gk ngebosenin lope lope dah pokok nya
seizy Kurniawan
hai kak aku slmampir. sudh aku bom like juga. di tunggu jejaknya

salam my enemy is my love
Kochenk Liar
Mampir juga yuk ke karyaku "My Ghost Friend" Ayo saling dukung & jangan lupa tinggalkan jejak😊🙏
_sshinta
aku boomlike nih, back ya kalau mau wkwkw
_sshinta
next kak, semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!